UCAPAN SELAMAT

“Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya.” (Roma 6:5)

Ketua KOMKEP beserta seluruh
Pengurus Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin
Periode 2008 – 2009 mengucapkan :

“Selamat Paskah 2009”

PESAN BAPAK USKUP

“Kita mesti memilih yang terbaik yang akan memperjuangkan kepentingan orang banyak; dan bukan hanya kepentingan orang Katolik saja. Kita coba memilih dan mendorong orang-orang yang berani dan jujur mewakili kepentingan orang banyak.”

Mgr. Petrus Timang
Pertemuan dengan Dewan Paroki Ave Maria Tanjung
Jumat, 13-03-2009

MILIS KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BANJARMASIN DIBUKA

Damai bagimu,
Kehadiran HöPë di dunia maya juga kini dilengkapi dengan ajang diskusi yang dapat diikuti oleh siapa saja, teman-teman Orang Muda maupun mereka-mereka yang punya perhatian terhadap Orang Muda. Bagi teman-teman yang berminat mendaftar dalam Milis (Komunitas Diskusi) Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin, silakan kirim e-mail teman-teman via e-mail di :
litbang_komkepbjm@yahoo.com
Semoga kehadiran milis ini dapat menjadi ajang diskusi yang semakin menggelorakan semangat kita sebagai Orang Muda Katolik, sebagai Gereja Muda, ayo bangkit !!!
Terimakasih. TUHAN YESUS memberkati kalian semua.

salam&doa,
dhionys_agus (litbang)

DAFTAR ke Milis Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin

Subscribe to litbang_komkepbjm
Powered by groups.yahoo.com

AGENDA KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BANJARMASIN 2009

Keuskupan Banjarmasin dalam Peta

NDHEREK DEWI MARIA

Ndèrèk Dewi Maria, tamtu geng kang manah.
Mboten yèn kuwatosa, ibu njangkung tansah.
Kanjeng Ratu ing swarga amba sumarah samya.
Sang Dewi, Sang Dewi mangèstonana,
Sang Dewi, Sang Dewi mangèstonana.
Nadyan manah getera, dipun goda sètan,
Nanging batos èngetnya, wonten pitulungan.
Wit Sang Putri Maria, mangsa tèga anilar.
Sang Dewi, Sang Dewi mangèstonana,
Sang Dewi, Sang Dewi mangèstonana.
Menggah saking apèsnya ngantos kèlu sètan.
Mboten yèn ta ngantosa klantur babar pisan.
Ugeripun nyenyuwun Ibu tamtu tetulung.
Sang Dewi, Sang Dewi mangèstonana,
Sang Dewi, Sang Dewi mangèstonana.

Kamis, 2009 April 09

POETRY



TENTANG HORIZON KITA...

Aku ada... mencarimu jauh hingga ke angkasa,
demi menemukanmu yang selalu melukiskan jejak-jejak indah pada awan-awannya...

Engkau ada...menyapaku senantiasa hingga ke dasar lubuk jiwa,
demi menentramkan hatiku yang tak pernah usai merindukanmu juga...

Adalah adanya aku, menyusuri sebuah sajak berperahu di angkasa biru,
Adalah adanya dirimu, merunut sebuah puisi berperahu di lautan ungu.
Dua perahu kita kini tengah menuju ke arah yang sama,
dan pasti akan bertemu dan berpadu bagi horizon seia sekata!

Horizon ini ada, dan akan tetap ada di batas langit dan samudera
Horizon ini adalah horizon yang pertama,
yang tak akan pernah tergantikan oleh sesuatu yang mirip ataupun berbeda;
yang akan terbawa selama hidup persahabatan kita,
dalam tuntunan cahaya Sang Maha Cinta sepanjang masa...

[by : agus_bli; banjarmasin, 30-11-2005]

JEJAK ORANG MUDA 4



MENYAMBUT PASKAH : ORANG MUDA PENUH KREATIVITAS !

