<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708</id><updated>2012-01-28T19:52:07.563-08:00</updated><category term='world youth day'/><category term='jambore'/><category term='kata hati'/><category term='OMK'/><category term='uskup'/><category term='ucapan selamat'/><category term='serah terima'/><category term='cerita hati'/><category term='logo'/><category term='IYD 2012'/><category term='intermezo'/><category term='lentera'/><category term='a reflection'/><category term='SAGKI 2010'/><category term='pesan paus benedictus xvi'/><category term='agenda komkep'/><category term='misi meratus'/><category term='artikel orang muda'/><category term='wyd 2011'/><category term='ucapan terimakasih'/><category term='percikan'/><category term='Paus Benedictus XVI'/><category term='temods regio jawa plus'/><category term='kabar dari komkep kwi'/><category term='bksn 2008'/><category term='jejak orang muda'/><category term='bahan adven 2010'/><category term='app prapaskah 2010'/><category term='ketua KOMKEP'/><category term='cermin'/><category term='sensus orang muda'/><category term='suara sang gembala'/><category term='jangan jadikan agama katolik sebagai alat propaganda'/><category term='harmony'/><category term='KAUM MUDA dalam VENTIMIGLIA 1'/><category term='dari redaksi'/><category term='lomba agustusan dan pena 2008'/><category term='pena 2008'/><category term='rosario bersama komisi kepemudaan'/><category term='doa'/><category term='proficiat : uskup baru keuskupan banjarmasin'/><category term='pesan natal bersama kwi - pgi'/><category term='poetry'/><category term='surat gembala prapaskah 2010'/><category term='seminar anti narkoba'/><category term='bahan adven 2009'/><category term='BKSN 2011'/><category term='jomka'/><category term='kegiatan komka katedral'/><category term='surat gembala natal 2011'/><category term='kabar dari komka tanjung'/><category term='petrus timang'/><category term='tahbisan uskup dan pesta perak'/><category term='pengurus KOMKEP 2010-2012'/><category term='siluet'/><title type='text'>HoPe-Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin</title><subtitle type='html'>Penerbit : 
KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN  BANJARMASIN 
Jl. Lambung Mangkurat no. 40 Banjarmasin KALSEL 70111
Telp. (0511) 3354725 - SMS. 081 338 610 955
e-mail: litbang_komkepbjm@yahoo.com 

Penanggung jawab : 
Pastor Petrus Prilion, MSF (Ketua Komkep)

Redaksi : 
DIVISI LITBANG (Penelitian &amp;amp; Pengembangan) 
Komkep Keuskupan Banjarmasin</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>115</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-1419276577779995864</id><published>2012-01-28T19:43:00.000-08:00</published><updated>2012-01-28T19:47:37.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IYD 2012'/><title type='text'>DOA MENYAMBUT INDONESIAN YOUTH DAY 2012</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-5MJQE2YiQeM/TyTBII9X_cI/AAAAAAAAAhc/dGLoFMUSEi0/s1600/DOA%2BIYD%2B2012-02%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5MJQE2YiQeM/TyTBII9X_cI/AAAAAAAAAhc/dGLoFMUSEi0/s400/DOA%2BIYD%2B2012-02%2Bcopy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5702895373745913282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;di Sanggau, Kalimantan Barat, 20 – 23 Oktober 2012&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa yang Maha Baik, tak henti-hentinya Engkau mencari kami.&lt;br /&gt;Kasih-Mu yang tak terbatas senantiasa melimpahi kami dengan berkat dan segala yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukur atas semua kelimpahan yang Engkau berikan kepada kami itu.&lt;br /&gt;Engkau senantiasa mempunyai rencana yang indah bagi kami&lt;br /&gt;maka kini Engkau memanggil kami mengalami suatu proses peziarahan besar dalam IYD 2012.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah Yesus Putra-Mu menjadi Sahabat kami dalam ziarah kami ini,&lt;br /&gt;Salib-Nya menuntun dan menerangi langkah kami,&lt;br /&gt;Jalan Salib-Nya menjadi pedoman arah kami,&lt;br /&gt;Tubuh dan Darah-Nya menjadi sumber kekuatan kami,&lt;br /&gt;Sabda-Nya menjadi inspirasi kami,&lt;br /&gt;dan Roh-Nya menjadi tenaga yang mendorong kami untuk melangkah dan berbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga sepanjang peziarahan ini,&lt;br /&gt;kami mampu meninggalkan keegoisan diri kami,&lt;br /&gt;meninggalkan kenyamanan kami sendiri,&lt;br /&gt;dan tidak pernah merasa puas diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buanglah dari diri kami, segala sesuatu yang tidak berkenan bagi-Mu&lt;br /&gt;sehingga kami dapat menemukan Engkau dalam diri kami masing-masing,&lt;br /&gt;dan mampu menghadirkan-Mu di tengah masyarakat melalui tindakan dan perbuatan kami.&lt;br /&gt;Semoga kami mampu dan berani mengulurkan tangan dan berbela rasa dengan mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir,&lt;br /&gt;mewartakan cinta-Mu dan memberi harapan akan Dikau kepada mereka yang putus asa,&lt;br /&gt;membawa Terang Kebenaran-Mu kepada mereka yang berjalan dalam kegelapan,&lt;br /&gt;dan semoga dalam segala ciptaan, buah karya Jari-Mu, kami menemukan keagungan dan kebesaran-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami siap menjadi bibit yang ditanam dalam kebun Kerajaan-Mu&lt;br /&gt;pisahkanlah kami dari sekam&lt;br /&gt;tempalah kami agar kami menjadi murni, kudus dan tak bercela seperti Dikau sendiri,&lt;br /&gt;tanamlah dan rawatlah kami sebagai umat kesayangan-Mu,&lt;br /&gt;agar kami senantiasa berakar dalam Kristus Putra-Mu, tumbuh di dalam Dia, dan berbuah dalam iman akan Dia,&lt;br /&gt;sehingga dalam persekutuan mesra dengan Dia, Penyelamat kami,&lt;br /&gt;kami semakin serupa dengan Dia yang berkenan kepada-Mu,&lt;br /&gt;dan kami layak disebut putera dan puteri-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakailah diri kami sebagai alat-Mu sehingga Kehendak dan Kebaikan-Mu nyata dalam dan melalui diri kami.&lt;br /&gt;Semoga kami senantiasa setia berkarya dalam iman dan kebenaran&lt;br /&gt;dan melakukan segalanya dengan penuh cinta dan bakti kepada Dikau, Gereja, negara dan bangsa kami.&lt;br /&gt;Bagimu Indonesiaku, segenap ragaku untuk membangunmu yang telah menyediakan segala yang baik bagiku,&lt;br /&gt;Bagimu Gereja, segenap karyaku untuk menunjukkan gemilang cahaya-Mu di antara bangsa-bangsa,&lt;br /&gt;Bagimu Bapa, segenap jiwa dan hati kami, serta segala yang kami miliki demi kemuliaan dan cinta kepada-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh Maria, Bunda Orang Muda Katolik Indonesia,&lt;br /&gt;bimbinglah kami dalam kasih keibuan-Mu&lt;br /&gt;peluklah dan restuilah kami, anak-anakmu,&lt;br /&gt;supaya semakin hari dalam peziarahan kami ini,&lt;br /&gt;kami semakin mampu menjadi serupa dengan Yesus Putra-Mu. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;NIHIL OBSTAT&lt;br /&gt;R.P. Bosco da Cunha, O.Carm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris Eksekutif Komisi Liturgi KWI&lt;br /&gt;20 November 2011, Hari Raya Tuhan Kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;IMPRIMATUR&lt;br /&gt;R.D. Yohanes Subagyo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Vikaris Jendral Keuskupan Agung Jakarta&lt;br /&gt;30 November 2011, Pesta St. Andreas, Rasul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja sama Komisi Liturgi KWI &amp; Komisi Kepemudaan KWI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://www.facebook.com/groups/iyd2012/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-1419276577779995864?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/1419276577779995864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=1419276577779995864&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1419276577779995864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1419276577779995864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2012/01/doa-menyambut-indonesian-youth-day-2012.html' title='DOA MENYAMBUT INDONESIAN YOUTH DAY 2012'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5MJQE2YiQeM/TyTBII9X_cI/AAAAAAAAAhc/dGLoFMUSEi0/s72-c/DOA%2BIYD%2B2012-02%2Bcopy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-1607293052634300979</id><published>2012-01-22T20:00:00.000-08:00</published><updated>2012-01-22T20:04:48.925-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IYD 2012'/><title type='text'>PENCANANGAN INDONESIAN YOUTH DAY 2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-NUBUtkl0B6U/TxzcQhF8v5I/AAAAAAAAAhI/T9ta2CkRO40/s1600/iyd%2B2012%2Bsanggau.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 335px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-NUBUtkl0B6U/TxzcQhF8v5I/AAAAAAAAAhI/T9ta2CkRO40/s400/iyd%2B2012%2Bsanggau.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700673404663545746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“OMK Penting bagi Indonesia dan Indonesia Penting bagi OMK”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komisi Kepemudaan Konferensi Waligereja Indonesia (KomKep KWI) secara resmi memulai rangkaian kegiatan Indonesian Youth Day (IYD) 2012. Bekerjasama dengan panitia yang terdiri dari Steering Committee, Organizing Committee, dan Fundraising, IYD 2012 akan dilaksanakan di Sanggau, Kalimantan Barat pada 20-26 Oktober 2012 dengan mengusung tema “Berakar dan Dibangun dalam Yesus Kristus, Berteguh dalam Iman” dan sub tema “OMK Makin Beriman, Makin Meng-Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rangkaian kegiatan launching diawali dengan perayaan Ekaristi pada Jumat (20/01) di Gereja Katedral Jakarta, dipimpin oleh Ketua KomKep KWI dan Uskup Keuskupan Timika Mgr. John Philip Saklil, Sekretaris Eksekutif dan Ketua Umum Panitia IYD 2012 R.D. Yohanes Dwi Harsanto Pr, dan Vikjen Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) R.D. Y. Subagyo Pr dan dihadiri oleh pemerhati OMK juga para OMK se-Jakarta dan sekitarnya. Karena sesuatu hal, Mgr. G. Mencuccini (Uskup Keuskupan Sanggau) batal konselebran dan sebagai penggantinya adalah R.D. Yohanes Dwi Harsanto Pr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain perayaan Ekaristi, rangkaian launching juga diisi dengan seminar bertema, “Ya Katolik, Ya Indonesia” pada Sabtu (21/01) di KWI Jalan Cut Mutia, Jakarta. Hadir sebagai keynote speaker adalah Mgr. John didampingi tiga orang OMK yang kesehariannya dekat dengan topik seminar ini, yaitu aktivis pluralisme di Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) Sdr. Daniel Awigra, aktivis lingkungan hidup Gropesh, Sdri. Deasy Christiana, dan aktivis micro finance pemberdayaan ekonomi ibu-ibu rumah tangga di Cilincing Sdr. Leonardo Kamilius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Komisi Kepemudaan KWI Mgr. John Philip Saklil mengharapkan kegiatan IYD ini akan memicu semangat meng-Gereja bagi OMK Indonesia untuk mendalami iman sebagai persiapan masa depan OMK sendiri dan Gereja. “Masa OMK bagaikan ‘masa terminal’. Seperti halnya terminal, orang cepat datang dan berlalu. Namun terimal itu penting, karena menentukan perjalanan selanjutnya. Maka masa terminal itu harus diberi tujuan. Kegiatan IYD adalah salah satu acara penting untuk menanamkan yang baik secara serentak, menjadi momentum pembinaan OMK yang tak terlupakan mengenai iman dan keterlibatan,” kata Monsinyur yang sekaligus aalah Uskup Keuskupan Timika ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hal yang paling utama adalah melaksanakan amanat Kristus untuk mewartakan Injil dan menegukan iman satu sama lain. Saling meneguhkan itu bisa dibuat dalam komunitas kecil sekaligus perkumpulan besar dalam Gereja. Seperti Yesus sendiri, Ia membuat kegiatan untuk kelompok kecil maupun besar. Dalam kelompok besar, aura kebersamaan dalam satu iman diharpkan lebih kuat. Semoga dengan mengenal teman se-Indonesia, OMK membuka diri pada kenyataan akan Gereja dan masyarakat Indonesia. Sub tema IYD 2012 jelas, OMK makin meng-Indonesia. Artinya, OMK menyadari bahwa mereka penting bagi indonesia dan Indonesia penting bagi OMK,” papar Ketua Umum Panitia IYD 2012 dan juga menjabat sebagai Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI R.D. Yohanes Dwi Harsanto Pr, yang akrab disapa Romo Santo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan IYD 2012 akan dilaksanakan pada 20-26 Oktober 2012 di Sanggau, Kalimantan Barat, akan terbagi dalam beberapa rangkaian kegiatan. Ketika berada di sana, para peserta akan mengikuti kegiatan di paroki dan tinggal bersama umat (live in) selama tiga hari pertama, kemudian Puncak IYD 2012 di Sanggau para peserta mengikuti beberapa kegiatan yang meliputi liturgi, katekese, dan pelayanan bakti sosial. Dan juga festival, serta acara kebersamaan dan setiap hari diakhiri dengan renungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar semangat IYD tidak hilang begitu saja, selesai acara di Sanggau, panitia akan membuat kegiatan pasca IYD. Tahapan pasca IYD bagai “roti yang dipecahkan, dibagikan.” Setelah berproses selama hampir sepuluh bulan disemangati dengan nilai-nilai Injil dan Nasionalisme, OMK diharapkan mampu berkembang dan berbuah. Proses ini berfokus pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan di tingkat keuskupan, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi OMK setempat. Di sinilah para peserta IYD 2012 akan menularkan aura positif yang mereka dapatkan selama di Sanggau untuk bersama-sama OMK lainnya memuliakan Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Y. Dhapur-panitia IYD 2012; photo by Heri – volunter IYD 2012)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.orangmudakatolik.net/2012/01/pencanangan-indonesian-youth-day-2012/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/notes/ropadheb-nadhi-huythodho/pencanangan-indonesian-youth-day-2012-omk-penting-bagi-indonesia-dan-indonesia-p/10150507794159023&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-1607293052634300979?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/1607293052634300979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=1607293052634300979&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1607293052634300979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1607293052634300979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2012/01/pencanangan-indonesian-youth-day-2012.html' title='PENCANANGAN INDONESIAN YOUTH DAY 2012'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-NUBUtkl0B6U/TxzcQhF8v5I/AAAAAAAAAhI/T9ta2CkRO40/s72-c/iyd%2B2012%2Bsanggau.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-8753334204698876625</id><published>2011-12-22T21:12:00.000-08:00</published><updated>2011-12-22T21:25:45.974-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surat gembala natal 2011'/><title type='text'>Surat Gembala Natal 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-lHOkOPMvWvE/TvQQ0UBiU0I/AAAAAAAAAg0/_vIuMzHu44M/s1600/Lambang%2BUskup%2BMgr%2BPetrus%2BTimang%2Boke.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 230px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-lHOkOPMvWvE/TvQQ0UBiU0I/AAAAAAAAAg0/_vIuMzHu44M/s400/Lambang%2BUskup%2BMgr%2BPetrus%2BTimang%2Boke.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689190720190174018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar.” (Yes 9:1a)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Pastor, Frater, Suster serta Saudara-saudari yang terkasih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi kita akan merayakan kembali peristiwa Natal, kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat dunia. KelahiranNya diharapkan menjadi tanda pembebasan yang menghancurkan akar kebencian, serta menumbuhkan damai dan keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus lahir dalam masyarakat yang mengalami situasi sosial, politik, maupun ekonomi yang mencekam akibat penjajahan penguasa Romawi. Beban pajak begitu berat. Pemberontakan terjadi di mana-mana. Dalam situasi sosial yang seperti ini tidak ada suara kenabian. Allah seolah diam. Namun, kebisuan ini dipecahkan oleh suara Yohanes Pembaptis di padang gurun. Pesannya sederhana, namun tegas. "Allah murka terhadap umat-Nya dan mau menghukumnya.” Metafora yang disampaikannya sangat terkenal, dengan mempergunakan simbol kapak dan alat penampi yang siap menghancurkan umat manusia yang dikuasai dosa. Yohanes Pembaptis mengajak agar semua orang berubah dan mengarahkan hati kepada Allah! Dia mengajak dan menegur keras para pendosa, pelacur, pemungut pajak, dan militer untuk bertobat, meninggalkan masa gelap dan menatap masa depan (bdk. Luk. 3:12.14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Yesus ibarat fajar keadilan di tengah kegelapan hati yang dikuasai kebusukan dosa. Kelahiran-Nya ke bumi menjadi tanda kasih sayang Allah kepada manusia. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, maka Allah mengutus Yesus ke dunia, agar umat manusia memperoleh kehidupan yang kekal" (bdk. Yoh. 3:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus lahir bagi mereka yang miskin, tertindas, tersingkir, telantar, para pendosa, orang-orang sakit dan susah. Setelah dewasa Yesus tampil di muka umum dan berkhotbah. Ia mengutip nubuat Nabi Yesaya 61:1-2 dan berkata, "Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Yesus lahir lebih dari 2000 tahun yang lalu, namun hingga hari ini aroma ’keprihatinan’ masih terus menyeruak dalam kehidupan kita. Kemiskinan, ketertindasan, kekejaman, pengungsian, dan berbagai keprihatinan masih mewarnai dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu bukanlah sekadar kebetulan. Sebenarnya, kemiskinan dan kemalangan, pranata sosial yang tidak adil dan menindas, kebobrokan zaman dan tatanan ekonomi dunia yang tidak adil merupakan buah kedosaan. Tidak bisa dipungkiri, kondisi gelap kehidupan itu merupakan akibat penjarahan oleh segelintir minoritas yang menjadi lebih kaya dan serakah, sementara kaum miskin menjadi lebih miskin dan tertindas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban kehidupan yang menindas rakyat miskin merupakan bentuk ketidakadilan yang tersembunyi di balik selubung modernitas, ketimpangan yang menunggangi kemajuan teknokratis, dan keserakahan akan pengendalian harta yang bercokol dalam diri segelintir penguasa, konglomerat, dan elite politik yang tidak pernah memikirkan nasib rakyat, selain diri sendiri dan kelompoknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi dan kondisi itulah setiap merayakan Natal sebenarnya umat Kristiani diajak untuk berefleksi, "Sejauhmana segala bentuk kegiatan perayaan Natal dapat kita jadikan momen istimewa untuk semakin menyelaraskan diri dengan-Nya?" Jika aroma keprihatinan masih begitu dominan dalam kehidupan di sekitar kita kita, tidakkah kita umat Kristiani tergerak hati sekaligus terpanggil untuk ”menghadirkan fajar keadilan dalam kehidupan bersama?” Berbagi dengan sesama, solider terhadap saudara-saudara yang berkekurangan, rela berkorban demi kesejahteraan bersama. Itulah tugas yang kita emban, untuk mewujudkan makna Natal yang sejati, demi mewujudkan keadilan dan perdamaian dalam kehidupan bersesama. Tentu saja kita lakukan itu semua dengan umat beragama lain, dengan siapa saja yang berkemauan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah makna pesan Natal Bersama KWI dan PGI tahun 2011 ini, ”Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat Terang yang besar.” (Yes 9:1a). Dalam situasi kegelapan yang melanda kehidupan di dunai saat ini, Terang yang besar dan cemerlang sudah masuk ke dalam dunia. Terang itu Yesus Kristus, Juru Selamat, membawa pengharapan dan sukacita bagi semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai bulan November tahun 2011 ini telah dilakukan sosialisasi sekaligus sensus umat dan pengisian kuesioner sebagai langkah awal pelaksanaan Sinode Keuskupan Banjarmasin tahun 2013 mendatang, untuk menyambut Perayaan Pesta Intan 75 Tahun Keuskupan Banjarmasin. Sinode tersebut bertujuan untuk menghasilkan keputusan-keputusan penting terkait arah dasar, visi misi serta perjalanan Keuskupan Banjarmasin di masa-masa yang akan datang. Kepada Para imam, suster, frater, biarawan/biarawati dan semua komponen umat Katolik di Paroki, Wilayah/Lingkungan/KBG hingga ke stasi-stasi di pedalaman Kalimantan Selatan, kami harapkan dukungan dan partisipasinya secara menyeluruh untuk menyukseskannya.&lt;br /&gt;Di akhir November 2011 ini juga, bertepatan dengan permulaan Masa Adven 2011 telah dilaunching sekaligus disosialisasikan “Doa untuk Panggilan Calon imam”. Dukungan semua pihak pun sangat diharapkan untuk keberhasilan usaha ini demi kelangsungan pelayanan umat Katolik di Keuskupan kita. Karena di masa-masa mendatang, sangat dinanti-nantikan munculnya para imam dari daerah ini untuk melayani umat sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya atas nama para imam, suster, frater, biarawan/biarawati yang berkarya di Keuskupan Banjarmasin ini saya mengucapkan ”Selamat menyambut Pesta Natal 2011 dan bahagia Tahun Baru 2012.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan memberkati. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjarmasin, pada Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran, 9 November 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;† Mgr Petrus Boddeng Timang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Uskup Keuskupan Banjarmasin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;*) Dibacakan pada waktu Perayaan Ekaristi Hari Minggu Adven ke IV, di seluruh Gereja/Kapel Katolik Keuskupan Banjarmasin.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-8753334204698876625?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/8753334204698876625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=8753334204698876625&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8753334204698876625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8753334204698876625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/12/surat-gembala-natal-2011.html' title='Surat Gembala Natal 2011'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-lHOkOPMvWvE/TvQQ0UBiU0I/AAAAAAAAAg0/_vIuMzHu44M/s72-c/Lambang%2BUskup%2BMgr%2BPetrus%2BTimang%2Boke.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-7218218871128429172</id><published>2011-11-29T19:13:00.000-08:00</published><updated>2011-12-05T00:15:03.431-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesan natal bersama kwi - pgi'/><title type='text'>Pesan Natal Bersama PGI – KWI Tahun 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-p-J_4OdTgPc/TtWf-wr8OyI/AAAAAAAAAgI/iOekYlkL41k/s1600/jesus-01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 370px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-p-J_4OdTgPc/TtWf-wr8OyI/AAAAAAAAAgI/iOekYlkL41k/s400/jesus-01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5680622405567658786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar"&lt;br /&gt;(Yes. 9:1a)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudari yang terkasih,&lt;br /&gt;segenap umat Kristiani Indonesia di mana pun berada, &lt;br /&gt;Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah tiba pula tahun ini hari Natal, perayaan kedatangan Dia, yang dahulu sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya sebagai "seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita, lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai"[1]. Tokoh inilah yang disebutnya juga di dalam nubuatan itu sebagai "Terang yang besar" dan "yang dilihat oleh bangsa-bangsa yang berjalan dalam kegelapan"[2]. Inilah Kabar Gembira tentang kedatangan Sang Juruselamat, Yesus Kristus, Tuhan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Natal yang pertama itu, para gembala di padang Efrata, orang-orang kecil, sederhana dan terpinggirkan di masa itu, melihat terang besar kemuliaan Tuhan bersinar di kegelapan malam itu[3]. Mereka menanggapi sapaan ilahi "Jangan takut" dengan saling mengajak sesama yang dekat dan senasib dengan mereka dengan mengatakan satu sama lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita"[4]. Para Majus yang masing-masing telah melihat terang besar di langit negara asal mereka, telah menempuh perjalanan jauh untuk mencari dan mendapatkan Dia yang mereka imani sebagai Raja yang baru lahir. Mereka bertemu di Yerusalem dan mengatakan: "Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia"[5].  Sayang sekali, bahwa di samping para gembala dan para Majus dari Timur yang tulus itu, ada pula Raja Herodes. Ia juga mendapat tahu tentang kedatangan Yesus, bukan hanya dari para Majus, tetapi juga dari keyakinan agamanya, tetapi ia malah merasa tersaingi dan terancam kedudukannya. Maka dengan berpura-pura mau menyembah-Nya, ia mau mencari-Nya juga dengan maksud untuk membunuh-Nya. Ketika niat jahatnya ini gagal, ia malah melakukan kejahatan lain dengan membunuh anak-anak tak bersalah dari Bethehem[6].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada kitapun, yang hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan merayakan Natal pada tahun 2011 ini, telah disampaikan Kabar Gembira tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus, yang adalah "Firman, yang di dalamnya ada hidup dan hidup itu adalah terang bagi manusia"[7]. Memang, yang kita rayakan pada hari Natal itu adalah: "Terang yang sesungguhnya yang sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya"[8]. Tetapi sayangnya ialah bahwa, "dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya"[9]. Dan kita tidak bisa, bahkan tidak boleh,  menutup mata untuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga menyaksikan, bahwa bangsa kita masih mengalami berbagai persoalan. Kemiskinan sebagai akibat ketidakadilan masih menjadi persoalan sebahagian besar bangsa kita, yang mengakibatkan masih sulitnya menanggulangi biaya-biaya bahkan kebutuhan pokok hidup, apalagi untuk pendidikan dan kesehatan. Kekerasan masih merupakan bahasa yang digemari guna menyelesaikan masalah relasi antar-manusia. Kecenderungan penyeragaman, ketimbang keanekaragaman masih merupakan pengalaman kita. Akibatnya, kerukunan hi-dup, termasuk kerukunan antar-umat beragama, tetap masih menjadi barang mahal. Korupsi, bukannya dihapuskan, tetapi malah makin beranak-pinak dan merasuki segala aras kehidupan bangsa kita bahkan secara membudaya. Penegakan hukum yang berkeadilan dan penghormatan terhadap hak-hak asasi manusia masih merupakan pergumulan dan harus tetap kita perjuangkan. Pencemaran dan perusakan lingkungan yang menyebabkan bencana alam, seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetap mencemaskan kita. Mereka yang diberi amanat dan kekuasaan untuk memimpin bangsa kita ini dengan benar dan memba-wanya kepada kesejahteraan yang adil dan merata, malah cenderung melupakan tugas-tugasnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, saudara-saudari yang terkasih, dalam pesan Natal bersama tahun ini, kami hendak menggarisbawahi semangat kedatangan Kristus tersebut dengan bersaksi dan beraksi, bukan hanya untuk perayaan Natal kali ini saja, tetapi hendaknya juga menjadi semangat hidup kita semua:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sederhana dan bersahaja: Yesus telah lahir di kandang hewan, bukan hanya karena "tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan"[10], tetapi justru karena Dia yang "walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia"[11].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rajin dan giat: seperti para gembala yang setelah diberitahu tentang kelahiran Yesus dan tanda-tandanya, lalu "cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria, Yusuf dan bayi itu"[12].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tanpa membeda-bedakan secara eksklusif: sebagaimana semangat kanak-kanak Yesus yang menerima para Majus dari Timur seperti adanya, apapun warna kulit mereka dan apapun yang menjadi persembahan mereka masing-masing[13].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tidak juga bersifat dan bersikap mengkotak-kotakkan, karena Yesus sendiri meng-ajarkan bahwa "barangsiapa tidak melawan kamu, ia ada di pihak kamu"[14].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudari yang terkasih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus, yang kedatangan-Nya sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya hampir delapan ratus tahun sebelum kelahiran-Nya, disebut sebagai "terang besar" yang "dilihat oleh bangsa-bangsa yang berjalan di dalam kegelapan"[15]. Nubuat itu direalisasikan-Nya sendiri dengan bersabda: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup"[16]. Di samping penegasan tentang diri-Nya sendiri itu, barangkali baik juga kita senantiasa mengingat apa yang ditegaskannya tentang kita para pengikut-Nya: "Hanya sedikit waktu lagi terang ada di antara kamu. Selama terang itu ada padamu, percayalah kepadanya, supaya kegelapan jangan menguasai kamu; barangsiapa berjalan dalam kegelapan, ia tidak tahu ke mana ia pergi"[17].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya marilah kita menyambut kedatangan-Nya dengan sederhana dan tidak mencolok karena kita tidak boleh melupakan, bahwa sebagian besar bangsa kita masih dalam ke-miskinan yang ekstrim. Dengan demikian semoga terjadilah kini seperti yang terjadi pada Natal yang pertama:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya"[18].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;SELAMAT NATAL 2011 DAN TAHUN BARU 2012         &lt;/span&gt;                                              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 17 November 2011    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA                       KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA&lt;br /&gt;DI INDONESIA (PGI)                              KWI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Dr. Andreas A.Yewangoe                     Mgr. Martinus D. Situmorang, OFM.Cap&lt;br /&gt;Ketua Umum                                      Ketua                    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt.Gomar Gultom, M.Th                          Mgr.Johannes Pujasumarta&lt;br /&gt;Sekretaris Umum                                 Sekretaris Jenderal   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://mirifica.net/artDetail.php?aid=7260&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-7218218871128429172?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/7218218871128429172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=7218218871128429172&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7218218871128429172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7218218871128429172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/11/pesan-natal-bersama-pgi-kwi-tahun-2011.html' title='Pesan Natal Bersama PGI – KWI Tahun 2011'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-p-J_4OdTgPc/TtWf-wr8OyI/AAAAAAAAAgI/iOekYlkL41k/s72-c/jesus-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-7496262471496705668</id><published>2011-10-09T23:40:00.000-07:00</published><updated>2011-10-15T19:41:44.300-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IYD 2012'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='logo'/><title type='text'>LOGO INDONESIAN YOUTH DAY  KONTESTAN NO. 1 DARI BANJARMASIN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YjWBugVbqPk/TppEM-8QCGI/AAAAAAAAAes/D79ksepAPRk/s1600/logo-kompilasi-A.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YjWBugVbqPk/TppEM-8QCGI/AAAAAAAAAes/D79ksepAPRk/s400/logo-kompilasi-A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5663914471216646242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logo IYD 2012 karya peserta dari KEUSKUPAN BANJARMASIN ini terdiri dari beberapa bagian yang mempunyai maknanya masing-masing dan makna secara keseluruhan sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Salib adalah : lencana (tanda pengenal) bagi setiap orang Kristiani (Magn 5). Dengan demikian setiap orang yang membawa tanda pengenal diri ini menandakan bahwa ia membawa tanda sengsara Kristus. Salib adalah juga lambang perjuangan demi keadilan. Salib juga menjadi tanda seorang beriman Kristiani yang berakar dan dibangun dalam Yesus Kristus, berteguh dalam iman (bdk. Kol 2:7) sesuai dengan tema utama IYD 2012.&lt;br /&gt;2. Siluet orang muda : tampak melompat dengan lambaian tangan hendak mewakili dinamika kehidupan orang muda yang selalu semarak dan penuh semangat untuk mewujudkan segala hal yang dicita-citakan. Makna ini juga mengandung semangat orang muda yang dinamis, keberagaman dan universalitas.&lt;br /&gt;3. Tulisan IYD dengan warna merah putih : ingin melukiskan gambaran orang muda Katolik dengan karakter dan keunikannya masing-masing, namun tetap menghidupi nilai 100% Katolik, 100% Indonesia (semboyan yang dipolulerkan Mgr. Soegijapranata, SJ alm.). Seperti subtema yang diusung oleh IYD 2012 : “OMK Makin Beriman serta Makin Mengindonesia.” Huruf “D” dibagian salah sudutnya menempel gambar kepala burung enggang sebagai salah satu jenis burung khas Kalimantan; dimana kegiatan IYD 2012 diselenggarakan di salah satu wilayah di Kalimantan yaitu Keuskupan Sanggau di wilayah Provinsi Gerejawi Pontianak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian di atas, maka secara keseluruhan logo IYD 2012 mempunyai makna bahwa setiap peserta IYD adalah orang muda Katolik yang berakar dan dibangun dalam Yesus Kristus, serta mempunyai semangat juang sebagai generasi bangsa yang 100% Katolik, 100% Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjarmasin, 25 Agustus 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-7496262471496705668?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/7496262471496705668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=7496262471496705668&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7496262471496705668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7496262471496705668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/10/like-dan-menangkan-logo-indonesian.html' title='LOGO INDONESIAN YOUTH DAY  KONTESTAN NO. 1 DARI BANJARMASIN'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-YjWBugVbqPk/TppEM-8QCGI/AAAAAAAAAes/D79ksepAPRk/s72-c/logo-kompilasi-A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-213168321745687122</id><published>2011-10-03T21:42:00.001-07:00</published><updated>2011-10-03T23:05:54.788-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serah terima'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OMK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ketua KOMKEP'/><title type='text'>MEMORI DESEMBER 2007 TERULANG KEMBALI DI AWAL OKTOBER 2011 INI…</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-nvBUPvc43Us/ToqNvz_YMWI/AAAAAAAAAeU/tEWEUWZgHZ8/s1600/DSC08433a.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-nvBUPvc43Us/ToqNvz_YMWI/AAAAAAAAAeU/tEWEUWZgHZ8/s400/DSC08433a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659491734293852514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di awal Januari 2008, tugas &amp; jabatan Ketua KOMKEP Keuskupan Banjarmasin secara resmi dilaksanakan oleh Pastor Petrus Prilion, MSF. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Serah terima jabatan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin dari Pastor Agustinus Dodik Ristanto, CM kepada Pastor Petrus Prilion, MSF, terjadi di Banjarmasin pada tanggal 21 Desember 2007 disaksikan oleh perwakilan OMK dari 4 paroki kota (Katedral, Kelayan, Veteran dan Banjarbaru).&lt;/span&gt; Saat itu Pastor Dodik berpesan agar kiranya “nyala obor” yang ada nantinya dapat diteruskan untuk kepengurusan KOMKEP Keuskupan Banjarmasin yang baru dalam pendampingan Pastor Petrus Prilion, MSF.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gayung bersambut, Minggu, 6 Januari 2008, bertempat di Sasana Sehati – Paroki Katedral Banjarmasin dilaksanakan pemilihan kepengurusan KOMKEP yang baru yang akhirnya memilih Sdra. Fransiskus Sunyoto sebagai Sekretaris I menggantikan posisi mas Abdon yang sebelumnya bertindak sebagai Koordinator KOMKEP untuk periode sebelumnya. Berbekal mandat yang dipercayakan dipundaknya, maka Sdra Frans bersama kepengurusan yang baru pun dalam waktu yang relatif singkat segera menggelar Rapat Kerja KOMKEP Periode 2008 – 2009 di Wisma Sikhar – Banjarbaru, 2 – 3 Pebruari 2008. Dalam Raker ini, sebanyak 45 orang perwakilan OMK dari masing-masing paroki di wilayah Keuskupan Banjarmasin menghadiri pertemuan ini. Ada 2 pesan yang disampaikan Pastor Prillion saat itu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“1) Jangan pernah bertanya apa yang pernah Tuhan berikan untukmu, tapi bertanyalah apa yang sudah kamu berikan untuk Tuhan dan &lt;br /&gt;2) Jangan Pernah bertanya apa yang KOMKEP berikan untukmu, tapi tanyakanlah apa yang kamu berikan untuk KOMKEP.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih segar dalam ingatan kita bersama, sebulan yang lalu, tepatnya sejak hari Sabtu sore, 27 Agustus 2011 hingga Rabu, 31 Agustus 2011 sejumlah 264 orang peserta dari 9 paroki yang ada di Keuskupan Banjarmasin (Paroki Katedral ”Keluarga Kudus” Banjarmasin, Paroki St. Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan, Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran, Paroki Bunda Maria Banjarbaru, Paroki St. Theresia Pelaihari, Paroki Stella Maris Sungai Danau, Paroki St. Vincensius a Paulo Batulicin, Paroki St. Yusup Kotabaru dan Paroki Ave Maria Tanjung), 26 orang tamu undangan dan 74 orang panitia terlibat dalam gelaran acara Jambore Orang Muda Katolik Keuskupan Banjarmasin (JOMKA) 2011. Dalam penyelenggaraan JOMKA yang kedua kalinya ini mengambil tempat di Secata Gunung Kupang, Banjarbaru dengan mengusung tema : “Omnia Vincit Amor” (Kasih mengalahkan segalanya; bdk. 1 Kor 13:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--kmOl_BCrx0/ToqNwOwtm_I/AAAAAAAAAec/G05oaBk9ngE/s1600/DSC08434a.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--kmOl_BCrx0/ToqNwOwtm_I/AAAAAAAAAec/G05oaBk9ngE/s400/DSC08434a.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5659491741480098802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hari ini, Selasa, 4 Oktober 2011… peristiwa di akhir Desember 2007 yang lalu terulang kembali. Hari ini terjadi serah terima jabatan Ketua KOMKEP antara Pastor Petrus Prillion, MSF kepada pejabat baru Ketua KOMKEP Keuskupan Banjarmasin Pastor Ignatius Supardi Prihatin Saputro, Pr di pastoran Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran, Banjarmasin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“nyala obor” &lt;/span&gt;yang tiga tahun silam diwariskan dari Pastor Agustinus Dodik Ristanto, CM kepada Pastor Petrus Prillion, MSF, dapat tetap menyala dan menyala terus dalam pendampingan Pastor Ignatius Supardi Prihatin Saputro, Pr selaku Ketua KOMKEP Keuskupan Banjarmasin yang baru! &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Selamat datang Pastor Supardi, selamat bergabung dengan dunia Orang Muda Katolik di Keuskupan Banjarmasin. &lt;/span&gt;Berkat Tuhan dan selamat berkarya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-213168321745687122?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/213168321745687122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=213168321745687122&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/213168321745687122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/213168321745687122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/10/memori-januari-2008-terulang-kembali-di.html' title='MEMORI DESEMBER 2007 TERULANG KEMBALI DI AWAL OKTOBER 2011 INI…'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-nvBUPvc43Us/ToqNvz_YMWI/AAAAAAAAAeU/tEWEUWZgHZ8/s72-c/DSC08433a.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-731306466614890652</id><published>2011-09-12T00:45:00.001-07:00</published><updated>2011-09-12T00:57:21.703-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='petrus timang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jomka'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OMK'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jambore'/><title type='text'>JAMBORE ORANG MUDA KATOLIK KEUSKUPAN BANJARMASIN 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-W2ua0iGbgLM/Tm248TXosRI/AAAAAAAAAc8/hmgMwCeeWRA/s1600/DSC07367_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-W2ua0iGbgLM/Tm248TXosRI/AAAAAAAAAc8/hmgMwCeeWRA/s400/DSC07367_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651376453550911762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-0HC5mN1Yfgw/Tm248MbMqJI/AAAAAAAAAc0/yj4E6NkZpLM/s1600/DSC07346_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-0HC5mN1Yfgw/Tm248MbMqJI/AAAAAAAAAc0/yj4E6NkZpLM/s400/DSC07346_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651376451686803602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-FmlQ5yta2Ns/Tm248uBBOqI/AAAAAAAAAdE/EhhODt4zWx4/s1600/DSC07470_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-FmlQ5yta2Ns/Tm248uBBOqI/AAAAAAAAAdE/EhhODt4zWx4/s400/DSC07470_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651376460703808162" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari Sabtu sore, 27 Agustus 2011 sejumlah 264 orang peserta dari 9 paroki yang ada di Keuskupan Banjarmasin (Paroki Katedral ”Keluarga Kudus” Banjarmasin, Paroki St. Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan, Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran, Paroki Bunda Maria Banjarbaru, Paroki St. Theresia Pelaihari, Paroki Stella Maris Sungai Danau, Paroki St. Vincensius a Paulo Batulicin, Paroki St. Yusup Kotabaru dan Paroki Ave Maria Tanjung), 26 orang tamu undangan dan 74 orang panitia terlibat dalam gelaran acara Jambore Orang Muda Katolik Keuskupan Banjarmasin (JOMKA) 2011. Dalam penyelenggaraan JOMKA yang kedua kalinya ini mengambil tempat di Secata Gunung Kupang, Banjarbaru dengan mengusung tema : “Omnia Vincit Amor” (Kasih mengalahkan segalanya; bdk. 1 Kor 13:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 5 hari 4 malam, para peserta mengikuti beragam bentuk acara yang telah dipersiapkan oleh panitia. Pada hari pertama, kegiatan JOMKA dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin Pastor Petrus Prillion, MSF. Dalam homilinya yang berjudul ”Kerendahan Hati dan Menjadi Pribadi Sederhana,” Pastor Prillion mengatakan kepada para peserta bahwa kegiatan jambore selama beberapa hari ke depan bertujuan untuk mengelola diri demi mempersiapkan pribadi OMK (Orang Muda Katolik) menghadapi tantangan hidup jaman sekarang yang tidak mudah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-G1PWS_ERfN0/Tm25ZSfLtJI/AAAAAAAAAdU/BMhVUIM6s2w/s1600/DSC07487_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-G1PWS_ERfN0/Tm25ZSfLtJI/AAAAAAAAAdU/BMhVUIM6s2w/s400/DSC07487_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651376951530337426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-E1vBPWm7P9s/Tm25ZL0Y0lI/AAAAAAAAAdM/tj0X2m7Nejo/s1600/DSC07476_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-E1vBPWm7P9s/Tm25ZL0Y0lI/AAAAAAAAAdM/tj0X2m7Nejo/s400/DSC07476_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651376949740229202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-LoUzJepAIoA/Tm25Zl8RMMI/AAAAAAAAAdc/buyVy-7my2A/s1600/DSC07523_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-LoUzJepAIoA/Tm25Zl8RMMI/AAAAAAAAAdc/buyVy-7my2A/s400/DSC07523_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651376956752605378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua pelaksanakan JOMKA diisi dengan 2 buah seminar, yaitu tentang Ekaristi dan Liturgi. Seminar Ekaristi dibawakan oleh Fr. Hieronimus a Spiritu Sancto, CSE. ”Ekaristi bukan sebatas kotbah semata. Dalam Ekaristi kita harus menerima Yesus dan merindukan-Nya,” ungkap Fr. Hiero. Sedangkan Seminar Liturgi dibawakan oleh Fr. Alvares Maria, CSE. Secara runut Fr. Alvares memulai penjelasannya dengan arti dan makna liturgi, hakekat liturgi, ciri-ciri liturgi dan fungsi liturgi. Sore harinya, acara diisi dengan sharing antar paroki. Dan pada malam harinya kegiatan pada hari kedua ditutup dengan Adorasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, kegiatan dibuka dengan Perayaan Ekaristi. Karena pada hari ini akan diselenggarakan outbond, maka sejak pukul 04.30 Wita para peserta sudah bangun. Usai sarapan pagi, para peserta dikumpulkan di lapangan untuk menerima pengarahan dan melakukan peregangan otot. Ada 10 macam games di 10 titik pos yang harus dilewati oleh masing-masing kelompok peserta JOMKA. Adapun ke-10 games tersebut adalah : sedot sebul, labirin, holahop, pesawat antariksa, melukis bersama, penjinak atom, panjat dinding, basusurup, bambu kesurupan dan kaki gajah. Pada masing-masing pos, 20 kelompok yang ada harus menyelesaikan tugas dan memecahkan teka-teki yang diberikan oleh penjaga pos. Outbond berlangsung hingga sore hari, dan kegiatan pada hari ketiga diakhiri dengan acara api unggun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-_BBxJ2BxQVc/Tm26H8cg_JI/AAAAAAAAAds/wyBJJzjd8Qs/s1600/DSC07544_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-_BBxJ2BxQVc/Tm26H8cg_JI/AAAAAAAAAds/wyBJJzjd8Qs/s400/DSC07544_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651377753067420818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-wnsheSl85qg/Tm26Hk4BRLI/AAAAAAAAAdk/j243qRPPWHg/s1600/DSC07491_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-wnsheSl85qg/Tm26Hk4BRLI/AAAAAAAAAdk/j243qRPPWHg/s400/DSC07491_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651377746740331698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-OhB1Pic9U8w/Tm26IN7hhWI/AAAAAAAAAd0/OwYdPZ7GAgg/s1600/DSC07566_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-OhB1Pic9U8w/Tm26IN7hhWI/AAAAAAAAAd0/OwYdPZ7GAgg/s400/DSC07566_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651377757760882018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari keempat diisi dengan pentas seni dari 9 paroki. Beragam tarian dan kreatifitas dari masing-masing KOMKA Paroki dipertunjukkan dalam kesempatan ini. Beberapa poin yang menjadi penilaian dewan juri adalah : kreatifitas, kekompakan, kesesuaian dengan tema dan penguasaan panggung. Adapun beragam atraksi yang ditampilkan dalam pentas seni antara lain : aneka tarian tradisional, gerak dan lagu, serta pertunjukan drama yang memukau penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertengahan sesi, digelar promosi panggilan yang menghadirkan Dirdios KKI Keuskupan Banjarmasin Pastor Antonius Bambang Doso Susanto, Pr, Direktur Seminari Menengah Senakel Keuskupan Banjarmasin Pastor Ignatius Supardi Prihatin Saputro, Pr, 3 orang suster dari tarekat SPC dan SSpS, 1 orang frater CMM dan 1 orang frater Praja Keuskupan Banjarmasin. Promosi panggilan dibuka dengan sharing dari 2 orang peserta JOMKA yang sedang mengalami kekosongan gembala di parokinya saat ini. Pastor Doso menyampaikan bahwa dari waktu ke waktu panggilan memang berkurang, ”Di satu pihak kehadiran seorang pastor sangat dirindukan oleh umat, sedangkan di lain pihak pastornya ternyata tidak datang-datang! Jika kita berpikir tentang keuskupan ini, maka hendaknya kita juga berpikir tentang apa yang bisa kita perbuat bagi keuskupan ini...