Malam itu, Rabu, 1 Maret 2009, tepat pada pukul 20.00 Wita, teman-teman KOMKA Katedral sudah berkumpul di halaman Gereja. Dibawah bimbingan Bapak Paulus, latihan Tablo Jalan Salib pun digelar. Karena pelaksanaan Tablo sudah dekat, maka malam itu teman-teman diminta untuk berlatih dengan serius menghayati peran masing-masing secara maksimal. Proses latihan berjalan cukup lama. Sekitar 2 jam teman-teman bergelut dengan skenario yang telah dibuat. Dihias temaram lampu yang ada dan iringan alunan musik latar sesuai adegan yang ditampilkan, proses latihan pun berlangsung dengan penuh semangat. Tablo diawali dengan Kisah Yesus di Taman Getsemani hingga pada proses Penyaliban sampai wafat.

“Latihan pada malam ini saya rasa masih perlu dimantapkan lagi. Seharusnya kalian sudah tidak melihat teks, tapi tadi saya lihat masih ada beberapa orang yang membaca teks. Jadi hari Minggu nanti kita akan latihan kembali sebelum tampil pada Jumat Agung,” demikian komentar sekaligus pesan yang disampaikan Bapak Paulus di akhir latihan.

Itu tadi sekelumit kisah persiapan teman-teman KOMKA Katedral untuk menyambut Paskah tahun ini. Selain teman-teman dari Paroki Katedral, teman-teman KOMKA Veteran dan Kelayan pun melakukan latihan Tablo juga untuk mengisi Perayaan Jumat Agung di paroki masing-masing.

Jika teman-teman KOMKA Katedral, Kelayan dan Veteran sibuk latihan Tablo Jalan Salib selama kurang lebih sebulan terakhir; teman-teman KOMKA Pelaihari pada Sabtu siang, 4 Maret 2009 sibuk mempersiapkan daun palma untuk Perayaan Minggu Palma yang dilaksanakan esok paginya. Tampak Dwi dan teman-teman sibuk mengumpulkan dan merapikan daun palma yang diperoleh agar siap dipakai. Yup, segala usaha walau sekecil apapun tentu akan tetap bermakna löh untuk ikut memeriahkan Paskah tahun ini ! Wah, pasti seru dan semangat yach !?!

JADWAL TABLO JALAN SALIB 2009

1 KOMKA Katedral pada 08.00 Wita
2 KOMKA St. Maria Kelayan pada 08.00 Wita
3 KOMKA St. Don Bosco Veteran pada 09.00 Wita

[agus_bli]

JEJAK ORANG MUDA 3



HABAR KOMKEP KITA...

Pada tanggal 1 Maret 2009 yang lalu, di Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, Kelayan diselenggarakan Rapat KOMKEP Keuskupan Banjarmasin yang dihadiri oleh perwakilan dari 5 Paroki kota (Katedral, Kelayan, Veteran, Banjarbaru dan Pelaihari). Dalam rapat kali ini, disampaikan laporan dari masing-masing perwakilan KOMKA perihal pelaksanaan Sensus OMK 2009 yang sudah berjalan beberapa bulan. Ada yang sudah mulai menjalankannya, akan tetapi ada juga yang baru memulai dan ada juga yang baru akan memulainya karena kesibukan kegiatan di paroki masing-masing. Secara umum kendala yang dihadapi berupa pengisian data-data sakramen, mengingat tidak semua OMK adalah penduduk asli Kalimantan Selatan. Sehingga mereka harus meminta dari paroki asal di mana mereka menerima sakramen. Jalan keluarnya, pada form isian untuk Sakramen dapat dicantumkan nama gereja saja di mana mereka menerima sakramen tersebut.

Selain itu, buletin HöPë yang sedang berada di tangan teman-teman ini juga menjadi salah satu agenda. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain adalah kurangnya minat OMK untuk memberikan sumbangsih tulisan bagi HöPë. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada lho teman-teman OMK yang terlibat aktif dalam menyumbang tulisan; namun sayangnya hal itu tidak diikuti oleh OMK yang lain. Maka untuk ke depannya diharapkan akan semakin banyak OMK yang terlibat dalam memberikan sumbangsih tulisan bagi HöPë. Tulisan yang dikirimkan tidak harus berbentuk tulisan yang berbobot; cukup diawali dengan laporan kegiatan yang diadakan oleh OMK di paroki masing-masing saja. Teman-teman juga tidak usah berpikir apakah tulisan kalian layak atau tidak layak dimuat, karena tulisan-tulisan yang masuk masih akan diedit ulang.