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada para peserta yang hadir, masing-masing imam, suster maupun frater pun secara bergiliran mengungkapkan secara singkat perjalanan panggilannya masing-masing. ”Imam adalah panggilan istimewa, dimana seorang imam dipakai Tuhan secara istimewa pula,” demikian ucap Pastor Supardi. Ia menambahkan bahwa seorang imam ditahbiskan (diurapi) oleh Yesus sendiri untuk menguduskan dunia. Dalam promosi panggilan kali ini, tercatat 2 orang peserta putri dan 10 orang peserta putra naik ke atas panggung seraya mengungkapkan niatnya masing-masing untuk menjadi imam, suster maupun frater kelak di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kelima adalah hari terakhir pelaksanaan JOMKA 2011. Pagi harinya acara diisi dengan wawanhati bersama Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr. Petrus Boddeng Timang. Uskup Keuskupan Banjarmasin mengajak orang muda yang hadir untuk berpikir tentang apa yang diinginkan dan direncanakan oleh masing-masing pribadi dalam rangka menjadi bagian dari masyarakat di Kalimantan Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang harinya, diselenggarakan Perayaan Ekaristi penutupan JOMKA 2011 yang dipimpin langsung oleh Mgr. Petrus Timang. Dalam harapannya Uskup Keuskupan Banjarmasin ingin agar melalui pertemuan JOMKA seperti ini kiranya dapat mengasah jati diri OMK agar kian mengkilat. ”Kiranya sepulang dari pertemuan ini, para peserta JOMKA nantinya dapat menjadi tokoh-tokoh di KBG, wilayah dan paroki masing-masing, atau dimana pun saja kalian berada. Saya berharap apa yang sudah ditimba di tempat ini, dapat dibagikan pula bagi orang muda lainnya yang kalian jumpai!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-iZ6GwwiNqQU/Tm26qtbi7xI/AAAAAAAAAeE/O0PQnuogt3k/s1600/DSC07728_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-iZ6GwwiNqQU/Tm26qtbi7xI/AAAAAAAAAeE/O0PQnuogt3k/s400/DSC07728_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651378350332243730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-IVatt8pKdbo/Tm26qZu9RqI/AAAAAAAAAd8/rpY5TGND5JA/s1600/DSC07714_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-IVatt8pKdbo/Tm26qZu9RqI/AAAAAAAAAd8/rpY5TGND5JA/s400/DSC07714_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651378345044952738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-ALbYA7H0n_Y/Tm26q-kcJBI/AAAAAAAAAeM/HMFq3aOZ_do/s1600/DSC07823_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-ALbYA7H0n_Y/Tm26q-kcJBI/AAAAAAAAAeM/HMFq3aOZ_do/s400/DSC07823_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5651378354932950034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun silam, kegiatan serupa dilangsungkan di komplek TK-SD-SMP Sanjaya Banjarbaru pada tanggal 20 – 23 September 2009. JOMKA 2009 kala itu ini berlangsung selama 4 hari 3 malam, diikuti oleh 257 orang peserta dan didukung oleh 46 orang anggota panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[reported by : Dionisius Agus Puguh Santosa; 03/09/2011; 15:52 pm;&lt;br /&gt;anggota Divisi LITBANG KOMISI KEPEMUDAAN Keuskupan Banjarmasin&lt;br /&gt;Sekretaris Komisi Komunikasi Sosial (KOMSOS) Keuskupan Banjarmasin&lt;br /&gt;Foto :  Dionisius Agus Puguh Santosa]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimuat dalam : &lt;br /&gt;http://www.mirifica.net&lt;br /&gt;http://www.orangmudakatolik.net&lt;br /&gt;http://www.sesawi.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-731306466614890652?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/731306466614890652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=731306466614890652&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/731306466614890652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/731306466614890652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/09/jambore-orang-muda-katolik-keuskupan.html' title='JAMBORE ORANG MUDA KATOLIK KEUSKUPAN BANJARMASIN 2011'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-W2ua0iGbgLM/Tm248TXosRI/AAAAAAAAAc8/hmgMwCeeWRA/s72-c/DSC07367_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-461648941896820170</id><published>2011-08-23T23:22:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T23:32:46.831-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jomka'/><title type='text'>SELAMAT DATANG PESERTA JOMKA 2011</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JAMBORE ORANG MUDA KATOLIK KEUSKUPAN BANJARMASIN&lt;br /&gt;(JOMKA) 2011&lt;br /&gt;Tema : “Omnia vincit Amor” :  Kasih Mengalahkan Segalanya (bdk. 1 Kor 13:13)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-lOWbzWbSb2I/TlSZeRijucI/AAAAAAAAAcU/Y5bPWc8kXWQ/s1600/Agus%2BBli%2BPENA%2B08b%2B374.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lOWbzWbSb2I/TlSZeRijucI/AAAAAAAAAcU/Y5bPWc8kXWQ/s400/Agus%2BBli%2BPENA%2B08b%2B374.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644304978385549762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;JOMKA 2011 mempertemukan 400-an Orang Muda Katolik (OMK) se-Provinsi Kalimantan Selatan untuk saling bersilaturahmi, berbagi rasa, meresapkan doa-doa, memaknai jati diri sebagai orang muda dan menjalin persahabatan satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-KuV2U7dkqsY/TlSZeTQkkyI/AAAAAAAAAcM/jAtlQ8_1cQY/s1600/AgusBli%2BJOMKA%2B2_194.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KuV2U7dkqsY/TlSZeTQkkyI/AAAAAAAAAcM/jAtlQ8_1cQY/s400/AgusBli%2BJOMKA%2B2_194.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644304978846978850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui ajang JOMKA 2011 Orang Muda Katolik (OMK) diharapkan dapat tampil dan terlibat dalam kehidupan bersama di lingkup yang lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sebagaimana pernah dinyatakan Mgr. Soegijapranata (alm) dengan slogannya yang terkenal “100% Katolik, 100% Indonesia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wahai Orang Muda Katolik, temukan jati dirimu di sini! Selamat bergabung dalam JOMKA 2011…!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-uFpNJX2_b-E/TlSZeq2VjDI/AAAAAAAAAcc/kxGGz0ROtMk/s1600/Agus%2BBli%2BPENA%2B08b%2B365.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-uFpNJX2_b-E/TlSZeq2VjDI/AAAAAAAAAcc/kxGGz0ROtMk/s400/Agus%2BBli%2BPENA%2B08b%2B365.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644304985179393074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari / Tanggal : Sabtu - Rabu  / 27 – 31 Agustus 2011&lt;br /&gt;Tempat : Gunung Kupang Banjarbaru&lt;br /&gt;Peserta : 9 Paroki se-Keuskupan Banjarmasin (400 peserta)&lt;br /&gt;Acara : &lt;br /&gt;- Perayaan Ekaristi&lt;br /&gt;- Seminar tentang  ”Ekaristi”&lt;br /&gt;- Adorasi&lt;br /&gt;- Out Bond&lt;br /&gt;- Pentas Seni antar Paroki&lt;br /&gt;- Api Unggun&lt;br /&gt;- Wawanhati dengan Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr. Petrus Boddeng Timang&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-461648941896820170?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/461648941896820170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=461648941896820170&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/461648941896820170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/461648941896820170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/08/selamat-datang-peserta-jomka-2011.html' title='SELAMAT DATANG PESERTA JOMKA 2011'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-lOWbzWbSb2I/TlSZeRijucI/AAAAAAAAAcU/Y5bPWc8kXWQ/s72-c/Agus%2BBli%2BPENA%2B08b%2B374.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-268827486394949093</id><published>2011-08-21T19:39:00.000-07:00</published><updated>2011-08-21T19:42:22.117-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wyd 2011'/><title type='text'>FINAL MASS HOMILY OF HIS HOLINESS BENEDICT XVI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-FLNUlCVXBks/TlHB3Zmt0AI/AAAAAAAAAbs/wQ5LIc8HU4E/s1600/madrid-2011%2B%25281%2529.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-FLNUlCVXBks/TlHB3Zmt0AI/AAAAAAAAAbs/wQ5LIc8HU4E/s400/madrid-2011%2B%25281%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643504965582180354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-34CDPEI-_s8/TlHB3I0CKRI/AAAAAAAAAbk/fPihRThnjMM/s1600/4910312852_cfa2a102ff_z.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-34CDPEI-_s8/TlHB3I0CKRI/AAAAAAAAAbk/fPihRThnjMM/s400/4910312852_cfa2a102ff_z.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643504961074637074" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-mnPTZcta2-0/TlHB3f1-mSI/AAAAAAAAAb0/CJaY1rntC5g/s1600/madrid-2011%2B%25281%2529.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 276px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-mnPTZcta2-0/TlHB3f1-mSI/AAAAAAAAAb0/CJaY1rntC5g/s400/madrid-2011%2B%25281%2529.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5643504967256807714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuatro Vientos Air Base, Madrid&lt;br /&gt;Sunday, 21 August 2011&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Young People,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In this celebration of the Eucharist we have reached the high point of this World Youth Day. Seeing you here, gathered in such great numbers from all parts of the world, fills my heart with joy. I think of the special love with which Jesus is looking upon you. Yes, the Lord loves you and calls you his friends (cf. Jn 15:15). He goes out to meet you and he wants to accompany you on your journey, to open the door to a life of fulfilment and to give you a share in his own closeness to the Father. For our part, we have come to know the immensity of his love and we want to respond generously to his love by sharing with others the joy we have received. Certainly, there are many people today who feel attracted by the figure of Christ and want to know him better. They realize that he is the answer to so many of our deepest concerns. But who is he really? How can someone who lived on this earth so long ago have anything in common with me today?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Gospel we have just heard (cf. Mt 16:13-20) suggests two different ways of knowing Christ. The first is an impersonal knowledge, one based on current opinion. When Jesus asks: “Who do people say that the Son of Man is?”, the disciples answer: “Some say John the Baptist, but others Elijah, and still others Jeremiah or one of the prophets”. In other words, Christ is seen as yet another religious figure, like those who came before him. Then Jesus turns to the disciples and asks them: “But who do you say that I am?” Peter responds with what is the first confession of faith: “You are the Messiah, the Son of the living God”. Faith is more than just empirical or historical facts; it is an ability to grasp the mystery of Christ’s person in all its depth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yet faith is not the result of human effort, of human reasoning, but rather a gift of God: “Blessed are you, Simon son of Jonah! For flesh and blood has not revealed this to you, but my Father in heaven”. Faith starts with God, who opens his heart to us and invites us to share in his own divine life. Faith does not simply provide information about who Christ is; rather, it entails a personal relationship with Christ, a surrender of our whole person, with all our understanding, will and feelings, to God’s self-revelation. So Jesus’ question: “But who do you say that I am?”, is ultimately a challenge to the disciples to make a personal decision in his regard. Faith in Christ and discipleship are strictly interconnected.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And, since faith involves following the Master, it must become constantly stronger, deeper and more mature, to the extent that it leads to a closer and more intense relationship with Jesus. Peter and the other disciples also had to grow in this way, until their encounter with the Risen Lord opened their eyes to the fullness of faith.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear young people, today Christ is asking you the same question which he asked the Apostles: “Who do you say that I am?” Respond to him with generosity and courage, as befits young hearts like your own. Say to him: “Jesus, I know that you are the Son of God, who have given your life for me. I want to follow you faithfully and to be led by your word. You know me and you love me. I place my trust in you and I put my whole life into your hands. I want you to be the power that strengthens me and the joy which never leaves me”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jesus’ responds to Peter’s confession by speaking of the Church: “And I tell you, you are Peter, and on this rock I will build my Church”. What do these words mean? Jesus builds the Church on the rock of the faith of Peter, who confesses that Christ is God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Church, then, is not simply a human institution, like any other. Rather, she is closely joined to God. Christ himself speaks of her as “his” Church. Christ cannot be separated from the Church any more than the head can be separated from the body (cf. 1 Cor 12:12). The Church does not draw her life from herself, but from the Lord.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear young friends, as the Successor of Peter, let me urge you to strengthen this faith which has been handed down to us from the time of the Apostles. Make Christ, the Son of God, the centre of your life. But let me also remind you that following Jesus in faith means walking at his side in the communion of the Church. We cannot follow Jesus on our own. Anyone who would be tempted to do so “on his own”, or to approach the life of faith with kind of individualism so prevalent today, will risk never truly encountering Jesus, or will end up following a counterfeit Jesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Having faith means drawing support from the faith of your brothers and sisters, even as your own faith serves as a support for the faith of others. I ask you, dear friends, to love the Church which brought you to birth in the faith, which helped you to grow in the knowledge of Christ and which led you to discover the beauty of his love. Growing in friendship with Christ necessarily means recognizing the importance of joyful participation in the life of your parishes, communities and movements, as well as the celebration of Sunday Mass, frequent reception of the sacrament of Reconciliation, and the cultivation of personal prayer and meditation on God’s word.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Friendship with Jesus will also lead you to bear witness to the faith wherever you are, even when it meets with rejection or indifference. We cannot encounter Christ and not want to make him known to others. So do not keep Christ to yourselves! Share with others the joy of your faith. The world needs the witness of your faith, it surely needs God. I think that the presence here of so many young people, coming from all over the world, is a wonderful proof of the fruitfulness of Christ’s command to the Church: “Go into all the world and proclaim the Gospel to the whole creation” (Mk 16:15). You too have been given the extraordinary task of being disciples and missionaries of Christ in other lands and countries filled with young people who are looking for something greater and, because their heart tells them that more authentic values do exist, they do not let themselves be seduced by the empty promises of a lifestyle which has no room for God.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear young people, I pray for you with heartfelt affection. I commend all of you to the Virgin Mary and I ask her to accompany you always by her maternal intercession and to teach you how to remain faithful to God’s word. I ask you to pray for the Pope, so that, as the Successor of Peter, he may always confirm his brothers and sisters in the faith. May all of us in the Church, pastors and faithful alike, draw closer to the Lord each day. May we grow in holiness of life and be effective witnesses to the truth that Jesus Christ is indeed the Son of God, the Saviour of all mankind and the living source of our hope. Amen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-268827486394949093?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/268827486394949093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=268827486394949093&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/268827486394949093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/268827486394949093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/08/final-mass-homily-of-his-holiness.html' title='FINAL MASS HOMILY OF HIS HOLINESS BENEDICT XVI'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FLNUlCVXBks/TlHB3Zmt0AI/AAAAAAAAAbs/wQ5LIc8HU4E/s72-c/madrid-2011%2B%25281%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-2231504237461455968</id><published>2011-08-20T03:20:00.000-07:00</published><updated>2011-08-20T03:21:54.672-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IYD 2012'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OMK'/><title type='text'>INDONESIA YOUTH DAY 2012 – SANGGAU, KALIMANTAN BARAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-5cZkiJQyky8/Tk-KuXWQaxI/AAAAAAAAAbc/r8fSsYKbwZI/s1600/276440_162722390470686_5746996_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 259px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-5cZkiJQyky8/Tk-KuXWQaxI/AAAAAAAAAbc/r8fSsYKbwZI/s400/276440_162722390470686_5746996_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642881387264502546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;”OMK Makin Beriman serta Makin Mengindonesia ”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Latar Belakang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana pernah dinyatakan Mgr. Soegijapranoto (alm.) dengan slogannya yang terkenal ’100% Katolik, 100% Indonesia’, Orang Muda Katolik (OMK) Indonesia tumbuh dan berkembang dalam kekatolikan dan keindonesiaan. OMK, justru karena imannya, tergerak untuk terlibat dalam kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan masyarakat Indonesia, terutama yang lemah, miskin, tersingkir dan difabel (bdk. Gaudium et Spes 1, Matius 25:40). Sikap itulah yang perlu terus-menerus diupayakan, baik secara pribadi maupun bersama, dalam segala jenjang. OMK Indonesia perlu bekerja sama dengan semua pihak yang berkehendak baik, untuk mewujudkan masyarakat yang semakin bermartabat, adil dan sejahtera. Keinginan baik itu menemui banyak tantangan, terutama dalam situasi dan kondisi Indonesia saat ini. Sejak 1997, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) melalui Surat Gembala Prapaskah telah menyerukan keprihatinan terhadap rusaknya keadaban publik, khususnya berupa kerusakan moral hampir di segala bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Selanjutnya, melalui Surat Gembala Paskah KWI 2001, keprihatinan yang sama kembali diungkapkan. Dua tahun kemudian, dalam Nota Pastoral KWI 2003, berbagai masalah serius di Indonesia disimpulkan sebagai hancurnya keadaban, sehingga kesejahteraan bangsa Indonesia sulit dicapai. Pada 2004, KWI mengeluarkan Nota Pastoral berjudul Keadaban Publik: Menuju Habitus Baru Bangsa, yang disambung dengan Nota Pastoral ada 2006 yang berjudul Habitus Baru: Ekonomi yang Berkeadilan. Hingga kini, terbangunnya habitus baru demi terbentuknya keadaban publik masih perlu terus diperjuangkan. OMK Indonesia, sebagai bagian dari Gereja Katolik Indonesia, diharapkan mampu menjadi agen-agen transformasi nilai menuju keadaban publik. Jumlah OMK Indonesia yang meliputi 60% populasi warga Katolik Indonesia menuntut perhatian serius dari Gereja dan Pemerintah dari waktu ke waktu. Mereka meliputi para lajang usia 13-35 tahun yang diharapkan berperan makin besar bagi masa depan Gereja dan bangsa Indonesia. Gereja sungguh memperhatikan bagaimana berkatekese (memberi pengajaran dan pendampingan iman) bagi anak-anak dan Orang Muda. Gereja menyiapkan orang muda bagi kesanggupan-kesanggupan yang penting dalam kehidupan orang dewasa. Saatnya Injil disajikan kepada OMK, agar dimengerti dan diterima sebagai pemberi makna kahidupan. Tanpa Injil Kristus, sikap-sikap mental tertentu tak bisa dijelaskan secara mendalam kepada OMK, misalnya sikap lepas bebas, sikap keadilan, sikap menahan diri, komitmen, perdamaian, kepekaan terhadap Allah. Itu semua mesti hidup dalam diri orang muda Katolik yang membedakannya dari yang lain sebagai murid Kristus (Catechesi Tradendae # 39). Karena itu, mutlak kepada OMK yang memiliki bahasa tertentu itu, diberikan pengajaran iman yang khas dan menjadi gerakan bersama serentak di semua keuskupan. Pribadi Sang Penyelamat wajib disampaikan kepada OMK disertai kesadaran bahwa OMK kendati kadang-kadang secara agak kabur, bukan hanya siap sedia dan membuka hati, melainkan sungguh-sungguh berhasrat mengenal Yesus... yang disebut Kristus (Mat 1:16, bdk. CT 40). Satu bentuk perhatian Gereja terhadap OMK adalah penyelenggaraan acara berupa perjumpaan bagi OMK itu sendiri. Dalam perjumpaan tersebut, OMK dikondisikan untuk dapat melakukan sharing iman &amp; meneguhkan. Melalui sharing iman itu, OMK diharapkan dapat memperoleh inspirasi dan keberanian untuk menjalani ajaran Kristus dalam hidup mereka sehari-hari. Di tingkat dunia, perjumpaan OMK dilaksanakan dalam bentuk World Youth Day, sedangkan di tingkat regional misalnya, dilaksanakan Asian Youth Day. Sejumlah keuskupan di Indonesia pun memandang penting perjumpaan OMK itu dan mengadakan acara Diocese Youth Day. Dalam sejumlah kesempatan perjumpaan itu, disadari bahwa pertemuan OMK di tingkat nasional belumlah ada. Pertemuan OMK se-Indonesia memiliki arti penting. OMK merupakan kekuatan pendorong (driving force) pada masa sekarang maupun masa datang bagi Gereja dan masyarakat yang memerlukan wawasan nasional. Pertemuan tersebut merupakan peluang untuk membuka perspektif OMK agar menjadi lebih luas daripada lingkup paroki dan keuskupan. Pertemuan itu pun diharapkan mempertebal solidaritas, jejaring, &amp; kesatuan iman Katolik bagi OMK seluruh Indonesia. Dengan mempertimbangkan ciri-ciri dan kebutuhan OMK Indonesia yang khas dan begitu kompleks di zaman kini serta mutlak membutuhkan pendampingan iman, para Uskup Indonesia yang tergabung dalam Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) saat sidangnya pada Oktober 2010, telah menyetujui diadakan acara bersama bagi Orang Muda Katolik Indonesia pada tingkat nasional, yang disebut Indonesian Youth Day (IYD) pada 2012. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tujuan Kegiatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertemuan OMK se-Indonesia melalui kegiatan IYD merupakan kesempatan untuk berbagi dalam keberagaman. Tujuan penyelenggaraan IYD 2012 adalah sebagai berikut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1 Tujuan Umum Tujuan umum IYD 2012 adalah menyelenggarakan satu sarana bagi Gereja Katolik untuk membawa Kristus kepada OMK dan membawa OMK pada Kristus dengan cara yang khas dan menggairahkan warga Gereja secara umum serta OMK itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Tujuan Khusus Tujuan khusus IYD 2012 adalah sebagai berikut. &lt;br /&gt;a. IYD 2012 menjadi kesempatan emas bagi OMK untuk saling mengenal dan mencintai Gereja Katolik Indonesia serta budaya dan adat istiadat Nusantara. IYD 2012 menjadi ruang belajar bagi OMK untuk bersama-sama mengalami universalitas dan kemajemukan di dalam Gereja Katolik dan bangsa Indonesia. &lt;br /&gt;b. IYD 2012 menjadi peluang untuk mencapai mutual understanding; pemahaman satu sama lain, tentang situasi, kondisi, posisi, peran yang jika disinergikan dapat menjadi kekuatan bersama OMK dan Gereja Katolik Indonesia. &lt;br /&gt;c. IYD 2012 menjadi kesempatan OMK untuk berbagi pengalaman iman sekaligus mendapat pembaruan iman. d. IYD 2012 memberikan inspirasi dan keberanian kepada kaum muda dalam menjalani ajaran Kristus di dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat. Menindaklanjuti rekomendasi Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI), Oktober 2010 yang bertema Menemukan Wajah Yesus dalam Realitas Kemiskinan, Budaya-budaya dan Agama-agama, arah IYD adalah katekese yang kreatif, ibadah yang penuh ilham, serta kegiatan yang memberi pencerahan bagi OMK Indonesia. Dalam proses persiapan IYD 2012 ini, Keuskupan Sanggau (Kalimantan Barat) menyatakan kesediaannya menjadi tuan rumah pelaksanaan IYD 2012. Kesediaan ini menjadi nilai tambah pada penyelenggaraan IYD 2012. Potensi hasil adat dan budaya tuan rumah yaitu Kalimantan Barat (khususnya Sanggau, Sintang dan Pontianak), makin dikenal secara meluas dan makin menjadi kebanggaan nasional. Adat dan budaya Dayak di Kalimantan Barat merupakan daya tarik yang indah bagi orang muda pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dari seluruh nusantara. Melalui IYD 2012, Gereja Katolik terpanggil untuk bertindak nyata mendampingi OMK, sekaligus mengangkat pesona Kalimantan Barat pada umumnya dan Sanggau pada khususnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sasaran &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta Peserta IYD 2012 adalah OMK Indonesia (16-35 tahun, lajang) dan pendampingnya. Mereka tersebar di seluruh Indonesia yang terbagi menjadi 37 Keuskupan. Tiap keuskupan diberi kuota 100 orang peserta. Diusahakan agar komposisi peserta meliputi 50% pria dan 50% perempuan; 90% OMK, 10% pendamping; dan minimal 1 pastor untuk setiap keuskupan. Permohonan kuota khusus dibicarakan antara OC keuskupan dan OC Panitia. IYD 2012 juga melibatkan undangan dari perwakilan orang muda kelima agama lain yang diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia, serta beberapa tamu undangan dari agama lain serta keuskupan Sabah dan Sarawak &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Konsep &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan IYD Kegiatan ini akan diselenggarakan di Sanggau, Kalimantan Barat, dengan melibatkan Keuskupan Agung Pontianak dan Keuskupan Sintang, serta unsur-unsur Pemerintah Daerah dan unsur-unsur Pemerintah Nasional. Nilai-nilai yang hendak ditanamkan melalui seluruh kegiatan IYD 2012 adalah: nilai persaudaraan, nilai kebangsaan, nilai solidaritas, nilai ekologi (kelestarian keutuhan ciptaan), nilai magis (tahan uji dan bersemangat maju) serta nilai iman. Nilai-nilai yang direfleksikan itu akan disatukan dengan upaya pemahaman isu-isu yang terkait dengan kehidupan OMK. Isu-isu itu sendiri akan diperdalam dengan cara melakukan konsultasi dengan perwakilan OMK serta pemetaan (mapping) masalah. Proses itu membuka kemungkinan pada OMK untuk berdialog dengan sesamanya yang beragam suku, latar belakang sosial-budaya, agama dan sebagainya. Nilai-nilai tersebut diaplikasikan ke dalam berbagai kegiatan yang merupakan Tugas Gereja: Liturgi, Pewartaan, Pelayanan, Paguyuban dan Kesaksian. Tanpa meninggalkan ciri khas OMK yang aktif dan dinamis, acara-acara dalam IYD 2012 mengandung unsur festival atau perayaan. Metode yang dialami selama proses IYD ialah see – jugde – act, sedangkan suasana yang dibangun dalam IYD 2012 ialah animatif – reflektif – selebratif. Animatif (anima=jiwa) adalah suasana yang bergairah, gembira, menjiwai, kebersamaan sebagai OMK (anima=jiwa). Reflektif adalah suasana yang mendukung OMK melihat ke dalam diri sendiri untuk merasakan kedalaman relasi dengan Tuhan dan sesama, alam ciptaan. Selebratif adalah suasana akrab, saling menghormati, bekerja sama. Perjumpaan OMK dalam IYD 2012 adalah sebuah perayaan iman yang penuh kegembiraan dan harapan. Kegairahan hidup sebagai orang beriman inilah yang diharapkan dapat muncul dan tampak, juga oleh sahabat-sahabat OMK yang yang non-Katolik. Di sinilah kemudian juga diharapkan muncul suatu pemahaman satu sama lain (a mutual understanding) sebagai sesama bangsa Indonesia yang beragam dalam satu kesatuan hidup berbangsa &amp; bernegara.Pada akhirnya, seluruh acara dalam IYD 2012 ini dipersembahkan dalam suatu kegiatan liturgis yang sungguh-sungguh merepresentasikan hidup orang beriman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tahap dan Teknis Pelaksanaan Kegiatan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan IYD 2012 meliputi tiga tahap, yaitu: Pra-IYD 2012, IYD 2012 dan Pasca-IYD 2012. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.1 Tahap Pra-IYD 2012 Tahap Pra-IYD 2012 adalah tahap menjelang berlangsungnya IYD 2012, yang berlangsung pada Agustus 2011 hingga Oktober 2012. Kegiatan-kegiatan yang berlangsung dalam tahap ini bertujuan untuk: &lt;br /&gt;a. mempersiapkan OMK Indonesia untuk menyambut IYD 2012; &lt;br /&gt;b. menggalang keterlibatan yang luas dari OMK Indonesia dalam IYD 2012; &lt;br /&gt;c. menjadi ajang untuk memunculkan talenta OMK Indonesia dalam menyuarakan tanggapannya terhadap kehidupan. Kegiatan Pra-IYD 2012, di antaranya adalah penyelenggaraan berbagai ibadat, lomba dan acara-acara kebersamaan lain yang melibatkan OMK seluruh Indonesia, dalam koordinasi dengan keuskupan-keuskupan dan paroki-paroki. Pra-IYD dimulai pada Agustus 2011 dan berakhir pada 21 Oktober 2012. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.2 Tahap IYD 2012 Tahap IYD 2012 adalah tahap yang berlangsung pada 22-28 Oktober 2012 di Kalimantan Barat. Kegiatan-kegiatan yang berlangsung dalam tahap ini bertujuan untuk: &lt;br /&gt;a. menjadi sarana perjumpaan bagi OMK Indonesia untuk melakukan sharing iman; &lt;br /&gt;b. menjadi sarana perjumpaan bagi OMK Indonesia untuk mendapatkan pengajaran dan peneguhan iman; &lt;br /&gt;c. menjadi inspirasi bagi OMK Indonesia dalam menjalani hidup sebagai orang Katolik dan warga negara Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema-tema kegiatan selama IYD 2012: &lt;br /&gt;• Hari 1: kita semua bersaudara dalam Kristus &lt;br /&gt;• Hari 2: memahami Gereja dan bangsa Indonesia melalui Gereja dan budaya Kalimantan &lt;br /&gt;• Hari 3: mengenal keanekaragaman hayati sebagai perutusan kita &lt;br /&gt;• Hari 4: menjadi Indonesia untuk dunia (ekologi) &lt;br /&gt;• Hari 5: bersatu dalam tantangan zaman (moralitas orang Muda di zaman modern) &lt;br /&gt;• Hari 6: diutus kembali untuk membangun peradaban Alur acara adalah sebagai berikut: • pagi-sore: liturgi (Perayaan Ekaristi, doa-doa devosional), katekese dengan berbagai metode (workshops, story-telling dari peserta terpilih sesuai dengan tema tertentu) serta pelayanan (bakti sosial, kunjungan umat, penghijauan); • sore-malam: festival dan kebersamaan, bahwa acara dalam hari tersebut akan diakhiri dengan renungan dengan berbagai metode (adorasi, sharing kelompok, refleksi pribadi dll.); • sepanjang hari akan dipamerkan hasil lomba, buku dan benda rohani serta suvenir daerah. Pameran ini berlangsung selama acara IYD 2012. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan-kegiatan IYD 2012 adalah: &lt;br /&gt;a. Hari-hari di Keuskupan/Paroki (Days in The Dioceses/Parishes), 22-24 Oktober 2012 Peserta tinggal di Keuskupan-keuskupan Sanggau, Pontianak, Sintang. Mereka tinggal bersama penduduk setempat dan mengalami hidup bersama penduduk tersebut (live in). Peserta juga mengikuti kegiatan di tingkat paroki. Dengan demikian, peserta diharapkan dapat menjumpai kenyataan yang berbeda dari kenyataannya sehari-hari. Pengalaman yang berbeda itu diharapkan dapat memunculkan semangat hidup kristiani yang menyala di dalam pergulatan hidup, sehingga peserta menjadi siap untuk mengikuti tahap IYD 2012 selanjutnya. Dalam alur see-judge-act, kegiatan di Keuskupan ini adalah tahap ‘see’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Hari-hari di Sanggau, 25-28 Oktober 2012 Peserta dibimbing masuk dalam refleksi dan katekese ajaran Gereja dalam sesi-sesi di Keuskupan Sanggau. Pada tahap ini, peserta mengalami sentuhan langsung dengan Kristus dalam Sabda dan Sakramen serta devosi (jalan salib, adorasi Sakramen Mahakudus), serta peningkatan keterampilan dan pengetahuan dengan aneka lokakarya (liturgi, teknik pendampingan OMK, pengelolaan organisasi, aneka metode pendalaman Kitab Suci, aneka lokakarya mengenai pemeliharaan kutuhan ciptaan/ lingkungan hidup, dsb). Diadakan pula aneka festival, pameran hasil adat budaya, serta pameran panggilan dari ordo/kongregasi/keuskupan dan pameran kelompok-kelompok doa dan serikat-serikat kerasulan Katolik. Dari situ peserta diajak melakukan refleksi atas pengalaman diperkaya dan memperkaya sebagai warga Gereja Katolik dan warga Indonesia. Dalam alur see-judge-act, kegiatan di Sanggau ini adalah tahap ‘judge’. Puncak perayaan IYD 2012 adalah Perayaan Ekaristi secara konselebrasi oleh Para Uskup di Indonesia. Pada 29 Oktober 2012, peserta meninggalkan Sanggau. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.3 Tahap Pasca-IYD 2012 &lt;br /&gt;Tahap Pasca-IYD 2012 adalah serangkaian kegiatan yang berlangsung setelah IYD 2012. Kegiatan-kegiatan yang berlangsung dalam tahap ini bertujuan untuk: &lt;br /&gt;a. menjadi tindak lanjut IYD 2012; &lt;br /&gt;b. menggemakan inspirasi yang diperoleh dari IYD 2012 agar tidak terlupakan begitu saja; &lt;br /&gt;c. menjadi inspirasi bagi IYD selanjutnya agar terdapat kesinambungan. Kegiatan Pasca-IYD 2012, di antaranya adalah lomba-lomba sebagai berikut: a. lomba menulis pengalaman &amp; refleksi setelah mengikuti IYD 2012; b. lomba menulis slogan penyemangat (tweet kalimat penyemangat &amp; mencari followers terbanyak); c. lomba proposal kegiatan untuk melanjutkan tema-tema IYD 2012 (akan ada penghargaan bagi pemenang). Selain lomba, kegiatan Pasca-IYD 2012 juga meliputi kegiatan di keuskupan atau paroki masing-masing peserta. Peserta dibimbing untuk merancang tindakan nyata untuk menggemakan inspirasi yang mereka peroleh selama kegiatan IYD 2012 di keuskupan/paroki masing-masing. Dalam alur see-judge-act, tahap Pasca-IYD 2012 adalah tahap act.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-2231504237461455968?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/2231504237461455968/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=2231504237461455968&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/2231504237461455968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/2231504237461455968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/08/indonesia-youth-day-2012-sanggau.html' title='INDONESIA YOUTH DAY 2012 – SANGGAU, KALIMANTAN BARAT'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-5cZkiJQyky8/Tk-KuXWQaxI/AAAAAAAAAbc/r8fSsYKbwZI/s72-c/276440_162722390470686_5746996_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-672081635896977069</id><published>2011-08-19T03:23:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T03:30:15.366-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='BKSN 2011'/><title type='text'>Pendalaman Kitab Suci 2011</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-5C4YGE0y3Yo/Tk460DvBDqI/AAAAAAAAAbU/lji7lqJ23ak/s1600/BKSN-04.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 299px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-5C4YGE0y3Yo/Tk460DvBDqI/AAAAAAAAAbU/lji7lqJ23ak/s400/BKSN-04.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642512049171926690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“MENDENGARKAN TUHAN BERCERITA”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : &lt;br /&gt;Delegatus Kitab Suci dan &lt;br /&gt;Komisi  Kateketik Keuskupan Banjarmasin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudari yang terkasih, tema bulan Kitab Suci Nasional 2011 ini adalah "Mendengarkan Tuhan Bercerita". Pada umumnya orang suka bercerita dan suka pula mendengarkan cerita. Karena itu bercerita menjadi salah satu metode dalam mengajar. Yesus pun sering menggunakan metode bercerita. Cerita yang biasa dipakai Yesus adalah cerita berupa perumpamaan. Perumpamaan yang  menantang para pendengarNya untuk aktif berpikir, bertanya, menentukan  pilihan, mengubah sikap dan cara pandang serta cara bertindak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada empat perumpamaan yang akan direnungkan dalam Buian Kitab Suci  Nasional 2011 ini, yaitu: I. Orang Samaria Yang Baik Hati (Luk 10:25-37); II. Anak Yang Hilang (Luk 15:1-32); III. Lalang di Ladang Gandung (Mat 13: 24-30, 36-43); dan IV. Pengampunan (Mat 18:21-35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat perumpamaan ini sungguh terjalin erat, dan saling melengkapi. Semoga dengan merenungkannya, kita semakin menyadari semangat pengampunan ini. Kita diharapkan untuk membangun dunia yang lebih baik, yang ditandai oleh  kesediaan untuk saling mengasiht dan mengampuni. Tanpa kesediaan untuk saling mengasihi dan saling mengampuni, kedamaian tidak akan pernah terwujud di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan ini merupakan penyederhanaan dari bahan yang diberikan oleh LBI. Sekedar mengingatkan, inilah Metode Sharing Tujuh Langkah:&lt;br /&gt;1. Doa Menghadirkan Tuhan: Pertemuan diawali dengan pengantar singkat, lagu pembukaan dan doa pembukaan.&lt;br /&gt;2. Membacakan Teks Kitab Suci: Para peserta diajak untuk membaca teks yang sudah ditentukan.&lt;br /&gt;3. Mencari dan Merenungkan Ayat Menarik: Peserta diajak untuk membaca kembali teks Kitab Suci; merenungkan dan mendalami teks untuk mendapatkan arti teks berkaitan dengan kehidupan pribadinya.&lt;br /&gt;4. Sharing: Peserta diajak untuk menceritakan pengalaman hidupnya berdasarkan pada ayat yang menyentuh hatinya.&lt;br /&gt;5. Peneguhan Niat Oleh Pemandu: Pemandu memberikan sedikit uiasan dari pesan yang ditemukan dalam bacaan dan juga mengkaitkannya dengan pengalaman konkret dari para peserta&lt;br /&gt;6. Doa Permohonan: Para peserta diajak untuk menyampaikan beberapa doa. Bagian ini diakhiri dengan doa Bapa Kami.&lt;br /&gt;7. Rencana Kegiatan atau Aksi: pengalaman persatuan dengan Tuhan diwujudnyatakan dengan membuat aksi nyata sesuai kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PERTEMUAN I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMA : &lt;br /&gt;Menjadi sesama bagi orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACAAN : &lt;br /&gt;Luk 10: 25-37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN : &lt;br /&gt;Membantu peserta pertemuan untuk berusaha menjadi sesama bagi semua orang, dengan mengupayakan tindakan yang nyata dalam kehidupan bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAGASAN POKOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus menghubungkan cinta kasih kepada Allah dengan cinta kasih kepada sesama dalam satu perintah (Ul. 6:15; Im. 19:18). Perjanjian dengan Allah mengikat orang Yahudl dengan saudara-saudarinya sesama Yahudi. Tetapi, menurut Yesus cinta kasih sejati harus mendobrak semua itu. Setiap orang adalah sesama dan inilah yang disampaikan Yesus meiaiui perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ahli Taurat bertanya kepada Yesus, "Siapakah sesamaku manusia." Menanggapi pertanyaan itu, Yesus mengisahkan sebuah perumpamaan. Pada suatu hari ada orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho. la melewati padang gurun dan bukit-bukit karang yang sepi. Di sanalah orang itu dirampok habis-habisan oleh penyamun. Penyamun itu tidak hanya merampoknya, tetapi juga menyiksanya, dan meninggatkannya dalam keadaan yang tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian berturut-turut lewat seorang imam dan seorang Lewi. Keduanya adalah tokoh agama. Keduanya tidak mau menyentuh orang yang dirampok itu, barangkali karena menyangka bahwa orang itu sudah mati. Sebagai orang yang bertugas di rumah ibadat, mereka dilarang oleh Hukum Taurat (Bit. 19:11-19) untuk menyentuh segaia yang najis, termasuk orang mati. Karena berpegang erat pada hukum, mereka kehilangan kepekaan hati, Sebenarnya kalau mau repot, mereka bisa menyentuh orang itu, dan kalau benar orang itu sudah menjadi mayat, mereka dapat melakukan upacara penyucian di sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian lewat seorang Samaria, bangsa yang dianggap hina dan kafir orang Yahudi. Namun, justru orang Samaria itu yang mempunyai hati untuk menolong orang yang dirampok itu. Dia tidak terhalang oleh sekat-sekat pemisah berupa peraturan agama. Tindakan orang Samaria dalam menolong orang yang dirampok itu digambarkan secara rinci dalam perumpamaan ini (ay. 33-35).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai murid-murid Yesus, kita seharusnya tidak bertanya, "Siapakah sesamaku manusia?", karena sesama bagi kita adalah semua manusia, tanpa kecuali. Yesus mengajarkan bahwa perhatian kita seharusnya adalah, "Bagaimana aku berusaha menjadi sesama bagi semua orang?" Berusaha menjadi sesama bagi semua orang tentu saja tidak mudah. Sesuai dengan teladan orang Samaria yang baik hati, kita hams rnenolong semua orang yang membutuhkan pertolongan tanpa pandang bufu dan tanpa pamrih. Kasih yang sejati mengatasi segala perbedaan, melampaui segala sekat pembatas, Kita juga harus bersedia mengorbankan waktu, tenaga, dan harta untuk mewujudkan kasih itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN PERTEMUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. DOA MENGHADIRKAN TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Kata Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ini kita akan merenungkan perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati (Luk 10:25-37). Perumpamaan ini mengundang kita untuk "bertindak sebagai sesama". Masyarakat di zaman kita mudah dikotak-kotakkan berdasarkan etnis, agama, kedudukan, status, kekayaan, pendidikan dan sebagainya. Situasi terkotak-kotak tersebut sering membuat orang bertanya, siapakah lawan siapakah kawan? Dengan perumpamaan itu, Yesus mengajak kita keluar dari pertanyaan "siapakah sesamaku manusia" dan beraiih ke pertanyaan "bagaimana aku dapat menjadi sesama", terutama bagi sanak-saudara yang menderita dan membutuhkan pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Lagu Pembukaan (Madah Bakti no. 530) dan Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Doa Pembukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berdoa.&lt;br /&gt;Allah Bapa yang Maha Pengasih, terima kasih atas kesempatan berkumpul dalam  pertemuan ini. Kami ingin mendalami serta merenungkan sabdaMu. Semoga dengan merenungkan sabdaMu, kami mampu bertindak sebagai sesama bagi semua orang, terutama bagi mereka yang sedang menderita. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan Ron Kudus kini dan sepanjang masa. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MEMBACAKAN TEKS KITAB SUCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang peserta diminta untuk membacakan Injil Luk 10:25-37 dengan suara yang jelas dan lantang, tanpa tergesa-gesa. Peserta yang lain mendengarkan dengan periuh perhatian, sambif mengikutinya dengan Kitab Sucinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.MENCARI DAN MERENUNGKAN AYAT MENARIK &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta membaca kembali teks Kitab Suci sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman bidupnya dan meresapkan ayat tersebut dalam hati. Pertanyaan di bawah ini bisa menjadi baban permenungan:&lt;br /&gt;a) Apa saja yang dilakukan oleh orang Samaria itu sehingga ia menjadi sesama bagi&lt;br /&gt;    orang yang menjadi korban perampokan?&lt;br /&gt;b) Apa saja yang bisa aku lakukan untuk dapat menjadi sesama bagi semua orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SHARING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersiiahkan untuk mengungkapkan ayat yang menyentuh hati dan memberikan alasan yang melatarbelakangi mengapa ayat tersebut menyentuh hatinya (Mohon peserta lain hanya mendengarkan tanpa komentar. Hendaknya sharing tidak menjadi bahan diskusi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PENEGUHAN NIAT OLEH PEMANDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kali ahli Taurat itu harus menjawab sendiri pertanyaanya dan dua kali Yesus mengatakan, "Perbuatlah demikian." Sebagai umat kristiani seharusnya kita tidak bertanya lagi, "Siapakah sesamaku manusia?" Siapapun orangnya adalah sesama kita. Seyogyanya kita tidak boleh pandang bulu dalam melakukan kebaikan dan dalam memberikan perhatian serta pertoiongan kepada orang lain. Yesus mengajarkan bawa fokus perhatian kita hendaknya berusaha menjadi sesama yang baik bagi semua orang. Yesus dalam Injil Matius 5:46-47 mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah     pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam     kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain?     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Usaha untuk menjadi sesama bagi semua orang rupanya tidak selalu mudah. Jika meneladan orang Samaria itu berarti kita perlu menolong semua orang yang; memerlukan pertoiongan tanpa pandang bulu dan tanpa pamrih. Kesediaan menolong sesama biasanya disertai juga dengan kesediaan untuk mengorbankan perhatian, waktu, tenaga dan kadangkala juga harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;6. DOA PERMOHONAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa permohonan diucapkan oleh orang yang berbeda-beda, dan dapat ditambah dengan permohonan lain. Saudara-saudari yang terkasih, tiewasa ini banyak orang yang terkapar di tengah jalan, menantikan tangan yang mau menolong, menantikan senyum ramah dan belas kasih. Marilah kita berdoa :&lt;br /&gt;a) Semoga para pemimpin masyarakat dapat berperan sebagai pengayom yang baik dan adii bagi seluruh warga masyarakat yang berlainan agama dan kepercayaan, sehingga setiap pihak dapat hidup dengan rukun dan damai. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;b) Semoga masyarakat di zaman kita, yang semakin mudah untuk dikotak-kotakkan berdasarkan etnis, agama, kedudukan, status, kekayaaan, pendidikan, dan sebagainya, menyadari pentingnya kesatuan yang berlandaskan kasih sejati, dan berusaha mewujudkan kesatuan itu dalam kehidupan bersama. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;c) Semoga keluarga-keluarga Katolik menjadi tempat yang baik untuk menumbuhkan dan mengobarkan kasih kepada Allah dan sesama. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;d) Semoga kita yang nadir di sini bersedia menolong sema orang yang membutuhkan pertolongan tanpa pandang bulu dan tanpa pamrih, sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;(Umat diberi kesempatan untuk memanjatkan doa-doa permohonan secctra spontan.)&lt;br /&gt;Marilah kita satukan doa, harapan, dan niat baik kita dengan doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Bapa Kami...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. RENCANA KEGIATAN ATAU AKSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandu pertemuan bersama semua peserta menentukan apa aksi nyata yang akan dibuat sebagai tanggapan atas bacaan dan tema pertemuan kali ini. Aksi bisa berupa tindakan pribadi, keluarga, maupun aksi ketompok. Marilah kita masing-masing membuat niat untuk sungguh menjadi sesama bagi semua orang, terutama orang yang menderita dan memerlukan pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengumuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Doa Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berdoa,&lt;br /&gt;Ya Bapa, karuniakanlah kepada kami kesanggupan untuk membuang segala kecurigaan dan prasangka buruk terhadap sesama serta anugerahkanlah kasih sejati kepada kami agar kami mampu menerima dan membantu sesama kami dengan hati yang ikhlas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakkanlah hati semua orang yang berkehendak baik untuk bersama-sama membangun  kehidupan bersama yang lebih manusiawi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Lagu Penutup (Madah Bakti No. 520)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-YdZcdR4BkU8/Tk451tF0-wI/AAAAAAAAAa8/G_rIBvYeanY/s1600/BKSN-01.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 364px; height: 334px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YdZcdR4BkU8/Tk451tF0-wI/AAAAAAAAAa8/G_rIBvYeanY/s400/BKSN-01.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642510977941699330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTEMUAN II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMA : &lt;br /&gt;Kasih dan pengampunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACAAN : &lt;br /&gt;Lukas 15:11-32&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN : &lt;br /&gt;Peserta menyadari bahwa kasih Allah adalah suatu anugerah. Allah tidak menunggu kesiapan kita untuk mencurahkan anugerahNya, bahkan Dia senantiasa siap sedia menyambut kita dengan belaskasihNya yang tak terhingga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAGASAN POKOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perumpamaan ini bukan binatang atau barang yang hiiang, tetapi seorang anak manusia yang sengaja pergi meninggaikan orangtuanya. Sang ayah senantiasa menunggu dan membuka pintu rumahnya bagi kembalinya si bungsu yang "hilang". Memang orang banyak dan mungkin saja kita akan bereaksi seperti anak sulung, karena merasa 'lebih baik' dari si anak bungsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap beias kasih sang ayah menampilkan sifat Allah Bapa yang Maharahim dan Maha Pengampun. la mau mengampuni dan menerima kembali orang-orang berdosa yang bertobat. Pertobatan itu dinyatakan dengan menyadari dosa, mengakuinya dengan jujur, dan kembali kepada Allah. Untuk itu pula Bunda Gereja telah menyediakan sarana, yakni Sakramen Tobat. Rekonsiliasi antara kita dengan Allah mendatangkan kegembifaan luar biasa. Hal itu dapat dibayangkan seperti pertemuan sang ayah dengan anak hilang yang kembali ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan kegembiraan luar biasa itu diungkapkan dengan mengadakan pesta, bahkan dengan menyembelih seekor anak lembu tambun dan mengundang orkes musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN PERTEMUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. DOA MENGHADIRKAN TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kata Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dalam pertemuan kedua ini kita akan   merenungkan perumpamaan tentang anak yang Hilang. Perumpamaan ini mengingatkan kita pada beias kasih Allah terhadap para pendosa. Bapa dalam perumpamaan ini melambangkan Allah Bapa sendiri, yang penuh kasih terhadap pendosa. Sementara si anak sulung menjadi lambang dari begitu banyak orang yang merasa diri sudah bersih dan merasa berhak menghakimi dan menghukum orang lain yang dianggapnya berdosa. Yesus menghendaki kita meninggalkan sikap sombong itu dan menyadari betapa kita sendiri adalah manusia berdosa yang selalu membutuhkan belas kasih dan pengampunan dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Lagu Pembukaan MB 210 dan Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Doa Pembukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berdoa,&lt;br /&gt;Ya Allah, Bapa yang Maharahim, kami bersyukur atas kehadiran dan bimbinganMu bagi kami semua. Utuslah Roh Kudus-Mu agar kami dapat semakin mengenal dan menghayati SabdaMu dalam kehidupan kami. Ajarilah kami mencintai, memahami, dan mengamalkan Sabda yang telah Kausampaikan melalui berbagai perumpamaan Yesus Kristus, PutraMu dan Juruselamat kami yang hldup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MEMBACAKAN TEKS KITAB SUCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang peserta diminta untuk membacakan Injil Lukas 15: 11-32 dengan suara yangjelas dan lantang, tanpa tergesa-gesa. Peserta yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian, sambil mengikutinya dengan Kitab Sucinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. MENCARI DAN MERENUNGKAN MENARIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta membaca kembati teks Kitab Suci sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidupnya dan meresapkan ayat tersebut dalam hati. Beberapa pertanyaan berikut bisa membantu permenungan kita:&lt;br /&gt;a) Pelajaran apa yang dapat anda teladani dari anak bungsu dalam perikop ini?&lt;br /&gt;b) Bagaimana komentar Anda tentang sikap anak sulung?&lt;br /&gt;c) Pelajaran apa yang dapat Anda teladani dari sang Ayah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SHARING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan untuk mengungkapkan ayat yang menyentuh hati dan memberikan alasan mengapa ayat tersebut menyentuh hatinya. Bisajuga dengan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. (Mohon peserta lain mendengarkan tanpa komentar. Hendaknya sharing tidak menjadi bahan diskusi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PENEGUHAN NIAT OLEH PEMANDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan antara Allah dan manusia sampai kini masih banyak dipahami sebagai hubungan antara seorang tuan dan orang upahannya. Kebajikan yang diwarnai oleh keinginan mendapat upah pasti berbeda dengan kebajikan yang didasari oleh kasih yang tulus. Ketika kasih yang tulus menjadi pedoman tindakan kita, soal untung atau rugi tidaklah menjadi perhitungan lagi. Sebaliknya, ketika mental untung rugi begitu dominan, kasih tidak akan pernah tulus, alias menjadi barang dagangan saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah tiga perumpamaan tentang "yang hilang" ini menggambarkan tiga macam kondisi pendosa? Dirham yang hilang adalah pendosa yang tidak sadar bahwa dia berdosa, domba yang hilang adalah pendosa yang sadar bahwa dia berdosa tetapi tidak punya daya dan cara untuk melepaskan diri dari dosa. Untuk kedua macam pendosa ini, yang dilakukan oleh Allah adalah mencari mereka dan membantunya untuk kembali kepada-Nya. Anak hilang adalah pendosa yang sadar akan dosa-dosanya dan mau serta mampu melakukan pertobatan. Mereka inilah yang datang kepada Yesus pada waktu itu, yaitu para pemungut cukai dan para pendosa. Yesus tidak mencari mereka, tetapi menyambut mereka dengan ramah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perumpamaan tentang Anak yang hilang ini, kita disadarkan bahwa kasih Allah adalah anugerah. Allah tidak menunggu kesiapan kita untuk mencurahkan anugerah-Nya. Bapa di dalam perumpamaan ini tampil sebagai tokoh betas kasih'  tanpa syarat. Demikian pula Allah bagi kita senantiasa siap menyambut kita dengan belas kasih-Nya yang tak terhingga. Ketika kita sedang jauh meninggalkan-Nya, Allah tetap menunggu pertobatan kita. Dia bukan Allah penghukum, tetapi Allah yang mengasihi setiap umat-Nya lebih lebih umat yang jatuh di dalam dosa. Ada sukacita Hani jika manusia mau bertobat dan kembali kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. DOA PERMOHONAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, dalam perjalanan hidup kita sebagai umat  beriman, kita mengalami pasang surut dalam hidup rohani kita. Bisa jadi kita sering menjauhkan diri dari Tuhan. Namun, menyadari betapa Maharahim dan Mahapeng-ampunNya Tuhan, Allah Bapa kita, marilah kita ungkapkan tobat, niat dan permohonan kita.&lt;br /&gt;a) Bagi para pemimpin Gereja. Semoga Tuhan senantiasa mendampingi mereka agar mampu menghadirkan wajah Bapa Yang Maharahim dan Maha Pengampun dalam karya pelayanan Pastoral mereka di mana pun. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;b) Bagi para pemimpin bangsa. Semoga teladan sang ayah dalam perumpamaan Anak Yang Hilang dapat membangkitkan semangat dan kerelaan mengampuni sesama, bahkan orang yang dianggap musuh sekalipun. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;c) Bagi kita semua yang hadir dalam pertemuan pendalaman ini. Semoga Allah Bapa yang Maharahim senantiasa menerangi langkah hidup kita dengan terang Roh KudusNya hlngga mampu menyadari kesalahan kita dan cepat berbali ke jalan kasih dan kedamaian yang Tuhan sediakan melalui Sakramen Tobat, Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;(Umat diberi kesempatan untuk memanjatkan doa-doa untuk menanggapi Sabda    Tuhan.)&lt;br /&gt;Saudara-saudari, seturut teladan anak yang hilang yang kembali kepada ayahnya, dan sesuai ajaran Yesus sendiri, marilahkita menyapa Allah sebagai Bapa dan menyatukan semua permohonan kita dengan mendoakan doa Bapa Kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. RENCANA KEGIATAN ATAU AKSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi bisa dibuat sebagai aksl kelompok, pribadi atau keluarga. Niat yang akan saya bangun bisajuga beranjak dari pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:&lt;br /&gt;a) Berani dan mampukah aku bersikap seperti sang ayah dalam perumpamaan tadi?&lt;br /&gt;b) Sebagai orang beriman katolik, apa saja yang akan aku perbaiki dari hidupku setelah mendalami perumpamaan tentang anak yang hilang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengumuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Doa Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita berdoa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, Bapa Yang Maharahim, berkenanlah kiranya melawati dan memeriksa hati kami masing-masing dengan hatiMu yang penuh kasih. Bukalah dan bersihkanlah hati kami dari lumpur dosa dan kesalahan yang bertimbun. Ajarlah dan tuntunlah langkah hidup kami selalu dengan Roh KudusMu, sehingga kami berani datang untuk mengakui dosa dan kesalahan kami dan memohon rahmat pengampunan dariMu. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Lagu Penutup MB 366&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-qUP5Ia_hZP4/Tk46HsbP8-I/AAAAAAAAAbE/J2M3lrXPiUQ/s1600/BKSN-02.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 275px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-qUP5Ia_hZP4/Tk46HsbP8-I/AAAAAAAAAbE/J2M3lrXPiUQ/s400/BKSN-02.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642511287000757218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PERTEMUAN III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMA: &lt;br /&gt;Belas Kasih Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACAAN: &lt;br /&gt;Mat 13:24-30,36-43&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN : &lt;br /&gt;Membantu peserta pertemuan menyadari bahwa Allah memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk masuk dalam Kerajaan Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAGASAN POKOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum Matius 13 berisi kumpulan perumpamaan dan kiasan tentang Kerajaan Surga. Markus dan Lukas sering menggunakan istilah Kerajaan Allah. Namun karena Matius dengan latar belakang Yahudinya enggan menyebut nama Allah maka dia mengganti dengan ungkapan Kerajaan Surga. Realitas Kerajaan Surga masih misteri dan perlu dijelaskan secara sederhana. Yesus sendiri tidak memberikan rincian seperti apa Kerajaan Surga itu dan Dia selalu memakai perbandingan yang diambii dari kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misteri Kerajaan Surga hanya dijelaskan oleh Yesus atas dasar aspek-aspeknya saja dan pendengar diharapkan dapat membayangkan sendiri seperti apa Kerajaan Surga itu meskipun tidak akan pernah sampai pada gambaran yang sempurna. Salah satu aspek Kerajaan Surga ada dalam perumpamaan lalang di ladang gandum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Surga digambarkan sebagai ladang yang ditaburi benih gandum yang baik dengan harapan panen gandum berkualitas yang berlimpah. Ketika para penjaga ladang gandum tertidur para musuh secara diam-diam menaburkan benih lalang lalu pergi. Pekerjaan yang baik dirusak oleh iblis dengan kejahatan dan kelicikan. Kejahatan memang dekat dengan suasana gelap, diam-diam! iblis tidak bekerja sendirian tetapi memakai orang-orang jahat untuk merusak kehidupan orang baik di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pertumbuhannya, gandum dan lalang tumbuh bersama. Keduanya akan dapat dengan mudah dibedakan ketika musim panen tiba. Gandum yang baik akan menghasilkan bulir-bulir yang baik sedang laiang tak menghasilkan apa-apa. Hal menarik muncul dari pertanyaan hamba pemilik ladang, "Maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu?" Pemilik ladang memberikan jawaban yang tak lazim atau di luar kebiasaan, "Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu". Allah mengambil sikap yang jelas: orang baik dan orang jahat dibiarkan untuk hidup bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kita biarkan saja kejahatan merajalela di atas bumi? Masih ada jalan lain yang ditawarkan Allah yaitu pertobatan bagi para pendosa dan pemurnian bagi orang baik. Dengan demikian, orang baik bisa memberi warna agar yang hitam/gelap, walau tidak langsung menjadi putih, kehitamannya memudar Kerajaan Surga bukanlah peristiwa keselamatan yang otomatis terjadi tanpa keterlibatan pihak manusia. Setiap orang diundang untuk terlibat dan mengambil bagian dalam perjuangan menciptakan keselamatan dengan bertekun pada perbuatan baik. Kerajaan surga bukan peristiwa yang akan terjadi pada masa yang akan datang namun kini sudah mulai di duniaa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi terakhir atas keadaan itu adalah pengadiian terakhir di mana lalang akar dikumpulkan, diikat lalu dibakar sedang gandum akan dimasukkan di gudang pemilik ladang gandum. Pengadiian terakhir akan menghukum pelaku kejahatan sedangkan orang benar dianugerahkan hidup abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN PERTEMUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  DOA MENGHADIRKAN TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kata Pengantar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus, akhir-akhir ini masyarakat dibuat gundah oleh aneka peristiwa kriminal maupun kejahatan kemanusiaan. Hampir setiap hari media cetak maupun elektronik memberitakan korupsi, pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dari berbagai kejahatan lainnya. Belum lagi para teroris yang semakin berani beraksi dengan aneka cara dan metode. Itu semua pasti membuat masyarakat kehilangan rasa aman dalam menjalani kehidupan. Yang ada hanyalah resah, takut! Berhadapan dengan situasi itu acapkali kita terpancing atau paling sedikit tergoda dan mempertanyakan sikap Tuhan dalam situasi itu. Mengapa Tuhan membiarkan orang-orang jahat berkeliaran dan bebas melaksanakan niat jahatnya? Mengapa orang-orang itu tidak dimusnahkan saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemuan yang ketiga, kita akan merenungkan perumpamaan lalang di ladang gandum dari Injii Matius 13: 24-30, 36-43 untuk melihat bagaimana sikap keseluruhan terhadap kenyataan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Lagu Pembuka MB 290 dan Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Doa Pembuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah Berdoa,&lt;br /&gt;Allah Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur karena di tengah-tengah situasi yang terasa semakin sulit ini Engkau mengumpulkan kami. Allah kami, kebesaran, kekuasaan, dan kemurahanMu acapkali kurang kami pahami hingga dengan gampang kami sering mempertanyakan bahkan protes akan sikapMu. Bukalah hati dan pikiran kami dengan terang RohMu yang suci agar kami mampu menangkap kehendakMu atas aneka peristiwa hidup ini dengan ungkapan dan ucapan syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantulah kami agar tidak mudah tergoda dan terperdaya oleh kuasa kejahatan. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MEMBACAKAN TEKS KITAB SUCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang peserta diminta untuk membacakan Injit Matius 13: 24-30, 36-43 dengan suara yang jelas dan lantang, tanpa tergesa-gesa. Peserta yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian, sambil mengikutinya dengan Kitab Sucinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. MENCARI DAN MERENUNGKAN AYAT MENARIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masmg peserta membaca kembali teKs Kitab Suci sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidupnya dan meresapkan ayat tersebut dalam hati. Beberapa pertanyaan permenungan: &lt;br /&gt;a) Mengapa pemitik ladang membiarkan lalang tumbuh di ladang gandum?&lt;br /&gt;b) Apa makna yang saudara dapatkan dari bacaan di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SHARING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan untuk mengungkapkan mana ayat yang menyentuh hati dan memberikan alasannya mengapa ayat tersebut menyentuh hatinya (Mohon peserta lain mendengarkan tanpa komentar. Hendaknya sharing tidak menjadi bahan diskusi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PENEGUHAN NIAT OLEH PEMANDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang baik dan orang jahat sama-sama menghuni dunia ini. Orang-orang baik adalah anak-anak Kerajaan, sedangkan orang-orang jahat adalah anak-anak si jahat. Kedua kelompok ini sating mempengaruhi. Kelompok manakah yang biasanya tebih kuat pengaruhnya? Mengapa? Lalang tidak mungkin berubah menjadi gandum, tetapi orang-orang jahat dapat bertobat menjadi orang baik. Untuk itulah Yesus datang ke dunia, yaitu   membawa semua orang kepada pertobatan. Apakah yang dapat kita lakukan untuk mendukung karya Yesus tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat manusia di dunia ini berwarna abu-abu, tidak putih dan tidak hitam. Menghancurkan samasekali kejahatan sama saja dengan memisahkan warna hitam dari warna putih pada benda yang berwarna abu-abu. Sulit tetapi bukan tidak mungkin selama setiap manusia masih diberi kesempatan untuk bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran Yesus tentang pengadilan terakhir tidak bertujuan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk mengingatkan para pendengar-Nya agar waspada terhadap pengaruh kejahatan yang ada di sekitar mereka. Setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di hadapan pengadilan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan Surga bukanlah peristiwa keselamatan yang otomatis terjadi tanpa keterlibatan dari pihak manusia. Setiap manusia diundang untuk terlibat pada perjuangan menciptakan keselamatan dengan bertekun pada perbuatan baik Kerajaan Surga bukanlah peristiwa yang baru akan terjadi di masa datang, tetapi sudah dimulai di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. DOA PERMOHONAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Engkau telah menyegarkan kami dengan SabdaMu, kini dengarkalah  doa-doa kami:&lt;br /&gt;a) Bagi para penentu kebijakan di pemerintahan. Semoga mereka semua tegar dalam sikap dan kebijakannya terutama dalam mengutamakan kesejahteraan masyarakat yang miskin dan tertindas. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;b) Bagi para petugas pastoral. Semoga bapa Uskup, para imam, diakon, para pelayan Sabda, dan seluruh umat tetap tegar dalam bersikap sebagai orang beriman dan terhindar dari aneka godaan duniawi sehingga mereka orang beriman dan terhindar dari aneka godaan duniawi sehingga mereka bertahan dalam hidup suci sesuai kehendak Allah. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;c) Bagi masyarakat kita. Semoga masyarakat kita semakin berani dan mampu menolak segala yang jahat: korupsi, tindakan kejahatan kemanusiaan dan kriminal, tindakan ketidakadilan, dan segala macam yang jahat hingga akhirnya lalang terjepit di antara gandum. Marilah kita mohon&lt;br /&gt;d)Bagi kita semua yang hadir dalam pertemuan pendalaman ini. Semoga kita       bertumbuh dalam kejernihan hati nurani hingga apa yang kami lakukan sungguh berasa! dari kehendak Allah. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;(Umat diberi kesempatan untuk memanjatkan doa-doa untuk menanggapi Sabda Tuhan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah ya Bapa doa-doa yang kami haturkan kepadaMu dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami, kini dan sepanjang segala masa. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. RENCANA K EG I ATA N ATAU AKSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyadari kebaikan Allah atas semua mahkluk ciptaanNya, marilah kita membangun niat agar kita mampu bertahan sebagai orang yang berkenan di hadapan Tuhan dan sesama sehingga gandum tetaplah gandum walau dibelit oleh lalang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengumuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Doa Mohon Berkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berdoa,&lt;br /&gt;Allah yang Maharahim, SabdaMu yang hidup telah mengobarkan hati kami. Kami bersyukur atas apa yang kami rasakan dan alamt dalam dana melalui pertemuan ini. Biarkanlah semangat pengampunanMu menjalar dan memenuhi hati kami sehingga kehendakMu dapat kami pahami dan kami praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Berkatilah niat-niat kami hari ini. Kami yakin bahwa dengan berkat dan kasihMu segalanya akan menjadi iebih baik. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Lagu Penutup Madah Bakti no. 459&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-xEhLHbb3HWo/Tk46WKa1r2I/AAAAAAAAAbM/7LWtU3XaR3M/s1600/BKSN-03.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 311px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-xEhLHbb3HWo/Tk46WKa1r2I/AAAAAAAAAbM/7LWtU3XaR3M/s400/BKSN-03.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5642511535570268002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERTEMUAN IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TEMA: &lt;br /&gt;Pengampunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BACAAN: &lt;br /&gt;Mat 18: 21-35&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUJUAN: &lt;br /&gt;Peserta sadar akan pengampunan Allah yang telah diterimanya dan terdorong untuk mengampuni sesama dengan tulus dan tanpa batas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAGASAN POKOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan tentang pengampunan, yang hanya terdapat dalam Injil Matius ini,  dilatarbelakangi oleh pertanyaan Petrus tentang berapa kali orang harus mengampuni sesama yang bersalah kepadanya (ay 21). Para rabi Yahudi pada waktu itu mengajarkan bahwa batas wajib untuk mengampuni hanya tiga kali. Jika orang mau mengampuni lebih dari tiga kali, ia telah melakukan keutamaan. Petrus sudah melebihkan jumlah kemungkinan untuk mengampuni, yaitu sampai tujuh kali. Namun, Yesus menanggapinya dengan nasihat yang mengejutkan: ”Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (ay. 22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perumpamaan itu dikisahkan bahwa ada seorang hamba yang mempunyai hutang yang sarigat besar (sepuluh ribu talenta) kepada sang raja. Karena hamba itu memohon begitu rupa, akhirnya sang raja menghapuskan seluruh hutangnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamba yang telah dihapuskan hutangnya itu keluar dari istana dengan perasaan gembira. Namun, di tengah jalan ia bertemu dengan hamba lain yang berhutang kepadanya seratus dinar. Hamba itu menagih hutang temannya itu tanpa belaskasihan. Perbuatan jahat hamba itu sampai ke telinga raja. Hamba itu segera dipanggil.  Dengan penuh kemarahan sang raja berkata, "Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?" Karena tindakannya yang jahat itu sang raja menyerahkan hamba itu kepada algojo-algojo agar dimasukkan penjara sampai tunas hutang-hutangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kebanyakan orang, mengampuni atau memaafkan ada batasnya. Yesus mengajarkan bahwa seseorang harus mengampuni sesamanya sampai "tujuh puluh kali tujuh kali". Artinya, tanpa batas. Pengampunan tanpa batas ini berdasar pada pengampunan Allah yang tanpa batas. Allah mengampuni kita tanpa batas, maka kita pun wajib mengampuni sesama tanpa batas. Sebab jika pengampunan dibatasi jumlahnya, sesungguhnya bukan pengampunan melainkan sikap menunda sebentar kesempatan untuk membalas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus juga mengajarkan sikap seorang yang teiah diampuni, yaitu bersedia mengampuni sesamanya. Pengampunan kepada sesama merupakan pancaran dari pengampunan Allah. Kita mengampuni sesama karena kita pun telah diampuni oleh Allah. Pengajaran Yesus mengenai pengampunan sungguh amat khas, karena teiadan yang dipakai adalah tindakan Allah sendiri kepada umat-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengampunan hams didasari oleh pengampunan dari Allah yang lebih dulu telah kita terima, bukan supaya diampuni atau hanya demi melaksanakan perintah Tuhan. Dewasa ini upaya baias dendam lebih terasa dari pada sikap pengampunan. Demi  mempertahankan gengsi dan harga diri, orang menjadi sulit mengampuni. Sikap sulit mengampuni sesungguhnya sikap tidak tahu berterimakasih atas  pengampunan Allah dari segala dosa dan pelanggaran yang jauh lebih besar dibandingkan kesalahan sesama. Yesus mengingatkan kita bahwa tidak mungkin ada keselamatan tanpa karunia pengampunan dari Allah. Karena itu, kesediaan untuk saling mengampuni akan memungkinkan karya keseiamatan Allah semakin terasa nyata di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN PERTEMUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  DOA MENGHADIRKAN TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Kata Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para saudara yang terkasih, kita sampai pada pertemuan pendalaman iman yang  keempat. Kita sudah mendalami perumpamaan tentang "Orang Samaria yang Baik Hati, "Anak Yang Hilang" , "Lalang Di Antara Gandum"; dan pada saat ini kita akan mendalami perumpamaan tentang "Pengampunan." Perumpamaan ini menegaskan gambaran Allah yang Maha Pengampun, yang menghendaki agar umat-Nya saling mengampuni. Alasan dasar dari semangat pengampunan adalah karena Allah telah lebih dahulu mengampuni kita. Sebagai orang yang sudah diampuni, seharusnya kita pun bersedia mengampuni sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Lagu Pembukaan MB 366 dan Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.  DoaPembukaan&lt;br /&gt;Marilah berdoa,&lt;br /&gt;Allah Bapa yang Maharahim, pengampunan-Mu senantiasa tersedia bagi kami.   Lembutkanlah hati kami agar kami pun bersedia memberikan pengampunan terhadap sesama yang bersalah kepada kami. Buatlah kami menjadi orang yang murah hati aear daoat denean mudah melupakan kesalahan sesama dan tidak menghitung-hitung kesalahan mereka, sebagaimana Engkau sendiri tidak menghitung-hitung kesalahan dan dosa kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MEMBACAKAN TEKS KITAB SUCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang peserta membacakan InjilMatius 18:21-35 dengan suara yang jelas dan lantang tanpa tergesa-gesa. Peserta yang lain mendengarkan dengan penuh seksama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. MENCARI DAN MERENUNGKAN AYAT MENARIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta membaca kembali teks Kitab Suci sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidupnya. Beberapa pertanyaan untuk permenungan :&lt;br /&gt;a) Tentang pengampunan yang ditanyakan oleh Petrus, Yesus menjawab: "Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali'. Menurut Anda apa arti perkataan Yesus ini?'&lt;br /&gt;b) Bagaimana tanggapan Anda terhadap sikap hamba yang sudah dihapuskan hutangnya itu tetapi tidak mau menghapus hutang ' temannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.SHARING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan untuk mengungkapkan ayat mana yang menyentuh hati dan memberikan alasannya mengapa ayat tersebut menyentuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.PENEGUHAN NIAT OLEH PEMANDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia kita yang penuh dengan pertikaian dan ketegangan mi menjadi pertanda nyata bahwa semangat pengampunan belum menjadi orientasi kehidupan bersama Dari perumpamaan tentang pengampunan diperlihatkan perbedaan yang amat ekstrim antara hutang hamba yang telah dihapuskan sebanyak 60.000 000 dinar dengan hutang hamba lain kepadanya sebanyak 100 dinar. Kesalahan sesama terhadap kita barangkali jauh iebih sedikit dibandingkan kesalahan kita kepada Tuhan. Jika Tuhan berkenan menghapuskan.kesalahan dan dosa kita, jangan sampai kita justru sulit'mengampuni kesalahan dan dosa sesama yang mungkin tidak seberapa banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus mengajar kita untuk mengampuni tanpa Batas. Artinya, ti dak ada ungkapan "tiada maaf bagimu". Jika jumiah kesediaan untuk mengampuni dibatasi untuk beberapa kali saja, itu namanya bukan pengampunan yang tulus tetapi tidak lebih dari pembalasan dendam yang tertunda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salib Kristus mengingatkan bahwa tidak mungkin ada keselamatan tanpa karunia pengampunan dari Allah. Kesediaan kita untuk Saling mengampuni akan memungkinkan karya pengampunan Allah dalam Yesus Kristus semakin terasa nyata di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. DOA PERMOHONAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita memanjatkan doa-doa permohonan kepada Allah Bapa kita yang Maharahim:&lt;br /&gt;a) Bagi Gereja: Semoga Bapa Paus, para uskup, para imam, dan seluruh umat Allah senantiasa mewartakan pengampunan melalui perkataan dan perbuatan, agar karya keselamatan Allah semakin nyata didunia ini. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;b) Bagi bangsa dan negara: Semoga seluruh warga senantiasa mengedepankan jalan damai untuk menyelesaikan setiap permasalahan dan konflik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;c) Bagi kita yang berhimpun di sini: Semoga kita menjadi orang yang rela        mengampuni kesalahan sesama dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan. Marilah kita mohon.&lt;br /&gt;(Marilah kita satukan doa, harapan, dan niat baik kita dengan doa yang diajarkan oleh Yesus kepada kita. Bapa kami yang ada di surga...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. RENCANA KEGIATAN ATAU TINDAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandu bersama semua peserta bermusyawarah untuk menentukan apa aksi nyata yang akan dibuat untuk menanggapi bacaan dan tema pertemuan kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengumuman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Doa Mohon Berkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berdoa,&lt;br /&gt;Allah Bapa yang Maharahim, semoga pengampunan tanpa batas yang telah Engkau anugerahkan bagi kami, mendorong kami untuk mengampuni sesama yang bersalah kepada kami dengan tanpa batas puia. Sehingga, terciptalah  ditengah kami kehidupan yang diliputi oteh suasana damai dan sukacita. Demi  Kristus, Tuhan kami. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Lagu Penutup MB 371&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-672081635896977069?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/672081635896977069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=672081635896977069&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/672081635896977069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/672081635896977069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/08/pendalaman-kitab-suci-2011.html' title='Pendalaman Kitab Suci 2011'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-5C4YGE0y3Yo/Tk460DvBDqI/AAAAAAAAAbU/lji7lqJ23ak/s72-c/BKSN-04.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-778632806212822164</id><published>2011-08-08T02:00:00.000-07:00</published><updated>2011-08-08T02:00:07.882-07:00</updated><title type='text'>Kalimantan Selatan: Dasa Windu Katedral Banjarmasin - Hidup Katolik</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.hidupkatolik.com/2011/08/05/kalimantan-selatan-dasa-windu-katedral-banjarmasin"&gt;Kalimantan Selatan: Dasa Windu Katedral Banjarmasin - Hidup Katolik&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-778632806212822164?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.hidupkatolik.com/2011/08/05/kalimantan-selatan-dasa-windu-katedral-banjarmasin' title='Kalimantan Selatan: Dasa Windu Katedral Banjarmasin - Hidup Katolik'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/778632806212822164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=778632806212822164&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/778632806212822164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/778632806212822164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/08/kalimantan-selatan-dasa-windu-katedral.html' title='Kalimantan Selatan: Dasa Windu Katedral Banjarmasin - Hidup Katolik'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-3965638004435351694</id><published>2011-06-21T23:15:00.000-07:00</published><updated>2011-06-21T23:17:25.488-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Paus Benedictus XVI'/><title type='text'>Inilah Mobil Plug-in Hybrid untuk Paus Benediktus XVI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-COvvBqYoLdE/TgGI1DqQJAI/AAAAAAAAAas/hC8swSV0Fvg/s1600/hybridcar.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 229px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-COvvBqYoLdE/TgGI1DqQJAI/AAAAAAAAAas/hC8swSV0Fvg/s400/hybridcar.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5620924255032058882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vatikan 21/6/2011)Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Benediktus XVI telah mendapatkan mobil baru Mercedes Benz M-Class dengan tambahan ruang serupa kapsul di bagian belakang. Namun, mobil itu bukan bertenaga listrik seperti yang pernah dimintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dilansir caradvice.com, Selasa, 21 Juni 2011, mobil untuk Paus adalah Mercedes Benz M-Class Plug in Hybrid. "Pada Desember tahun lalu, sejatinya Paus Benediktus ingin sistem pembakaran pada kendaraannya di-upgrade, atau berganti menjadi kendaraan listrik murni," laman itu menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, mobil listrik merupakan kendaraan ramah lingkungan, namun hal itu dinilai kurang dalam hal akselerasi. Terutama bila terjadi kondisi darurat. Lantaran itulah dipilih mobil berteknologi hybrid yang juga ramah lingkungan dengan performa tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil Mercedes untuk Paus itu telah dimodifikasi sedemikian rupa. Mesin konvensionalnya  serupa dengan mesin milik Mercedes Benz Vision S500 yang diperkenalkan pertama kali di ajang Frankfurt Motor Show 2009 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mobilpausAdapun motor listriknya berkekuatan 45 kilo watt yang dilengkapi baterai ion lithium berkapasitas 10 kilo watt jam (kwh). Bila baterai terisi penuh, mobil tersebut mampu menempuh jarak hingga 30 kilometer hanya dengan menggunakan motor listrik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya, untuk alasan keamanan hingga kini tidak ada rincian tentang spefisikasi mesin dan fitur lain yang digunakan mobil tersebut. Namun, yang pasti, mesin yang diusung Mercedes Benz Vision S500 mampu berakselerasi dari 0 - 100 kilometer per jam hanya dalam tempo 5,5 detik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, dailymail dan independent melaporkan mobil berwarna putih terbuat itu terbuat dari baja setebal 2 inci yang kebal peluru dan tahan ledakan. Begitu pun dengan kacanya. Mobil ini masih bisa berjalan meski bannya dalam keadaan kempis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber &amp; gambar : tempoInterkatif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-3965638004435351694?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/3965638004435351694/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=3965638004435351694&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/3965638004435351694'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/3965638004435351694'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/06/inilah-mobil-plug-in-hybrid-untuk-paus.html' title='Inilah Mobil Plug-in Hybrid untuk Paus Benediktus XVI'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-COvvBqYoLdE/TgGI1DqQJAI/AAAAAAAAAas/hC8swSV0Fvg/s72-c/hybridcar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-1242538891160104970</id><published>2011-05-17T18:01:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T18:03:25.093-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='temods regio jawa plus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OMK'/><title type='text'>MODERATOR OMK PERDALAM SPIRITUALITAS</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-JDOAk_K3r3U/TdMavAhbeRI/AAAAAAAAAZQ/qjhCWhCq-Dw/s1600/OMK.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 226px; height: 170px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-JDOAk_K3r3U/TdMavAhbeRI/AAAAAAAAAZQ/qjhCWhCq-Dw/s400/OMK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5607855355902785810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 79 pastor moderator dan aktivis pendamping orang muda Katolik (OMK)  dari 22 keuskupan mengikuti temu moderator OMK Regio Jawa plus di Wisma Salam, Muntilan, Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara yang berlangsung 9-14 Mei dengan tema “Mencari  dan Mengembangkan Spiritualitas Yesus Dalam Pastoral OMK” ini juga diikuti peserta dari luar Jawa, termasuk Medan, Makassar, Kalimatan, dan NTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara selama enam hari itu dibuka oleh Uskup Agung Semarang Mgr Johannes Pujasumarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kesempatan tersebut, selain sharing dari masing-masing keuskupan, juga dilakukan out bound community building.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kedua dan ketiga mereka mengikuti live in di wilayah Gereja Ganjuran, Bantul,  dan di sekitar Paroki St Maria Lourdes Sumber di Magelang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Ganjuran, peserta diajak menimba pengalaman dari tokoh spiritualitas paroki setempat, Pastor Gregorius Utomo Pr, yang meski sudah sepuh namun tetap jernih dalam pemaknaan sabda, hidup dan pewartaan Yesus bagi pastoral jaman sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di Paroki Sumber, peserta banyak mendalami spiritualitas dari Pastor Vincentius Kirjito Pr,  berkaitan dengan pengelolaan alam di lereng Gunung Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Melalui pencarian spiritualitas Yesus, diharapkan nantinya  mereka mampu mengembangkan pendampingan OMK dengan lebih baik lagi,” kata Ketua Komisi Kepemudaan KAS Pastor FX. Endra Wijayanta Pr.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Model pendampingan di Youth Sprirituality Center Wisma Salam cukup bagus. Ada tim yang menangani permainan dengan risiko tinggi, sehingga kami merasa diperkaya,”kata Yoseph Tien (36), salah seorang peserta dari Keuskupan Agung Medan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga ingin menularkan pengalamannya di keuskupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;http://www.cathnewsindonesia.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-1242538891160104970?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/1242538891160104970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=1242538891160104970&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1242538891160104970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1242538891160104970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/05/moderator-omk-perdalam-spiritualitas.html' title='MODERATOR OMK PERDALAM SPIRITUALITAS'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-JDOAk_K3r3U/TdMavAhbeRI/AAAAAAAAAZQ/qjhCWhCq-Dw/s72-c/OMK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-4979521358234316080</id><published>2011-05-11T19:01:00.000-07:00</published><updated>2011-05-13T13:44:56.394-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JOMKA 2011'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel orang muda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='OMK'/><title type='text'>JOMKA 2011 : “Let’s Join Us!”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-QwZVdPHB1Us/Tcs_7jPtqrI/AAAAAAAAAZA/CDRPE-2A1kg/s1600/NEW-logo%2BJOMKA%2B2011%2Bcopy2S.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-QwZVdPHB1Us/Tcs_7jPtqrI/AAAAAAAAAZA/CDRPE-2A1kg/s400/NEW-logo%2BJOMKA%2B2011%2Bcopy2S.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605644453498694322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“OMK di Indonesia adalah bagian tak terpisahkan dari Gereja dan masyarakat. Untuk itu kita harus siap menjadi orang-orang dalam tataran agent of change (agen perubahan)!” ucap Daniel Awigra – salah seorang pembicara yang hadir dalam JOMKA 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua tahun silam, tepatnya tanggal 20 – 23 September 2009 telah digelar JOMKA (Jambore Orang Muda Katolik Keuskupan Banjarmasin) 2009 yang diikuti oleh peserta dari 9 paroki (Katedral, Kelayan, Veteran, Banjarbaru, Pelaihari, Sungai Danau, Batulicin, Kotabaru dan Tanjung). JOMKA 2009 merupakan ajang bagi OMK yang mewakili paroki masing-masing untuk saling terinteraksi satu sama lain (silaturahmi), berbagi rasa, memberi diri dan hati, meresapkan doa-doa, melambungkan pujian dan menjalin persahabatan. Semua hal itu bertujuan untuk membangun dan mengembangkan karakter peserta JOMKA 2009 agar sesuai dengan nilai-nilai Kristiani, seturut dengan apa yang telah dirumuskan dalam hasil PERNAS OMKI 2005 dan ArDas (Arah dan Dasar) Komisi Kepemudaan Provinsi Gerejawi Pontianak – Samarinda 2005 – 2010. JOMKA 2009 diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelum pelaksanaan JOMKA, para peserta sudah mulai berdatangan di lokasi kegiatan, yaitu di Komplek TK-SD-SMP Sanjaya Banjarbaru. JOMKA dibuka sore hari dengan Perayaan Ekaristi di Gereja Bunda Maria Banjarbaru yang dipimpin oleh Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin Pastor Petrus Prillion, MSF. Dalam homili singkatnya, Pastor Prillion mengangkat tema : “Orang Muda dan Semangat”. Pastor Prillion berujar, “Bila kita berbicara tentang kata ‘M-U-D-A’, itu sama artinya dengan manusia untuk dan dari Allah. Sedangkan kata ‘SE-MA-NGAT’ dapat dimaknai sebagai selalu mantap nggak akan telat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam kegiatan menarik pun menjadi menu santapan sehari-hari para peserta kegiatan, diantaranya : ice breaking, live band, pembekalan materi tentang OMK, outbond besar dan kecil dengan bermacam permainan unik dan menarik (magic carpet, pipa bocor, menyeberangi sungai, memecahkan sandi dan lain-lain), ibadat taizé dan ditutup dengan sesi wawan hati bersama Bapak Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr. Petrus Boddeng Timang dengan mengangkat tema : “Siapakah Orang Muda Katolik (OMK) itu?” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai mendengarkan beragam pendapat yang dilontarkan oleh beberapa orang perwakilan OMK, Mgr. Timang mengatakan kepada peserta bahwa selaku OMK, kita ini adalah masa depan sekaligus masa sekarang Gereja. Selain itu, OMK juga merupakan asset yang tidak bisa ditinggalkan baik oleh masyarakat dan juga Gereja. Dalam Perayaan Ekaristi Penutupan JOMKA, Bapak Uskup berpesan supaya para peserta selaku OMK yang adalah bagian dari penduduk di Kalimantan Selatan tetap bangga menjadi warga negara Indonesia sekaligus sebagai orang Katolik. Kegiatan bertema : “Gaudium in Christo” (Kegembiraan bersama Kristus; bdk. Yeh 34:15-16) ini berlangsung selama 4 hari 3 malam, diikuti oleh 257 orang peserta dan didukung oleh 46 orang anggota panitia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kelanjutan agenda kegiatan di atas, maka pada tanggal 27 – 31 Agustus 2011 mendatang Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin akan menggelar kegiatan JOMKA, bertempat di Komplek Gunung Kupang, dengan tema : “Omnia Vincit Amor” : Kasih Mengalahkan Segalanya (bdk. 1 Kor 13:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai OMK se-Keuskupan Banjarmasin, kami menanti kehadiran sahabat-sahabat semua dalam JOMKA 2011! Untuk pendaftaran, mohon menghubungi Pastor Paroki atau Ketua KOMKA di paroki masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let’s join us...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[by : Dionisius Agus Puguh Santosa; 22/02/2011; 15:33 pm; &lt;br /&gt;anggota Divisi LITBANG KOMISI KEPEMUDAAN Keuskupan Banjarmasin&lt;br /&gt;Foto :  Dionisius Agus Puguh Santosa]&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-4979521358234316080?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/4979521358234316080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=4979521358234316080&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4979521358234316080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4979521358234316080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/05/jomka-2011-lets-join-us.html' title='JOMKA 2011 : “Let’s Join Us!”'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-QwZVdPHB1Us/Tcs_7jPtqrI/AAAAAAAAAZA/CDRPE-2A1kg/s72-c/NEW-logo%2BJOMKA%2B2011%2Bcopy2S.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-1110043568326193447</id><published>2011-01-25T22:42:00.000-08:00</published><updated>2011-01-25T22:45:55.949-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel orang muda'/><title type='text'>PROBLEM “KLASIK” ORANG MUDA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TT_C28iuxUI/AAAAAAAAAYo/SIYQnGauXF8/s1600/DSC01851_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 268px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TT_C28iuxUI/AAAAAAAAAYo/SIYQnGauXF8/s400/DSC01851_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5566381913673745730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(oleh : Dionisius Agus Puguh Santosa/Divisi Litbang KOMKEP Keuskupan Banjarmasin – sebuah refleksi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah keprihatinan timbul dalam benak saya, sebuah keprihatinan yang selalu terjadi dan terjadi kembali dan saya menyebutnya sebagai “problem klasik” orang muda. Apakah itu? Sebagai contoh: ketika KOMKA di sebuah paroki sedang maju-majunya dan sedang seru-serunya dalam berbagai macam kegiatan mereka; tiba-tiba muncul isu “ini dan itu”, tiba-tiba ada masalah “ini dan itu”, tiba-tiba si anu begini dan si itu begitu... Sampai-sampai saya bertanya kepada diri saya sendiri, “Mengapa persoalannya selalu itu-itu saja dari dulu?” &lt;br /&gt;Jika sebuah masalah yang timbul ternyata tidak bisa diselesaikan, lalu muncul masalah berikutnya dan berikutnya lagi... kemudian saya mendengar cerita dari salah satu anggota KOMKA, “KOMKA kami sudah bubar!” Oh, betapa sedih hati saya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya kembali bertanya kepada sahabat saya itu, “Apakah tidak bisa dikumpulkan kembali?” Dengan pandangan menerawang jauh dan nada setengah putus asa ia berkata: “Sulit! Sepertinya tidak mungkin lagi! Mungkin kapan-kapan baru bisa....”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ego dan Cita-cita : untuk Berseteru atau Bersatu?!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya orang muda memang tidak bisa dilepaskan dari “ego” dan cita-cita yang tinggi. Orang muda biasanya berjuang dengan penuh semangat, dengan idealisme yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita di hati. Bila situasi terasa kondusif dan positif, maka semua akan berjalan baik dan wajar-wajar saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi ketika ada keinginan untuk “saling menjatuhkan” satu sama lain – dengan berbagai motivasi atau niat di dalamnya, maka yang namanya “permasalahan” tak dapat dihindari lagi. Di saat-saat seperti ini orang biasanya menjadi tidak peduli; dengan prinsip bahwa masalah yang timbul bisa diselesaikan di kemudian hari, meski pada kenyataannya kerap terjadi, masalah tersebut malah menjadi pemicu hadirnya masalah-masalah berikutnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan selanjutnya sangat tergantung kepada diri orang muda itu sendiri. Apakah ia akan memanfaatkan ego dan cita-cita yang dimilikinya untuk berseteru (menciptakan jarak, bahkan permusuhan) dengan rekan-rekannya sesama orang muda? Ataukah ego dan cita-cita itu akan dimanfaatkan untuk kebaikan bersama? Untuk menyatukan gerak langkah orang-orang muda dalam kelompoknya? Seperti halnya dengan sekeping mata uang logam, yang ketika dilemparkan ke atas dan lalu jatuh ke bawah, selalu mempunyai kemungkinan yang sama untuk menampilkan salah satu sisi dari mata uang tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini peran pastor, suster, dewan paroki maupun para pendamping orang muda “dapat turut menentukan” perjalanan komunitas orang muda yang ada di suatu paroki, wilayah, ataupun stasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang muda kita selalu memerlukan bimbingan dan pendampingan dari waktu ke waktu. Orang muda kita juga rindu perhatian dan kepedulian semua pihak. Semua itu bisa diibaratkan sebagai “pohon tempat bernaung” dari hujan dan terik matahari. Dalam sebuah komunitas orang muda pun hendaknya berjalan “fungsi kontrol” yang dilaksanakan oleh para pengurusnya. Bagaimana seorang ketua KOMKA benar-benar tahu situasi dan kondisi teman-teman KOMKA yang dipimpinnya; tentu ia harus bekerjasama dengan pengurus dan anggota KOMKA lainnya. Memang tak selalu mudah untuk mempraktekkannya di lapangan, karena pada kenyataannya masih saja muncul kelompok-kelompok “kecil” dalam tubuh KOMKA bersangkutan. Bahkan tak jarang kelompok-kelompok kecil ini berjalan sendiri-sendiri sesuai dengan selera dan tujuan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lain sisi saya pernah mendapati sebuah komunitas KOMKA yang dipimpin oleh seorang ketua “otoriter”, suka main perintah dan kurang suka menerima ide/pendapat anggota KOMKA lainnya. Memang berbagai program kegiatan telah berhasil dilaksanakan di lapangan, tetapi semua itu diikuti oleh “keluhan” di belakang layar.&lt;br /&gt;Tak selalu mudah untuk mengaplikasikan “ego dan cita-cita” yang ada. Diperlukan sikap “tepaselira” (kerendahan hati, kepedulian, mau mengerti dan dimengerti), juga sikap mawas diri untuk menjaga “relasi” yang telah terbangun di antara sesama orang muda. Di sini hendaknya dilakukan usaha-usaha supaya ego dan cita-cita tersebut dapat menjadi sarana untuk membangun kebaikan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang seberapa besarkah kepedulian kita terhadap orang muda? Apakah kita cukup puas dengan hanya menjadi penonton saja? Ketika kita mencoba melakukan “sesuatu”  (meskipun hal-hal itu kecil) untuk orang muda kita; maka kita telah membantu menyiapkan orang muda kita menjadi generasi penerus sekaligus generasi harapan Gereja di masa depan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kegiatan OMK : Antara “Ramé-ramé” dan “Jatuh Cinta”!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian kegiatan yang melibatkan OMK didalamnya, terkadang hanya berupa kegiatan yang sifatnya ramé-ramé! Ya, mungkin saja kegiatan tersebut hanya berlangsung selama beberapa waktu saja atau digandrungi oleh OMK dalam rentang waktu tertentu. Setelah berjalan selama beberapa kali penyelenggaraan, sedikit demi sedikit OMK pun menghilang dan lama kelamaan kegiatan tersebut pun ikut menghilang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal demikian patut menjadi sebuah keprihatinan kita bersama, agar untuk ke depannya bisa diselenggarakan kegiatan-kegiatan yang lebih jelas dan terarah dengan konsep dan tujuan yang terencana dengan baik! Sayang sekali jika sebuah kegiatan hanya bertujuan “ramé-ramé” saja, dan hal seperti ini malah menimbulkan keluhan di kalangan umat maupun orang tua di kemudian hari. Bisa dimaklumi alasannya, karena kegiatan-kegiatan besar biasanya memerlukan pendanaan yang besar pula!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, membuat atau menciptakan sebuah kegiatan bagi orang muda itu tidaklah mudah. Pengalaman saya bersama teman-teman dalam KOMKA paroki maupun dalam Komisi Kepemudaan (KOMKEP) Keuskupan Banjarmasin menunjukkan bahwa tidak semua kegiatan yang digelar akan mendapatkan apresiasi seperti yang diharapkan! Terkadang kegiatan yang sudah dipersiapkan matang-matang dan jauh-jauh hari ternyata setelah digelar malahan “sepi” peminat. Sedangkan suatu kegiatan yang dipersiapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya justru mendapatkan apresiasi luar biasa! Dalam kondisi demikian biasanya panitia penyelenggara menjadi kelabakan untuk merespon animo orang muda yang ingin terlibat dalam kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang seperti itulah dunia orang muda. Segala sesuatu acapkali tidak bisa ditebak, sekali waktu cenderung mengikuti “trend” yang sedang berkembang. Tapi apapun namanya, dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan bagi orang muda, wajib memperhatikan hal-hal berikut :&lt;br /&gt;1. Apa tujuan kegiatan tersebut?&lt;br /&gt;2. Apakah kegiatan tersebut mempunyai tujuan jangka panjang? Ataukah kegiatan tersebut hanya akan digelar sekali atau dua kali penyelenggaraan saja, lalu berhenti?&lt;br /&gt;3. Siapakah saja yang akan dijangkau oleh kegiatan tersebut? Sangat baik bila bisa menjangkau orang muda di paroki bersangkutan, lintas paroki bahkan lintas keuskupan.&lt;br /&gt;4. Pertimbangkan dampak positif dan negatif penyelenggaraan kegiatan tersebut; bila lebih banyak negatifnya maka lebih baik tidak usah dilaksanakan atau diganti dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat.&lt;br /&gt;5. Siapa saja yang menjadi pendamping dalam kegiatan orang muda tersebut? Sangat baik bila pastor paroki, suster, frater, biarawan, biarawati bisa terlibat, atau setidaknya ada perwakilan dewan paroki atau umat yang mendampingi kegiatan tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.&lt;br /&gt;6. Tentang dana pendukung kegiatan diambil dari mana sumbernya (Komisi Kepemudaan KWI, keuskupan, paroki, swadaya, iuran, dan sebagainya)?&lt;br /&gt;7. Apabila kegiatan tersebut tidak dilaksanakan, apakah akan memiliki dampak tertentu terhadap KOMKA maupun paroki?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah kuno yang pernah dipopulerkan oleh Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara yang berbunyi, “Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani (dari depan memberikan teladan, dari tengah memberikan bimbingan, dari belakang memberikan dorongan).” Pepatah itu bila dikaji secara mendalam mengandung makna yang mendalam! Maka menurut hemat saya pola pendidikan orang muda kita bisa mengikuti pola yang ada dalam pepatah tersebut. Tidak sulit untuk mempraktekkannya dalam kegiatan KOMKA sehari-hari, hanya saja perlu kerendahan hati dan kedewasaan diri dalam pelaksanaannya, serta dibutuhkan sikap saling asah-asih-asuh (membina, mengasihi, mendampingi) di antara orang muda kita, dengan dilandasi oleh nilai-nilai Kristiani tentunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan ada lagi yang merasa lebih senior, lalu dengan seenaknya memperlakukan teman-temannya yang lebih yunior dengan semena-mena. Tetapi berikanlah perlakuan yang sama kepada semua. Bina rasa saling percaya, saling peduli, saling memperhatikan satu sama lain dengan penuh ketulusan dan rela melayani, “...layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” (bdk. Galatia 5:13). Dengan demikian kita telah mengembangkan sekaligus menghidupkan “budaya cinta” dalam komunitas orang muda kita; dengan harapan setiap orang muda di paroki makin “jatuh cinta” dengan KOMKA parokinya masing-masing. Semoga!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Banjarbaru-Banjarmasin-Jakarta, 21, 22, 23 Juni + 11, 12, 28 Juli 2010)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-1110043568326193447?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/1110043568326193447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=1110043568326193447&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1110043568326193447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1110043568326193447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2011/01/problem-klasik-orang-muda.html' title='PROBLEM “KLASIK” ORANG MUDA'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TT_C28iuxUI/AAAAAAAAAYo/SIYQnGauXF8/s72-c/DSC01851_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-6191202279013742682</id><published>2010-12-11T01:23:00.000-08:00</published><updated>2010-12-11T01:26:38.604-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesan natal bersama kwi - pgi'/><title type='text'>PESAN NATAL BERSAMA KWI - PGI 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TQNDeCT1uTI/AAAAAAAAAYQ/rGuZOWT4FiI/s1600/0826.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 286px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TQNDeCT1uTI/AAAAAAAAAYQ/rGuZOWT4FiI/s400/0826.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549353349145803058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pesan Natal Bersama Tahun 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)&lt;br /&gt;KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI)&lt;br /&gt;TAHUN 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia"&lt;br /&gt;(bdk. Yoh. 1:9)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudari yang terkasih,&lt;br /&gt;segenap umat Kristiani Indonesia di mana pun berada, Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Pada saat ini kita semua sedang berada di dalam suasana merayakan kedatangan Dia, yang mengatakan: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup"1. Dalam merenungkan peristiwa ini, rasul Yohanes dengan tepat mengungkapkan: "Terang yang sesungguhnya itu sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya"2. Suasana yang sama juga meliputi perayaan Natal kita yang terjalin dan dikemas untuk merenungkan harapan itu dengan tema: "Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dunia".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Saudara-saudari terkasih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bersyukur boleh hidup dalam suatu negara yang secara konsti-tusional menjamin kebebasan beragama. Namun akhir-akhir ini gejala-gejala kekerasan atas nama agama semakin tampak dan mengancam ke-rukunan hidup beragama dalam masyarakat. Hal ini mencemaskan pihak-pihak yang mengalami perlakuan yang tidak wajar dalam masyarakat kita. Kita semakin merasa risau akan perkembangan "peradaban" yang mengarus-utamakan jumlah penganut agama; "peradaban" yang memenangkan mereka yang bersuara keras berhadapan dengan mereka tidak memiliki kesempatan bersuara; "peradaban" yang memenangkan mereka yang hidup mapan atas mereka yang terpinggirkan. Peradaban yang sedemikian itu pada gilirannya akan menimbulkan perselisihan, kebencian dan balas-dendam: suatu peradaban yang membuahkan budaya kematian dari pada budaya cinta yang menghidupkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan yang juga mencemaskan kita adalah kehadiran para penang-gungjawab publik yang tidak sepenuhnya memperjuangkan kepentingan rakyat kebanyakan. Para penanggungjawab publik memperlihatkan kiner-ja dan moralitas yang cenderung merugikan kesejahteraan bersama. So-rotan media massa terhadap kinerja penanggungjawab publik yang kurang peka terhadap kepentingan masyarakat, khususnya yang terung-kap dengan praktek korupsi dan mafia hukum hampir di segala segi kehidupan berbangsa, sungguh-sungguh memilukan dan sangat mempri-hatinkan, karena itu adalah kejahatan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan ini yang berlawanan dengan keadaan masyarakat yang sema-kin jauh dari sejahtera,  termasuk sulitnya lapangan kerja, semakin mem-perparah kemiskinan di daerah pedesaan dan perkotaan. Keadaan ini diperberat lagi oleh musibah dan bencana yang sering terjadi, baik karena faktor murni alami maupun karena dampak campur-tangan kesalahan manusiawi, terutama dalam penanganan dan penanggulangannya. Sisi-sisi gelap dalam peradaban masyarakat kita dewasa ini membuat kita semakin membutuhkan Terang yang sesungguhnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terang yang sesungguhnya, yaitu Yesus Kristus menjelma menjadi ma-nusia, sudah datang ke dalam dunia. Walaupun banyak orang  menolak Terang itu, namun Terang yang sesungguhnya ini membawa pengha-rapan sejati bagi umat manusia. Di tengah kegelapan, Terang itu me-numbuhkan pengharapan bagi mereka yang menjadi korban ketidak-adilan. Bahkan di tengah bencana pun muncul kepedulian yang justru melampaui batas-batas suku, agama, status sosial dan kelompok apa pun. Terang itu membawa Roh yang memerdekakan kita dari pelbagai kege-lapan, sebagaimana dikatakan oleh Penginjil Lukas: "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal adalah tindakan nyata Allah untuk mempersatukan kembali di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu yang telah diciptakan-Nya. Semua yang dilihat-Nya baik adanya itu, yang telah dirusakkan dan diceraiberaikan oleh kejahatan manusia, menemukan dirinya di dalam Terang itu. Oleh karena itu, dengan menyambut dan merayakan Natal sebaik-baiknya, kita menerima kembali, “dan demikian juga menya-tukan diri kita dengan” karya penyelamatan Allah yang baik bagi semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam merayakan Natal sekarang ini, kita semua kembali diingatkan, bahwa Terang sejati itu sedang datang dan sungguh-sungguh ada di da-lam kehidupan kita. Terang itu, Yesus Kristus, berkarya dan membuka wawasan baru bagi kesejahteraan umat manusia serta keutuhan ciptaan. Inilah semangat yang selayaknya menjiwai kita sendiri serta suasana di mana kita sekarang sedang menjalani pergumulan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Saudara-saudari terkasih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa Natal membangkitkan harapan dalam hidup dan sekaligus memanggil kita untuk tetap mengupayakan kesejahteraan semua orang. Kita juga dipanggil dan diutus untuk menjadi terang yang membawa pengharapan, dan terus bersama-sama mencari serta menemukan cara-cara yang efektif dan manusiawi untuk memperjuangkan kesejahteraan ber-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama Rasul Paulus, kami mengajak seluruh umat kristiani di tanah air tercinta ini: "Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan"6, karena dengan membalas kejahatan dengan kejahatan, kita sendirilah yang dikalahkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya kita wajib ikut-serta mewujudkan masyarakat yang sejah-tera, adil dan makmur, bahkan melalui usaha-usaha kecil tetapi konkrit seperti menjalin hubungan baik dengan sesama warga masyarakat demi kesejahteraan bersama. Kita turut menjaga dan memelihara serta melestarikan lingkungan alam ciptaan, antara lain dengan menanam pohon dan mengelola pertanian selaras alam, dengan tidak membuang sampah secara sembarangan; mempergunakan air dan listrik seperlunya, mempergunakan alat-alat rumahtangga yang ramah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam situasi bencana seperti sekarang ini kita melibatkan diri secara proaktif dalam pelbagai gerakan solidaritas dan kepedulian sosial bagi para korban, baik yang diprakarsai gereja, masyarakat maupun pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita memantapkan penghayatan keberimanan kristiani kita, terutama secara batiniah, sambil menghindarkan praktik-praktik iba-dat keagamaan kita secara lahiriah, semu dan dangkal. Hidup beragama yang sejati bukan hanya praktik-praktik lahiriah yang ditetap-kan oleh lembaga keagamaan, melainkan berpangkal pada hubungan yang erat dan mesra dengan Allah secara pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, marilah kita menyambut dan merayakan kedatangan-Nya dalam kesederhanaan dan kesahajaan penyembah-penyembah-Nya yang pertama, yakni para gembala di padang Efrata, tanpa jatuh ke dalam perayaan gegap-gempita yang lahiriah saja. Marilah kita percaya kepada Terang itu yang sudah bermukim di antara kita, supaya kita menjadi anak-anak Terang7.[1]Dengan demikian perayaan Natal menjadi kesempatan mulia bagi kita untuk membangkitkan dan menggerakkan peradaban kasih sebagai tanda penerimaan akan Terang itu dalam lingkungan kita masing-masing. Dengan pemikiran serta ungkapan hati itu, kami mengucapkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SELAMAT NATAL 2010 DAN TAHUN BARU 2011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 12 November 2010    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONFERENSI  WALIGEREJA &lt;br /&gt;INDONESIA (KWI),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mgr. M.D. Situmorang OFMCap.&lt;br /&gt;Ketua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mgr. J.M. Pujasumarta&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA    &lt;br /&gt;DI INDONESIA  (PGI),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Dr. A.A. Yewangoe                 &lt;br /&gt;Ketua Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pdt. Gomar Gultom, M.Th.                      &lt;br /&gt;Sekretaris Umum          &lt;/span&gt;            &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : mirifica.net&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-6191202279013742682?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/6191202279013742682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=6191202279013742682&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/6191202279013742682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/6191202279013742682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/12/pesan-natal-bersama-kwi-pgi-2010.html' title='PESAN NATAL BERSAMA KWI - PGI 2010'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TQNDeCT1uTI/AAAAAAAAAYQ/rGuZOWT4FiI/s72-c/0826.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-1969886531186756077</id><published>2010-12-11T01:19:00.000-08:00</published><updated>2010-12-11T01:22:56.213-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KAUM MUDA dalam VENTIMIGLIA 1'/><title type='text'>MAU DIBAWA KEMANA OMK KITA?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TQNC3z7h_nI/AAAAAAAAAYI/gUjlfTayUMI/s1600/AgusBli%2BCAMPING%2BSUDAN%2B005.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TQNC3z7h_nI/AAAAAAAAAYI/gUjlfTayUMI/s400/AgusBli%2BCAMPING%2BSUDAN%2B005.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5549352692450721394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(oleh : Dionisius Agus Puguh Santosa/Divisi Litbang KOMKEP Keuskupan Banjarmasin – sebuah refleksi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas sepintas selalu mungkin terdengar mirip dengan judul sebuah lagu yang dipopulerkan oleh salah satu band anak muda yang sedang naik daun setahun terakhir ini. Saya sengaja membuat judul seperti itu dengan tujuan mengajak Anda sekalian untuk menyimak, mencermati, melihat, merenung lalu “ikut tanggap” terhadap fenomena dan realitas kehidupan OMK (Orang Muda Katolik) khususnya di Keuskupan Banjarmasin tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Orang Muda Masa Kini dan Masa Depan Gereja?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan dalam sub judul di atas menyiratkan “harapan” terhadap OMK di tiap-tiap paroki pada khususnya dan di Keuskupan Banjarmasin pada umumnya. Harapan agar orang muda kita berkiprah bagi gereja baik di masa kini maupun di masa mendatang. Apakah harapan itu sudah mampu diwujudkan oleh orang muda kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah mendapati fakta bahwa KOMKA di sebuah paroki “tidak mendapat dukungan” dari pastor parokinya. Ada juga KOMKA paroki yang tidak mendapatkan dukungan dari dewan parokinya. Sungguh, situasi dan kondisi tersebut cukup ironis dan memprihatinkan! Lalu bila sikonnya (situasi dan kondisinya) demikian, bagaimana orang muda di paroki tersebut akan berkiprah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun silam saya mendengar sharing dari sahabat-sahabat KOMKA dari beberapa paroki yang menyebutkan bahwa mereka tidak mendapatkan dukungan apa-apa ketika hendak menyelenggarakan kegiatan-kegiatan KOMKA di parokinya. Alasan diplomatis yang seringkali saya dengar adalah karena “tidak adanya dana”, meski tak jarang juga muncul alasan lain sebagai latar belakangnya. Sebut saja masalah “komunikasi” antara KOMKA dengan dewan paroki maupun pastor parokinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi bisa menjadi “kunci” pokok relasi yang terjalin diantara KOMKA dengan pastor paroki, dewan paroki maupun umat. Komunikasi yang buruk akan berdampak kurang menguntungkan bagi eksistensi (keberadaan) KOMKA di suatu paroki. Kadang-kadang masalah komunikasi ini dianggap sebagai sesuatu yang remeh (sepele) dan tidak penting. Baru setelah timbul masalah yang lebih besar, masing-masing pihak kemudian saling menyalahkan, bahkan tidak jarang masalah menjadi berbuntut panjang dan susah diselesaikan, karena masing-masing pihak saling tidak mau mengalah satu terhadap yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih sulit lagi untuk diselesaikan adalah, apabila di kemudian hari – setelah melewati beberapa generasi kepengurusan KOMKA, masalah tersebut seolah-olah menjadi “warisan” yang harus ditanggung oleh KOMKA generasi berikutnya! Permasalahan di masa lalu, tetap menjadi masalah hingga sekarang, bahkan tidak menutup kemungkinan akan berlanjut terus sampai waktu yang tak pasti! Ini realitas yang saya dapati di lapangan dan bukan hanya omong kosong belaka. Yang masih saya pikirkan adalah, bagaimana “membersihkan nama” KOMKA yang sudah terlanjur “dicap kurang baik” tersebut? Lalu bagaimana nasib KOMKA di paroki itu, jika seandainya pada diri KOMKA-nya masih melekat stigma “negatif” warisan masa lalu? Adakah yang bisa membantu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Orang Muda Katolik yang Ideal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak KOMKA di sebuah paroki yang berada di daerah perkotaan dengan anak-anak KOMKA yang berada di paroki yang terletak di daerah luar kota, tentu memiliki kebutuhan yang berbeda. Bagi KOMKA yang berada di stasi, kegiatan doa bersama, latihan koor dan pendalaman iman secara teratur mungkin dianggap sudah cukup. Namun bagaimana dengan kegiatan KOMKA di perkotaan? Bila kita saksikan, seiring perkembangan jaman kegiatan KOMKA di perkotaan kini telah diwujudkan dalam berbagai bentuk kreatifitas: pertunjukan band, rekreasi keluar kota, nonton film bersama, mengadakan bakti sosial ke panti asuhan, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa yang sebenarnya ingin dicari atau ingin didapatkan dari semua kegiatan tersebut? Apakah sekedar kumpul-kumpul, ramé-ramé, hura-hura tanpa jelas tujuannya? Ataukah memang ada tujuan “tertentu” yang hendak dicapai? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah perbicangan dengan seorang pastor muda, terungkap bahwa umat yang ideal adalah sesuatu yang sangat diharapkan oleh para pastor. Umat yang ideal di sini dimaksudkan sebagai umat yang meneladani “cara hidup jemaat perdana” – yang  menimbulkan daya tarik tersendiri, dan bisa dikatakan sebagai wujud pewartaan iman yang hidup. Bila kegiatan pewartaan berhenti, maka gereja dikhawatirkan bisa mandeg (berhenti-red) bahkan akan punah di suatu hari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa hubungannya dengan orang muda? Kondisi umat yang ideal mengasumsikan bahwa “orang mudanya pun harus ideal”; ideal dalam arti mampu dan mendapatkan kesempatan untuk menumbuhkembangkan imannya secara maksimal. Dalam hal ini, iman yang berkembang juga harus diimbangi dengan karya pewartaan kepada sesama orang muda: “Orang muda rasul bagi orang muda.” Dan melalui beragam kegiatan di atas, orang muda bisa menemukan wadah atau tempat untuk berekspresi sekaligus berkarya bagi gereja dan masyarakat. Di sini saya mau mengatakan bahwa segala bentuk kegiatan orang muda adalah baik, selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani dan juga nilai-nilai kehidupan yang berlaku universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;KOMKA Bila Dikelola dengan Baik Punya Potensi Luar Biasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sudah dilakukan omk kita selama beberapa tahun terakhir ini? Mungkin dari Anda akan ada yang menjawab: “OMK kami selalu rajin berkegiatan di gereja!” Lalu yang lain menanggapi, “Kalau OMK saya vakum!” Dan yang lain bisa jadi berkomentar begini, “Di tempat kami OMK-nya rame, seru dan mantap!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinamika OMK memang bisa mengalami pasang dan surut di setiap waktunya. Sebuah kegiatan besar yang dilakukan di tingkat keuskupan (misalnya: jambore OMK/Jomka, pelatihan pendamping OMK/pena dan lomba cerdas cermat Kitab Suci dalam rangka Hari Kitab Suci Nasional), dapat menjadi semacam “nyala” harapan dan pemicu “semangat” bagi teman-teman OMK di tingkat paroki, stasi hingga ke wilayah dan lingkungan. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang “nyala dan harapan” yang diperoleh dalam kegiatan-kegiatan tersebut ternyata belum mampu diteruskan kepada rekan-rekan yang lain di paroki/stasi dimana para peserta kegiatan berasal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor usia, pengalaman, keterampilan berkomunikasi (baik lisan maupun tulisan), relasi/hubungan antar teman, kesempatan, dan sebagainya bisa menjadi kendala yang menjadi penyebabnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu siang, saya dihampiri oleh salah seorang anggota KOMKA di sebuah stasi. Melalui perbincangan yang terjadi, ia mengundang saya untuk hadir di rumahnya dengan tujuan untuk berkumpul bersama dengan teman-teman KOMKA yang lain. Saya pun menyanggupi undangan tersebut, dan pada malam yang telah ditentukan saya berkunjung ke rumahnya. Tanpa saya sangka, ternyata yang hadir malam itu cukup banyak untuk ukuran sebuah stasi! Jika misalnya tiap-tiap stasi di wilayah Keuskupan Banjarmasin bisa mempunyai KOMKA stasi dengan jumlah anggota seperti itu, maka saya percaya bahwa jumlah orang muda kita yang dapat dikumpulkan melalui wadah KOMKA akan sangat besar! Jumlah yang besar bila dikelola dan didampingi dengan baik akan sanggup menumbuhkan potensi yang luar biasa dalam berbagai bidang maupun prestasi. Maju terus Orang Muda Katolik Keuskupan Banjarmasin!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Banjarbaru-Banjarmasin-Jakarta, 21, 22, 23 Juni + 11, 12, 17 Juli 2010)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-1969886531186756077?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/1969886531186756077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=1969886531186756077&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1969886531186756077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1969886531186756077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/12/mau-dibawa-kemana-omk-kita.html' title='MAU DIBAWA KEMANA OMK KITA?'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TQNC3z7h_nI/AAAAAAAAAYI/gUjlfTayUMI/s72-c/AgusBli%2BCAMPING%2BSUDAN%2B005.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-9190082913967948178</id><published>2010-11-24T16:26:00.000-08:00</published><updated>2010-11-24T16:30:33.799-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan adven 2010'/><title type='text'>PENDALAMAN IMAN Masa Adven 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TO2uC1P-51I/AAAAAAAAAYA/-eMeWcbE0WE/s1600/0812.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 305px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TO2uC1P-51I/AAAAAAAAAYA/-eMeWcbE0WE/s400/0812.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543278080040036178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TERANG YANG MENERANGI SETIAP ORANG SEDANG DATANG KE DALAM DUNIA (Yoh 1:9)&lt;br /&gt;Delegatus Kitab Suci dan Komisi Kateketik Keuskupan Banjarmasin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KATA PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di akhir bulan November ini, tepatnya tanggal 28, kita memasuki Masa Adven. Kita memperingati kedatangan Sang Terang Dunia dan sekaligus juga menantikan kedatanganNya kembali. Guna membantu menghayati masa penantian ini, Delegatus Kitab Suci dan Komisi Kateketik Keuskupan Banjarmasin telah menyiapkan materi Pendalaman Iman berdasarkan Tema Natal yang telah ditetapkan oleh KWI untuk tahun ini, “TERANG YANG MENERANGI SETIAP ORANG SEDANG DATANG KE DALAM DUNIA” (Yoh 1:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema ini dibagi menjadi sub-sub tema kecil. Setiap sub-tema menjadi bahan Pendalaman Iman mingguan dalam kelompok, KBG ataupun lingkungan. Adapun keempat sub tema itu adalah: Minggu I: Celakalah orang yang hidup dalam kegelapan. Minggu II: Orang memerlukan terang hidup. Minggu III: Yesus, Sang Terang sejati. Minggu IV: Orang yang diterangi, menjadi terang &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang akan kita gunakan dalam Pendalaman Iman kita adalah Sharing Tujuh Langkah. Ketujuh langkah itu adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Doa Menghadirkan Tuhan: Pertemuan diawali dengan pengantar singkat, lagu pembukaan dan doa pembukaan.&lt;br /&gt;2. Membacakan Teks Kitab Suci: Para peserta diajak untuk membaca teks yang sudah ditentukan.&lt;br /&gt;3. Mencari dan Merenungkan Ayat Menarik: Peserta diajak untuk membaca kembali teks Kitab Suci; merenungkan dan mendalami teks untuk mendapatkan arti teks berkaitan dengan kehidupan pribadinya.&lt;br /&gt;4. Sharing: Peserta diajak untuk menceritakan pengalaman hidupnya berdasarkan ayat yang menyentuh hatinya.&lt;br /&gt;5. Peneguhan Niat Oleh Pemandu: Pemandu memberikan sedikit ulasan dari pesan yang ditemukan dalam bacaan dan juga mengkaitkannya dengan pengalaman konkret dari para peserta&lt;br /&gt;6. Doa Permohonan: Para peserta diajak untuk menyampaikan beberapa doa. &lt;br /&gt;7. Bagian ini diakhiri dengan doa Bapa Kami.&lt;br /&gt;8. Rencana Kegiatan Atau Aksi: pengalaman persatuan dengan Tuhan diwujudnyatakan dengan membuat aksi nyata sesuai dengan kebutuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERTEMUAN MINGGU I&lt;br /&gt;Tema : CELAKALAH ORANG YANG HIDUP DALAM KEGELAPAN&lt;br /&gt;Bacaan : Yesaya 5:8.11-16.20-24&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Menyadarkan umat agar tidak hidup dalam kegelapan yang akan membawa orang kepada kebinasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAGASAN POKOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Yesaya lahir di sekitar tahun 765 sebelum Masehi. Ia mendapat panggilan Tuhan di penghujung pemerintahan raja Uzia, yaitu pada tahun 740 SM. Sebagai penyambung lidah Allah, Yesaya diutus untuk mengingatkan kerajaan Israel dan Yehuda akan kehancuran mereka sebagai hukuman atas ketidaksetiaan mereka kepada Allah. Pada awal karyanya, nampak sekali bahwa nada seruan nabi Yesaya berupa kritikan tajam atas kemerosotan moral yang merajalela di kerajaan Israel.&lt;br /&gt;Kecaman-kecaman yang dilontarkan oleh Yesaya begitu tegas dan pedas. Nadanya keras, kata-katanya pendek, tepat dan dahsyat. Kemungkinan, ini merupakan kumpulan dari kecaman-kecaman yang tidak diucapkan pada saat yang sama. Ucapan-ucapan semacam ini biasa dipakai oleh para nabi kepada bangsa Israel yang hidupnya mulai menyimpang dan jauh dari Tuhan. Orang yang lebih kuat, kaya, dan berkuasa, justru menjadi ancaman bagi orang kecil dan miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya ada enam kecaman yang disampaikan oleh Yesaya. Seluruh kecaman menyoroti perilaku bangsa Israel yang bobrok itu. Perilaku kegelapan. Meski tidak secara langsung menunjukkan apa hukuman terhadap mereka, tetapi nabi Yesaya memperlihatkan bahwa kebinasaanlah akhir hidup mereka. Kebobrokan yang mereka perbuat membawa mereka kepada situasi celaka, bukan terberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikecam oleh nabi Yesaya dalam bagian ini mencerminkan situasi Israel pada jaman pemerintahan raja Yotam (740-734 SM). Kecaman pertama menyoroti sikap ketamakan manusia yang tidak mengenal kepuasan dan ingin terus memperkaya diri bahkan dengan cara yang tidak benar. Kecaman kedua, mengritik orang-orang yang mencari kesenangan sehingga melupakan Tuhan. Kecaman ketiga mengarah pada mereka yang suka membolakbalikkan nilai-nilai moral. Kecaman keempat menentang mereka yang sombong dan tinggi hati. Sedang kecaman kelima menghukum para pemabok dan orang yang memanipulasi hukum serta keadilan. Kecaman-kecaman yang ada disertai dengan hukuman karena bagi Yesaya, kejahatan itu selalu menyangkut hubungan manusia dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN PERTEMUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. DOA MENGHADIRKAN TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kata pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak-ibu serta saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, kita berkumpul bersama untuk mendalami dan menggumuli bersama-sama bahan pendalaman iman dalam rangka masa Adven ini dengan tema besar “TERANG yang menerangi setiap orang sedang datang ke dalam dunia”. Pad a pertemuan yang pertama ini kita akan mendalami tema Celakalah orang yang hidup dalam kegelapan. Nabi Yesaya dengan keras menegur umat Israel karena mereka hidup di luar kehendak Tuhan, karena segala perbuatan mereka itu telah menjauhkan diri mereka dari Tuhan yang telah menolong dan menghantar mereka sebagai umat pilihan. Marilah kita membuka pertemuan kita ini dengan lagu pembukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Lagu Pembukaan dan Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Doa Pembukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berdoa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah, Bapa sumber hidup dan keselamatan kami, kami berterima kasih dan mengucap syukur kepadaMu, karena boleh mengharapkan janji keselamatan yang datang dariMu. Pada masa ini pun, kami masih menantikan kepenuhan karya penyelamatanMu yang telah terlaksana melalui Yesus Kristus di tengah perjuangan hidup kami. Jangan biarkan kami terpisah dariMu akibat kesibukan kami. Bantulah kami mengangkat kepala dan menantikan Dikau sebagai penyelamat kami yang memulihkan persatuan kami dengan Dikau dan sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab Engkau Maharahim dan penuh cinta bagi semua orang. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. MEMBACAKAN TEKS KITAB SUCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang peserta diminta untuk membacakan teks Yesaya 5:8.11-16.20-24 dengan suara yang jelas dan lantang, tanpa tergesa-gesa. Peserta yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian, sambil mengikutinya dengan Kitab Sucinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di telingaku terdengar firman TUHAN semesta alam: 8 Celakalah mereka yang menyerobot rumah demi rumah dan mencekau ladang demi ladang, sehingga tidak ada lagi tempat bagi orang lain dan hanya kamu sendiri yang tinggal di dalam negeri! 11 Celakalah mereka yang bangun pagi-pagi dan terus mencari minuman keras, dan duduk-duduk sampai malam hari, sedang badannya dihangatkan anggur! 12 Kecapi dan gambus, rebana dan suling, serta anggur terdapat dalam perjamuan-perjamuan mereka, tetapi perbuatan TUHAN tidak dipandangnya dan pekerjaan TUHAN tidak dilihatnya. 13 Sebab itu umat-Ku harus pergi ke dalam pembuangan, oleh sebab mereka tidak mengerti apa-apa; orang-orang yang mulia akan mati kelaparan, dan khalayak ramai akan menderita kehausan. 14 Sebab itu dunia orang mati akan membuka kerongkongannya lapang-lapang dan akan mengangakan mulutnya lebar-lebar dengan tiada terhingga, sehingga lenyap ke dalamnya segala kesemarakan dan keramaian Yerusalem, segala kegaduhannya dan orang-orang yang bersukaria di kota itu. 15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka manusia akan ditundukkan, dan orang akan direndahkan, ya, orang-orang sombong akan direndahkan. 16 Tetapi TUHAN semesta alam akan ternyata maha tinggi dalam keadilan-Nya, dan Allah yang maha kudus akan menyatakan kekudusan-Nya dalam kebenaran-Nya. 20 Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan, yang mengubah pahit menjadi manis, dan manis menjadi pahit. 21 Celakalah mereka yang memandang dirinya bijaksana, yang menganggap dirinya pintar! 22 Celakalah mereka yang menjadi jago minum dan juara dalam mencampur minuman keras; 23 yang membenarkan orang fasik karena suap dan yang memungkiri hak orang benar. 24 Sebab itu seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan menjadi busuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, oleh karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN semesta alam dan menista firman Yang Mahakudus, Allah Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. MENCARI DAN MERENUNGKAN AYAT MENARIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta membaca kembali teks Kitab Suci sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidupnya dan meresapkan ayat tersebut dalam hati. Pertanyaan-pertanyaan ini bisa dipakai sebagai penuntun: &lt;br /&gt;1. Situasi yang dikritik oleh nabi Yesaya seringkali mirip dengan situasi yang kita hadapi. Ayat manakah yang menarik bagi saya karena sesuai dengan situasi yang saya alami dan rasakan?&lt;br /&gt;2. Mendengar kritikan nabi Yesaya, saya merasa sebagai pihak yang dikritik atau yang mengkritik?&lt;br /&gt;3. Kegelapan dalam kitab nabi Yesaya ini diartikan sebagai kehidupan yang tidak mengikuti ajaran Tuhan. Apakah saya pernah hidup dalam kegelapan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. SHARING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan untuk mengungkapkan ayat yang menyentuh hati dan memberikan alasannya mengapa ayat tersebut menyentuh hatinya (Mohon peserta lain hanya mendengarkan tanpa komentar. Hendaknya sharing tidak menjadi bahan diskusi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. PENEGUHAN NIAT OLEH PEMANDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita asyik dengan kesenangan dan hobby kita, sebagai manusia kita sering lupa. Kita hanyut dengan pekerjaan, rencana, cita-cita dan ambisi kita, maka tidak jarang kita menjadi lupa waktu, tidak peduli lagi dengan lingkungan sekitar kita. Nilai-nilai moral yang berlaku menurut iman kita,  masyarakat kita maupun negara kita tidak mempunyai arti lagi. Tidak bergema lagi di hati dan hidup kita. Kita dibutakan. Hidup hanya untuk mengejar apa yang kita inginkan dan apa yang kita rencanakan. Siapapun yang menghalangi rencana dan kemauan kita, kita singkirkan dan tidak kita gubris. Tuhan pun menjadi tidak ada. Yang terpenting adalah ambisi dan kesenangan kita sendiri. Suatu situasi yang sangat tragis, situasi yang serba gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana seperti itulah yang dihadapi oleh nabi Yesaya maka sebagai penyambung lidah Allah, ia menyampaikan peringatan Allah yang didahului dengan kata ’Celakalah’. Pertama-tama harus kita sadari bahwa kata ’celakalah’ ini bukan mengacu pada umpatan atau kutukan. Kata ini aslinya dipakai dalam konteks ratapan kematian yang didahului dengan ungkapan ‘wahai’ atau ‘aduhai’. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks aslinya, orang yang meratapi seseorang pasti ada hubungan khusus, yakni hubungan kasih, dengan yang diratapi sehingga dia punya alasan untuk meratap. Kalau tidak ada kasih, tentunya tidak akan meratapi. Para nabi memakai kata ini dalam pewartaan dengan disertai dengan penyebutan tokoh-tokoh tertentu. Ini berarti bahwa orang-orang yang masuk dalam ratapan itu berada dalam kematian dan itu juga bukan berarti benci melainkan karena cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecaman-kecaman yang dilontarkan nabi Yesaya kepada orang-orang Israel, mengingatkan mereka bahwa mereka sedang berada dalam situasi ’kematian’. Akibat perbuatan mereka sendiri, mereka kehilangan martabat mereka. Sang nabi mengingatkan bahwa mereka sedang berada dalam situasi kebutaan sehingga mereka tidak mampu melihat perbuatan Tuhan dan karya tanganNya. Tentunya peringatan ini berlaku juga bagi kita seandainya kita berada dalam situasi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus mengakui bahwa Yesaya adalah pemberani. Ia begitu tegas mengungkapkan kebobrokan orang-orang Israel. Keberanian seperti ini juga patut kita wujudkan dalam hidup kita untuk bisa memperbaiki situasi kurang baik yang ada di sekitar kita dan juga kehidupan kita yang kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teks ini juga mengajar dan menunjukkan kepada kita bahwa nafsu memiliki, terutama pada orang dari kalangan tertentu, biasanya sangat sukar dibendung. Orang bisa menjadi kaya secara halal, tetapi tidak jarang orang menghimpun kekayaan tanpa memperhitungkan orang lain. Tidak jarang kekayaan yang diperoleh adalah hasil dari menindas orang lain, diperoleh lewat penyuapan dan penipuan. Karena nafsu memiliki yang begitu rakus itu membuat orang seringkali mengurangi kebebasan sesama dan memperhamba mereka dengan membuat sesamanya hidup tergantung pada mereka. Selain itu kita pun tidak jarang hidup dengan dikendalikan dan dikuasai oleh kesenangan diri kita sendiri. Memanipulasi hukum dan sebagainya. Semua ini membawa kita kepada kebinasaan maka harus dijauhi dan dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. DOA PERMOHONAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peserta diajak untuk mengungkapkan beberapa doa secara spontan. Doa bisa berbentuk doa syukur, doa pujian, doa permohonan maupun doa tobat. Doa diawali oleh pemandu pertemuan, kemudian diakhiri dengan mendoakan bersama-sama doa Bapa Kami.