Adanya suatu harapan dari beberapa OMK ingin agar diadakan suatu moment yang bisa mengumpulkan semua OMK yang ada di Keuskupan Banjarmasin. Maka kemudian diputuskan bersama bahwa KOMKEP akan diadakan Perayaan Ekaristi Paskah Bersama OMK se-Keuskupan Banjarmasin pada hari Sabtu, 18 April 2009 pukul 18.00 Wita, bertempat di Paroki Katedral Keluarga Kudus, Banjarmasin. Sesuai dengan informasi yang diterima Redaksi, teman-teman KOMKA Santa Ursula, Paroki Katedral Palangkaraya akan hadir dalam acara ini. Jumlah yang hadir sekitar 30 orang dengan transportasi bus jurusan Palangkaraya – Banjarmasin.

Selain itu diputuskan juga bahwa akan diadakan Doa Rosario Bersama pada bulan Mei mendatang. Adapun perincian tempat dan waktu pelaksanaannya adalah sebagai berikut :
Doa Rosario I akan diadakan di Gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran pada hari Sabtu, 2 Mei 2009. Dimulai pukul 20.30 Wita di Gua Maria.
Doa Rosario II akan diadakan di Gereja Bunda Maria Banjarbaru pada hari Sabtu, 9 Mei 2009. Dimulai pukul 20.00 Wita di Grotto Maria Banjarbaru.
Doa Rosario III akan diadakan di Gereja Keluarga Kudus Katedral Banjarmasin pada hari Sabtu, 16 Mei 2009. Dimulai pukul 20.30 Wita di Gua Maria.
Doa Rosario IV akan diadakan di Gereja Santa Theresia Pelaihari pada hari sabtu 23 Mei 2009. Dimulai pukul 20.00 Wita di kapel Gereja Santa Theresia Pelaihari.
Doa Rosario V akan diadakan di Gereja Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan pada hari Minggu, 31 Mei 2009. Karena ini adalah Doa Rosario terakhir, maka akan diadakan pula misa bersama OMK untuk penghormatan terhadap Bunda Maria. Perayaan Ekaristi akan diawali pada pukul 18.00 Wita dan kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario pada pukul 20.00 Wita. Khusus untuk Doa Rosario V akan diadakah agaphe bersama.

Dalam kesempatan rapat kali ini pun kembali dibahas perihal rencana pelaksanaan Jambore Orang Muda Keuskupan Banjarmasin (JOMKA) 2009 yang akan digelar bulan September 2009 mendatang. Tema yang disepakati adalah “Gaudium in Christo” (Kegembiraan bersama Kristus) yang akan melibatkan OMK di Keuskupan Banjarmasin. Peserta JOMKA 2009 adalah semua Orang Muda Katolik se-Keuskupan Banjarmasin minimal berusia 15 tahun atau sudah duduk di bangku kelas III SMP. Untuk hasil final perihal JOMKA 2009 akan dibahas lebih lanjut... [agus_bli]

JEJAK ORANG MUDA 2



KESEHATAN REPRODUKSI SEKSUALITAS REMAJA

Sabtu, 21 Februari 2009 yang lalu, bertempat di Aula Syalom, Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, Kelayan dilaksanakan acara Bimbingan Kaum Muda dalam suasana santai yang mengambil topik “Kesehatan Reproduksi Seksualitas Remaja Masa Kini” dibawah arahan Ibu Anna Trombine dan Ibu Nani selaku Pendamping Remaka (Remaja Katolik) Santa Maria. Acara ini dihadiri oleh anak – anak REMAKA, KOMKA Santa Maria, Komunitas Asrama Putri Satya Andika dan juga teman – teman dari KOMKA St. Don Bosco Veteran.