&lt;br /&gt;VII. RENCANA KEGIATAN ATAU AKSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandu pertemuan bersama semua peserta menentukan apa aksi nyata yang akan dibuat sebagai tanggapan atas bacaan dan tema pertemuan kali ini. Aksi bisa berupa tindakan pribadi, keluarga, maupun aksi kelompok. Bisa juga aksi yang dibuat berpangkal dari pertanyaan berikut: Bagaimana kita sebagai murid Yesus menyikapi pengaruh-pengaruh buruk dalam masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Pengumuman&lt;br /&gt;B. Doa Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berdoa,&lt;br /&gt;Allah Bapa yang Mahapengasih, kami mengucap syukur kepadaMu, karena Engkau telah menyertai dan membimbing kami dalam pertemuan pendalaman iman yang pertama ini. Semoga apa yang kami renungkan bersama dalam pertemuan kali ini mendorong kami untuk dapat maju selangkah dalam menghayati firmanMu yang menjadi penuntun jalan hidup kami menuju keselamatan demi Yesus Kristus, Tuhan dan Juru selamat kami, kini dan sepanjang segala masa, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Lagu Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERTEMUAN MINGGU II&lt;br /&gt;Tema : ORANG MEMERLUKAN TERANG HIDUP&lt;br /&gt;Bacaan : Markus 10: 46-52&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Menyadarkan umat untuk mendekatkan diri pada Yesus, sang sumber&lt;br /&gt;terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAGASAN POKOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran Yesus itu menarik banyak orang. Ini terlihat juga dalam kisah penyembuhan Bartimeus si pengemis buta. Yesus tidak hanya disertai oleh para murid saja ketika meninggalkan kota Yeriko. Banyak orang datang dan rela mengiringi Dia. Betapa menariknya pribadi Yesus di mata orang banyak. Orang tertarik mengikuti Dia baik karena pengajaran-pengajaranNya yang baru maupun karena perbuatan-perbuatanNya. Salah seorang yang ingin mengikuti Yesus adalah Bartimeus. Meski ia tidak pernah melihat Yesus karena ia buta. Namun kebutaan itu tidak membuat telinganya tertutup dan tuli. Dia sudah mengetahui Yesus secara tidak langsung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat orang-orang ramai mengikuti Yesus dan orang buta itu mendengar bahwa yang sedang lewat itu adalah Yesus. Si buta ini tergerak untuk berseru. Dia merasakan munculnya secercah harapan. Rupanya dia sudah tahu bahwa Yesus adalah Guru dan penyembuh. Ia langsung menangkap identitas Yesus secara tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun berteriak menarik perhatian, “Yesus, anak Daud, kasihanilah aku.” Seruannya disertai dengan gelar yang dimiliki Yesus. Dia tidak peduli lagi dengan orang sekitarnya. Tujuannya hanya satu. Meminta kesembuhan dari Yesus. Dia ingin bisa melihat. Dia tidak peduli omongan orang banyak yang meminta dia untuk diam. Menyadari keterbatasannya yang luar biasa, ia berteriak mohon pertolongan Yesus. Ia yakin bahwa Yesus maharahim sehingga pasti akan memanggilnya untuk datang mendekat lalu, akan membukakan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus pun memberi perhatian pada dia. Melihat bahwa Yesus mulai peduli dengan Bartimeus, orang banyak pun berubah sikap. Mereka meneguhkan hati Bartimeus untuk maju mendekati Yesus. Saat Yesus bertanya apa yang dia inginkan, Bartimeus memohon, “Supaya saya bisa melihat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, orang buta itu disembuhkan oleh Yesus. Dia dibebaskan dari kegelapan yang meliputi dirinya. Dia datang pada Yesus dalam kegelapan, dia pergi dari Yesus dalam terang. Kisah ini tidak begitu menonjolkan aspek penyembuhan, tetapi iman Bartimeus. Setelah matanya terbuka, ia melihat lebih daripada perkiraannya sebelumnya. Ia langsung sadar bahwa percaya kepada Yesus bukan berarti berteriak minta pertolonganNya, tetapi lebih-lebih mengikutiNya ke Yerusalem, menuju sengsara dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN PERTEMUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. DOA MENGHADIRKAN TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kata Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak-Ibu serta Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, selamat bertemu kembali pada pertemuan yang kedua ini dengan tema Orang memerlukan terang hidup. Dalam kehidupan ini ada kegelapan-kegelapan yang menguasai diri kita.Yang menjadi teladan kita adalah Bartimeus seorang buta yang dengan kegigihannya memanggil Yesus untuk disembuhkan. Untuk memperoleh terang orang harus berjuang. Berjuang seperti Bartimeus karena imannya maka ia sembuh. Sebelum kita memulai pertemuan ini marilah kita mengawalinya dengan lagu pembukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Lagu Pembukaan dan Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Doa Pembukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa Maha Penyelenggara, pada masa lalu Engkau telah mengutus para nabi menjanjikan kedatangan Sang Penebus, Sang Pembela, Raja Damai, yang akan mengentaskan umat-Mu dari penderitaan menuju hidup sejahtera berkelimpahan. Pandanglah kami, yang sedang mempersiapkan&lt;br /&gt;diri untuk menyongsong kelahiran Putera-Mu, agar pantas menyambut-Nya di gua miskin lubuk hati kami. Semoga PuteraMu menghibur kami dengan kedatangan-Nya di dunia ini sebagai manusia lemah seperti kami, agar kami sanggup berjuang melawan pengaruh manusia lama yang dikuasai oleh dosa. Ya Tuhan, di masa adven ini bukan hanya kami yang menantikan Engkau, melainkan Engkau juga menantikan kami untuk kembali kepada-Mu, sebab Engkau Maharahim dan penuh cinta bagi semua orang. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. MEMBACAKAN TEKS KITAB SUCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang peserta diminta untuk membacakan teks Markus 10: 46-52 dengan suara yang jelas dan lantang, tanpa tergesa-gesa. Peserta yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian, sambil mengikutinya dengan Kitab Sucinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46 Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. 47 Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” 48 Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” 49 Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.” 50 Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. 51 Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” 52 Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-&lt;br /&gt;Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. MENCARI DAN MERENUNGKAN AYAT MENARIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta membaca kembali teks Kitab Suci sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidupnya dan meresapkan ayat tersebut dalam hati. Pertanyaan-pertanyaan ini bisa dipakai sebagai penuntun: &lt;br /&gt;1. Bagaimana Bartimeus berusaha untuk dapat bertemu dan mendekati Yesus?&lt;br /&gt;2. Bagaimana reaksi orang banyak terhadap Bartimeus?&lt;br /&gt;3. Saat saya berada dalam situasi kegelapan (putus asa dan banyaknya masalah hidup), masihkah saya menempatkan harapan hidup saya pada Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. SHARING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan untuk mengungkapkan ayat yang menyentuh hati dan memberikan alasan mengapa ayat tersebut menyentuh hatinya (Mohon peserta lain mendengarkan tanpa komentar. Hendaknya sharing tidak menjadi bahan diskusi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. PENEGUHAN NIAT OLEH PEMANDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bartimeus si pengemis buta – Karena buta secara fisik, Bartimeus justru menggerakkan seluruh kekuatan dan kepandaiannya untuk bisa berjumpa dengan Yesus yang sebenarnya. Ia sadar akan persoalan dan kesulitan yang ia alami dan ia miliki. Namun ini tidak menjadikan dia kerdil dan berkecil hati. Kelemahan dan kekurangan menjadi pendorong baginya untuk bisa menyelesaikan masalahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang juga merasa terpasung oleh keadaannya. Tidak punya pekerjaan. Dihadapkan pada penyakit yang tidak kunjung sembuh. Konflik keluarga yang berkepanjangan. Orang merasa dan berpikir hidupnya berada pada masa-masa kegelapan. Ada yang menyadarinya dan berusaha mencari penyelesaian seperti Bartimeus. Tetapi tidak jarang, orang hanya berpangku tangan tidak tahu apa yang harus dilakukan Mendengar Yesus lewat, Bartimeus berani berteriak minta belaskasihan dan minta diperhatikan. Dia berseru dan berseru lagi. Banyak orang kadang punya persoalan tetapi kadang merasa takut untuk membuka diri. Takut untuk mencari solusi dengan bantuan orang lain. Dipikir sendiri dan cari jalan keluar sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takut omongan orang, takut dikira ini dan dikira itu. Bartimeus mengajar kita bahwa ia memandang Yesus terutama sebagai orang yang dapat menunjukkan belas kasih Allah kepadanya. Oleh karena itu ketika banyak orang menyuruhnya diam, dia tetap berteriak mohon belaskasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggillah dia – Yesus pun mengambil inisiatif. Ia berhenti dan menyuruh orang memanggil Bartimeus. Bayangkan. Bartimeus akhirnya berhasil menghentikan langkah Yesus. Dia berhenti untuk membantu orang yang percaya. Melalui orang lain, Yesus memanggil orang buta itu. Orang-orang lain pun akhirnya turut meneguhkan si buta itu untuk bertemu dengan Yesus. Sebelum bertemu Yesus, Bartimeus menanggalkan jubahnya. Artinya menanggalkan segala keterikatannya dan ketidakberdayaannya sebagai orang buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang diminta oleh Bartimeus bukan kekayaan, meskipun dia adalah pengemis. Dia minta supaya Yesus memelekkan mata, memulihkan penglihatannya. Yesus memang tahu apa yang dikehendaki oleh Bartimeus, tetapi Yesus berdialog. Ia ingin meneguhkan iman, bahkan mengharapkan suatu pengakuan iman yang lebih tegas lagi. Mendengar pengakuan pengemis buta itu, Yesus tahu bahwa pengemis itu mengandalkan Allah dan sekaligus meyakini kuasaNya sebagai penyembuh.Yesus melihat bahwa Bartimeus sungguh beriman, orang yang mampu menangkap dalam diri Yesus sesuatu yang tidak dapat ditangkap manusia dengan mata. Mengalami semua itu, Bartimeus tidak mau menjadi pengemis lagi. Ia tidak mau menggantungkan hidupnya pada orang lain dan dirinya sendiri. Ia mau menggantungkan hidupnya pada Yesus sendiri. Orang seharusnya memohon kepada Tuhan, seperti Bartimeus, karunia untuk bisa melihat Terang, untuk mampu mengerti apa yang menjadi jalan Yesus dan lalu dengan tegas mengikutiNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. DOA PERMOHONAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat peneguhan, para peserta diajak untuk menyampaikan beberapa doa. Doa bisa berbentuk rasa doa syukur, doa pujian, doa permohonan maupun doa tobat. Doa diawali oleh pemandu pertemuan, kemudian diakhiri dengan mendoakan bersama-sama doa Bapa Kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. RENCANA KEGIATAN ATAU AKSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat dalam kisah penyembuhan Bartimeus kemauan diri untuk berusaha mencari solusi atas masalah dalam Tuhan. Kita juga melihat orang-orang yang ada di sekitar Bartimeus menunjukkan dua sikap, pertama menghalangi Bartimeus bertemu Yesus. Kedua, mereka menguatkan hati Bartimeus untuk bertemu Tuhan. Sekarang berpijak dari bacaan tadi, apa yang akan kita lakukan dalam hidup? Bisa membuat rencana pribadi, keluarga, maupun kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengumuman&lt;br /&gt;B. Doa Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita berdoa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah, kami mengucap syukur dan berterima kasih kepada-Mu, karena Engkau telah menyampaikan firman-Mu kepada kami, khususnya dalam pertemuan kedua ini. Kami Kau-ingatkan supaya dalam hidup di dunia ini kami tetap mencari Terang di saat-saat sulit hidup kami. Tetap melihat kehadiranMu yang akan memenuhi harapan kami. Dan akhirnya kami boleh merasakan kebahagiaan bersama-Mu di dalam kerajaan sorga. &lt;br /&gt;Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Lagu Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERTEMUAN MINGGU III&lt;br /&gt;Tema : YESUS-LAH SANG TERANG SEJATI&lt;br /&gt;Bacaan : Yohanes 1:1-14.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tujuan : Menyadarkan umat akan pentingnya membuka diri untuk menerima&lt;br /&gt;Sang Terang sejati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAGASAN POKOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perikop ini merupakan pendahuluan dari Injil Yohanes yang menunjuk pada kisah penciptaan dalam kitab Kejadian bab 1 ayat 1. Injil ini mengajak kita untuk merenungkan asal-usul segala sesuatu. Penulis Injil Yohanes menunjukkan bahwa asal muasal dari segala sesuatu adalah Firman, yang adalah Allah sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan Yesus, beberapa pemimpin agama di jaman hidup penulis injil Yohanes terus menerus mempersoalkan asal-usul Yesus: dari mana datangNya, siapa orangtuaNya. Ketiga Injil Sinoptik (Mateus, Markus dan Lukas) menceritakan asal-usul manusiawi Yesus, Injil Yohanes justru menerangkan asal-usul ilahiNya. Yesus datang dari Allah dan akan kembali kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan Injil Yohanes yang kita renungkan ini cukup puitis. Nampak bahwa penulis menggunakan permainan kata untuk mengungkapkan gagasannya. Gagasan tentang Firman dan Terang begitu ditonjolkan oleh pengarangnya. Penginjil Yohanes menyebut bahwa pada mulanya adalah Firman. Kata ‘firman’ ini merupakan terjemahan dari kata Yunani ‘logos’. Arti dari kata logos sebenarnya lebih luas dari sekedar ‘firman’ saja. Kata logos bisa menunjuk pada kata yang diucapkan, sekaligus juga gagasan dan pikiran yang ada di balik kata yang diucapkan itu. ‘Firman’ mempunyai daya untuk mengubah, menciptakan dan memperbaharui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang lebih penting dari itu, sang Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia. Selain Firman, penulis Injil Yohanes juga membahas Sang ‘Terang’ sejati. Acuan yang dituju ketika membicarakan tentang Sang Terang sejati juga sama dengan ‘Firman’, yaitu sama-sama mengacu kepada Yesus Kristus. Terang ini bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan tidak menguasainya. Terang ini menerangi semua orang dan menunjukkan jalan yang benar kepada semua orang. Ada yang menerimaNya, tetapi ada juga yang tidak menerimaNya. Kepada mereka yang menerimaNya, Terang itu memberi mereka kuasa supaya menjadi anak-anak Allah. Sang Sabda atau sang Terang sejati datang ke dunia ingin membimbing dan menerangi umat manusia kepada Allah. Dia ingin memberikan dirinya sendiri agar di dalam Dia, bersama Dia dan untuk Dia umat manusia menjadi anak-anak Allah. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan tidak dapat menguasainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN PERTEMUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. DOA MENGHADIRKAN TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kata Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak-Ibu serta saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus. Kita semua pada masa Adven ini sungguh ingin menemukan suatu pedoman hidup dalam ajaran Yesus, kita berharap dengan sungguh bahwa firman itu hadir dalam diri pribadi kita, keluarga kita dan kelompok serta masyarakat di mana kita berada. Yohanes memberi kesaksiannya tentang Yesus, bahwa Yesuslah Sang Terang sejati yang akan datang ke dunia untuk menerangi setiap orang yang percaya. Marilah pendalaman iman ini kita mulai dengan lagu pembukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Lagu Pembuka dan Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Doa Pembuka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah Berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah Bapa yang Maha baik, Engkau kami puji dan kami sembah karena keagungan, kebaikkan, dan kasih-Mu yang telah Engkau berikan kepada kami umat-Mu. Engkau telah mengasihi kami dengan mengaruniakan Putera-Mu Yesus sebagai Terang sejati bagi hidup kami. Bukalah hati kami untuk memahami kebaikkan dan kasih-Mu agar dalam pertemuan pendalaman iman ini kami semakin disadarkan akan tugas dan panggilan kami sebagai anak-anak kesayangan-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. MEMBACAKAN TEKS KITAB SUCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang peserta diminta untuk membacakan teks Yohanes 1:1-14 dengan suara yang jelas dan lantang, tanpa tergesa-gesa. Peserta yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian, sambil mengikutinya dengan Kitab Sucinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. 6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes; 7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya. 8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu. 9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia. 10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. 11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. 12 Tetapi semua orang yang mene-rima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; 13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah. 14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. MENCARI DAN MERENUNGKAN AYAT MENARIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta membaca kembali teks Kitab Suci sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidupnya dan meresapkan ayat tersebut dalam hati. Pertanyaan-pertanyaan ini bisa dipakai sebagai penuntun: &lt;br /&gt;1. Mengenal dan menerima Kristus dalam diri kita berarti menyelaraskan hidup kita dengan ajaran Kristus; berarti hidup menurut pengajaran dan bimbinganNya. Apakah saya menerima kehadiran Kristus dalam hidup saya, dalam keluarga saya?&lt;br /&gt;2. Sadarkah saya bahwa dengan menerima Yesus berarti saya menjadi anak-anak Allah. Bagaimanakah saya mempertahankan martabat yang begitu luhur itu dalam kehidupan sehari-hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. SHARING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan untuk mengungkapkan mana ayat yang menyentuh hati dan memberikan alasannya mengapa ayat tersebut menyentuh hatinya (Mohon peserta lain mendengarkan tanpa komentar. Hendaknya sharing tidak menjadi bahan diskusi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. PENEGUHAN NIAT OLEH PEMANDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Firman adalah Putra Allah yang menjadi manusia untuk berbicara kepada umat manusia dalam nama BapaNya. Dia itu adalah Sabda Allah sendiri, Sang Sabda kehidupan. Ia datang ke dunia untuk menerangi dan membimbing bangsa manusia menuju kepada BapaNya. Atau lebih baik lagi, kedatanganNya ke dunia adalah untuk memberikan diriNya sendiri bagi manusia. Firman adalah Allah dan Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan tidak dapat menguasainya. Terang terus berperang melawan kegelapan, dan manusia harus memilih salah satu dari antara kedua hal itu: memilih terang berarti percaya akan Yesus dan mengasihi saudara-saudarinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penginjil juga mengungkapkan kesedihannya, betapa umat manusia tidak mau menerima Sang Sabda Allah, Sang Terang sejati. Sikap yang dibutuhkan justru sikap keterbukaan agar kita bersedia diTerangi dan dibimbing oleh Sang Terang sejati. Padahal kepada mereka yang mau menerima Sang Terang, yaitu Yesus, akan diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Terang itu datang tidak hanya untuk tinggal dalam diri kita tetapi juga untuk memberikan hidup kepada orang lain melalui diri kita. ‘Ruang’ batin kita perlu dikosongkan dan dibersihkan agar diri kita dapat dipenuhi oleh Terang itu dan dengan demikian menjadi sumber terang bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. DOA PERMOHONAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat peneguhan, para peserta diajak untuk menyampaikan beberapa doa. Doa bisa berbentuk rasa doa syukur, doa pujian, doa permo-honan maupun doa tobat. Doa diawali oleh pemandu pertemuan, lalu diakhiri dengan doa Bapa Kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. RENCANA KEGIATAN ATAU AKSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta diajak untuk merencanakan suatu aksi nyata. Bagaiamana persiapan saya menjelang pesta kelahirang Yesus Kristus pada hari Natal nanti? Apakah saya juga merencanakan untuk menerima sakramen pertobatan? Apa aksi nyata yang akan saya lakukan sebagai tanda bahwa saya sungguh menerima Kristus, Sang Terang sejati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengumuman&lt;br /&gt;B. Doa Mohon Berkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berdoa,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puji syukur kami haturkan kehadirat-Mu ya Bapa atas penyertaan dan bimbingan yang telah Engkau berikan, semoga rahmat kasih yang Bapa anugerahkan kepada kami dapat membuka hati kami yang masih terbelenggu oleh keangkuhan dan keegoisan kami. Semoga kami dapat menyesuaikan hidup kami dengan kehendakmu dan gerakkanlah diri kami untuk berani mengakui segala kekurangan dan dosa kami sehingga kami akhirnya layak untuk menyambut kedatangan-Mu. Demi Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami. &lt;br /&gt;Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Lagu Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;PERTEMUAN MINGGU IV&lt;br /&gt;Tema : ORANG YANG DITERANGI, MENJADI TERANG&lt;br /&gt;Bacaan : Ef 5:8-14&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Menyadarkan umat bahwa kita pun harus menjadi terang bagi sesama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GAGASAN POKOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, rasul Paulus mempertentangkan gagasan tentang kegelapan dan terang. Hidup dalam kegelapan adalah hidup yang mengikuti diri sendiri dan keinginan daging. Sedangkan hidup dalam terang adalah hidup yang berdasarkan pengajaran Yesus Kristus sendiri, Sang Terang sejati. Hal ini sesuai dengan gagasan dari Gereja perdana yang seringkali&lt;br /&gt;menyebut sakramen Baptis sebagai “penerangan”. Orang-orang kristiani sejati adalah mereka, yang melalui sakramen baptis, telah berjalan melewati kegelapan dosa menuju kepada Kristus Sang Terang sejati; beranjak dari pekerjaanpekerjaan kegelapan dan yang tidak menghasilkan buah kepada kehidupan yang menghasilkan buah-buah: “kebaikan, keadilan dan kebenaran.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, dengan baptisan yang telah mereka terima, seharusnya jemaat di Efesus hidup sebagai anak-anak Terang. Mereka harus membebaskan diri dari kemunafikan dan perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak membuahkan apaapa. Sebaliknya mereka harus berjuang untuk dapat menghasilkan buah-buah dari kehidupan dalam terang Kristus, seperti kebaikan, keadilan dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan hidup seperti itulah mereka akan dapat juga menjadi terang bagi orang lain. Kita tidak boleh lalai akan hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELAKSANAAN PERTEMUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. DOA MENGHADIRKAN TUHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kata Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, pertemuan kita kali ini adalah pertemuan yang terakhir dalam rangkaian masa Adven. Dalam pertemuan ini kita akan mendalami sub tema Orang yang diterangi menjadi terang. Santo Paulus mengajak serta memberi suatu peneguhan kepada kita walaupun kita pernah hidup dalam kegelapan tetapi karena firman Allah kita hidup dalam terang.Yesus Sang Terang sejati yang memberi harapan baru untuk kita sehingga kita sungguh menjadi anak-anak Allah dan menjadi terang bagi semua orang. Untuk mengawali pendalaman iman kita, marilah kita buka dengan lagu pembukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Lagu Pembukaan dan Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Doa Pembukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa yang penuh kasih, kembali kami umat-Mu mohon berkat-Mu dalam pertemuan pendalaman iman yang keempat ini. Bukalah hati kami dengan kuasa Roh Kudus-Mu agar Firman-Mu senantiasa sungguh menjadi cahaya yang menerangi hati kami, sehingga kami tidak hidup dalam kegelapan tetapi selalu dalam terang Tuhan. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. MEMBACAKAN TEKS KITAB SUCI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah seorang peserta diminta untuk membacakan teks Ef 5:8-14 dengan suara yang jelas dan lantang, tanpa tergesa-gesa. Peserta yang lain mendengarkan dengan penuh perhatian, sambil mengikutinya dengan Kitab Sucinya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anakanak terang, 9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, 10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. 11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatanperbuatan  kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. 12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempattempat yang tersembunyi telah memalukan. 13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. 14 Itulah sebabnya dikatakan: “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. MENCARI DAN MERENUNGKAN AYAT MENARIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta membaca kembali teks Kitab Suci sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidupnya dan meresapkan ayat tersebut dalam hati. Pertanyaan-pertanyaan ini bisa dipakai sebagai penuntun:&lt;br /&gt;1. Sebagai orang-orang yang sudah dibaptis dan mengikuti Kristus sudahkah aku menegakkan kebaikkan, kebenaran dan keadilan dalam lingkungan hidupku?&lt;br /&gt;2. Apa yang bisa kulakukan untuk bisa menjadi pembawa Terang Kristus dalam kehidupan sehari-hari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. SHARING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan untuk mengungkapkan ayat mana yang menyentuh hati dan memberikan alasannya mengapa ayat tersebut menyentuh hatinya (Mohon peserta lain mendengarkan tanpa komentar. Hendaknya sharing tidak menjadi bahan diskusi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. PENEGUHAN NIAT OLEH PEMANDU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santo Paulus mengundang jemaat di Efesus untuk membebaskan diri mereka dari kuasa kegelapan, dari kemunafikan dan kesalahan. Mereka harus berubah dari manusia lama, yaitu anak-anak kegelapan, kepada manusia baru yakni anakanak Terang. Mereka harus menjadikan sikap hidup mereka bertumpu pada pengajaran Yesus Kristus, Sang Terang sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakramen Baptis, bagi para pengikut Kristus harus menjadi meterai untuk memperbaharui hidup. Seperti orang-orang Efesus, dengan baptisan yang telah diterima sesudah pertobatannya, mereka dilepaskan dari kegelapan makam, mereka diundang untuk meninggalkan gaya hidup kekafiran. Lebih dari semua itu, seperti orang-orang Efesus, kita pun diharapkan menjadi Terang. Menjadi pembawa Terang Kristus kepada semua orang. Kita harus bekerja keras untuk dapat menghasilkan buah-buah sebagai anak-anak Terang, yaitu: kebaikan, keadilan, dan kebenaran. Hanya dengan cara seperti inilah kita akan menjadi terang bagi saudara-saudari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita semua telah menerima baptisan maka kita harus bangun dari tidur, kita harus bangkit dari kegelapan makam, hidup dalam Terang Kristus, seperti dinyatakan oleh Santo Paulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. DOA PERMOHONAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat peneguhan, para peserta diajak untuk menyampaikan beberapa doa. Doa bisa berbentuk rasa doa syukur, doa pujian, doa permohonan maupun doa tobat. Doa diawali oleh pemandu pertemuan, lalu diakhiri dengan mendoakan bersama-sama Bapa Kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VII. RENCANA KEGIATAN ATAU TINDAKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemandu bersama semua peserta bermusyawarah untuk menentukan apa aksi nyata yang akan dibuat untuk menunjukkan bahwa kita semua adalah anak-anak Terang dan kita berusaha untuk membawa Terang itu kepada sesama kita. Aksi bisa berupa tindakan pribadi, aksi dalam keluarga, maupun aksi kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengumuman&lt;br /&gt;B. Doa Mohon Berkat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Yesus yang baik hati, pangkal keselamatan dan sumber segala pengharapan dalam perjalanan hidup kami, kami sering dihadapkan pada suatu tawaran yang dapat menjauhkan kami dari-Mu. Semoga dengan sabda-Mu yang kami renungkan selama masa Adven ini, membuat diri kami semakin mengenal dan mencintai-Mu serta mampu mewujudkan dalam hidup sehari-hari, sehingga kami sungguh menjadi anak-anak terang yang memancarkan terang Kristus kepada sesama. Demi Yesus Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Lagu Penutup&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-9190082913967948178?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/9190082913967948178/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=9190082913967948178&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/9190082913967948178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/9190082913967948178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/11/pendalaman-iman-masa-adven-2010.html' title='PENDALAMAN IMAN Masa Adven 2010'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TO2uC1P-51I/AAAAAAAAAYA/-eMeWcbE0WE/s72-c/0812.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-719177736670801105</id><published>2010-11-23T23:16:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T23:24:12.092-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='misi meratus'/><title type='text'>IN MEMORIAM : PASTOR FRANSISKUS KABRAHANUBUN, MSC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TOy9fyWImuI/AAAAAAAAAX4/iSbOBonJN-E/s1600/P%2BFrans%2BKabrahanubun%2BMSC%2BOKE.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TOy9fyWImuI/AAAAAAAAAX4/iSbOBonJN-E/s400/P%2BFrans%2BKabrahanubun%2BMSC%2BOKE.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543013595174443746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastor Antono sempat berkisah tentang detik-detik menjelang kepergian Pastor Frans ke pangkuan Bapa di surga. Malam hari sekitar pukul 24.00 Wita, Pastor Frans pamit untuk tidur terlebih dahulu kepada Pastor Antono. Sebelumnya mereka berdua menonton pertandingan sepak bola. Ketika Pastor Antono merasa heran karena tidak biasanya Pastor Frans tidur mendahuluinya, karena Pastor Frans sering bertahan hingga larut tengah malam. Waktu itu Pastor Frans berkata, “Saya tidur duluan, ya!” Kira-kira pukul 02.00 dini hari, Pastor Antono mendengar ada suara gelas jatuh dari kamar Pastor Frans dan mengira itu adalah ulah tikus. Bergegas Pastor Antono menuju kamar tersebut dan mencoba membuka pintu, namun tidak berhasil. Pastor Antono sempat mendengar bunyi nafas yang sesak dari dalam kamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lazarus Klui Benekiku bercerita pada dini hari itu, sekitar pukul 02.20 Wita ia diminta untuk naik ke lantai dua pastoran oleh Pastor Antono. Sesampainya di atas, Lazarus melihat Pastor Antono yang sedang sibuk berusaha untuk membuka pintu kamar Pastor Frans. Karena kamar Pastor Frans terletak di sudut bangunan pastoran, maka Pastor Antono dan Lazarus mencoba menengok ke dalam dari jendela samping. Dari situ terlihat di atas tempat tidur hanya ada selimut dan bantal, hingga Pastor Antono berujar, “Apa iya tubuh Pastor Frans sekecil itu?” Dengan bantuan senter, kemudian mereka berdua mendapati tubuh Pastor Frans telah tergeletak di atas lantai. Kemudian Lazarus mempergunakan parang dan Pastor Antono memakai obeng untuk bersama-sama membuka pintu kamar, tetapi tetap tidak berhasil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Kami kemudian minta bantuan 2 orang anak muda yaitu Ucok dan Marcel untuk bersama-sama kami mendobrak kamar Pastor Frans. Sampai di dalam ternyata Pastor Frans sudah terbaring, wajahnya sudah hitam dan kami perhatikan kelihatannya beliau sudah tidak bernyawa lagi,” ucap Lazarus sedih. Lazarus melanjutkan kisahnya, “Kami mencoba menghubungi salah seorang dokter yang kami kenal, tetapi telepon tidak bisa tersambung. Setelah menghubungi Pak Nainggolan, diusulkan supaya segera membawa Pastor Frans ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, dokter dan perawat lalu melakukan pemeriksaan, hingga kemudian dipastikan bahwa Pastor Frans telah meninggal dunia. Pastor Antono memperkirakan bahwa Pastor Frans menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 02.15 Wita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DATA PRIBADI ALMARHUM PASTOR FRANSISKUS KABRAHANUBUN, MSC&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Lengkap : Fransiskus Kabrahanubun&lt;br /&gt;Tempat/Tanggal Lahir : Desa Watsin, Kei Besar – Maluku Tenggara, 3 April 1959&lt;br /&gt;Dibaptis : 29 Juni 1959&lt;br /&gt;Paroki asal : Paroki Uwat Bombay, Desa Watsin, Kei Besar – Maluku Tenggara, Keuskupan Amboina&lt;br /&gt;Orang tua : Yohanis Kabrahanubun (almarhum) dan Falentina Temorubun&lt;br /&gt;Anak ke- : Pertama (sulung dari 6 bersaudara)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Pendidikan dan Panggilan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SD Naskat Watsin, Kei Besar (1966 – 1972)&lt;br /&gt;Seminari Menengah Tingkat SMP, “St. Yudas Tadheus” Langgur (1973 – 1976)&lt;br /&gt;Seminari Menengah Tingkat SMA, “St. Yudas Tadheus” Langgur (1977 – 1981)&lt;br /&gt;Seminari Tinggi Pineleng (masuk tahun 1981)&lt;br /&gt;Novisiat MSC Karanganyar (masuk 14 Juli 1983)&lt;br /&gt;Kaul pertama dalam Tarekat MSC (15 Juli 1984)&lt;br /&gt;Kaul kekal dalam Tarekat MSC (23 Januari 1988)&lt;br /&gt;Menerima Tahbisan Diakon dari Mgr. Th. Moors, MSC (29 Juni 1988)&lt;br /&gt;Menerima Tahbisan Imam dari Mgr. A.P.C. Sol, MSC (8 Desember 1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Karya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Pastoral di Keuskupan Agung Merauke (1986 – 1987)&lt;br /&gt;Pastor Pembantu di Dobo – Aru (1990 – 1991)&lt;br /&gt;Pastor Paroki Tual, merangkap sebagai Ketua Yayasan Persekolahan Willibrordus Cabang Langgur (1991 – 1993)&lt;br /&gt;Pastor Paroki Ternate, merangkap sebagai Ketua Perwakilan Yayasan Persekolahan Theresia di Ternate (1993 – 1996)&lt;br /&gt;Pastor Paroki Hati Kudus Karombasan, Manado (1996 – 2000)&lt;br /&gt;Pastor Paroki Darit, Kalimantan Barat (2001 – 2005)&lt;br /&gt;Persiapan Misi ke Belanda (2006)&lt;br /&gt;Pastor Paroki Ave Maria Tanjung (2007 – wafat)&lt;br /&gt;Tergabung dalam Tim Misi Meratus sebagai salah seorang pionir (2008 – wafat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by : Dionisius Agus Puguh Santosa, dimuat dalam HATI. BARU edisi November 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-719177736670801105?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/719177736670801105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=719177736670801105&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/719177736670801105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/719177736670801105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/11/in-memoriam-pastor-fransiskus.html' title='IN MEMORIAM : PASTOR FRANSISKUS KABRAHANUBUN, MSC'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TOy9fyWImuI/AAAAAAAAAX4/iSbOBonJN-E/s72-c/P%2BFrans%2BKabrahanubun%2BMSC%2BOKE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-3807996261894373060</id><published>2010-11-17T17:07:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T17:10:49.761-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='SAGKI 2010'/><title type='text'>PERNYATAAN AKHIR &amp; REKOMENDASI SIDANG AGUNG GEREJA KATOLIK INDONESIA 2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TOR9CgEspJI/AAAAAAAAAXo/JAZL8Xo3Vf4/s1600/logosagki.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 272px; height: 105px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TOR9CgEspJI/AAAAAAAAAXo/JAZL8Xo3Vf4/s400/logosagki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540690923495400594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ia Datang supaya Semua Memperoleh Hidup dalam Kelimpahan (bdk. Yoh 10:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) yang berlangsung dari tanggal 1 sampai dengan 5 November 2010 di Kinasih, Caringin - Bogor, Jawa Barat, dihadiri oleh utusan dari 37 keuskupan di Indonesia. Hadir 385 orang peserta, yang terdiri dari para Uskup, imam, biarawan-biarawati, dan sejumlah wakil umat. Sidang Agung ini bertema, Ia Datang supaya Semua Memperoleh Hidup dalam Kelimpahan (bdk. Yoh 10:10). Hidup dalam kelimpahan berarti ada dalam relasi dekat dengan Sang Gembala serta selalu merasakan perlindungan-Nya. Kedekatan dengan Sang Gembala itulah yang akan menjamin kehidupan manusia, dalam relasinya dengan sesama dan seluruh alam ciptaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kami menyadari tema SAGKI ini diilhami pula oleh suatu perayaan iman Kongres Misi Asia I di Chiang Mai (Thailand, 2006) yang bertemakan, Telling the Story of Jesus in Asia. SAGKI ini merupakan suatu perayaan iman akan Yesus Kristus sekaligus kesempatan untuk berjumpa satu sama lain dan berbagi pengalaman iman dalam perjumpaan dengan keberagaman budaya, agama dan kepercayaan, serta dalam pergumulan hidup kaum terpinggirkan dan terabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. SAGKI 2010 menegaskan pentingnya metode narasi (kisah) dalam pewartaan. Kami menyadari sepenuhnya bahwa dengan metode narasi (kisah) ini, pengalaman iman dapat disampaikan kepada orang lain secara lebih meyakinkan. Dengan cara mengisahkan Yesus, sebagaimana Ia sendiri berkisah, kami berharap diteguhkan dan digerakkan sebagai saksi Kristus. Sesungguhnya, metode narasi tidak asing dalam tradisi Asia, terutama Indonesia. Dalam metode bertutur para peserta SAGKI terlibat secara aktif mengungkapkan pengalaman dalam konteks bhinneka tunggal ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Seluruh proses SAGKI bertolak dari narasi publik. Para narator publik berkisah bukan saja dengan melaporkan apa yang dikerjakannya, melainkan juga dan terutama dengan pengalaman imannya.Sharing dalam kelompok yang menyusuli narasi publik pada prinsipnya merupakan ungkapan dan ajang berbagi pengalaman berkenaan dengan ketiga sub tema SAGKI 2010. Pada gilirannya hasil sharingkelompok itu dilaporkan dalam sidang pleno dan diperkaya dengan refleksi teologis.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Hasil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;5. Sedemikian pentingnya makna paparan narator publik, berikut sharing dalam kelompok, yang masih diperkaya dalam pleno dan refleksi teologis, maka berikut ini akan dikemukakan rangkuman yang memuat sejumlah pokok gagasan terpenting dalam SAGKI. Kami menyadari bahwa rangkuman ini tidak memuat seluruh kekayaan Sidang ini. Aneka kisah dalam SAGKI masih akan terdokumentasikan dalam bentuk buku, video, dan foto. Kami yakin, para peserta SAGKI sendiri merupakan dokumen hidup yang terus menuturkan SAGKI ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keberagaman budaya di Indonesia merupakan suatu kenyataan dan kekayaan yang patut kami syukuri. Dengan kebudayaan kami maksudkan segala sesuatu, dengan mana manusia mengasuh dan mengembangkan pelbagai bakat rohani dan jasmaninya, berupaya menguasai bumi dengan pengetahuan dan karyanya, lebih memanusiawikan kehidupan sosial, mengungkapkan melalui karya-karya, pengalaman-pengalaman rohani dan aspirasi-aspirasi besar sepanjang sejarah, serta mengkomunikasikannya dan memeliharanya sebagai inspirasi bagi kemajuan banyak orang, malah bagi seluruh umat manusia (bdk. Gaudium et Spes 53). Oleh karena itu, di dalam keragaman budaya, Allah hadir dan disapa dengan pelbagai macam nama. Kehadiran-Nya dikenali melalui orang dan unsur-unsur kebudayaan yang menghormati dan mencintai kehidupan. Kehadiran-Nya itu dimengerti oleh para pendukung setiap kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Gereja sebagai umat Allah yang percaya akan Yesus Kristus menampilkan sikap hormat dan kasih terhadap kebudayaan (bdk. Lumen Gentium 13). Gereja memperhatikan dan menjunjung tinggi setiap bentuk kebaikan, kasih persaudaraan dan kebenaran yang terdapat dalam kebudayaan. Gereja pun mengungkapkan diri dalam unsur-unsur kebudayaan setelah dilakukan refleksi teologis yang sesuai dengan Injil, tradisi, dan magisterium. Dalam perjumpaan dengan kebudayaan setempat, Gereja diperbarui dan sekaligus memperbarui beberapa unsur kebudayaan dengan kekuatan Injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Gereja mengakui bahwa Allah telah menyatakan karya-karya agung melalui pelbagai peristiwa keselamatan yang dituturkan dari generasi ke generasi lain. Dalam pertemuan dengan kebudayaan, Gereja ternyata mengenali aneka wajah Yesus, sebagai gembala yang baik, inspirator, guru, pengampun, raja damai, dan terutama pengasih tanpa batas dan syarat.&lt;br /&gt;9. Dalam pelbagai kisah mengenai dialog dengan agama dan kepercayaan, para peserta SAGKI ternyata menyadari bahwa Gereja mampu menemukan nilai-nilai injili yang dihidupi oleh para penganut agama dan kepercayaan. Maka, Gereja perlu keluar dari dirinya sendiri, menjumpai para pemeluk agama dan penganut kepercayaan, sebagaimana yang diperlihatkan dan diajarkan oleh Yesus yang berani terbuka dan mengambil inisiatif untuk menyeberangi batas-batas agama - budaya (bdk. Yoh 4). Melalui perjumpaan tersebut, Gereja ditantang untuk menilai kembali pemahaman imannya akan Yesus Kristus. Kecuali itu, gambaran Gereja tentang Yesus juga diteguhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Gereja mendengarkan ajakan Yesus untuk dengan rendah hati belajar beriman dari setiap orang yang beragama dan berkepercayaan (bdk. Mat 8: 10; Luk 7: 9). Gereja disadarkan akan pentingnya mewujudkan iman yang mendalam akan Kristus dalam tindakan-tindakan kemanusiaan dan mengungkapkannya dalam ibadat. Dengan belajar dari Yesus yang berwajah lembut, penuh empati, dan pendoa, Gereja mengembangkan kerja sama dengan semua orang yang berkehendak baik yang berasal dari pelbagai agama dan kepercayaan untuk mengembangkan dialog dan aksi-aksi kemanusiaan demi terwujudnya perdamaian (bdk. Mat 9: 13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Sementara itu, kisah-kisah pergumulan hidup kaum terpinggirkan dan terabaikanmenyadarkan para peserta SAGKI bahwa Gereja harus mengakui proses pemiskinan merupakan pencideraan manusia yang adalah citra Allah yang luhur, mulia, dan kudus (bdk. Kej 1:26-27). Hidup dalam kemiskinan sesungguhnya merupakan keadaan serba terbatas dalam sandang, pangan, papan, dan kehilangan akses terhadap hak-hak dasar. Gereja memandang pribadi si miskin sebagai "pewahyu" wajah Yesus yang sedang menderita, yang terluka, tabah, menangis, karena Yesus hadir dalam dirinya yang miskin, menderita, tertekan dan susah (bdk. Mat 25: 31-46).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Meneladani Yesus, Sang Penyelamat, Pembebas, Penolong, Pembawa Harapan, Gereja wajib solider dengan orang miskin. Solidaritas itu dinyatakan melalui keberpihakan dan pemberdayaan orang miskin, tindakan berbagi serta keterlibatan secara aktif dalam memperbaiki struktur atau sistem yang tidak adil, dan memelihara lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastor Antonius Eddy Kristiyanto OFM (baju hitam) membacakan hasil akhir SAGKI 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rekomendasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;13. Setelah pengayaan melalui proses narasi publik, misi perutusan Gereja agar seluruh keuskupan sharing kelompok, pleno, dan refleksi teologis, kami sampai pada sejumlah rekomendasi berikut ini, yang merupakan menanggapinya dalam program keuskupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.1. Kami berkomitmen untuk melanjutkan dialog dengan kebudayaan setempat supaya kami semakin mampu mengenali dan menghadirkan wajah Yesus dalam kebudayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.2. Kami juga berkomitmen untuk menciptakan model-model baru dalam pewartaan dan katekese dengan metode naratif serta menggunakan pelbagai bentuk kesenian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.3. Tidak kurang juga komitmen kami untuk mengembangkan katekese naratif bagi anak-anak, yang sesuai dengan zaman, tempat dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.4. Kami akan meneruskan dan meningkatkan kerja sama dan dialog antar-umat beragama yang sudah dilaksanakan oleh Gereja di setiap tingkatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.5. Kami merasa wajib mengembangkan sikap rela merendahkan diri dengan telinga seorang murid yang selalu siap mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.6. Kami bertekad mengedepankan pewartaan lewat kesaksian hidup dan melakukan aksi-aksi kemanusiaan baik secara pribadi (orang per orangan), Gereja sendiri sebagai komunitas beriman maupun dalam kerja sama dengan pelbagai lembaga untuk memerdekakan orang miskin dari cengkeraman kemiskinan dan peminggiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13.7. Kami berkomitmen untuk menghidupi spiritualitas yang memerdekakan. Untuk itu diperlukan pertobatan hati yang mendalam dan diwujudkan secara nyata dalam aksi solidaritas. Para petani, nelayan, buruh, kelompok terabaikan, dan terpinggirkan perlu didampingi secara pastoral. Tidak kalah pentingnya, kami memelihara lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;14. Pada akhirnya, kami semakin diteguhkan bahwa kesaksian kami untuk menghadirkan Kristus di tengah masyarakat dapat terjadi secara efektif melalui komunitas-komunitas basis gerejawi. Kami percaya bahwa Roh Kudus membimbing dan menyertai Gereja dalam upaya mengenali dan mencintai wajah Yesus dalam keanekaragaman budaya, dalam dialog dengan agama dan kepercayaan, dan dalam pergumulannya dengan dan bersama orang-orang yang dipinggirkan dan diabaikan. Dan sebagaimana Maria selalu menyertai Puteranya, kami yakin bahwa Bunda Maria menyertai dan mendoakan kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caringin, 5 November 2010&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;http://www.cathnewsindonesia.com/2010/11/08/pernyataan-akhir-dan-rekomendasi-sagki-2010/ &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-3807996261894373060?