Acara dibuka dengan permainan yang dipandu oleh Ibu Anna Trombine, yang dilanjutkan dengan doa bersama dipandu oleh Fr. Yohanes, CMM. Usai doa, peserta langsung dibawa kepada acara utama dengan topik di atas. Dengan menggunakan pola Sex Education, para peserta diajak mengenal penyakit – penyakit menular seksual, kesehatan reproduksi dan himbauan – himbauan bahaya seksual bebas. Di dalam kegiatan ini para peserta juga dapat berbagi pengalaman masing – masing melalui sharing bersama. Mengingat banyak hal yang bisa didapat oleh peserta pada acara seperti ini, maka nantinya kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin dengan topik – topik menarik lainnya dengan melibatkan oleh teman-teman Remaka dan KOMKA Santa Maria. Di sini sangat diharapkan keterlibatan kaum muda Paroki Santa Perawan Maria, Kelayan pada khususnya. Juga besar harapan kami kaum muda lainnya melalui KOMKA masing – masing paroki dapat juga berpartisipasi dalam kegiatan – kegiatan seperti ini. Ditunggu kehadirannya !!! [Tommie]

JEJAK ORANG MUDA 1



PERTEMUAN MODERATORES REGIO JAWA PLUS 2009

Namaku Romaida Situngkir, tapi biasanya dipanggil Ida tuch! Oiya teman-teman, pada tanggal 2 - 6 Februari 2009 kemarin saya diberi kesempatan mengikuti TEMODS 2009 di Hening Griya Baturaden, Purwokerto dengan tema “PENGEMBANGAN KAPASITAS MODERATORES ORANG MUDA KATOLIK UNTUK PENDIDIKAN POLITIK.“ Pertemuan tersebut diawali dengan Perayaan Ekaristi Pembukaan yang dipimpin oleh Bapak Uskup Purwokerto dan para Pastor dari masing – masing Keuskupan yang mengikuti Temods 2009, yang dilanjutkan dengan acara perkenalan peserta dan panitia dari masing – masing Keuskupan. Setelah perkenalan dan ramah tamah berlangsung, kami menuju rumah retret Hening Griya Baturaden , Purwokerto. Dan di tempat inilah kami tinggal selama 4 hari....

Memang, saat pertama kali tiba di tempat itu saya merasa kebingungan, dan tidak mengerti apa itu pendidikan politik OMK. Tapi pada saat penjelasan session pertama kami dijelaskan apa itu Alur Proses Temods.... Arah yang ingin dicapai melalui kegiatan Temods 2009 ini adalah “Pengembangan kemampuan mengelola komunitas setempat untuk menanggapi keprihatinan tentang pendidikan politik & kemacetan kaderisasi serta upgrading skill”

Tema ini dipilih SC (yang diketuai Pastor C. Tri Kuncoro Yekti, Pr dari Keuskupan Surabaya) di bawah bayang-bayang pertanyaan akan efektivitas pertemuan-pertemuan seperti Temods yang selalu saja menyisakan agenda tak tergarap di tingkat basis Keuskupan, serta ketiadaan mekanisme monitoring dan evaluasi yang jelas. Berangkat dari refleksi atas sekian tahun Temods itulah perjumpaan kali ini lebih menitikberatkan peningkatan kapasitas peserta daripada penekanan tematik tertentu.

Pada session yang berikutnya kami dibentuk beberapa kelompok dengan workshop. Ada 4 kelompok workshop yang diselenggarakan, meliputi : Animasi, Manajemen Pendidikan politik OMK, Fund Raising dan Teater Rakyat.

Kebetulan saya memilih kelompok ANIMASI (pendampingan), dimana dalam kelompok ini dijelaskan tentang Ice Breaking yang artinya adalah proses pengalihan kejenuhan, kebosanan, ketegangan dan kelesuan menjadi sebuah dinamika yang menyegarkan juga sebagai warna dasar dalam tim pendampingan, didalam tim ini dibentuk menjadi dua kelompok yaitu :

Pribadi berkarakter SC :
1. Analitis.
2. Lebih senang berpikir daripada terlibat dalam sebuah aktivitas fisik.
3. Senang melakukan diskusi dan berdebat.
4. Lebih sering membicarakan hal – hal yang bersifat “abstract”.
5. Memiliki visi ke depan.

Pribadi berkarakter OC :
1. Menyukai hal – hal yang nyata, sederhana, lugas dan praktis.
2. Menyukai aktivitas fisik daripada duduk, berpikir dan berdiskusi.
3. Jeli dalam menemukan kendala & peluang di lapangan.
4. Mampu beradapatasi secara cepat dengan lingkungan baru.
5. Berpikir cepat seakan tanpa disertai pertimbangan yang matang.
6. Pribadi yang hidup dan cenderung menyenangkan.

Beberapa metode yang dipergunakan untuk mengungkap karakter peserta :
1. Questionaire : peserta diminta mengisi data diri sebelum kegiatan dimulai. Dari hasil isian tersebut dapat diketahui :
- profil ayah / ibu
- pertanyaan dilematis  untuk mengecek kedekatan dengan orangtua
- anak keberapa dalam keluarga?
- hobby yang kita miliki
- kegiatan waktu luang

2. Gestures : Mengamati bahasa tubuh peserta saat mengikuti acara (lihat secara menyeluruh jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan).
3. Pendampingan – aktif – simultan : Proses pendekatan yang dilakukan oleh beberapa panitia yang ditunjuk untuk ikut berproses dalam dinamika tiap kelompok.

PROSES PENDAMPINGAN
1. Konsep Pendampingan
Fungsi : sebagai mediator / perantara yang menghubungkan peserta dengan acara/ materi. Pendampingan yang dilakukan selama retret bukan untuk mengatasi/memecahkan masalah. Pendampingan yang sifatnya pemecahan masalah hanya dilakukan jika masalah pribadi peserta dianggap sudah mengganggu perkembangan pribadi selama proses retret.
2. Tujuan Pendampingan
Membantu peserta dalam berproses selama retret sehingga peserta sampai pada hasil yang diharapkan. Dengan adanya pendampingan materi yang diberikan mampu menyentuh sisi afeksi peserta.
3. Persiapan Calon Pendamping
Pembekalan bagi pendamping meliputi 3 hal :
Wawasan / pengetahuan bisa dilakukan melalui : membaca buku tentang pendampingan, diskusi atau sharing (memiliki tujuan, proses, metode, dan teknik pendampingan).
Skill untuk menjadi seorang pendamping : ketrampilan dalam memahami kesulitan peserta ketrampilan bersikap sebagai seorang pendengar, ketrampilan mengelola dan menghidupkan antar peserta dalam suatu kelompok, terampil dalam mengungkapkan perasaan hati, mencairkan suasana, peka dalam menangkap isyarat-isyarat non-verbal dari peserta, memiliki ketrampilan menggunakan bahasa verbal dan non-verbal (body language) dalam menanggapi peserta, terampil dalam mendengarkan dan menciptakan arus komunikasi.
Persiapan mental dan spiritual : dilakukan dengan evaluasi diri dan refleksi sebagai cara peningkatan kemampuan, dapat dilakukan secara personal maupun kelompok (peserta diminta untuk mengisi form).
4. Tugas Pendamping
pengenalan terhadap peserta dengan menggunakan kuisioner atau informasi lain mengenai anak damping.
berusaha menciptakan kelompok pendampingan yang aman bagi peserta,
melakukan pengawasan atau observasi terhadap anak pendamping. Pendampingan bertujuan untuk mengetahui proses yang terjadi dalam diri peserta...
5. Konsep Pendampingan Berkelanjutan
Pendampingan perlu ditindaklanjuti dengan menjalin komunikasi secara berkesinambungan.

Dalam kelompok ini juga kita anjurkan untuk percaya diri, punya prinsip, kemauan untuk berubah, kekurangan menjadi kelebihan, memanfaatkan kemampuan yang dipunya. Jadi kesimpulan yang dapat saya ambil dari kelompok animasi ini adalah sebagai penjiwaan dalam kegiataan dan bukan hanya penggembira / penghibur acara, gitu... hehehe...

Kalau tadi Ida udah cerita-cerita soal Temods 2009, sekarang gantian saya ya cerita-cerita tentang pengalaman ikutan Temods 2008 setahun kemarin? Nama saya Christina Vavianurri tapi cukup dipanggil Nuri za... Mulai nich... eng ing eng...