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/3807996261894373060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=3807996261894373060&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/3807996261894373060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/3807996261894373060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/11/pernyataan-akhir-rekomendasi-sidang.html' title='PERNYATAAN AKHIR &amp; REKOMENDASI SIDANG AGUNG GEREJA KATOLIK INDONESIA 2010'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TOR9CgEspJI/AAAAAAAAAXo/JAZL8Xo3Vf4/s72-c/logosagki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-22794673649126017</id><published>2010-11-17T17:04:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T17:07:24.971-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pesan paus benedictus xvi'/><title type='text'>PESAN BAPA SUCI  BENEDICTUS XVI UNTUK HARI ORANG MUDA SEDUNIA KE-26, TAHUN 2011 DI MADRID</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TOR8Onc_nBI/AAAAAAAAAXg/gmHjWRTWI4U/s1600/pope%2Bbenedictues%2Bxvi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TOR8Onc_nBI/AAAAAAAAAXg/gmHjWRTWI4U/s400/pope%2Bbenedictues%2Bxvi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540690032123157522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"Berakar dan dibangun dalam Yesus Kristus, berteguh dalam iman" &lt;br /&gt;(bdk. Kol 2:7)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Sahabat muda terkasih,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering mengingat kembali  Hari Orang Muda Sedunia di Sidney pada tahun 2008 silam. Di sana, kita merayakan  pesta iman, saat  Roh Allah secara giat  bekerja di tengah-tengah kita semua, dan membangun komunitas rohani yang secara sungguh-sungguh dapat saling berbagi dalam satu iman, di antara para peserta yang datang dari berbagai belahan dunia. Pertemuan tersebut, seperti perjumpaan-perjumpaan sebelumnya, berbuah lebat  dalam hidup banyak orang muda dan hidup  Gereja. Sekarang kita menuju Hari Orang Muda Sedunia berikutnya, yang akan terselenggara di Madrid pada bulan Agustus 2011. Mengingat kembali  masa pada tahun 1989, beberapa bulan sebelum hari bersejarah keruntuhan tembok Berlin, peziarahan orang muda seperti ini  pernah  dilakukan di Spanyol pula, waktu itu di Santiago de Compostela. Sekarang,  saat  masyarakat  Eropa sedang dalam kebutuhan besar untuk menemukan kembali akar Kekristenan mereka, pertemuan kita akan mengambil tempat di Madrid, dengan tema : "Berakar dan dibangun dalam Yesus Kristus, berteguh dalam iman" (bdk. Kol 2: 7). Saya menyemangati Anda untuk mengambil bagian dalam peristiwa ini, yang merupakan peristiwa penting bagi Gereja di Eropa dan bagi Gereja sedunia. Saya mengajak kalian  semua orang muda, baik yang saling berbagi iman dalam Yesus Kristus, maupun  kalian yang ragu dalam ketidakpastian, atau kalian  yang tidak percaya akan Dia, untuk berbagi pengalaman ini, yang akan membuktikan kepastian hidup kalian. Inilah pengalaman akan Tuhan Yesus yang bangkit dan hidup, dan pengalaman akan kasihNya bagi kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Pada sumber Keinginanmu yang terdalam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap periode sejarah kehidupan, termasuk periode kita, banyak orang muda memiliki kerinduan yang mendalam akan relasi pribadi, yang ditandai oleh  kebenaran dan solidaritas. Banyak dari mereka membangun hubungan persahabatan yang tulus,  untuk mengenal cinta sejati, untuk memulai hidup berkeluarga yang diharapkan manunggal bersatu, untuk mencapai kepenuhan pribadi dan kemapanan hidup yang nyata, serta semua hal yang menjamin masa depan yang bahagia dan tenang.   Ketika mengenangkan masa muda saya sendiri, saya tersadar bahwa kemapanan dan perasaan aman nyaman bukanlah pertanyaan yang memenuhi  pemikiran generasi muda. Memang cukup benar, bahwa pentinglah memiliki pekerjaan agar dengan itu memiliki pijakan yang  kokoh. Namun selain itu, tahun-tahun masa muda merupakan juga waktu, saat kita  mencari yang terbaik dari hidup kita. Ketika saya membayangkan kembali masa muda itu, saya ingat semua bahwa kita tidak ingin hidup nyaman demi kehidupan dalam kelas menengah yang mapan. Kita menginginkan sesuatu yang besar, sesuatu yang baru. Kita ingin menjelajahi  kehidupan itu sendiri, dalam semua keagungan dan keindahannya.  Secara alamiah, tahap itu merupakan bagian dari kehidupan yang kita alami.  Selama kediktatoran Nazi dan peperangan,  dapat dikatakan pada masa itu, semua orang terkungkung oleh segala peraturan dan batasan yang diciptakan oleh struktur yang sedang berkuasa.  Maka, semua orang saat itu ingin mendobrak segala batasan: menginginkan adanya kebebasan, keterbukaan yang memungkinkan kita meraih peluang sebagai manusia.  Saya berpikir, bahwa dorongan untuk mendobrak segala batasan yang ada, pada jangkauan tertentu, selalu menandai jiwa orang muda dari masa ke masa. Bagian dari menjadi muda, ialah hasrat akan sesuatu di balik hidup harian dan pekerjaan yang mapan, suatu kerinduan untuk sesuatu yang sungguh-sungguh lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini hanya mimpi yang akan memudar dan akhirnya menghilang  jika kita menua? Tidak!  Pria maupun perempuan, diciptakan untuk sesuatu yang besar, untuk sebuah keabadian.  Tiada pernah cukup. Santo Agustinus benar ketika ia mengatakan: "Hati kami belum tenang, sampai menemukan istirahat di dalam Engkau".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat untuk mencari kehidupan yang lebih bermakna merupakan tanda bahwa Tuhan menciptakan kita, agar mengemban citra diri-Nya. Tuhan adalah Sang Kehidupan,  dan itulah sebabnya   kita ciptaanNya  selalu berusaha untuk menggapai dan menggenggam kehidupan. Karena manusia diciptakan dengan citra Allah, maka kita menggapai kehidupan dengan cara yang unik dan istimewa. Kita selalu berusaha untuk menggapai cinta, suka cita , dan damai. Jadi dapatlah kita lihat, betapa mustahil   apabila kita berpikir bahwa kita dapat sungguh-sungguh hidup dengan menyingkirkan Allah dari gambar  hidup kita! Tuhan adalah sumber kehidupan.  Mengenyampingkan Allah berarti kita telah memisahkan diri kita dari sumber kehidupan, dan  berarti kita telah memisahkan diri dari sumber sejati  kebahagiaan, suka cita, dan damai. "Tanpa Sang Pencipta, makhluk ciptaan  hilang melenyap" (Konsili Vatikan II, Gaudium et Spes, 36).  Di beberapa belahan dunia, terutama kehidupan di belahan dunia Barat, budaya mereka saat ini cenderung menyingkirkan  Tuhan dari  segala aspek dan segi kehidupan, dan memandang bahwa iman kepercayaan adalah urusan pribadi, tanpa memiliki hubungan dan relevansi  apapun dengan kehidupan. Sekalipun segugus nilai-nilai yang mendasari kehidupan  masyarakat berasal dari Injil,  seperti  nilai martabat pribadi, nilai solidaritas, nilai kerja, dan nilai berkeluarga,  namun kita menyaksikan  suatu "gerhana Tuhan" yang pasti, semacam amnesia (penyakit lupa) akan sejarah, sebuah penolakan Kristianitas, pengingkaran khasanah  iman Kristen,  sebuah pengingkaran yang bisa membawa kita pada hilangnya jati diri  kita yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk alasan inilah, para sahabat, saya mendorong kalian untuk memperkuat iman kalian akan  Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Kalian adalah masa depan masyarakat  dan Gereja. Seperti  Rasul Paulus telah menulis untuk umat di Kolose : Pentinglah memiliki akar, dasar yang kokoh. Perkara ini  secara sebagian, benar untuk zaman kita sekarang. Banyak orang tidak memiliki titik acuan yang kokoh, tempat mereka membangun hidup, dan karena nya mereka sungguh merasa tidak aman.  Saat  ini ada  mentalitas relativisme yang berpaham bahwa alasan adanya setiap hal cukup kuat dari dirinya sendiri, serta bahwa suatu kebenaran dan titik acuan yang mutlak, tidak pernah ada.  Namun, jalan pikiran seperti ini tidak akan pernah mengarahkan kita kepada kebebasan sejati, tetapi lebih mengacu kepada ketidakstabilan, kebingungan, kompromi buta terhadap keisengan zaman ini.  Sebagai orang muda, kalian berhak untuk mewarisi dari generasi pendahulu,  titik acuan yang kokoh bagi kalian untuk menolong kalian membuat pilihan, dan membangun hidup di atasnya, bagaikan tunas muda yang membutuhkan dorongan yang mantap  hingga  bisa membenamkan akar tunggangnya dalam-dalam, tumbuh menjadi pohon kuat yang mampu  menghasilkan buah lebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Berakar  dan dibangun dalam Yesus Kristus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menekankan betapa pentingnya iman bagi hidup umat Allah, kepada kalian saya  ingin  menyampaikan renungan saya, perihal tiga kata yang digunakan oleh St. Paulus dalam ungkapan : "Berakar dan dibangun dalam Yesus Kristus, berteguh dalam iman" (bdk. Kol 2:7). Kita dapat membedakan tiga buah gambaran berikut ini:  "Berakar"  mengingatkan kita pada  pohon dan akar yang memberi makan pohon itu. "Dibangun" mengacu pada susunan sebuah rumah; "Berteguh" menunjukkan pertumbuhan fisik dan susila. Ketiga gambaran ini sangat tepat. Sebelum memberi ulasan mengenai ketiga kata tersebut, saya tunjukkan bahwa menurut tata bahasa, ketiga kata itu dalam teks aslinya berbentuk kata kerja pasif. Berarti,  Kristus sendirilah yang berkehendak  untuk menanam, membangun, dan menguatkan kaum beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran pertama ialah mengenai sebuah pohon yang dengan kokoh ditanam, yang berterima kasih kepada akar yang telah menopang dan memberi makanan kepadanya.  Tanpa akar-akar itu, pohon akan roboh ditiup angin dan mati. Apakah akar kita? Secara alamiah, orangtua, keluarga dan kebudayaan negara kita merupakan unsur-unsur penting dari jati diri pribadi kita. Namun Kitab Suci mewahyukan unsur yang lebih lagi. Nabi Yeremia menuliskan: "Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah" (Yer 17:7-8). Bagi Nabi Yeremia, berakar dalam Tuhan berarti  menyerahkan kepercayaan kepada Tuhan.  Dari Dia, kita melukis hidup kita. Tanpa Dia, kita tidak bisa benar-benar hidup. "Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam anak-Nya" (1 Yoh 5:11). Yesus sendiri menyatakan kepada kita, bahwa Dia sendirilah kehidupan kita (bdk. Yoh 14:6). Sebagai akibatnya, iman Kristen bukanlah hanya suatu kepercayaan bahwa suatu  hal tertentu merupakan kebenaran, melainkan lebih dari itu, iman Kristen merupakan  suatu hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Iman kita ialah suatu perjumpaan dengan Sang Putra Allah yang memberikan tenaga pada  seluruh keberadaan kita.  Ketika kita memasuki hubungan pribadi dengan Dia, Kristus menyingkapkan jati diri kita yang asli, dan dalam persahabatan denganNya, hidup kita bertumbuh menuju kepenuhan yang lengkap. Ada saatnya  ketika kita mengalami masa muda, ketika bertanya: Apa makna hidup saya? Manakah tujuan dan arah yang harus kuberikan pada hidup saya? Saat itu merupakan saat penting, dan pertanyaan-pertanyaan itu  mungkin bisa membuat kita cemas untuk beberapa lama. Kita mulai mempertanyakan mengenai jenis pekerjaan yang harus kita pilih, pola hubungan-hubungan yang harus kita bangun, persahabatan yang harus kita pelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah, suatu saat, saya melihat kembali masa muda saya.  Saya agak cukup dini menyadari, mengenai kenyataan bahwa Tuhan menghendaki saya menjadi imam. Kemudian setelah masa peperangan berakhir, saat saya di seminari dan universitas dalam jalur menuju tujuan imamat itu, saya harus melihat kembali kepastian cita-cita saya itu. Saya harus bertanya diri: sungguhkan ini jalur yang harus saya jalani? Apakah benar jalan ini merupakan kehendak Tuhan bagi saya? Apakah saya  akan mampu bertahan setia bagiNya dan sepenuhnya melayani Dia? Keputusan seperti ini menuntut perjuangan tertentu. Hal ini tidak bisa tidak, harus dilakukan. Namun kemudian tibalah kepastian itu: inilah keputusan yang tepat! Ya, Tuhan menginginkan saya, dan ia akan memberi saya kekuatan. Jika saya mendengarkan Dia dan berjalan bersamaNya, maka saya pasti menjadi diri saya  yang asli. Yang diperhitungkan bukanlah pemenuhan hasrat hati saya sendiri, namun kehendak Dia. Dengan cara ini, hidup menjadi sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serupa dengan akar yang menopang kuat pohon untuk tetap berada dalam tanah dan kehidupannya, maka  pondasi sebuah rumah memberikan jaminan  kekokohan jangka panjang. Melalui iman, kita telah dibangun dalam Yesus Kristus (bdk. Kol 2:7), seperti rumah dibangun di atas pondasinya. Sejarah Kekudusan  telah menyediakan bagi kita banyak contoh Santo-Santa yang membangun hidupnya pada Sabda Tuhan itu.  Yang pertama ialah Abraham, bapa iman kita, yang taat pada Tuhan, ketika Tuhan memerintahkan dia meninggalkan tanah leluhurnya untuk menuju tanah yang tidak ia kenal. "Percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Karena itu Abraham disebut "Sahabat Allah" (Yak 2:23). Dibangun dalam Yesus Kristus berarti menanggapi secara positif panggilan Tuhan, mempercayaiNya, dan menaruh SabdaNya dalam tindakan. Yesus sendiri mengingatkan para murid, "Mengapa engkau berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?" (Luk 6:46). Dia lalu memakai gambaran pembangunan sebuah rumah:  "Setiap orang yang datang kepadaKu dan mendengarkan serta melakukannya - aku akan menyatakan kepadamu - dengan siapa ia dapat disamakan. Ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah. Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun" (Luk 6:47-48).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Para Sahabat terkasih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunlah rumah kalian sendiri di atas batu karang seperti orang yang menggali dalam-dalam untuk membuat pondasi. Cobalah setiap hari untuk mengikuti sabda Kristus. Dengan keberadaan-Nya disamping kalian,  kalian akan menemukan keberanian dan pengharapan untuk menghadapi berbagai kesulitan dan masalah, bahkan untuk mengatasi kekecewaan dan kemunduran.  Kepada kalian, secara terus menerus ditawarkan pilihan-pilihan yang lebih mudah, namun kalian sendiri tahu, bahwa segala tawaran itu bersifat menipu dan tidak akan pernah mampu memberikan damai dan suka cita. Hanya Sabda Allah saja yang mampu memperlihatkan kepada kita jalan yang sejati dan hanya iman yang kita terima-lah yang menjadi cahaya dalam jalan kehidupan kita. Dengan penuh syukur, terimalah hadiah  rohani ini yang telah kalian warisi dari keluarga kalian; Berusahalah untuk menanggapi panggilan Tuhan dengan penuh kesadaran, dan bertumbuhlah dalam iman. Janganlah percaya para mereka yang memberitahu kalian bahwa kalian tidak memerlukan orang lain untuk membangun hidup kalian! Temukanlah dukungan dalam iman, pada orang-orang  yang mengasihi kalian, temukanlah dukungan dari iman  Gereja, dan bersyukurlah pada Tuhan bahwa kalian telah menerima iman itu dan telah membuatnya menjadi milik kalian sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Berteguhlah dalam iman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendalah kamu "berakar  dan dibangun dalam Yesus Kristus, berteguh dalam iman." (Kol 2:7). Surat dari mana kata-kata tersebut dikutip, ditulis oleh Santo Paulus untuk menanggapi kebutuhan khusus umat Kristen di kota Kolose. Waktu itu, komunitas umat di Kolose terancam oleh pengaruh kecenderungan budaya tertentu yang memalingkan kaum beriman dari Injil.  Ruang lingkup budaya kita sekarang, para sahabat, bukanlah seperti keadaan umat kuno di Kolose. Namun saat ini,  terdapat arus kuat pikiran kaum sekular serupa,  yang bertujuan untuk meminggirkan Tuhan dari  kehidupan masyarakat dengan menekankan dan menciptakan  "surga"  tanpa kehadiran-Nya.  Sebenarnyalah,  pengalaman memberikan bukti nyata kepada kita semua, bahwa dunia tanpa Tuhan selalu menjadi  "neraka" : dipenuhi oleh  keakuan, keluarga berantakan, kebencian antar-pribadi dan antar-bangsa, dan kekurangan yang besar akan kasih, suka cita, dan harapan.  Di lain pihak, di manap ada pribadi dan bangsa menerima kehadiran Allah di tengah-tengah mereka, memujiNya  dalam  kebenaran serta mendengarkan suara-Nya,  maka peradaban cinta kasih sedang dibangun, yaitu sebuah peradaban di mana martabat semua  orang dihormati, dan persekutuan paguyuban meningkat, dengan segala kebaikannya.   Namun demikian tetap saja, beberapa umat Kristen  tergoda oleh sekularisme  dan arus kepercayaan yang menjauhkan  mereka dari iman akan Yesus Kristus. Ada pula beberapa orang Kristen, sekalipun tidak terpengaruh oleh godaan itu, namun telah dengan sembrono membiarkan  iman mereka tumbuh seadanya, yang berakibat buruk pada hidup kesusilaan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada orang-orang Kristen yang dipengaruhi oleh gagasan-gagasan yang jauhb dari nilai Injil, Rasul Paulus memberitakan mengenai kekuatan wafat dan kebangkitan Kristus. Misteri wafat dan kebangkitan Kristus merupakan dasar hidup kita serta pusat iman Kristen. Dengan tetap menghormati  pertanyaan-pertanyaan besar yang terbenam dalam-dalam di hati manusia, menurut saya  semua filsafat yang mengabaikan misteri salib serta menganggapnya "kebodohan" (1Kor 1:23), justru menyingkapkan keterbatasan mereka sendiri.   Sebagai penerus Rasul Petrus, saya juga ingin menguatkan kalian dalam iman (bdk. Luk 22:32). Kita dengan teguh percaya bahwa Yesus Kristus menyerahkan diriNya sendiri di kayu salib  untuk  memberikan kasih-Nya kepada kita. Dalam penderitaanNya, Dia memikul penderitaan kita, menanggung dalam diri-Nya dosa -dosa kita, memberikan pengampunan bagi kita dan mendamaikan kita dengan Allah Bapa, membukakan bagi kita jalan menuju hidup abadi. Jadi, kita dibebaskan dari hal yang paling membelenggu hidup kita yaitu perbudakan dosa. Kita bisa mengasihi setiap orang, bahkan musuh kita, dan kita bisa membagikan kasih ini  untuk yang termiskin dari saudara-saudari kita, dan bagi semua orang yang sedang dalam dalam kesukaran hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Para Sahabat terkasih;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salib sering menggentarkan kita karena salib tampak sebagai penolakan hidup. Pada kenyataannya, sebaliknyalah yang benar.  Salib adalah pernyataan ‘Ya' dari Allah kepada umat manusia, yang merupakan ungkapan tertinggi dari cinta-Nya dan sumber dari mana kehidupan kekal mengalir. Sesungguhnyalah, pernyataan ini berasal dari hati Yesus, yang dihancurkan di salib, yang justru dari hati yang hancur itu hidup ilahi mengalir, yang bisa ditampung oleh semua yang mengangkat mata mereka kepada Sang Tersalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya dapat mendesak kalian untuk memeluk Salib Yesus Kristus, tanda cinta kasih Tuhan, sebagai sumber hidup baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Mengimani Yesus Kristus melihat langsung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  Injil kita menemukan paparan mengenai pengalaman iman Rasul  Thomas ketika ia menerima misteri Salib dan kebangkitan Kristus.  Thomas merupakan salah satu dari kedua belas rasul. Dia mengikuti Yesus, dan menjadi saksi mata dari penyembuhan dan mukjizat yang dibuat Yesus. Thomas mendengarkan sabda-Nya, dan dia mengalami ketakutan pada saat wafat Yesus.  Malam pada hari Paskah itu, ketika Tuhan menampakkan diri pada para murid, Thomas tidak hadir. Ketika ia diberitahu bahwa Yesus hidup dan memperlihatkan diriNya, Thomas menjawab: "Sebelum  aku melihat bekas paku pada tangannya, dan mencucukkan jariku pada bekas paku itu dan mencucukkan tanganku pada lambungNya,  sekali-kali aku tidak akan percaya" (Yoh 20:25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga, ingin mampu melihat Yesus, berbicara denganNya dan merasakan kehadiranNya bahkan secara lebih penuh kuasa. Bagi banyak orang dewasa ini, menjadi sukar untuk mendekati Yesus.  Ada terlalu banyak gambaran mengenai Yesus yang beredar, yang  dinyatakan sebagai ilmiah, yang malahan membuat kabur  keagungan dan keunikan pribadiNya. Itulah sebabnya, setelah  bertahun-tahun belajar dan merenung, saya memikirkan untuk membagikan  sesuatu dari perjumpaan pribadi saya bersama Yesus dengan menuliskannya menjadi sebuah buku. Ini merupakan sebuah cara untuk membantu orang lain melihat, mendengar, dan menyentuh Tuhan kepada siapa  Ia datang   supaya diri-Nya dikenal. Yesus sendiri ketika seminggu kemudian menampakkan diri lagi kepada para murid berkata kepada Thomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tanganKu, ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi melainkan percayalah." (Yoh 20:27). Kita juga, bisa memiliki kontak yang tampak dengan Yesus dan menaruh tangan kita, juga  berbicara padaNya, atas  tanda-tanda penderitaan-Nya, tanda-tanda cinta kasih-Nya. Dalam sakramen-sakramen, Dia secara khusus dekat dengan kita, dan memberikan diriNya untuk kita. Orang muda terkasih, belajarlah untuk "melihat" dan "menjumpai" Yesus dalam Ekaristi, di mana Dia hadir dan dekat dengan kita, dan bahkan menjadi santapan bagi perjalanan  kita. Dalam Sakramen Tobat, Tuhan memperlihatkan kerahimanNya dan selalu memberikan pengampunanNya untuk kita. Kenalilah, dan layanilah Yesus dalam diri orang miskin, orang sakit, dan dalam diri saudara-saudari yang sedang dalam kesulitan dan membutuhkan pertolongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuklah dalam percakapan pribadi dengan Yesus Kristus dan peliharalah hal itu  dalam iman. Kenalilah Dia lebih baik lagi dengan membaca Kitab Suci dan buku Katekismus Gereja Katolik (KGK). Berbincanglah dengan-Nya dalam doa kalian, dan letakkan kepercayaan kalian dalam Dia. Dia tidak pernah mengkhianati kepercayaan kalian itu! "Iman pertama-tama ialah ikatan pribadi manusia dengan Allah. Sekaligus tak terpisahkan dari itu, ialah persetujuan bebas terhadap seluruh kebenaran yang diwahyukan Tuhan" (KGK, 150). Dengan demikian, kalian akan menuai iman yang matang dan mantap, yaitu iman yang tak hanya didasarkan kepada rasa-perasaan keagamaan, atau hanya mengandalkan ingatan samar-samar akan katekismus pelajaran agama Katolik yang kamu terima dulu saat kanak-kanak. Kalian mau datang untuk mengenal Allah, dan hidup secara  sejati dalam kesatuan dengan Dia, sebagaimana Rasul Thomas yang memperlihatkan imannya yang teguh dalam Yesus, dengan berkata: "Tuhanku dan Allahku!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Ditopang oleh iman Gereja untuk menjadi saksi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus berkata kepada Thomas: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya." (Yoh 20:29).  Yesus saat itu sedang memikirkan jalur iman Gereja yang harus diikuti yang didasarkan pada para saksi mata wafat dan kebangkitan Kristus yaitu para Rasul. Dengan demikian, kita  melihat, bahwa iman pribadi kita pada Kristus, yang menjumpai kita dalam percakapan pribadi denganNya, diikat dalam iman Gereja. Kita tidak beriman sebagai individu yang terpisah dari yang lain, namun melalui Baptis, kita ialah anggota keluarga besar Gereja. Iman yang diakui oleh Gereja selalu menguatkan kembali iman pribadi kita masing-masing. Kredo "Aku Percaya" yang kita doakan setiap misa hari Minggu melindungi kita dari bahaya kepercayaan terhadap "allah lain" yang tidak diwahyukan oleh Yesus Kristus: "Setiap orang beriman adalah anggota dalam jalinan rantai besar orang-orang beriman. Saya tidak dapat menjadi orang beriman kalau saya tidak didukung oleh iman orang lain. Dan oleh iman saya, saya pun mendukung iman orang lain" (KGK 166). Marilah selalu bersyukur kepada Tuhan atas anugerah Gereja, karena Gereja menolong kita untuk maju dengan aman, dalam iman yang memberi kita hidup sejati (bdk. Yoh 20:31).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah Gereja, para orang kudus  dan para martir selalu bergerak dari kemuliaan Salib Kristus - daya kesetiaan kepada Tuhan -  menuju Allah, hingga pada titik mereka harus menyerahkan nyawa. Dalam iman, mereka menemukan kekuatan untuk mengatasi kelemahan, dan menang atas setiap kesulitan. Benarlah Rasul Yohanes mengatakan: "Siapakah yang mengalahkan dunia selain dari pada dia yang percaya  bahwa Yesus adalah Anak Allah?" (1Yoh 5:5).  Kemenangan yang lahir dari iman adalah cinta kasih. Masih ada dan tetap ada, banyak umat Kristen yang menghayati kesaksian nyata dari daya iman yang diwujudkan dengan pelayanan karya amal kasih. Merekalah para juru perdamaian, promotor keadilan dan pekerja-pekerja demi dunia yang lebih manusiawi, dunia yang sesuai dengan rencana Tuhan. Dengan kompetensi dan sikap profesional, mereka bekerja penuh tanggung jawab dalam sektor-sektor hidup masyarakat yang beraneka ragam, menyumbangkan secara tepat guna, kesejahteraan bagi semua. Karya amal kasih yang berasal dari iman membawa mereka kepada kesaksian nyata dengan kata dan perbuatan.  Kristus bukanlah harta milik yang ditujukan untuk diri kita saja. Dia, harta paling berharga yang kita miliki, ialah Dia yang ditujukan dan dibagikan untuk sesama yang lain. Pada masa globalisasi ini, jadilah saksi harapan Kristiani di seluruh dunia. Betapa banyaknya orang yang telah menanti untuk menerima harapan ini! Ketika berdiri di depan batu makam sahabat-Nya Lazarus, yang mati empat hari sebelumnya,  sebelum Ia menghidupkan kembali si mati itu, Yesus berkata kepada saudari Lazarus, Martha: "Jika engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah" (bdk Yoh 11:40). Dengan cara yang sama, jika kalian percaya, dan jika kalian mampu menghayati iman  dan menjadi saksi atas iman setiap hari, kalian akan menjadi sumber yang membantu orang muda lainnya seperti diri kalian, untuk menemukan makna dan kegembiraan hidup, yang terlahir dari perjumpaan dengan Kristus!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Menuju Hari Orang Muda Sedunia di Madrid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Para Sahabat terkasih,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, saya mengundang kalian semua untuk menghadiri Hari Orang Muda Sedunia di Madrid.  Saya menunggu kalian masing-masing dengan sukacita yang besar. Yesus Kristus ingin menguatkan iman kalian melalui Gereja.  Keputusan untuk percaya kepada Yesus dan mengikuti-Nya bukanlah perkara  yang mudah. Iman padaNya sering terhalangi oleh kegagalan pribadi, dan oleh banyak keriuhan yang menawarkan  jalur-jalur  perjalanan yang lebih mudah. Jangan lemah  semangat. Namun, temukanlah dukungan dari komunitas seiman, temukanlah dukungan dari Gereja! Selama tahun ini, persiapkanlah secara cermat untuk pertemuan di Madrid, bersama uskup-uskup, para imam, para pembimbing orang muda di keuskupan, komunitas-komunitas paroki, dan berbagai serikat serta perkumpulan kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mutu pertemuan kita mendatang akan seluruhnya bergantung pada : Persiapan rohani kita, doa-doa kita, kebersamaan kita dalam mendengarkan sabda Allah, dan dukungan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para  muda terkasih, Gereja bergantung kepada kalian! Dia membutuhkan iman kalian yang bersemangat, amal kasih kalian yang kreatif, dan energi dari pengharapan kalian. Kehadiran kalian  memperbaharui, meremajakan,dan memberikan energi baru bagi Gereja.  Karena itulah, maka Hari Orang Muda Sedunia  adalah rahmat, bukan saja untuk kalian orang muda, tapi juga untuk keseluruhan umat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja Spanyol sedang bersiap diri secara aktif  untuk menyambut kedatangan kalian sekaligus untuk berbagi pengalaman iman yang menggembirakan ini bersama kalian.  Saya mengucapkan terima kasih kepada keuskupan-keuskupan, paroki-paroki, tempat-tempat ziarah, komunitas-komunitas religius, asosiasi-asosiasi dan perkumpulan-perkumpulan gerejawi, serta semua yang bekerja keras untuk mempersiapkan peristiwa ini. Allah menganugerahkan berkat-Nya untuk mereka semua. Semoga Bunda Perawan Maria menyertai kalian selama persiapan ini. Ketika menerima kabar gembira, Bunda Maria  menerima Sang Sabda dengan imannya. Dalam iman, ia menyetujui rencana kepenuhan janji Allah yang terlaksana dalam dan melalui dirinya.  Dengan menyerukan "fiat", "terjadilah padaku menurut perkataanMu", Bunda Maria menerima anugerah cinta kasih yang sedalam-dalamnya, yang membuat dia memberikan diri seutuhnya kepada Allah. Semoga doanya campur tangan dalam diri kalian, sehingga pada Hari Orang Muda Sedunia mendatang ini, kalian bertumbuh dalam iman dan kasih. Saya meyakinkan kalian bahwa saya dengan kasih kebapaan, mengingat kalian dalam doa-doa saya, dan saya memberikan kepada kalian berkat dari lubuk hati saya yang paling dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Vatikan, 6 Agustus 2010  &lt;br /&gt;pada Pesta Penampakan Kemuliaan Tuhan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Benedictus PP. XVI&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-22794673649126017?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/22794673649126017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=22794673649126017&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/22794673649126017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/22794673649126017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/11/pesan-bapa-suci-benedictus-xvi-untuk.html' title='PESAN BAPA SUCI  BENEDICTUS XVI UNTUK HARI ORANG MUDA SEDUNIA KE-26, TAHUN 2011 DI MADRID'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TOR8Onc_nBI/AAAAAAAAAXg/gmHjWRTWI4U/s72-c/pope%2Bbenedictues%2Bxvi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-1115043478802144256</id><published>2010-11-17T16:16:00.001-08:00</published><updated>2010-11-17T16:19:09.617-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KAUM MUDA dalam VENTIMIGLIA 1'/><title type='text'>OMK: ANTARA HARAPAN &amp; KENYATAAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TORwg0N0nHI/AAAAAAAAAXY/1fQVN2eNodo/s1600/pediomka%2Bangkatan%2Bpertama.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 286px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TORwg0N0nHI/AAAAAAAAAXY/1fQVN2eNodo/s400/pediomka%2Bangkatan%2Bpertama.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540677150647295090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(oleh : Dionisius Agus Puguh Santosa/Divisi Litbang KOMKEP Keuskupan Banjarmasin – sebuah refleksi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini adalah sharing saya pribadi tentang dinamika OMK secara umum di Keuskupan Banjarmasin, yang saya tulis berdasarkan pengalaman keterlibatan saya dalam kegiatan Komisi Kepemudaan (Komkep) Keuskupan Banjarmasin selama 5 tahun terakhir. Tulisan ini juga saya buat berdasarkan pengamatan saya secara langsung di lapangan (termasuk melihat dan terlibat dalam kegiatan Komunitas Orang Muda Katolik (KOMKA) di beberapa paroki - baik di dalam maupun di luar kota Banjarmasin), juga atas berbagai informasi perkembangan OMK terkini (dari curhat atau sharing rekan-rekan sesama orang muda).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Konsep “Senior” dan “Yunior”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di suatu siang saya berjumpa dengan seorang anak muda yang berkisah tentang beberapa masalah yang sedang dialami oleh KOMKA di parokinya. Dari perbincangan tersebut saya melihat bahwa masalah “senior” dan “yunior” menjadi sebuah “benang merah” yang menjadi penghubung antara satu masalah dengan permasalahan yang lain. Ketika ada sebagian dari anggota KOMKA yang lebih senior merasa “tidak dihargai” (tidak dianggap) oleh anggota KOMKA yang masih baru (yunior); dan secara kebetulan anggota yang masih yunior ini mendapat dukungan dari pemegang kekuasaan (pengurus KOMKA), maka konflik berkepanjangan pun terjadi dan pada akhirnya malah menimbulkan perpecahan dalam tubuh KOMKA bersangkutan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah yang dipaparkan oleh sahabat saya tersebut, saya mengetahui bahwa beberapa orang teman saya yang senior (anggota KOMKA di paroki tersebut) akhirnya memilih “hengkang” (mengundurkan diri) dan menyatakan tidak mau bergabung lagi dengan KOMKA parokinya. Suatu fenomena yang membuat saya berpikir kembali, “Sejauh mana perhatian dewan paroki bersangkutan (khususnya seksi yang menangani bidang kepemudaan) terhadap masalah yang melanda KOMKA di parokinya? Apakah ada umat paroki setempat yang peduli? Dan apakah pastor paroki juga tidak tahu akan permasalahan ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pertanyaan tersebut saya ajukan karena dari kisah yang dipaparkan oleh sahabat saya itu, permasalahan yang melanda KOMKA di parokinya sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir. “Apakah memang tidak ada usaha untuk melakukan mediasi (memperbaiki hubungan, menyatukan kembali) kondisi KOMKA yang sebagian anggotanya ternyata memilih mundur “demi” menghindari konflik yang berkepanjangan?” Apakah dengan mundurnya beberapa orang anggota KOMKA bisa dijadikan “jaminan” bahwa masalah yang “serupa tapi tak sama” bisa muncul kembali di kemudian hari?&lt;br /&gt;Cerita di atas bukanlah cerita pertama yang pernah saya dengar selama 5 tahun terakhir ini. Ada kisah-kisah lain yang hampir mirip kejadiannya pernah melanda beberapa komunitas orang muda di paroki-paroki yang lain. Pertanyaannya adalah : “Seberapa besar perhatian kita atas fenomena tersebut? Apakah kita akan menutup mata terhadap semua itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;KOMKA Identik dengan “Tukang Parkir” Gereja&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan di atas sudah “seringkali” saya dengar terucap dari sahabat-sahabat saya sesama orang muda, ketika saya bertanya: “Mengapa yang ikut KOMKA orangnya hanya itu-itu saja?” Dari cerita yang mereka sampaikan ternyata banyak diantara orang tua yang merasa keberatan jika anak-anaknya terlibat dalam kegiatan KOMKA – karena KOMKA identik dengan “tukang parkir”!&lt;br /&gt;Sebutan ini sudah teramat sering saya dengar sejak 5 tahun terakhir keterlibatan saya dalam Komisi Kepemudaan. Mengapa istilah ini muncul? Bila dicermati baik-baik, sebenarnya ada 2 efek yang bisa ditimbulkan oleh ungkapan tersebut! &lt;br /&gt;Sisi positifnya : ungkapan ini bisa berarti kritik membangun karena orang tua pasti mengharapkan agar kegiatan KOMKA “tidak hanya” menjadi tukang parkir gereja. Misalnya saja dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan kreatif lainnya yang bisa dijadikan ajang bagi orang muda untuk sama-sama bertumbuh dan berkembang, menempa diri dan mendewasakan iman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sisi negatif dari populernya ungkapan tersebut adalah : makin minimnya minat orang muda di masing-masing paroki untuk terlibat dalam kegiatan KOMKA, karena ungkapan ini berkonotasi negatif dan tidak kerén!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hemat saya, seharusnya orang tua bersikap dan menilai “secara lebih bijaksana”. Tidak adil rasanya bila hanya sekedar melontarkan ucapan seperti itu tanpa mau ikut peduli terhadap KOMKA. Bagi saya, apapun kegiatan yang dilakukan oleh KOMKA – selama itu bertujuan positif, tidak ada masalah! Dan saya pribadi tetap mendukungnya, walaupun untuk menjadi tukang parkir gereja sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah KOMKA salah jika melakukan tugasnya sebagai tukang parkir gereja? Saya menilai kegiatan mereka positif dan baik, tidak ada yang patut disalahkan! Mengapa? Bila dipikir-pikir, seandainya dalam suatu Perayaan Ekaristi tidak ada KOMKA yang menjaga parkir di gereja; sedangkan selama beberapa waktu ada kasus kehilangan di tempat parkir gereja (entah helm, jaket, bahkan motor, dan sebagainya), tentu kejadian kehilangan tersebut akan membuat umat yang ikut dalam Perayaan Ekaristi menjadi “resah dan gelisah”, benar bukan? Makanya semestinya umat mendukung kegiatan KOMKA yang sudah merelakan waktunya untuk menjadi tukang parkir gereja. Sebab bagi saya tugas ini mulia karena membantu kelancaran perayaan di gereja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika misalnya anak-anak KOMKA kita “gengsi” untuk menjadi tukang parkir, apakah umat yang pernah menyebut KOMKA sebagai tukang parkir gereja “mau” menggantikan posisi KOMKA sebagai tukang parkir? Pasti banyak diantara mereka akan menjawab, “Tidak mau!” dengan berbagai alasan tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang akan terasa lebih mudah bagi kita untuk menghakimi orang lain, ketimbang memberikan solusi untuk memperbaiki keadaan yang ada. Kegiatan KOMKA yang rela dan setia menjadi tukang parkir gereja, tidak bisa dijadikan “indikasi” bahwa KOMKA di suatu paroki tidak mempunyai kegiatan lainnya. Seperti halnya dengan pengalaman saya berkomunitas dalam KOMKA paroki selama ini, saya benar-benar melihat dan mengikuti berbagai kegiatan KOMKA yang digelar sepanjang tahun. Bahkan saya pernah bergelut bersama beragam kegiatan mereka sejak pagi, siang hingga malam, sehingga saya benar-benar tahu bahwa ungkapan yang menyatakan bahwa “KOMKA identik dengan tukang parkir gereja” sungguh tidak pada tempatnya! Belajarlah untuk menghargai orang muda kita, belajarlah untuk memahami mereka, apa yang mereka lakukan – meski sesederhana apapun, semuanya harus tetap kita apresiasi secara positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah paroki saya mendapatkan cerita yang menggembirakan, dimana umat ternyata mau juga terlibat menjadi tukang parkir gereja dan bertugas bergiliran dengan KOMKA parokinya. Suatu realitas yang patut diacungi jempol dan seharusnya menjadi “teladan” bagi paroki-paroki lainnya di Keuskupan Banjarmasin. Kegiatan seperti ini bisa dijadikan sarana untuk menepis sekaligus menghapus image (pandangan) negatif terhadap ungkapan “KOMKA tukang parkir gereja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang muda jaman sekarang mau tidak mau memang harus menghadapi kehidupan yang serba kompleks. Padatnya jadwal belajar di sekolah ataupun di bangku kuliah, belum lagi ditambah jadwal les dan sebagainya, sudah cukup membuat orang muda kita terkadang merasa “lelah” dan perlu bertemu dengan teman-temannya sesama orang muda. Bertemu untuk berbagi cerita atau sekedar untuk melakukan rekreasi bersama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan “KOMKA” adalah salah satu alternatif yang bisa dijadikan pilihan sebagai wadah bagi orang muda kita untuk mencapai tujuan tersebut. Tentu keberadaan KOMKA juga perlu mendapatkan “pendampingan” dari pastor paroki, dewan paroki, suster, frater, biarawan/biarawati atau siapa saja yang punya perhatian terhadap dinamika orang muda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya percaya, “investasi” yang kita tanamkan bagi KOMKA di tiap-tiap paroki kita (dalam segala bentuk: dana, dukungan moril, doa, bantuan materi, dan sebagainya) tidak akan pernah sia-sia! Memang, buah dari investasi tersebut ada yang bisa langsung kita lihat hasilnya di masa kini, akan tetapi juga ada yang baru bisa kita saksikan di masa depan! Yang pasti, marilah kita belajar untuk berpikir positif dan melakukan berbagai usaha untuk mendukung pemikiran-pemikiran positif tersebut. Berpikir positif sekaligus melakukan usaha-usaha positif untuk mendukung KOMKA di paroki kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;(Banjarbaru-Banjarmasin-Jakarta, 21, 22, 23 Juni + 11, 12 Juli 2010)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-1115043478802144256?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/1115043478802144256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=1115043478802144256&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1115043478802144256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1115043478802144256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/11/omk-antara-harapan-kenyataan.html' title='OMK: ANTARA HARAPAN &amp; KENYATAAN'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TORwg0N0nHI/AAAAAAAAAXY/1fQVN2eNodo/s72-c/pediomka%2Bangkatan%2Bpertama.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-8386145513902610880</id><published>2010-07-27T19:02:00.000-07:00</published><updated>2010-07-27T19:12:08.206-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel orang muda'/><title type='text'>OMK : ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TE-RwBwkKKI/AAAAAAAAAXA/XBkPKKjaifU/s1600/ventimiglia+FB.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 289px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TE-RwBwkKKI/AAAAAAAAAXA/XBkPKKjaifU/s400/ventimiglia+FB.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498773924334545058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SEGERA TERBIT !!!&lt;br /&gt;MAJALAH VENTIMIGLIA Edisi Tahun 1/No. 01/Juli – Agustus 2010&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu siang saya berjumpa dengan seorang anak muda yang berkisah tentang beberapa masalah yang sedang dialami oleh KOMKA di parokinya. Dari perbincangan tersebut saya melihat bahwa masalah “senior” dan “yunior” menjadi sebuah “benang merah” yang menjadi penghubung antara satu masalah dengan permasalahan yang lain...(BACA SELENGKAPNYA di Majalah VENTIMIGLIA edisi Juli-Agustus 2010, hal.17+18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah secuplik artikel berjudul “OMK : ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN” yang dimuat pada halaman 17 dan 18 Majalah VENTIMIGLIA Keuskupan Banjarmasin yang akan mulai beredar di minggu pertama Agustus 2010 besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAPATKAN Majalah VENTIMIGLIA di paroki-paroki teman-teman orang muda semua. Majalah VENTIMIGLIA hadir full colour dengan ukuran kertas kuarto (A4) dan jumlah halaman 32. Sukses dan semoga majalah ini dapat menjadi media komunikasi di antara kita sekalian di Keuskupan Banjarmasin ini. Berkat TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&amp;doa,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Agus_Bli (Sekretaris KOMISI KOMSOS Keuskupan Banjarmasin)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-8386145513902610880?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/8386145513902610880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=8386145513902610880&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8386145513902610880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8386145513902610880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/07/omk-antara-harapan-dan-kenyataan.html' title='OMK : ANTARA HARAPAN DAN KENYATAAN'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TE-RwBwkKKI/AAAAAAAAAXA/XBkPKKjaifU/s72-c/ventimiglia+FB.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-4006654258301368866</id><published>2010-07-03T00:50:00.000-07:00</published><updated>2010-07-03T00:53:25.102-07:00</updated><title type='text'>BUKU : “MENABUR SABDA, BERBAGI BERKAT”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TC7sXRRXkzI/AAAAAAAAAW4/sd5YWAiVC8g/s1600/draft+cover+BACK.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 307px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TC7sXRRXkzI/AAAAAAAAAW4/sd5YWAiVC8g/s400/draft+cover+BACK.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489584880328610610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; SEGERA TERBIT !!! PERSEMBAHAN ISTIMEWA PERAYAAN TAHUN IMAM&lt;br /&gt;(19 JUNI 2009 – 19 JUNI 2010)&lt;br /&gt;(Edisi Perdana Cetak Terbatas, Jangan Sampai Kehabisan...)&lt;br /&gt;BUKU : “MENABUR SABDA, BERBAGI BERKAT”&lt;br /&gt;Bunga Rampai Sharing Imamat Para Imam yang Berkarya di Keuskupan Banjarmasin&lt;br /&gt;Pengantar : Mgr. Dr. Petrus Boddeng Timang (Uskup Keuskupan Banjarmasin)&lt;br /&gt;Penyunting &amp; Editor : Dionisius Agus Puguh Santosa&lt;br /&gt;Ukuran : 15 cm x 21 cm Jumlah Halaman : 224 halaman + xii&lt;br /&gt;Cover : Full colour&lt;br /&gt;Terbit Perdana : Jumat, 9 Juli 2010 setelah Perayaan Ekaristi Agung Penutupan Tahun Imam 2010 di Gereja Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran dengan kisah yang dituturkan oleh Rm. Allparis? Atau ingin tahu apa yang diceritakan oleh Rm. Doso selama studi di Roma? Atau barangkali ingin tahu liku-liku perjalanan imamat yang ditempuh oleh Rm. Amtono? Selain ketiga orang romo tersebut, masih ada 15 orang romo lainnya yang menceritakan pengalaman pribadinya dalam buku ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang tersaji di dalam buku ini adalah benar-benar merupakan ungkapan hati dan cerita jiwa dari para romo yang menuturkannya langsung kepada saya. Meskipun pada kenyataannya memang ada sebagian di antara naskah yang tersaji di dalam buku ini adalah tulisan-tulisan yang dibuat oleh para romo sendiri. Tulisan yang ada bukan hanya sekedar berisi sharing imamat, tetapi banyak juga di dalamnya memuat saran, kritik, pendapat, argumen dan beragam hal yang menyangkut pelayanan pastoral yang dijalani oleh para romo ini, juga terkait dengan kehidupan menggereja di Keuskupan Banjarmasin. Bahkan menurut hemat saya, sebagian kisah yang dituturkan dalam buku ini “belum” pernah saya dengar sebelumnya! Kisah yang unik, cerita yang membuat dahi saya berkerut, sebab banyak realitas yang sebelumnya saya “ragukan”, ternyata melalui perbincangan “dari hati ke hati” dengan para romo yang saya wawancarai, kian membuka wawasan saya, bahwa realitas itu memang ada...