Buat saya bisa ikut Temods or bahasa kerennya Pertemuan Kaum Muda se-Regio Jawa Plus, tidak pernah terbayang en terpikirkan untuk saya yang tinggal jauh di Pelaihari ini. Saya lupa kapan mas Bambang menghubungi saya untuk ikut Temods 2008 di Surabaya. Kalau tidak salah kira-kira pertengahan bulan Maret (kalau tidak salah pasti bener tuch!) mas Bambang telpon saya, supaya ikutan jadi perwakilan KOMKEP Keuskupan Bajarmasin pada acara tersebut. Saya kaget plus suenang, rasanya nggak percaya aja diberi kesempatan untuk mewakili teman-teman se-Keuskupan Banjarmasin. Seperti dapat undian Rp. 1 Miliar, hahaha…. Tapi jujur aja ya, saya sempat ragu en takut juga! Apalagi setelah saya tahu materinya adalah seputar persiapan kaum muda menghadapi PEMILU 2009. Soalnya saya ini buta politik en malas kenalan sama yang namanya politik. Tapi setelah merenung dan memikirkan dari hati yang paling dalam, MENGAPA TAKUT SAMA POLITIK??? Akhirnya nekat za tulak mewakili KOMKEP Keuskupan Banjarmasin, sekalian belajar en kenalan sama politik, plus jalan-jalan wiiiiiiiiii....

Oiya, yang ikut TEMODS waktu itu ada Pastor Prillion, Jumico (Mico) dan saya sendiri. Sampai di Surabaya nich, penyambutan dari panitianya saya rasakan sungguh luar biasa; mereka ramah buanggeeeet löh. Bayangin ya, kami dijemput di bandara tepat waktu, trus kada dibiarkan kami kelaparan, dan mereka juga murah senyum! Kereeen kan?1?

Selama 5 hari pertemuan, saya ngerasa jadi PALING KURANG NANGKAP MATERI alias tëk-dunk tralala.... Hiks… kasihan banget. Ya memang, saya ini tidak tahu banyak tentang politik, tapi Tuhan memang Maha Baik, tidak dibiarkan saya ngerasa jadi orang O’ON terus-terusan. Buktinya, melalui acara itu saya jadi punya banyak kenalan (termasuk para Pastor) yang semuanya baik-baik, mau nolongin dan dampingin saya selama proses acara berlangsung. Satu lagi yang berkesan untuk saya, perbedaan diantara peserta tidak tampak sama sekali. Kami saling berbaur, baik dari kaum rohaniawan maupun kaum awam. Antara Pastor, Frater dan kaum muda serasa menjadi sebuah keluarga besar. Sueneng banget!!! Eit, ada sebuah pengalaman yang paling berharga buat saya, mau tahu nggak? Waktu itu ada seorang Pastor yang rajin memberi motivasi untuk saya, tapi maaf namanya aku lupa, maklum udah 1 tahun yang lalu dan kapasitas memori saya cuma 1 GB za, hehehe... Beliau bilang, kaum muda bukan cuma sekedar masa depan Gereja, bangsa or dunia; tapi kaum muda adalah masa kini yang harus berkarya mulai dari sekarang, kada usah nunggu sampai tua.

Yups, kita memang harus nunjukin kalau kaum muda bisa memberikan yang terbaik, tapi bukan berarti kita melangkahi para orang tua löh! Para orang tua tetap menjadi panutan dan guru bagi kita. Nah.. kata-kata Pastor itu yang memotivasi saya untuk berkarya dan kada takut lagi sama dunia politik.

Nah gitu dech pengalaman saya selama ikut Temods 2008. Asal tau aja nich, sampai sekarang aku dan teman – teman Temods 2008 masih saling berkomunikasi dan menguatkan. Pengalaman yang berharga itu membuat saya jadi lebih dewasa, wlo mungkin cuma sedikit... Makasih banyak ya buat semua teman-teman yang sudah memberikan kepercayaannya sehingga saya bisa ikutan Temods 08. TUHAN memberkati semua. [seperti diceritakan Ida dan Nurri pada agus_bli]

CERMIN




RABU ABU : LIBUR SEKOLAH?!?

Hari itu, Rabu, 25 Februari 2009, kita semua umat Katolik memasuki Rabu Abu, suatu hari yang mengawali masa yang disebut masa puasa. Mungkin tidak ada yang baru dalam masa puasa tahun ini, karena hampir setiap tahun kita semua melaksanakannya.

Saat mengikuti Perayaan Ekaristi pagi itu pada pukul 06.00 Wita di Katedral Banjarmasin, saya terkejut ketika bertemu dengan salah seorang murid SMP Santa Maria Banjarmasin. Keterkejutan saya adalah karena dia tidak mengenakan seragam sekolahnya. Padahal biasanya murid-murid yang mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu pukul 06.00 Wita banyak yang mengenakan seragam sekolahnya. Dengan tujuan setelah usai Perayaan Ekaristi, mereka bisa langsung pergi ke sekolah.

Setelah saya tanyakan kenapa dia tidak mengenakan seragam sekolahnya, dengan enteng dan santai dia menjawab, "Hari ini TK, SD, dan SMP Santa Maria Banjarmasin libur!" Saya pikir ini suatu hal yang benar-benar baru dan berani dan terjadi di kota Banjarmasin pada hari itu. Di mana sebuah sekolah Katolik berani meliburkan semua muridnya untuk hari pertama masa puasa dan pantang!

Pemikiran saya begini, pemerintah menetapkan libur pada hari pertama masa puasa bagi umat Islam kepada semua sekolah dengan tujuan menghormati umat yang menjalankan puasa. Kenapa sebuah sekolah Katolik tidak berani meliburkan murid-muridnya pada saat hari pertama masa puasa umat Katolik? Dan itu sudah dijawab oleh TK, SD dan SMP Santa Maria Banjarmasin. Sebenarnya bukan semata-mata untuk menghormati puasa umat Katolik, tetapi hal ini akan memberikan kesempatan kepada anak-anak Katolik untuk pergi ke Gereja dan untuk lebih memahami makna Perayaan Rabu Abu bagi mereka. Karena selama ini, apabila kegiatan sekolah tetap jalan, anak-anak lebih fokus kepada pelajaran dan kegiatan sekolah seperti ekstra kurikuler dan berbagai macam les daripada makna Perayaan Rabu Abu itu sendiri. Secara pribadi, saya ucapkan proficiat kepada TK, SD dan SMP Santa Maria Banjarmasin yang telah berani melakukan terobosan seperti itu. Dan saya harap banyak sekolah-sekolah Katolik yang meniru jejak mereka. God Bless.... [cesc_joseph]


FILOSOFI SEBUAH PENSIL

Seorang pemuda bertanya kepada Ibunya yang sedang menulis sebuah surat. "Ibu lagi menulis tentang apa?" Mendengar pertanyaan si anak, sang Ibu berhenti menulis dan berkata kepada anaknya, "Sebenarnya Ibu sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang Ibu pakai." "Ibu harap kamu bakal seperti pensil ini dalam menjalani hidupmu" ujar si Ibu lagi.

Mendengar jawab ini, si anak kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada Ibunya ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang dipakai Ibunya. "Tapi Bu, sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya." Ujar si anak. Ibunya kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."

"Pensil ini mempunyai 6 kualitas dan selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini." Sang Ibu kemudian menjelaskan 6 kualitas dari sebuah pensil.

"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, Ibu kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil Ibu. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".


“Kualitas keenam, adalah bahwa sebuah pensil tidak pernah berusaha memaksa apabila sudah habis waktunya. Dia tidak akan pernah berusaha untuk tampil kembali di saat dia sudah habis. Dia dengan lapang dada mempersilahkan pensil yang lain untuk menggantikan perannya. Oleh karena itu kamu pun harus sadar apabila suatu saat sudah habis waktumu, biarlah kamu dengan lapang dada menyerahkan tugas yang selama ini kamu emban kepada generasi selanjutnya. Dan biarlah dia bekerja sendiri tanpa intervensi dari kamu sekalipun.” [cesc_joseph]

HARMONY




MEMBERDAYAKAN KESEJATIAN HIDUP DALAM RANGKA HIDUP BERSAMA DENGAN ORANG LAIN...