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekelumit gambaran pengalaman saya pribadi selama proses penyusunan buku ini. Waktu selama 6 bulan untuk mengumpulkan naskah ditambah dengan waktu kurang lebih 1 bulan untuk proses penyuntingan dan editing, mewarnai “perjuangan” saya agar buku ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak Uskup Mgr. Petrus Boddeng Timang, para romo, suster, frater, teman-teman orang muda Katolik di Keuskupan Banjarmasin, serta kepada semua pihak atas segala bentuk dukungan, bantuan dan doa-doanya. Semoga buku ini dapat mencapai maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat TUHAN.&lt;br /&gt;Salam&amp;doa,&lt;br /&gt;Agus_bli&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-4006654258301368866?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/4006654258301368866/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=4006654258301368866&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4006654258301368866'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4006654258301368866'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/07/buku-menabur-sabda-berbagi-berkat.html' title='BUKU : “MENABUR SABDA, BERBAGI BERKAT”'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/TC7sXRRXkzI/AAAAAAAAAW4/sd5YWAiVC8g/s72-c/draft+cover+BACK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-3018124370021553517</id><published>2010-05-24T20:25:00.001-07:00</published><updated>2010-05-24T20:27:43.028-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengurus KOMKEP 2010-2012'/><title type='text'>PELANTIKAN PENGURUS KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BANJARMASIN DAN PASKAH BERSAMA OMK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/S_tDkPGyZEI/AAAAAAAAAWg/3hPq6sq8dTw/s1600/foto+bersama.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/S_tDkPGyZEI/AAAAAAAAAWg/3hPq6sq8dTw/s400/foto+bersama.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475044061808321602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/S_tDjgPPwnI/AAAAAAAAAWY/Ufo6JsTW5g0/s1600/pelatikan+pengurus+komkep.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 392px; height: 331px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/S_tDjgPPwnI/AAAAAAAAAWY/Ufo6JsTW5g0/s400/pelatikan+pengurus+komkep.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475044049227334258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perjalanan ke Batulicin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 16.30 Wita bis yang membawa anak-anak KOMKA bertolak dari Katedral Banjarmasin menuju Paroki St. Vincentius a Paulo Batulicin. Suasana ruangan di dalam bis agak kosong karena sebagian rombongan anak-anak KOMKA dari Paroki Katedral dan Veteran mengendarai mobil pribadi ke Batulicin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di bundaran Liang Anggang bis yang mengangkut rombongan berhenti untuk menjemput Pastor Petrus Prillion, MSF, Jumiko dan Nasep (masing-masing sebagai Ketua Komkep, Sekjen dan Sekjend). Bis kemudian meneruskan perjalanan, beberapa kali sempat berhenti untuk menjemput teman-teman Orang Muda Katolik (OMK) di beberapa tempat. Mereka tampaknya bersemangat sekali untuk ikut serta ke Batulicin. Perhentian selanjutnya di Paroki St. Theresia Pelaihari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya pada pukul 22.30 Wita, bis yang membawa rombongan tiba dengan selamat di halaman Gereja St. Vinsensius a Paulo Batulicin yang berdiri megah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyala api unggun dan kumpulan OMK yang berasal dari Paroki Sungai Danau, Paroki Kotabaru dan Paroki Batulicin selaku tuan rumah menyapa kedatangan rombongan dari Banjarmasin. Alunan musik terdengar merdu dan semakin membuat suasana malam itu terasa begitu istimewa. Tak kurang dari 150-an OMK ikut berkumpul dan bergembira bersama! Di saat berikutnya, rombongan dari Banjarmasin seolah tanpa mengenal lelah langsung berlatih koor bersama dengan OMK dari paroki lainnya yang sudah ada di lokasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pelantikan Pengurus KOMKEP dan Paskah Orang Muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Minggu, 11 April 2010, tepat pada pukul 09.00 Wita dilangsungkan Perayaan Ekaristi yang dirangkaian dengan pelantikan pengurus KOMKEP periode 2010-2012. Perayaan Ekaristi dipersembahkan oleh Pastor Christophorus Katijanarso, CM dan Pastor Prillion, MSF. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam homilinya Pastor Katijan menyampaikan banyak hal, termasuk pesan kepada pengurus KOMKEP yang akan dilantik. ”Dalam peristiwa Paskah, tidak ada saksi mata ketika kebangkitan Yesus terjadi; yang ada hanyalah kubur kosong. Bisa saja orang kemudian menduga bahwa jenazah Yesus dicuri orang atau Yesus tidak dimakamkan disitu. Berita kubur kosong pertama kali disampaikan oleh para wanita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya dengan orang muda Katolik (OMK) yang berkumpul dari banyak paroki sekarang ini datang karena kubur kosong. Orang sekarang minta bukti atau fakta untuk percaya.&lt;br /&gt;Seperti Thomas yang semula tidak percaya, kemudian menjadi seorang yang percaya, ”mana mungkin orang mati hidup kembali, aku belum percaya sebelum melihat dan memasukkn jariku kedalam bekas lambung-Nya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus datang dalam rumah yang terkunci. Sebanyak 3 kali Yesus mengucapkan kata ”damai bagimu.” Barulah Thomas percaya setelah dipanggil Yesus untuk memasukkan jarinya kedalam lambung-Nya. “Berbahagialah yang tidak melihat namun percaya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teologinya untuk jaman sekarang adalah apa yang baik tidak akan mati tetapi tetap hidup dengan melakukan kebaikan-kebaikan Yesus yang telah Ia teladankan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk pengurus KOMKEP Keuskupan Banjarmasin yang sebentar lagi akan dilantik, saya berpesan supaya kalian semua tetap semangat bersama Kristus yang bangkit – Yesus yang hidup, sebab kelak kitapun akan dimuliakan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai penyampaian homili, Rm. Prillion, membacakan dan memanggil satu persatu pengurus KOMKEP periode 2010 – 2012 untuk di lantik. Rm. Katijan sebagai wakil Uskup di Dekenat Timur membacakan doa dan memercikkan air suci kepada pengurus yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Perayaan Ekaristi ditutup, disampaikan 4 kata sambutan, diantaranya dari :&lt;br /&gt;Sekretaris II KOMKEP periode 2008-2010 (Albertus Bambang Utoyo), Sekjen KOMKEP periode 2010 – 2012 (Yulius Jumiko), Ketua KOMKEP (Rm. Prillion) dan selaku wakil Uskup di Dekenat Timur (Rm. Katijanarso). Secara keseluruhan Perayaan Ekaristi berakhir pada pukul 11.00 Wita. Sebelum bubaran, OMK yang hadir sempat berfoto bersama di depan Altar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 11.30 - 12.30 Wita acara dilanjutkan dengan ramah tamah, yang diisi dengan perkenalan dan pengakraban peserta yang dilanjutkan dengan sesi tanya jawab KOMKA Paroki dengan Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rekreasi ke Pantai Pagatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pukul 12.30 Wita semuanya terlihat makan siang bersama di halaman Gereja. Satu jam kemudian, rombongan yang berasal dari luar Batulicin meninggalkan Gereja menuju ke paroki masing-masing. Dalam rombongan bus yang menuju arah Banjarmasin, ikut serta pula Rm. Katijan yang ingin menikmati keindahan pantai Pagatan dan mengabadikannya dalam gambar pantai bersama rombongan OMK. Setelah puas menikmati udara sejuk di tepi pantai Pagatan, rombongan lalu melanjutkan perjalanan dan tiba di Katedral Banjarmasin pada pukul 22.30 Wita. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;(Bambang Utoyo)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-3018124370021553517?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/3018124370021553517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=3018124370021553517&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/3018124370021553517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/3018124370021553517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/05/pelantikan-pengurus-komisi-kepemudaan.html' title='PELANTIKAN PENGURUS KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BANJARMASIN DAN PASKAH BERSAMA OMK'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/S_tDkPGyZEI/AAAAAAAAAWg/3hPq6sq8dTw/s72-c/foto+bersama.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-303005840973768741</id><published>2010-03-17T20:44:00.000-07:00</published><updated>2010-03-17T20:48:52.301-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengurus KOMKEP 2010-2012'/><title type='text'>PENGURUS KOMKEP PERIODE 2010 – 2012</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/S6GimioOf_I/AAAAAAAAAWA/eW0Vd4dPEi4/s1600-h/KOMKEP+2010-2012.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/S6GimioOf_I/AAAAAAAAAWA/eW0Vd4dPEi4/s400/KOMKEP+2010-2012.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449815807109267442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Terimakasih atas kepercayaan teman-teman, mohon dukungan dari teman-teman semua untuk bersama melanjutkan KOMKEP ke depannya,” begitulah ucapan singkat Yulius Jumiko (Miko) dalam sambutan singkatnya setelah terpilih sebagai Sekjen Komkep Keuskupan Banjarmasin periode 2010 – 2012 menggantikan Fransiskus Sunjoto yang telah menjabat Sekjen Komkep sejak Januari 2008 – Januari 2010.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu siang itu, 21 Februari 2010, diadakan rapat Komkep dalam rangka pemilihan Sekjen dan pengurus Komkep yang baru. Acara yang dimulai pukul 15.00 Wita dan berakhir pukul 16.45 Wita tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komkep Pastor Petrus Prillion, MSF. Rapat siang itu merupakan kelanjutan rapat Komkep yang digelar 24 Januari 2010 yang lalu. Dalam rapat kali ini dipilih pula pengurus Komkep lainnya yang formasinya berasal dari 9 paroki yang ada di Keuskupan Banjarmasin. Berikut ini susunan lengkap kepengurusan Komkep yang baru terpilih :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua : Pastor Petrus Prillion, MSF - Sekjen : Yulius Jumiko - Sekretaris : Yohanes Nasep Raharjo - Bendahara 1 : Erick Mitra Pratama - Bendahara 2 : Yohanes Rudini - Divisi Litbang : Agus_Bli, David, Clara, Slamet, Harry, Arka, Frans dan Bambang - Divisi Humas : Orie, Yulius, Tommy, Dwi dan seluruh Ketua KOMKA 9 Paroki - Divisi Perayaan : Wulan, Retno, Laura, Endruw, Meishinta, Joey, Meika - Divisi Pemberdayaan : Happy, Yandi, Siswadi, Stanie, Simon, Anton, Ronny, Sipur, Ucok, Dondan dan Lilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut rencana, pelantikan pengurus Komkep periode 2010 – 2012 akan dilangsungkan di Paroki Batulicin, yang pelaksanaannya dirangkaikan dengan Perayaan Paskah Bersama Orang Muda Katolik (OMK), dengan mengundang OMK dari Paroki Sungai Danau, Paroki Batulicin dan Paroki Kotabaru. Kegiatan ini rencananya digelar pada tanggal 10 atau 11 April 2010 mendatang. Proficiat untuk pengurus Komkep yang baru, selamat berkarya bagi Gereja Muda di Keuskupan Banjarmasin tercinta! (agus_bli)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-303005840973768741?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/303005840973768741/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=303005840973768741&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/303005840973768741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/303005840973768741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/03/pengurus-komkep-periode-2010-2012.html' title='PENGURUS KOMKEP PERIODE 2010 – 2012'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/S6GimioOf_I/AAAAAAAAAWA/eW0Vd4dPEi4/s72-c/KOMKEP+2010-2012.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-3374424532889314102</id><published>2010-02-09T18:39:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T18:47:47.666-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='surat gembala prapaskah 2010'/><title type='text'>SURAT GEMBALA PRAPASKAH  2010</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/S3IeIx1dhTI/AAAAAAAAAV4/6J3-7UJEOjU/s1600-h/holyfamily.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 299px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/S3IeIx1dhTI/AAAAAAAAAV4/6J3-7UJEOjU/s400/holyfamily.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436440836354966834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;SURAT GEMBALA PRAPASKAH  2010&lt;br /&gt;Kesejatian Hidup Dalam keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam dan Berkat Apostolik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa-Ibu, saudara-saudari,&lt;br /&gt;Para Pastor, Suster, Bruder dan Frater serta seluruh umat di Keuskupan Banjarmasin yang terkasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini, kita memulai masa Tobat kita yang ditandai dengan penerimaan Abu. Penerimaan Abu merupakan tanda peringatan bagi kita untuk bertobat, memeriksa batin, berpantang dan berpuasa. Tetapi, dari mana kita memulainya? Apa yang bisa menjadi ukuran bagi kita untuk memulai pemeriksaan batin atau berpantang dan berpuasa? Jawabannya jelas! Tema APP 2010 tentang Kesejatian Hidup Dalam Keluarga menjadi inspirasi bagi kita agar masa pra paskah ini sungguh menjadi masa tobat yang berdaya guna. Pemilihan tema ini didorong oleh kesadaran akan pentingnya peran sebuah keluarga, sebagai Gereja mini, untuk menghadirkan kesejahteraan bersama yang bersaksi tentang kebenaran hidup sejati dalam perutusan kasih. Sementara itu keluarga-keluarga menghadapi tantangan dan godaan dunia yang mengaburkan prioritas nilai dalam hidup, suami-isteri yang tidak dapat bertahan dalam kesetiaan janji perkawinan, kekerasan dalam rumah tangga dan keluarga-keluarga yang mengabaikan hidup iman. Kesadaran ini mendorong munculnya upaya-upaya konkrit untuk mengatasi masalah-masalah hidup keluarga ini. Sebagai orang beriman, kita ingin menjadikan masa tobat ini sebagai masa khusus dan istimewa untuk mendalami dan mengerti kehendak Tuhan yang tersembunyi di balik persoalan-persoalan yang sedang kita hadapi dalam keluarga, yang kita alami setiap hari, sehingga dengan demikian kita dapat mengenal dan menyadari salah dan dosa kita, untuk bertobat. &lt;br /&gt;Keluarga tempat pendidikan nilai Injili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kemajuan teknologi informasi sekarang ini, keluarga, khususnya anak-anak muda semakin dibanjiri oleh informasi-informasi yang instan, yang sering kali bertentangan dengan nilai-nilai injili. Jika nilai-nilai itu diterima begitu saja tanpa dicerna dan tanpa mendapat bimbingan orang tua, maka janganlah heran jika nanti akan terbentuk satu generasi yang sangat berbeda cara pandang dan cara hidup mereka. Oleh karena itu keluarga menjadi tepat yang pertama dan utama untuk memberikan pendidikan nilai, bukan hanya dengan kata-kata melainkan dengan teladan penghayatan, sehingga kita betul-betul menghayati nilai demi kebaikan bersama. Bertobat berarti kembali ke nilai-nilai yang diperjuangan Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Tempat Hubungan Kasih Suami-istri, Ortu-anak dan Sesama&lt;br /&gt;Kita semua tahu dan bahkan hafal dengan perintah Tuhan kita Yesus Kristus yang menghendaki kita supaya saling menaruh cintakasih. Perintah ini lebih mendesak lagi mesti dihayati dalam sebuah keluarga. Kasih bukan masalah perasaan tetapi suatu keputusan untuk menerima, untuk menghargai, untuk memaafkan dan dimaafkan. Adalah mudah untuk bersikap ramah dengan orang yang jauh atau orang yang jarang kita jumpai. Tetapi bagaimana kita harus bersikap ramah dan menerima orang yang menjengkelkan atau bahkan yang menyakitkan hati kita, orang serumah yang makan semeja dengan kita, ini akan lebih sulit, tetapi apakah kita mau mencintainya atau tidak itulah keputusan kita. Hubungan kasih suami isteri tergantung pada niat baik dan kesungguhan kita untuk mengusahakannya dan ini menjadi dasar relasi yang baik juga dengan anak-anak dan sesama di lingkungan. Beranikah kita mengambil keputusan untuk mengutamakan relasi daripada kepentingan pribadi?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keluarga Tempat Pendidikan Pengembangan Sosial-ekonomi &lt;br /&gt;Tidak dapat disangkal, bahwa jaman sekarang ini juga adalah jaman konsumerisme. Iklan yang gencar sangat menggoda orang untuk membeli dan menikmati. Kadang sering terjadi orang membeli sesuatu yang tidak dibutuhkan, hanya karena keinginan. Keluarga menjadi benteng terakhir untuk menghadapi godaan-godaan ini. Apakah kita membiasakan diri bukan hanya tahu menghabiskan, tetapi juga bisa menghasilkan? Apakah anak-anak kita dibiasakan menabung? Apakah mereka sudah dibiasakan bertindak dengan memperhitungkan masa depan? Apakah kita sudah bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga menjadi inspirasi persiapan perkawinan dan persemaian benih panggilan&lt;br /&gt;“Buah apel jatuh tidak jauh dari pohonnya” demikian ungkapan bijak bangsa Jerman, dengan catatan: asal tidak ada kelelawar yang membawa pergi. Keluarga yang baik akan membuahkan anak-anak yang baik, demikian juga sebaliknya. Ada orang sampai berani memutuskan untuk tidak akan menikah karena melihat hubungan ayah ibunya yang buruk. Di dalam keluarga anak-anak kita belajar. Maka ungkapan bahwa keluarga adalah “seminari awal” dalam hidup panggilan seseorang bukanlah hal yang berlebihan. Sehingga orang boleh berbangga jika ada anaknya yang dipanggil, mereka boleh berbangga karena keluarga mereka telah memberikan pendidikan dan teladan yang terbaik untuk anaknya. Oleh karena itu, keluarga juga menjadi tempat pertumbuhan iman, doa dan keterlibatan dalam hidup menggereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga Asal Karya Amal Kasih Sosial Dalam Gereja dan Masyarakat &lt;br /&gt;Keluarga yang kuat dalam relasi kasih dengan sesama maupun relasi iman dengan Tuhan tidak hidup hanya untuk dirinya sendiri. Panggilan untuk terlibat dalam Gereja dan masyarakat menjadi perwujudan nyata dari kasih itu. Keluarga yang berdoa bersama selalu merasakan kekuatan yang mereka timba yang bukan hanya dapat menjadi benteng pertahanan terhadap serangan si jahat, tetapi juga dapat keluar membawa karya amal kasih. Semangat melayani, merasul dan misioner juga mulai dari keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan,&lt;br /&gt;Masa Prapaska 2010 ini hendaknya menjadi kesempatan bagi kita untuk melakukan gerakan bersama “Kembali ke Keluarga” sebagai ungkapan tobat kita, agar kita mengalami kembali kesejatian hidup. Mengalami kehidupan yang sejati, kehidupan yang penuh kasih dalam keluarga merupakan kewajiban asli dari seorang Kristiani. Oleh karena itu wajib diperjuangkan dengan segenap tenaga dan itulah yang menjadi pekerjaan rumah kita selama masa Prapaskah ini. &lt;br /&gt;Akhirnya saya ucapkan selamat menjalankan APP dan selamat merayakan Pesta Paskah 2010 dalam kegembiraan dan kemerdekaan anak-anak Allah. Mari kita kembangkan kembali budaya kasih, budaya kehangatan, budaya saling peduli dalam masyarakat kita mulai dari keluarga kita masing-masing.&lt;br /&gt;Tuhan memberkati. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uskup Keuskupan Banjarmasin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;† Mgr. Petrus Boddeng Timang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERATURAN PUASA DAN PANTANG 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Hari Puasa tahun 2010 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 17 Februari, dan Jumat Agung tanggal 02 April. Hari Pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaskah sampai dengan Jumat Agung.&lt;br /&gt;2. Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berumur 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berumur genap 14 tahun ke atas.&lt;br /&gt;3. Puasa dalam arti yuridis, berarti makan kenyang hanya sekali sehari. Pantang dalam arti yuridis, berarti memilih tidak makan daging atau ikan atau garam, atau tidak jajan atau merokok. &lt;br /&gt;Karena peraturan puasa dan pantang cukup ringan, maka kami anjurkan, agar secara pribadi atau bersama-sama, misalnya oleh seluruh keluarga, atau seluruh lingkungan, atau seluruh wilayah, ditetapkan cara puasa dan pantang lebih berat, yang dirasakan lebih sesuai dengan semangat tobat dan matiraga yang ingin dinyatakan. Tentu saja ketetapan yang dibuat sendiri tidak mengikat dengan sanksi dosa.&lt;br /&gt;4. Hendaknya juga diusahakan agar setiap orang beriman kristiani baik secara pribadi maupun bersama-sama mengusahakan pembaharuan hidup rohani, misalnya dengan rekoleksi, retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, meditasi, dan sebagainya.&lt;br /&gt;5. Salah satu ungkapan tobat bersama dalam masa Prapaskah ialah Aksi Puasa Pembangunan atau APP, yang diharapkan mempunyai nilai dan dampak pembaharuan pribadi, serta mempunyai nilai dan dampak peningkatan solidaritas pada tingkat paroki. keuskupan dan nasional.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-3374424532889314102?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/3374424532889314102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=3374424532889314102&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/3374424532889314102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/3374424532889314102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/02/surat-gembala-prapaskah-2010.html' title='SURAT GEMBALA PRAPASKAH  2010'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/S3IeIx1dhTI/AAAAAAAAAV4/6J3-7UJEOjU/s72-c/holyfamily.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-8829686668337394755</id><published>2010-01-27T00:18:00.000-08:00</published><updated>2010-01-27T00:23:21.010-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='app prapaskah 2010'/><title type='text'>Bahan APP Prapaskah 2010</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TEMA : KESEJATIAN HIDUP DALAM KELUARGA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;LATAR BELAKANG TEMA APP 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga kebersamaan hidup yang terkecil dalam Gereja dan masyarakat. Keluarga senantiasa menghadapi aneka tantangan yang kadangkala menghambat proses perkembangan anggota keluarga dalam pertumbuhan jasmani dan rohani. Dewasa ini perkembangan masyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal yang “siap pakai” atau “serba instan”. Dunia periklanan pelbagai media massa menampilkan kemasan sesaat yang menarik dan menggiurkan setiap anggota keluarga untuk memilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan iman dalam keluarga sangat dipengaruhi oleh perkembangan jaman dengan segala tantangan dan tawarannya. Kepentingan pribadi semakin mencuat dalam kehidupan keluarga sehingga hubungan kasih yang semula berlangsung baik dan rukun, mengalami hambatan yang mengancam kesejahteraan bersama. Tujuan perkawinan Katolik tidak tercapai karena landasan cinta dan kasih menjauh dari prilaku konkret kehidupan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu melalui permenungan tema APP 2010, yang melewati langkah-langkah proses pendalaman iman kita akan melihat dan mengalami langsung BAGAIMANA SUMBER DAYA KELUARGA YANG DIBANGUN ATAS DASAR CINTA KEMBALI KEPADA POSISINYA UNTUK MERAIH KEBENARAN HIDUP KELUARGA KRISTEN SEJATI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh proses pendalaman ini akan kita lalui dengan metode sharing tujuh langkah dalam lima sub tema pertemuan sebagai berikut : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Iman dan Cinta dalam Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bacaan : Kol 3:18 – 4:6 “Hubungan antara anggota-anggota rumah tangga.”&lt;br /&gt;Tujuan : “Membantu umat untuk saling bermurah hati untuk mencapai kesejahteraan bersama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Moral dan Kepeduliaan dalam Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bacaan : Luk 9:10-17 “Yesus memberi makan lima ribu orang.”&lt;br /&gt;Tujuan : “Membantu umat untuk peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pendidikan Iman Anak dalam Keluarga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bacaan : Luk 2:41-42 “Yesus pada umur dua belas tahun...”&lt;br /&gt;Tujuan : “Menyadarkan orang tua akan tugas dan tanggung jawab dalam pendidikan iman anak...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Solidaritas dalam Kehidupan Keluarga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bacaan : Gal 6:1-10 “Saling membantulah kamu.”&lt;br /&gt;Tujuan : “Membangun sikap tenggang rasa dalam kehidupan bersama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Kasih Sejati dalam Keluarga &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bacaan : Kis 2:42-47 “Cara hidup jemaat pertama.”&lt;br /&gt;Tujuan : “Menyadarkan umat akan makna kebersamaan hidup sebagai keluarga Kristiani.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;BAHAN PENDALAMAN APP 2010&lt;br /&gt;DALAM BENTUK SHARING TUJUH LANGKAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Doa mohon kehadiran Tuhan.&lt;br /&gt;2. Membaca teks Kitab Suci bersama dengan lantang (baik bersama atau orang tertentu yang ditunjuk dan boleh membaca lebih dari satu kali).&lt;br /&gt;3. Masing-masing peserta membaca dalam hati dan mencari ayat yang menyentuh hati (sesuai dengan pengalaman hidup sehari-hari).&lt;br /&gt;4. Mengungkapkan ayat yang menyentuh hati dan dihubungkan dengan pengalaman masa lalu ataupun berhadapan dengan harapan akan masa yang akan datang.&lt;br /&gt;5. Peneguhan niat (fasilitator menyimpulkan semua ungkapan peserta atau menyampaikan isi ringkas dari pesan teks Kitab Suci yang dibacakan).&lt;br /&gt;6. Doa permohonan (disiapkan atau spontan) – Bapa Kami...&lt;br /&gt;7. Membuat niat (perutusan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERTEMUAN I&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sub Tema I : “Iman dan Cinta dalam Keluarga”&lt;br /&gt;Bacaan Kitab Suci : Kol 3:18 – 4:6 “Hubungan antara anggota-anggota rumah tangga.”&lt;br /&gt;Tujuan : “Membantu umat untuk saling bermurah hati untuk mencapai kesejahteraan bersama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengembangan Langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lagu Pembuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanda Salib &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Doa Mohon Kehadiran Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Allah kami, betapa indahnya hidup bersama dalam keluarga. Orang tua Engkau panggil demi cinta untuk membangun keluarga Kristiani. Anak-anak lahir dan hidup dalam keluarga sebagai titipan-Mu. Namun dalam kenyataan hidup setiap hari, kami sering mengalami aneka kesulitan untuk mencapai kebahagiaan bersama. Kadang orang tua main kuasa sehingga anak kurang betah tinggal di rumah. Bahkan antara suami-istri pun sering tidak terbuka satu sama lain.&lt;br /&gt;Saat ini kami mohon ya Tuhan, hadirlah dalam pertemuan ini. sadarkan kami akan arti hidup bersama dalam keluarga. Buatlah hati kami lembut untuk saling berbagi kasih dan bermurah hati satu terhadap yang lain. Jamahlah kami masing-masing dengan kemurahan kasih-Mu, agar kami juga mau bermurah hati dalam keluarga kami untuk mencapai kesejahteraan bersama. Datanglah Tuhan...datanglah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pembacaan Teks Kitab Suci : Kol 3:18 – 4:6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teks Kitab Suci dibacakan bersama-sama dengan pelan, tegas dan lantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pembacaan Teks Kitab Suci Secara Pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta dipersilahkan membaca kembali teks Kitab Suci dalam hati sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidup masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Sharing Ayat yang Menyentuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan mengungkapkan ayat yang menyentuh hati dan memberikan alasan mengapa tersentuh dengan ayat ini? (Peserta lain hanya mendengar tanpa komentar!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Peneguhan Niat oleh Pendamping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bapak – Ibu, Saudara/i terkasih,&lt;br /&gt;Keluarga yang dibangun bukanlah kemauan manusia, akan tetapi merupakan panggilan Tuhan. Seorang pria dan seorang wanita dipersatukan Allah dalam cinta melalui Sakramen Pernikahan Suci untuk membangun keluarga sejati.&lt;br /&gt;Dalam keluarga yang telah dibangun Allah mencurahkan rahmat istimewa dengan kehadiran buah-buah cinta titipan Tuhan. Dalam kebersamaan hidup sebagai orang tua dan anak yang membentuk persekutuan hidup yang disebut Gereja mini. Dan untuk mencapai keseimbangan rohani dan jasmani seluruh anggota keluarga berperan aktif untuk saling melengkapi dalam kekurangan dan kelebihan di tengah suka dan duka kehidupan atas dasar cinta dan kemurahan hati.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, suami sebagai kepala keluarga berusaha sekuat kemampuannya dalam iman dan kasih untuk kebahagiaan sang istri dan buah-buah cinta. Sebaliknya, sang istri berusaha dalam keterbukaan hati untuk menghormati dan mendukung perjuangan sang suami demi tercapainya kesejahteraan bersama dalam keluarga. Dan anak-anak memiliki ketaatan dan kesetiaan terhadap orang tua untuk bersama-sama bergandengan tangan meraih kesuksesan bersama.&lt;br /&gt;Dengan demikian, dalam keluarga terdapat anggota rumah tangga yang saling melengkapi atas dasar cinta dengan tidak mengejar kedudukan atau hobi pribadi. Setiap anggota keluarga selalu berusaha berpartisipasi secara aktif dalam keterbukaan hati untuk saling berbagi, saling memperhatikan, saling mengerti dan saling memaafkan, sehingga terciptalah suasana yang memungkinkan tercapainya keluarga sejati yang didambakan semua orang. Mari kita kembali kepada keluarga kita masing-masing seraya mohon rahmat untuk mengalami pembaharuan dalam hidup di tengah keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Doa Permohonan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa di surga, kami bersyukur atas rahmat panggilan-Mu untuk membangun keluarga. Suka dan duka telah kami alami bersama sebagai suami, istri dan anak-anak. Melalui suka dan duka yang kami alami bersama, kini kami mau membaharui keluarga menuju kesejatian hidup. Menyadari akan kekurangan dan kelemahan kami yang berhadapan dengan kebaikan-Mu, maka perkenankanlah kami memanjatkan doa-doa kehadapan-Mu :&lt;br /&gt;(Peserta diminta untuk mendoakan doa umat secara spontan, atau pendamping mulai dengan doa spontan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian doa dan permohonan yang kami sampaikan kepada-Mu. Dan semua harapan ini kami persatukan dalam doa yang diajarkan Yesus Kristus Putera-Mu (Doa Bapa Kami – diucapkan bersama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7.Membuat Niat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta atau secara berkelompok membuat niat untuk mengalami pembaharuan sikap dan tutur sapa dalam keluarga, supaya bisa mengurangi tekanan dan penderitaan bagi sebagian anggota keluarga, untuk mengurangi ketidakseimbangan relasi yang menghambat antar anggota keluarga dengan tujuan untuk mencapai kesejatian hidup dalam keluarga.&lt;br /&gt;Misalnya :&lt;br /&gt;Niat untuk saling memaafkan.&lt;br /&gt;Niat untuk berbagi kasih dengan jujur.&lt;br /&gt;Niat untuk berpartisipasi dalam keperluan keluarga.&lt;br /&gt;Niat-niat lainnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa dan Lagu Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERTEMUAN II&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sub Tema II : “Moral dan Kepeduliaan dalam Keluarga”&lt;br /&gt;Bacaan Kitab Suci : Luk 9:10-17 “Yesus memberi makan lima ribu orang.”&lt;br /&gt;Tujuan : “Membantu umat untuk peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengembangan Langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Pembukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Doa Mohon Kehadiran Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa di surga, Engkau telah membentuk persekutuan hidup indah dalam keluarga kami masing-masing. Engkau mengutus Putera-Mu ke dunia meletakkan dasar cinta dalam diri kami sebagai suami-istri. Dan Engkau juga menitipkan buah cinta – yaitu anak-anak, yang merupakan harta utama dalam keluarga kami masing-masing.&lt;br /&gt;Namun dalam kenyataan hidup setiap hari, kami sering kurang bertanggung jawab untuk merawat keindahan keluarga kami yang telah Engkau bentuk. Kami masing-masing dalam keluarga kadang-kadang mencari kepuasan sendiri dengan tidak memperhatikan kebutuhan masing-masing anggota keluarga. Maka kini kami memohon, hadirlah dalam pertemuan ini ya Tuhan dan bersabdalah kepada kami masing-masing supaya kami dapat menyadari diri sebagai anggota keluarga yang bertanggung jawab atas kelangsungan dan perkembangan keluarga menuju kesejahteraan bersama. Kami siap mendengar dan melaksanakan kehendak-Mu dalam keluarga kami masing-masing. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pembacaan Teks Kitab Suci : Luk 9:10-17&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teks Kitab Suci dibacakan bersama-sama oleh semua peserta pertemuan dengan pelan, tegas dan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pembacaan Teks Kitab Suci Secara Pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta dipersilahkan membaca kembali teks Kitab Suci dalam hati sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidup masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Sharing Ayat yang Menyentuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan mengungkapkan ayat yang menyentuh hati dan memberikan alasan mengapa tersentuh dengan ayat ini? (Peserta lain hanya mendengar tanpa komentar!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Peneguhan Niat oleh Pendamping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bapak – Ibu, Saudara/i terkasih,&lt;br /&gt;Dalam pertemuan kedua hari ini, kita mendengarkan dan menyaksikan pengalaman kebersamaan hidup Yesus bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Sesudah bekerja keras, mereka mencari tempat untuk beristirahat di tempat yang sunyi. Namun karena kebaikan cara hidup mereka dalam perkataan maupun perbuatan, serta usaha pertolongan mereka terhadap orang lain di sekitar yang menderita dan berkekurangan, maka kemanapun mereka pergi, mereka selalu diikuti oleh banyak orang.&lt;br /&gt;Ketika orang banyak berbondong-bondong mengikuti mereka dan orang-orang ini kelaparan, murid-murid Yesus mulai bingung. Tetapi Yesus tetap tenang dan tergerak oleh belaskasihan-Nya mau memberi makan semua orang yang mengikuti Dia. Dan Yesus bersabda kepada para murid : “Kita harus memberi mereka makan.” Yesus mengangkat berkat atas lima roti dan dua ikan, lalu Ia menyuruh para murid untuk membagikan kepada semua orang yang ada di situ, yang banyaknya sekitar 5.000 orang laki-laki. Dan sesudah semuanya kenyang, ternyata masih tersisa sebanyak 12 bakul.&lt;br /&gt;Ini adalah suatu contoh perbuatan iman dan penghayatan moral dalam kebersamaan hidup. Semakin banyak kita berbuat baik, semakin banyak pula rahmat yang ditambahkan Tuhan kepada kita. Semakin banyak kita membuka hati kepada Tuhan dalam doa, dan membuka hati kita terhadap sesama dalam perbuatan konkrit, maka Tuhan akan semakin memberkati kita semua.&lt;br /&gt;Mari kita hening sejenak :&lt;br /&gt;a. Sejauhmana doa kita dalam keluarga?&lt;br /&gt;b. Bagaimana perhatian satu sama lain dalam keluarga?&lt;br /&gt;c. Bagaimana perhatian keluarga kita terhadap orang-orang dalam lingkungan yang sedang menderita dan berkekurangan?&lt;br /&gt;d. Masihkah ada gerakan hati untuk menolong?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Doa Permohonan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa di surga, betapa baiknya hidup dalam kasih dan kebaikan-Mu. Yesus dan para murid menampilkan perbuatan kasih dan penghayatan moral kemanusiaan yang sungguh membahagiakan kami. Kami ingin belajar hidup seperti Yesus dan murid-murid-Nya. Namun kami lemah dan egois. Maka kini kami mau membaharui hidup dengan memohon kekuatan daripada-Mu lewat doa-doa ini:&lt;br /&gt;a. Allah di surga, ajarilah kami berdoa seperti Putera-Mu. Jadikanlah keluarga kami saluran kasih bagi sesama. Marilah kita mohon...&lt;br /&gt;b. Allah Bapa yang penuh kasih, sempurnakanlah cinta-Mu dalam diri kami masing-masing, supaya kamipun mau mencintai anggota keluarga kami dengan tulus untuk kebahagiaan bersama dalam keluarga. Marilah kita mohon...&lt;br /&gt;c. Allah Bapa di surga, bukalah mata hati kami untuk peka melihat kekurangan serta penderitaan sesama di sekitar kami dan rela berbagi kasih dengan mereka yang berkekurangan. Marilah kita mohon...&lt;br /&gt;d. Bapa di surga, dengarkanlah doa dan harapan yang masih tersimpang dalam hati umat-Mu.&lt;br /&gt;(Doa spontan peserta ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian doa dan permohonan yang kami sampaikan kepada-Mu. Dan semua harapan ini kami persatukan dalam doa yang diajarkan Yesus Kristus Putera-Mu (Doa Bapa Kami – diucapkan bersama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Membuat Niat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peserta diberi kesempatan secara pribadi ataupun kelompok untuk merencanakan tindakan apa yang mau diusahakan dan diwujudkan sebagai tanda pembaharuan hidup, baik dalam keluarga maupun dalam lingkungan di sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa dan Lagu Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERTEMUAN III&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sub Tema III : “Pendidikan Iman Anak dalam Keluarga”&lt;br /&gt;Bacaan Kitab Suci : Luk 2:41-42 “Yesus pada umur dua belas tahun...”&lt;br /&gt;Tujuan : “Menyadarkan orang tua akan tugas dan tanggung jawab dalam pendidikan iman anak...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengembangan Langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Pembukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Doa Mohon Kehadiran Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa di surga, Engkau menyerahkan tanggung jawab kepada Bunda Maria dan Santo Yosef untuk mendidik Yesus dalam keluarga Nazareth. Mereka mempersiapkan Yesus untuk berkembang sesuai dengan rencana-Mu. Dan Yesus tumbuh dan berkembang dalam asuhan Yosef dan Maria. Melalui teladan iman kedua orang tua dalam keluarga Nazareth, Yesus tetap berada di hadirat-Mu sebagai Putera Tunggal dan menjadi Penyelamat seluruh bangsa manusia.&lt;br /&gt;Kami mohon kepada-Mu, hadirlah dalam pertemuan ini. Berikanlah kepada pasangan kami masing-masing rasa tanggung jawab atas perkembangan kepribadian dan perkembangan iman anak-anak kami. Bersabdalah kepada kami ya Tuhan, biarlah hati kami terbuka terhadap rencana-Mu atas diri anak-anak kami pada saat ini, maupun di masa yang akan datang. Jadikanlah diri kami masing-masing sebagai orang tua yang penuh tanggung jawab. Datanglah Tuhan...datanglah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pembacaan Teks Kitab Suci : Luk 2:41-52&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teks Kitab Suci dibacakan bersama-sama dengan pelan, tegas dan lantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pembacaan Teks Kitab Suci Secara Pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta dipersilahkan membaca kembali teks Kitab Suci dalam hati sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidup masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Sharing Ayat yang Menyentuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan mengungkapkan ayat yang menyentuh hati dan memberikan alasan mengapa tersentuh dengan ayat ini? (Peserta lain hanya mendengar tanpa komentar!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Peneguhan Niat oleh Pendamping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bapak – Ibu, Saudara/i terkasih,&lt;br /&gt;Semua orang yang menikah mendambakan anak. Setiap pasangan suami-istri mengharapkan anak yang dititipkan Tuhan dapat tumbuh dan berkembang selalu dalam kesehatan jiwa dan raganya. Namun banyak orang tua tidak menyadari, bahwa anak titipan Tuhan itu dapat menjadi anak yang baik ataupun tidak baik; dan hal itu sangat ditentukan oleh tanggung jawab orang tua dalam mendidiknya.&lt;br /&gt;Untuk mendidik seorang anak, sesungguhnya bukan hanya soal teori apalagi dengan mempergunakan kekerasan! Mendidik anak supaya tumbuh dan berkembang dalam keseimbangan jasmani maupun rohani, pertama dan utama adalah melalui contoh teladan konkrit dalam keluarga yang bisa dilihat dan ditiru langsung oleh anak. &lt;br /&gt;Malam ini kita belajar menjadi orang tua yang bertanggung jawab terhadap perkembangan iman anak, melalui teladan Yosef dan Maria dari keluarga kudus di Nazareth. Mereka taat pada aturan agama karena setiap tahunnya pergi ke Yerusalem untuk melakukan upacara kurban persembahan.&lt;br /&gt;Yesus pada usia 12 tahun dibawa serta ke Yerusalem untuk beribadah di kenisah Allah. Ternyata Yesus ketinggalan dalam kenisah, ketika Yosef dan Maria kembali ke rumah mereka di Nazareth. Sebagai orang tua yang bertanggung jawab, mereka kemudian mencari Anak kesayangan mereka dengan berjalan kaki berhari-hari lamanya. Akhirnya, mereka pun bertemu dengan Yesus yang sedang mengajar dalam rumah ibadat.&lt;br /&gt;Mari kita hening sejenak :&lt;br /&gt;a. Mungkinkah kita juga sebagai orang tua selalu mengajak anak ke gereja pada hari Minggu dan hari raya lainnya?&lt;br /&gt;b. Benarkah kita juga mencari anak kita bila sampai larut malam tidak pulang ke rumah?&lt;br /&gt;c. Sudahkah kita mendidik anak-anak kita dengan contoh dan teladan hidup yang baik?&lt;br /&gt;d. Benarkah kita sabar dalam mendidik anak? Ataukah kita terlalu keras dalam mendidik anak serta memaksakan kehendak pribadi yang berlebihan kepada anak?&lt;br /&gt;Marilah kita bertobat. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Jadilah orang tua yang bijaksana dan baik, maka anak-anak kita akan selalu melewati jalan yang benar dalam hidupnya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Doa Permohonan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa yang penuh kasih, cinta-Mu yang nyata dalam diri Yosef dan Maria sebagai orang tua yang mendidik Yesus Putera-Mu. Kami kagum menyaksikan teladan Yosef dan Maria. Seraya belajar dari keluarga kudus di Nazareth, kami datang dan memohon kepada-Mu :&lt;br /&gt;a. Allah Bapa di surga, berikanlah rasa tanggung jawab sebagai orang tua seperti Yosef dan Maria. Kami mohon...&lt;br /&gt;b. Secara khusus kami serahkan anak-anak kami kehadapan-Mu. Jadikanlah mereka putera dan puteri kesayangan-Mu yang selalu melewati jalan Putera-Mu. Kami mohon...&lt;br /&gt;c. Berikanlah kelembutan hati dalam diri kami sebagai orang tua, supaya kami tidak keras dalam mendidik anak; akan tetapi penuh kesabaran dan pengertian terhadap perkembangan kemanusiaan anak-anak kami. Kami mohon...&lt;br /&gt;d. Bapa di surga, dengarkanlah doa dan harapan hamba-hamba-Mu yang masih tersimpan di hati kami masing-masing... (diam sejenak). Kami mohon...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian doa dan permohonan yang kami sampaikan kepada-Mu. Dan semua harapan ini kami persatukan dalam doa yang diajarkan Yesus Kristus Putera-Mu (Doa Bapa Kami – diucapkan bersama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Membuat Niat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peserta diberi kesempatan untuk membuat niat membaharui cara mendidik anak-anak menuju keseimbangan jasmani dan rohani. Dapat pula peserta diberi kesempatan untuk berdialog dengan teman untuk mencari cara yang tepat guna di jaman sekarang, untuk menemukan metode pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dalam keluarga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa dan Lagu Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERTEMUAN IV&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sub Tema IV : “Solidaritas dalam Kehidupan Keluarga”&lt;br /&gt;Bacaan Kitab Suci : Gal 6:1-10 “Saling membantulah kamu.”&lt;br /&gt;Tujuan : “Membangun sikap tenggang rasa dalam kehidupan bersama.”&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Pembukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Doa Mohon Kehadiran Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa di surga, kami telah menerima rahmat istimewa dalam keluarga kami. Di saat pernikahan suci, Engkau meneguhkan cinta kami dengan kekuatan Roh Kudus. Kini, Engkau mengaruniakan buah-buah cinta dalam kekuatan Roh untuk kebanggaan Gereja dan masyarakat kami. Kini kami mohon kepada-Mu, hadirlah dalam pertemuan ini dan segarkanlah keluarga kami dengan cinta-Mu, supaya hati kami selalu terbuka untuk saling berbagi kasih dalam hidup kami setiap hari. Tuhan, hadirlah dan bersabdalah kepada kami. Amin.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. Pembacaan Teks Kitab Suci : Gal 6:1-10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teks Kitab Suci dibacakan bersama-sama dengan pelan, tegas dan lantang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pembacaan Teks Kitab Suci Secara Pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta dipersilahkan membaca kembali teks Kitab Suci dalam hati sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidup masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;4. Sharing Ayat yang Menyentuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan mengungkapkan ayat yang menyentuh hati dan memberikan alasan mengapa tersentuh dengan ayat ini? (Peserta lain hanya mendengar tanpa komentar!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Peneguhan Niat oleh Pendamping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bapak – Ibu, Saudara/i terkasih,&lt;br /&gt;Tentu kita masih ingat akan rencana dan niat kita dalam pertemuan yang lalu, menyangkut pendidikan iman anak dalam keluarga. Secara garis besar dapat saya sebutkan di sini antara lain : (pendamping mengulang kembali garis besar pertemuan sebelumnya).