Judul di atas merupakan tema APP tahun ini, yang mengandung makna agar kita semua sejenak melakukan introspeksi diri secara pribadi dan merenungkan tentang perjalanan kita selama ini : “Sudah sampai dimana kita, dan selanjutnya kita akan kemana?” Melalui berbagai kegiatan di masa prapaskah tahun ini; yang kita wujudkan dalam bentuk ibadat, doa, pantang dan puasa, maka kita selaku Orang Muda Katolik (OMK) telah mengambil langkah untuk melihat ke dalam lagi : “Sudah sampai mana karya OMK selama ini?” Setelah kita dapat melakukan introspeksi diri secara pribadi dalam naungan kasih Kristus, tentu untuk ke depannya kita harus melakukan sesuatu yang nyata dalam perjalanan kita sehari-hari bersama orang lain.
Dalam semua aspek kehidupan, baik di dalam keluarga, masyarakat maupun di Gereja, selaku OMK tentunya kita mempunyai kewajiban membawa nilai – nilai dan ciri khas Kristiani. ‘Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu’. ( I Timotius 4 : 12 ).

Petikan ayat kitab suci di atas dapat diambil menjadi salah satu langkah OMK untuk maju bersama demi pengembangan pribadi dan Gereja; akan tetapi harus diingat ada 4 hal di dalam petikan ayat tersebut yang harus selalu dijadikan pedoman yaitu :
1. “Perkataanmu” : hati OMK yang penuh dengan firman Tuhan maka dengan mudah terucap kata – kata yang sederhana juga bijaksana, tetapi kalau isinya kekerasan, iri hati dan lain-lain, tentunya tidak akan dapat menjadi teladan bagi orang lain. ‘karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya’(bdk Luk 6:45)
2. “Tingkah lakumu” : terkadang dan mungkin seringkali kita sebagai OMK melakukan kelalaian dalam melaksanakan suatu tugas, tidak aneh lagi kalau kita sering kali malas berbuat sesuatu. Mungkin itu salah satu kelemahan kita, akan tetapi kita OMK belajar menjadi teladan bagi orang lain melalui berbagai firman Tuhan yang kita dapat dari pengajaran oleh orang – orang yang lebih berpengalaman semacam biarawan/wati, guru dan orang tua.
3. “Kasihmu” : mari bersama membagikan kasih Kristus kepada semua orang tanpa pilih – pilih. Mau itu teman, sahabat, kerabat atau lawan sekalipun semuanya harus disapa dengan kasih.
4. “Kesetiaanmu” : sudah sampai pada tahapnya di dunia ini sangat kecil penghayatan nilai kesetiaan dalam kehidupan, cukup jelas terlihat berbagai praktek terjadi dengan cara menipu, mengkhianati dan mencelakakan orang lain. Jadilah teladan dalam hal kesetiaan dengan hal yang dianggap kecil dulu, seperti tidak membolos sekolah atau kuliah dan menepati janji yang sudah dibuat.
5. “Kesuciaanmu” : dalam hal ini kita semua pasti tak terlepas dari dosa, akan tetapi janganlah karena kita orang berdosa terus jatuh ke dalam dosa itu lagi. Hanya dalam nama Kristus kita dapat menang dengan kekuatan kita melawan dosa.

Dari kesemuanya itu, kita semua dapat bercermin kembali : “Bagi OMK yang ada di paroki – paroki dapat melihat seberapa jauh tingkah laku individu maupun komunitas selama ini. Misalnya saja mengenai relasi yang telah terjadi antara OMK dengan Pastor Paroki, Dewan Paroki maupun Umat Paroki. Dengan begitu kita sebagai OMK dapat memperbaiki langkah untuk ke depannya dalam rangka “Memberdayakan Kesejatian Hidup dalam Rangka Hidup Bersama dengan Orang Lain.”

Dalam Terang Kristus Orang Muda berkarya, Tuhan memberkati.
[Tommy Ribuan]