&lt;br /&gt;Dalam bacaan kali ini terdapat nasehat-nasehat terakhir dari St. Paulus bagi mereka yang mengimani Kristus dan dihidupi oleh Roh. Paulus mendesak mereka agar mereka memenuhi hukum Kristus dengan saling membantu dalam menghadapi masalah yang mungkin timbul. Pada ayat ke-4, Paulus menekankan tentang tanggung jawab pribadi. Sedangkan pada ayat-ayat selanjutnya, Paulus mendorong mereka untuk tetap setia pada cara hidup yang disemangati oleh Roh, yaitu dengan berbuat baik kepada semua orang, terutama mereka yang seiman.&lt;br /&gt;Nah, nasehat Paulus ini pun dapat diterapkan dalam keluarga kita (teman seiman) untuk menyatakan rasa solidaritas antar keluarga : bapak, ibu dan anak.&lt;br /&gt;Dalam suatu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan anak, kendati satu keluarga, namun mempunyai tugas dan peranan masing-masing. St. Paulus mengajak kita untuk selalu BERBUAT BAIK. Namun perbuatan baik yang kita lakukan itu harus disertai dengan sikap RENDAH HATI. Sikap rendah hati tercermin antara lain melalui :&lt;br /&gt;- Tolong menolong menanggung beban.&lt;br /&gt;- Tidak menyombongkan diri.&lt;br /&gt;- Koreksi diri.&lt;br /&gt;- Jujur dalam berkata-kata dan bertindak.&lt;br /&gt;- Suka mengampuni.&lt;br /&gt;Kalau sikap-sikap ini kita perjuangkan dalam keluarga kita, baik dalam keadaan suka maupun duka, maka akan tercipta “kesejatian hidup” dalam keluarga. Tentu saja, sikap-sikap ini harus dijalankan dalam semangat pertobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Doa Permohonan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa di surga, betapa indahnya hidup dalam kasih-Mu. Dan kini kami menyadari bahwa dengan kasih itu, kami semakin terbuka untuk solider dalam suka dan duka kehidupan yang kami alami. &lt;br /&gt;Kami menyadari akan kelemahan dan kekurangan kami selama ini, maka perkenankanlah kami memanjatkan doa-doa kehadirat-Mu :&lt;br /&gt;(Peserta diminta untuk mendoakan doa umat secara spontan, atau pendamping mulai dengan doa spontan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian doa dan permohonan yang kami sampaikan kepada-Mu. Semoga keluarga kami semakin dibaharui dengan kekuatan Roh-Mu, supaya kami semakin mengalami kasih persaudaraan dan solidaritas yang nyata menuju kesejatian hidup rumah tangga kami masing-masing. Semua harapan ini kami persatukan dalam doa yang diajarkan Yesus Kristus Putera-Mu (Doa Bapa Kami – diucapkan bersama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Membuat Niat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendamping mengajak peserta untuk mengungkapkan niat-niat mereka sehubungan dengan memperjuangkan “kesejatian hidup” dalam keluarga masing-masing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Doa dan Lagu Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;PERTEMUAN V&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sub Tema V : “Kasih Sejati dalam Keluarga”&lt;br /&gt;Bacaan Kitab Suci : Kis 2:42-47 “Cara hidup jemaat pertama.”&lt;br /&gt;Tujuan : “Menyadarkan umat akan makna kebersamaan hidup sebagai keluarga Kristiani.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pengembangan Langkah-langkah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Pembukaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda Salib&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;1. Doa Mohon Kehadiran Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bapa yang Mahabaik, sungguh indah kebersamaan dalam keluarga yang boleh kami alami. Engkau memanggil kami masing-masing untuk menjadi bapak, ibu dan anak-anak dan menjalankan tugas perutusan kami dengan sepenuh hati dalam naungan cinta-Mu.&lt;br /&gt;Tuhan, tuntunlah keluarga kami untuk menjadi keluarga Kristiani yang ideal dengan meneladani kehidupan jemaat pertama. Ajarilah kami untuk saling menjaga satu sama lain, agar kebahagiaan dan kedamaian hidup dalam keluarga kami dapat tercipta dan menjadi berkat bagi kami dan sesama.&lt;br /&gt;Saat ini kami mohon ya Tuhan, hadirlah dalam pertemuan ini. sadarkan kami akan arti hidup bersama dalam keluarga. Buatlah hati kami lembut untuk saling berbagi kasih dan bermurah hati satu terhadap yang lain. Jamahlah kami masing-masing dengan kemurahan kasih-Mu, agar kami juga mau bermurah hati dalam keluarga kami untuk mencapai kesejahteraan bersama. Datanglah Tuhan...datanglah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Pembacaan Teks Kitab Suci : Kis 2:42-47&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teks Kitab Suci dibacakan bersama-sama dengan pelan, tegas dan lantang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;3. Pembacaan Teks Kitab Suci Secara Pribadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing peserta dipersilahkan membaca kembali teks Kitab Suci dalam hati sambil mencari ayat yang menyentuh hati sesuai dengan pengalaman hidup masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Sharing Ayat yang Menyentuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peserta dipersilahkan mengungkapkan ayat yang menyentuh hati dan memberikan alasan mengapa tersentuh dengan ayat ini? (Peserta lain hanya mendengar tanpa komentar!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Peneguhan Niat oleh Pendamping&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bapak – Ibu, Saudara/i terkasih,&lt;br /&gt;Dalam pertemuan yang lalu, St. Paulus mengajak kita melalui bacaan Gal 6:1-10, supaya kita tetap setia dalam memenuhi hukum Kristus dengan saling membantu dalam menghadapi segala macam kesulitan. Kesulitan-kesulitan yang mungkin paling banyak dihadapi oleh keluarga-keluarga jaman sekarang ialah bahwa banyak dari orang-orang muda – dan mungkin juga termasuk anak-anak di dalamnya, dipengaruhi oleh “budaya instan”. Sikap materialisme, konsumerisme dan hedonisme dalam masyarakat menjadi sangat kuat untuk jaman sekarang, sehingga mental anak muda kita serta instan. Untuk itu St. Paulus mendesak, terutama agar orang tua – khususnya supaya tetap menasehati anak-anaknya, agar tetap teguh dalam iman! Tentu saja dalam hal ini dibutuhkan teladan yang baik dari para orang tua. Berbuatlah baik dan saling membantu terutama kepada saudara-saudara seiman (yaitu keluarga : bapak, ibu dan anak).&lt;br /&gt;Bagaimana supaya kita tetap teguh dalam iman dan cara keluarga kita memenuhi hukum Kristus, akan jelas dalam cara hidup jemaat Kristen pertama, yang akan kita renungkan dalam pertemuan ini.&lt;br /&gt;Bacaan dalam pertemuan ini ditulis oleh St. Lukas, dimana melalui bacaan ini St. Lukas memberikan suatu gambaran yang ideal, artinya yang dicita-citakan bagaimana seharusnya suatu keluarga atau komunitas Kristen hidup.&lt;br /&gt;Pertama-tama, St. Lukas menegaskan bahwa suatu komunitas Kristiani haruslah serius menyesali dosa dan membuka hati terhadap kuasa Roh Kudus. Unsur-unsur kehidupan komunitas yang St. Lukas soroti adalah “Pengajaran Para Rasul”, dan membagi kebutuhan dengan orang lain, memecah roti (Ekaristi) dan berdoa bersama.&lt;br /&gt;Pada ayat ke-44, ditekankan tentang kebersamaan dan menganggap semua adalah milik bersama. Milik bersama bukan saja berarti bahwa apa yang kita miliki (misalnya : uang, rumah, makanan, pakaian, dll) adalah milik bersama; karena bahanyanya adalah akan ada orang yang malahan tidak bertanggung jawab! Maka maksud dari kata “milik bersama” adalah bahwa kita semua saling memiliki dan menganggap semua komponen dalam keluarga (bapak, ibu, anak dan benda-benda dalam keluarga) adalah seperti milikku yang harus dijaga dan dilestarikan. Semua anggota keluarga dicukupi kebutuhannya dan tidak seorang pun yang menyimpan benda-benda itu hanya untuk dirinya sendiri. &lt;br /&gt;Kalau gambaran ini diwujudkan dalam keluarga-keluarga Kristiani, maka kita semua yakin bahwa akan tercipta suatu keluarga yang bahagia dan keselamatan dalam keluarga. St. Lukas menekankan  bahwa orang diselamatkan, baik secara perorangan maupun sebagai bagian dari umat lain, “Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” (ayat 47).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Doa Permohonan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa di surga, Engkau telah meletakkan dasar kehidupan komunitas melalui para rasul-Mu. Mereka berkumpul dan berdoa bersama, makan bersama dan saling berbagi untuk memenuhi kebutuhan harian mereka. &lt;br /&gt;Tuhan, hati kami sering tertutup untuk sesama yang berada di sekita kami dan bahkan hati kami tidak terbuka terhadap undangan-Mu. Maka kini kami datang dan memohon kepada-Mu :&lt;br /&gt;(Peserta diminta untuk mendoakan doa umat secara spontan, atau pendamping mulai dengan doa spontan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian doa dan permohonan yang kami sampaikan kepada-Mu. Semoga hidup kami selanjutnya lebih meneladani cara hidup rasul-Mu yang sungguh terbuka terhadap kehendak-Mu dan juga terbuka terhadap sesama dalam komunitas kehidupan. Mampukan kami masing-masing untuk menjadi saluran kasih bagi anggota keluarga kami menuju kebahagiaan sejati. Dan semua doa ini kami persatukan dalam doa yang diajarkan Yesus Kristus Putera-Mu (Doa Bapa Kami – diucapkan bersama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Membuat Niat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peserta diminta untuk membuat niat secara pribadi atau bersama-sama, untuk menentukan unsur apa yang perlu diperbaharui dalam kehidupan keluarga, supaya semua anggota rumah tangga mengalami sukacita dan damai yang dicita-citakan. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa dan Lagu Penutup&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-8829686668337394755?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/8829686668337394755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=8829686668337394755&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8829686668337394755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8829686668337394755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2010/01/bahan-app-prapaskah-2010.html' title='Bahan APP Prapaskah 2010'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-2890848387944531052</id><published>2009-12-04T04:10:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T04:11:42.885-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan adven 2009'/><title type='text'>BAHAN PENDALAMAN ADVEN 2009 KEUSKUPAN BANJARMASIN</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TEMA : “TUHAN ITU BAIK KEPADA SEMUA ORANG” (MZM 145:9a)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;STRUKTUR DASAR TAHUN LITURGI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun Liturgi dibuka dengan hari Minggu Adven I. Pada mulanya waktu awal Tahun Liturgi tidaklah selalu sama. Hal ini berkaitan juga dengan soal: kapan awal tahun masing-masing bangsa terjadi. Baru mulai abad X – XI ketika buku-buku liturgi membuka lingkaran perayaan tahunannya pada hari Minggu Adven I, maka pelan-pelan hari Minggu Adven I semakin dipandang sebagai awal masa liturgi Gereja. Apabila masa Adven menjadi masa persiapan Gereja yang menantikan kedatangan Sang Penyelamat Yesus Kristus ke dunia yang puncaknya dirayakan dalam Hari Raya Natal, maka Tahun Liturgi diakhiri dengan Hari Minggu Hari Raya Yesus Kristus Raja Semesta Alam. Suasana Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam ialah suasana penyelesaian keselamatan Allah dalam Kristus yang masih menjadi harapan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita menantikan langit dan bumi baru, dimana Kristus Sang Raja datang kembali sebagai hakim untuk menyelesaikan segala sesuatunya dan menaklukkan segala sesuatu, sehingga “Allah menjadi semua di dalam semua” (1 Kor 15:28). Inilah tujuan seluruh sejarah manusia dan seluruh sejarah Gereja. Dalam rentang waktu antara kedatangan Kristus yang pertama dan kedatanganNya yang kedua kalinya hiduplah Gereja. Gereja hidup, bergerak dan berziarah menuju kepada janji kepenuhan hari penyelamatan Allah yang di satu pihak sudah terlaksana dalam Kristus dan di lain pihak bergerak dalam rangka sejarah dunia kepada penyelesaian akhirnya. Dalam rentang waktu itulah Gereja berliturgi untuk memuliakan Allah dan dengan demikian juga menguduskan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pilar dan tiang penyangga Tahun Liturgi itu adalah lingkaran Paskah dan lingkaran Natal. Lingkaran Paskah dipersiapkan dengan Masa Prapaskah dan diikuti Masa Paskah yang diakhiri dengan Hari Raya Pentakosta. Lingkaran Natall dipersiapkan dengan Masa Adven dan dilanjutkan dengan Masa Natal hingga Pesta Pembaptisan Tuhan. Di antara dua pilar penyangga utama “bangunan Tahun Liturgi” ada Masa Biasa, selama 33 – 34 pekan, yang senantiasa berpuncak dalam setiap hari Minggu (biasa) yang merupakan perayaan klasik dan awali Gereja atas Misteri Paskah dan berbagai hari raya dan pesta Tuhan Yesus Kristus dan berbagai hari raya dan pesta dan peringatan orang-orang kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;TEMA UMUM : “TUHAN ITU BAIK KEPADA SEMUA ORANG” (MZM 145:9a)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pemikiran Dasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kitab Kejadian melalui kisah penciptaan, Allah memeprkenalkan diri sebagai Tuhan yang baik dan berkuasa. Tuhan menciptakan seluruh jagat dengan baik. Bahkan Tuhan menciptakan manusia secara mengagumkan. Manusia diciptakan secitra dengan Allah sendiri. Manusia diangkat ke martabat yang luhur. Bahkan Tuhan menganugerahkan kepada manusia seluruh alam dengan isinya. Manusia diberi kepercayaan untuk menikmati seluruh isi alam. Namun manusia yang baik kemudian berubah menjadi tidak baik. Manusia tidak taat kepada kehendak Tuhan. Manusia ingin menyaingi Tuhan dengan bertindak menurut pikiran dan kemauannya sendiri. Manusia jatuh dalam dosa dengan makan buah pohon terlarang. Kebaikan Tuhan tetap dinyatakan dengan mempersiapkan datangnya Sang Penebus melalui panggilan terhadap Bunda Maria menjadi Bunda Sang Penebus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maria menyerahkan diri kepada kehendak Tuhan dengan berucap: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu” Nah, dengan pernyataan penyerahan diri kepada Tuhan maka terwujudlah rencana kebaikan Tuhan bagi manusia, yaitu terkandung dan terlahirnya Sang Penyelamat bagi seluruh bangsa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan juga menuntun manusia untuk berjumpa dengan Yesus Sang Penyelamat dengan petunjuk bintang timur. Dan dalam cahaya bintang timur, hati kita manusia bergembira ria memuji Allah yang baik dan siap diutus untuk mewartakan kebaikan Tuhan kepada semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mewujudkan kebaikan dalam seluruh kehidupan, perlu kita mendalami tema ini selama empat minggu dalam masa Adven dengan sub tema: 1) Tuhan baik dalam menciptakan manusia; 2) Tuhan baik dalam panggilan Bunda Maria; 3) Tuhan baik dalam peristiwa kelahiran Yesus dan 4) Tuhan baik dalam mengutus kita untuk berbuat baik kepada semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendalaman bahan Adven tahun ini akan kita laksanakan di Keuskupan Banjarmasin dengan Metode Sharing Tujuh Langkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mengikuti acara pendalaman Adven sebagai persiapan hati untuk menyambut Sang Penyelamat manusia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-2890848387944531052?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/2890848387944531052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=2890848387944531052&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/2890848387944531052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/2890848387944531052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/12/bahan-pendalaman-adven-2009-keuskupan.html' title='BAHAN PENDALAMAN ADVEN 2009 KEUSKUPAN BANJARMASIN'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-4427013049353226039</id><published>2009-12-04T04:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T04:10:45.200-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan adven 2009'/><title type='text'>SUB TEMA I : “TUHAN BAIK DALAM MENCIPTAKAN MANUSIA”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj8NexUhAI/AAAAAAAAAVY/b1tVWG-_2e0/s1600-h/Adam+dan+Hawa+copy.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj8NexUhAI/AAAAAAAAAVY/b1tVWG-_2e0/s400/Adam+dan+Hawa+copy.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411352260814078978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teks Kitab Suci : Kejadian 1:26-29&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“26Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” 27Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 28Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 29Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Membantu umat untuk menyadari bahwa Tuhan menciptakan manusia baik adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Langkah-langkah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Lagu Pembukaan (dipilih sesuai dengan situasi umat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Doa mohon kehadiran Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan yang penuh kasih, Engkau telah menciptakan kami dalam keadaan baik adanya. Namun karena kesombongan dan egoisme dalam hidup kami, sehingga kami telah jatuh ke dalam dosa. Maka kini kami mohon hadirlah di tengah-tengah kami dan hantarlah kami ke jalan yang benar. Bukalah hati kami untuk memahami kebaikan-Mu supaya dalam pertemuan pendalaman ini kami semakin disadarkan akan posisi hidup kami sebagai putera-puteri kesayangan-Mu. Buatlah hati kami selalu berpasrah kepada kehendak-Mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Membacakan Teks Kitab Suci secara bersama-sama dengan lantang dan tegas dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Kesempatan bagi masing-masing peserta untuk membaca teks dalam hati dan mencari ayat yang paling menyentuh hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan ayat yang menarik hati dan memberikan alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.Peneguhan niat dari pembimbing atau fasilitator berdasarkan ungkapan peserta atau pesan pewartaan dari teks Kitab Suci yang dibacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.Doa umat secara spontan atau disiapkan oleh pembimbing pertemuan dan dipersatukan dalam doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus (Doa Bapa Kami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g.Pembuatan niat secara pribadi atau bersama-sama untuk mewujudkan isi pertemuan dalam kehidupan setiap hari, yaitu menjadi pewarta Kabar Gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Doa Penutup Singkat dan Lagu Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pengumuman Pertemuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENEGUHAN SUB TEMA I (UNTUK PEMANDU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak/Ibu/Saudara/i terkasih,&lt;br /&gt;Dalam teks Kitab Sudi yang kita baca dan kita renungkan memberikan suatu sentuhan kepada kita masing-masing. Tuhan menciptakan kita dalam cinta-Nya. Ia menciptakan kita seturut citra-Nya. Kita diciptakan dalam martabat yang demikian luhur bahkan Tuhan dalam kebaikan-Nya, menyerahkan kepada kita seluruh alam ciptaan yang lain untuk diatur dan dinikmati dalam kebaikan pula.&lt;br /&gt;- Mengapa masih banyak manusia yang berkelahi dan berperang?&lt;br /&gt;- Mengapa banyak manusia beriman yang putus asa?&lt;br /&gt;- Mengapa banyak umat beriman yang tidak hidup menurut ajaran Gereja?&lt;br /&gt;- Mengapa banyak orang yang rela dan tega meninggalkan Yesus bila menghadapi kesulitan dan tantangan hidup?&lt;br /&gt;- Marilah kita menyadari kebaikan Tuhan dan membangun hidup baru sebagai citra Allah yang mau hidup dalam iman, harapan dan kasih untuk kemuliaan Tuhan dan kebahagiaan sesama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-4427013049353226039?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/4427013049353226039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=4427013049353226039&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4427013049353226039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4427013049353226039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/12/sub-tema-i-tuhan-baik-dalam-menciptakan.html' title='SUB TEMA I : “TUHAN BAIK DALAM MENCIPTAKAN MANUSIA”'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj8NexUhAI/AAAAAAAAAVY/b1tVWG-_2e0/s72-c/Adam+dan+Hawa+copy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-8085797306459249840</id><published>2009-12-04T04:06:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T04:08:14.410-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan adven 2009'/><title type='text'>SUB TEMA II : “TUHAN BAIK DALAM PANGGILAN BUNDA MARIA”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj7ohjbbDI/AAAAAAAAAVQ/qnBqgqSjNbY/s1600-h/Maria+Menerima+Kabar+Malaikat+Gabriel.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj7ohjbbDI/AAAAAAAAAVQ/qnBqgqSjNbY/s400/Maria+Menerima+Kabar+Malaikat+Gabriel.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411351625905957938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teks Kitab Suci : Lukas 1:26-36&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“26Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, 27kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 28Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." 29Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 30Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. 31Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. 32Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, 33dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." 34Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" 35Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. 36Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Menyadarkan umat akan kebaikan Tuhan di tengah manusia pendosa dengan merencanakan kelahiran Yesus Sang Putera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Langkah-langkah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*  Lagu Pembukaan (dipilih sesuai dengan situasi umat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Doa mohon kehadiran Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa yang maha baik, cinta-Mu selalu menyertai kami manusia pendosa. Kebaikan-Mu nyata dalam hidup kami dengan mempersiapkan datangnya Sang Penyelamat. Bukalah hati kami untuk jujur dan setia kepada-Mu. Persiapkanlah hati kami menjadi palungan yang bersih dan jadikanlah kami orang-orang yang percaya kepada-Mu seperti Bunda Maria yang di tengah kesulitan dan ketakutan berani berpasrah kepada kehendak-Mu dengan berkata: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Membacakan Teks Kitab Suci secara bersama-sama dengan lantang dan tegas dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Kesempatan bagi masing-masing peserta untuk membaca teks dalam hati dan mencari ayat yang paling menyentuh hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan ayat yang menarik hati dan memberikan alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.Peneguhan niat dari pembimbing atau fasilitator berdasarkan ungkapan peserta atau pesan pewartaan dari teks Kitab Suci yang dibacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.Doa umat secara spontan atau disiapkan oleh pembimbing pertemuan dan dipersatukan dalam doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus (Doa Bapa Kami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g.Pembuatan niat secara pribadi atau bersama-sama untuk mewujudkan isi pertemuan dalam kehidupan setiap hari, yaitu menjadi pewarta Kabar Gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Doa Penutup Singkat dan Lagu Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pengumuman Pertemuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENEGUHAN SUB TEMA II (UNTUK PEMANDU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak/Ibu/Saudara/i terkasih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini kita menyaksikan kebaikan Tuhan dengan memanggil Bunda Maria lewat malaikat Gabriel. Bunda Maria perawan desa dipersiapkan menjadi Bunda Sang Penebus.&lt;br /&gt;Maria terperangkap dalam kesulitan dan ketakutan sebagai manusia biasa yang hidup dalam aturan dan adat budaya Yahudi. Maria bertanya: “Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi karena seorang yang belum bersuami diperkenankan melahirkan anak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagi Allah, tidak ada yang mustahil untuk orang yang berkenan pada-Mua. Maria memiliki hati dan penghayatan hidup yang berkenan di hati Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui malaikat, Allah menyatakan kebaikan dengan mengutus Roh Kudus menaungi Bunda Maria, dan Maria jujur di hadapan Tuhan dengan berkata: “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita melihat pengalaman hidup kita masing-masing dengan segala suka dan dukanya. Dengan ayat yang menyentuh hati, beranikah kita bangkit dan memulai hidup baru dalam penyerahan yang total, tanpa ragu dan tanpa takut kita berjuang di tengah keanekaragaman pikiran dan pola hidup yang nyata?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-8085797306459249840?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/8085797306459249840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=8085797306459249840&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8085797306459249840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8085797306459249840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/12/sub-tema-ii-tuhan-baik-dalam-panggilan.html' title='SUB TEMA II : “TUHAN BAIK DALAM PANGGILAN BUNDA MARIA”'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj7ohjbbDI/AAAAAAAAAVQ/qnBqgqSjNbY/s72-c/Maria+Menerima+Kabar+Malaikat+Gabriel.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-3333788842693112080</id><published>2009-12-04T04:01:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T04:05:43.881-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan adven 2009'/><title type='text'>SUB TEMA III : “TUHAN BAIK DALAM PERISTIWA  KELAHIRAN YESUS”</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj6stzS0gI/AAAAAAAAAVI/h3nEgSM6haI/s1600-h/Kelahiran+YESUS.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj6stzS0gI/AAAAAAAAAVI/h3nEgSM6haI/s400/Kelahiran+YESUS.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411350598401577474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teks Kitab Suci : Matius 2:1-12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“1Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem 2dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia." 3Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. 4Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. 5Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: 6Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel." 7Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. 8Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia." 9Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. 10Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. 11Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. 12Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Menyadarkan umat bahwa kebaikan Tuhan menghantar manusia untuk berjumpa dengan Sang Penyelamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Langkah-langkah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Lagu Pembukaan (dipilih sesuai dengan situasi umat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Doa mohon kehadiran Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa yang Mahabaik, dunia penuh dengan iri, benci dan dengki. Kesulitan dan ketakutan hidup menimpa kami manusia ciptaan-Mu. Berilah kami cahaya baru sebagaimana bintang-bintang-Mu menuntun orang Majus untuk berjumpa dengan Yesus di palungan yang indah. Hadirlah dalam pertemuan kami ini, supaya kami pun boleh bergandengan tangan dengan siapa saja di sekitar kami dalam cinta dan kedamaian menuju Yesus yang lahir bagi kami. Bukalah hati kami masing-masing untuk menyambut Dia Sang Putera Allah yang menjadi terang baru di tengah kegelapan dunia ini. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Membacakan Teks Kitab Suci secara bersama-sama dengan lantang dan tegas dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Kesempatan bagi masing-masing peserta untuk membaca teks dalam hati dan mencari ayat yang paling menyentuh hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan ayat yang menarik hati dan memberikan alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.Peneguhan niat dari pembimbing atau fasilitator berdasarkan ungkapan peserta atau pesan pewartaan dari teks Kitab Suci yang dibacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.Doa umat secara spontan atau disiapkan oleh pembimbing pertemuan dan dipersatukan dalam doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus (Doa Bapa Kami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g.Pembuatan niat secara pribadi atau bersama-sama untuk mewujudkan isi pertemuan dalam kehidupan setiap hari, yaitu menjadi pewarta Kabar Gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Doa Penutup Singkat dan Lagu Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pengumuman Pertemuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENEGUHAN SUB TEMA III (UNTUK PEMANDU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak/Ibu/Saudara/i terkasih,&lt;br /&gt;Kelahiran Yesus mengundang setiap manusia yang berkehendak baik untuk datang kepada-Nya. yang mendahului kita semua untuk mencari Yesus adalah orang-orang kecil dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketulusan orang Majus mencari Yesus, berhadapan dengan kedengkian Herodes. Tuhan tetap berpihak kepada orang benar. Ia menyatakan kebaikan dengan cahaya bintang timur yang menuntun para Majus menuju keselamatan.&lt;br /&gt;Beranikah kita berhadapan dengan kesulitan hidup sambil mengharapkan bantuan Tuhan?&lt;br /&gt;Beranikah kita menampilkan kesederhanaan Yesus dalam kesaksian hidup di tengah masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kita mengelabui mata Tuhan dengan ketidakjujuran, kecemasan dan ketakutan dan melarikan diri dari kenyataan hidup. Tuhan selalu menjadi penuntun hidup bagi orang baik maupun berdosa menuju hidup baru dalam Yesus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-3333788842693112080?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/3333788842693112080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=3333788842693112080&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/3333788842693112080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/3333788842693112080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/12/sub-tema-iii-tuhan-baik-dalam-peristiwa.html' title='SUB TEMA III : “TUHAN BAIK DALAM PERISTIWA  KELAHIRAN YESUS”'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj6stzS0gI/AAAAAAAAAVI/h3nEgSM6haI/s72-c/Kelahiran+YESUS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-7971975156181204562</id><published>2009-12-04T03:52:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T04:12:06.397-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bahan adven 2009'/><title type='text'>SUB TEMA IV : "TUHAN BAIK DALAM MENGUTUS MANUSIA UNTUK MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj5ThgOhRI/AAAAAAAAAVA/gUG6A6mlEQc/s1600-h/Yesus+dan+Anak-anak.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj5ThgOhRI/AAAAAAAAAVA/gUG6A6mlEQc/s400/Yesus+dan+Anak-anak.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411349066092021010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Teks Kitab Suci : Lukas 2:8-20&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8 Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. 9Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. 10Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: 11Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. 12Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan." 13Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: 14"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya." 15Setelah malaikat-malaikat itu meninggalkan mereka dan kembali ke sorga, gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain: "Marilah kita pergi ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana, seperti yang diberitahukan Tuhan kepada kita." 16Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan. 17Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu. 18Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka. 19Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya. 20Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan : Menyemangati umat untuk siap sedia menjadi pewarta Kabar Gembira kepada semua orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Langkah-langkah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*  Lagu Pembukaan (dipilih sesuai dengan situasi umat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Doa mohon kehadiran Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Bapa yang Mahabaik, kebaikan-Mu nyata dalam hidup kami setiap hari teristimewa dalam acara pendalaman iman sepanjang masa Adven ini. Engkau tidak memperhitungkan kesalahan dan kedosaan kami. Bahkan Engkau menerima kami masing-masing dengan keadaan yang berbeda satu dengan yang lain. Engkau mempersatukan kami sebagai saudara dan akan bergandengan tangan menuju Betlehem untuk menerima Sang Terang. Berilah kami kekuatan baru untuk tidak mudah putus asa dan tidak perlu takut di tengah dunia yang penuh dengan tantangan. Jadikanlah kami masing-masing pewarta Sabda-Mu yang handal untuk membawa terang baru bagi sesama di sekitar kami. Tuhan sertailah kami dalam seluruh tugas perutusan menjadi pewarta-Mu. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Membacakan Teks Kitab Suci secara bersama-sama dengan lantang dan tegas dua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Kesempatan bagi masing-masing peserta untuk membaca teks dalam hati dan mencari ayat yang paling menyentuh hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Peserta diberi kesempatan untuk mengungkapkan ayat yang menarik hati dan memberikan alasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.Peneguhan niat dari pembimbing atau fasilitator berdasarkan ungkapan peserta atau pesan pewartaan dari teks Kitab Suci yang dibacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.Doa umat secara spontan atau disiapkan oleh pembimbing pertemuan dan dipersatukan dalam doa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus (Doa Bapa Kami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g.Pembuatan niat secara pribadi atau bersama-sama untuk mewujudkan isi pertemuan dalam kehidupan setiap hari, yaitu menjadi pewarta Kabar Gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Doa Penutup Singkat dan Lagu Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Pengumuman Pertemuan berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENEGUHAN SUB TEMA IV (UNTUK PEMANDU)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapak/Ibu/Saudara/i terkasih,&lt;br /&gt;Tuhan sungguh amat baik kepada semua orang. Kebaikan-Nya telah menghadirkan Sang Juru Selamat dunia. Maria dan Yusuf sangat bersukacita atas kelahiran Yesus. Para sarjana dari timur pun dibuat takjub hingga datang dari jauh untuk bertemu dengan Yesus. Semua menjadi gembira sebagaimana kegembiraan para malaikat di Surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pertemuan ke IV ini kita melihat para gembala juga bersukaria atas apa yang mereka lihat, yaitu bayi Yesus Sang Juru Selamat dunia. Para gembala pun pulang dengan gembira dan memuji serta memuliakan Allah. Pastilah kegembiraan mereka itu tidak hanya untuk mereka sendiri. Tentu mereka akan menyampaikan kegembiraan itu juga kepada keluarga mereka dan teman-teman mereka yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kebaikan Tuhan yang sungguh mulia. Tuhan menghadirkan orang-orang pilihannya untuk merasakan kebaikan dan sukacita, dan membuat mereka tidak hanya diam namun mewartakan sukacita itu kepada orang lain sehingga semakin banyak orang yang merasakan kasih Tuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun melihat dan merasakan kebaikan Tuhan yang sama dalam diri Sang Bayi di palungan Betlehem. Untuk itu marilah kita bersama bangkit dan berjuang menjadi pewarta Kabar Gembira di tengah dunia yang penuh dengan tantangan ini. Amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-7971975156181204562?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/7971975156181204562/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=7971975156181204562&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7971975156181204562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7971975156181204562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/12/sub-tema-iv-tuhan-baik-dalam-mengutus.html' title='SUB TEMA IV : &quot;TUHAN BAIK DALAM MENGUTUS MANUSIA UNTUK MEWARTAKAN KABAR GEMBIRA&quot;'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sxj5ThgOhRI/AAAAAAAAAVA/gUG6A6mlEQc/s72-c/Yesus+dan+Anak-anak.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-6740025713347681732</id><published>2009-04-09T19:19:00.001-07:00</published><updated>2009-04-09T19:20:50.749-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>POETRY</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6s6Qdsr9I/AAAAAAAAAUw/aTtq2ZMeWwg/s1600-h/Agus+Bli+PENA+08b+369_resize_resize.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6s6Qdsr9I/AAAAAAAAAUw/aTtq2ZMeWwg/s400/Agus+Bli+PENA+08b+369_resize_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322881926450425810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;TENTANG HORIZON KITA...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ada... mencarimu jauh hingga ke angkasa,&lt;br /&gt;demi menemukanmu yang selalu melukiskan jejak-jejak indah pada awan-awannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau ada...menyapaku senantiasa hingga ke dasar lubuk jiwa,&lt;br /&gt;demi menentramkan hatiku yang tak pernah usai merindukanmu juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah adanya aku, menyusuri sebuah sajak berperahu di angkasa biru,&lt;br /&gt;Adalah adanya dirimu, merunut sebuah puisi berperahu di lautan ungu.&lt;br /&gt;Dua perahu kita kini tengah menuju ke arah yang sama,&lt;br /&gt;dan pasti akan bertemu dan berpadu bagi horizon seia sekata!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Horizon ini ada, dan akan tetap ada di batas langit dan samudera&lt;br /&gt;Horizon ini adalah horizon yang pertama, &lt;br /&gt;yang tak akan pernah tergantikan oleh sesuatu yang mirip ataupun berbeda;&lt;br /&gt;yang akan terbawa selama hidup persahabatan kita,&lt;br /&gt;dalam tuntunan cahaya Sang Maha Cinta sepanjang masa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[by : agus_bli; banjarmasin, 30-11-2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-6740025713347681732?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/6740025713347681732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=6740025713347681732&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/6740025713347681732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/6740025713347681732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/04/poetry.html' title='POETRY'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6s6Qdsr9I/AAAAAAAAAUw/aTtq2ZMeWwg/s72-c/Agus+Bli+PENA+08b+369_resize_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-8892066645746164495</id><published>2009-04-09T19:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T19:18:53.042-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jejak orang muda'/><title type='text'>JEJAK ORANG MUDA 4</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6sbvOQUkI/AAAAAAAAAUo/VmkjcKAA8Rk/s1600-h/jejak+orang+muda+4.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6sbvOQUkI/AAAAAAAAAUo/VmkjcKAA8Rk/s400/jejak+orang+muda+4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322881402131206722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENYAMBUT PASKAH : ORANG MUDA PENUH KREATIVITAS !&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, Rabu, 1 Maret 2009, tepat pada pukul 20.00 Wita, teman-teman KOMKA Katedral sudah berkumpul di halaman Gereja. Dibawah bimbingan Bapak Paulus, latihan Tablo Jalan Salib pun digelar. Karena pelaksanaan Tablo sudah dekat, maka malam itu teman-teman diminta untuk berlatih dengan serius menghayati peran masing-masing secara maksimal. Proses latihan berjalan cukup lama. Sekitar 2 jam teman-teman bergelut dengan skenario yang telah dibuat. Dihias temaram lampu yang ada dan iringan alunan musik latar sesuai adegan yang ditampilkan, proses latihan pun berlangsung dengan penuh semangat. Tablo diawali dengan Kisah Yesus di Taman Getsemani hingga pada proses Penyaliban sampai wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Latihan pada malam ini saya rasa masih perlu dimantapkan lagi. Seharusnya kalian sudah tidak melihat teks, tapi tadi saya lihat masih ada beberapa orang yang membaca teks. Jadi hari Minggu nanti kita akan latihan kembali sebelum tampil pada Jumat Agung,” demikian komentar sekaligus pesan yang disampaikan Bapak Paulus di akhir latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu tadi sekelumit kisah persiapan teman-teman KOMKA Katedral untuk menyambut Paskah tahun ini. Selain teman-teman dari Paroki Katedral, teman-teman KOMKA Veteran dan Kelayan pun melakukan latihan Tablo juga untuk mengisi Perayaan Jumat Agung di paroki masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika teman-teman KOMKA Katedral, Kelayan dan Veteran sibuk latihan Tablo Jalan Salib selama kurang lebih sebulan terakhir; teman-teman KOMKA Pelaihari pada Sabtu siang, 4 Maret 2009 sibuk mempersiapkan daun palma untuk Perayaan Minggu Palma yang dilaksanakan esok paginya. Tampak Dwi dan teman-teman sibuk mengumpulkan dan merapikan daun palma yang diperoleh agar siap dipakai. Yup, segala usaha walau sekecil apapun tentu akan tetap bermakna löh untuk ikut memeriahkan Paskah tahun ini ! Wah, pasti seru dan semangat yach !?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADWAL TABLO JALAN SALIB 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 KOMKA Katedral pada 08.00 Wita&lt;br /&gt;2 KOMKA St. Maria Kelayan pada 08.00 Wita&lt;br /&gt;3 KOMKA St. Don Bosco Veteran pada 09.00 Wita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[agus_bli]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-8892066645746164495?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/8892066645746164495/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=8892066645746164495&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8892066645746164495'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8892066645746164495'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/04/jejak-orang-muda-4.html' title='JEJAK ORANG MUDA 4'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6sbvOQUkI/AAAAAAAAAUo/VmkjcKAA8Rk/s72-c/jejak+orang+muda+4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-1316769761219095967</id><published>2009-04-09T19:15:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T19:17:06.538-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jejak orang muda'/><title type='text'>JEJAK ORANG MUDA 3</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6sB0--t_I/AAAAAAAAAUg/eEUDpdsxAPY/s1600-h/jejak+orang+muda+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6sB0--t_I/AAAAAAAAAUg/eEUDpdsxAPY/s400/jejak+orang+muda+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322880957001152498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;HABAR KOMKEP KITA...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 1 Maret 2009 yang lalu, di Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, Kelayan diselenggarakan Rapat KOMKEP Keuskupan Banjarmasin yang dihadiri oleh perwakilan dari 5 Paroki kota (Katedral, Kelayan, Veteran, Banjarbaru dan Pelaihari). Dalam rapat kali ini, disampaikan laporan dari masing-masing perwakilan KOMKA perihal pelaksanaan Sensus OMK 2009 yang sudah berjalan beberapa bulan. Ada yang sudah mulai menjalankannya, akan tetapi ada juga yang baru memulai dan ada juga yang baru akan memulainya karena kesibukan kegiatan di paroki masing-masing. Secara umum kendala yang dihadapi berupa pengisian data-data sakramen, mengingat tidak semua OMK adalah penduduk asli Kalimantan Selatan. Sehingga mereka harus meminta dari paroki asal di mana mereka menerima sakramen. Jalan keluarnya, pada form isian untuk Sakramen dapat dicantumkan nama gereja saja di mana mereka menerima sakramen tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, buletin HöPë yang sedang berada di tangan teman-teman ini juga menjadi salah satu agenda. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain adalah kurangnya minat OMK untuk memberikan sumbangsih tulisan bagi HöPë. Walaupun tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada lho teman-teman OMK yang terlibat aktif dalam menyumbang tulisan; namun sayangnya hal itu tidak diikuti oleh OMK yang lain. Maka untuk ke depannya diharapkan akan semakin banyak OMK yang terlibat dalam memberikan sumbangsih tulisan bagi HöPë. Tulisan yang dikirimkan tidak harus berbentuk tulisan yang berbobot; cukup diawali dengan laporan kegiatan yang diadakan oleh OMK di paroki masing-masing saja. Teman-teman juga tidak usah berpikir apakah tulisan kalian layak atau tidak layak dimuat, karena tulisan-tulisan yang masuk masih akan diedit ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya suatu harapan dari beberapa OMK ingin agar diadakan suatu moment yang bisa mengumpulkan semua OMK yang ada di Keuskupan Banjarmasin. Maka kemudian diputuskan bersama bahwa KOMKEP akan diadakan Perayaan Ekaristi Paskah Bersama OMK se-Keuskupan Banjarmasin pada hari Sabtu, 18 April 2009 pukul 18.00 Wita, bertempat di Paroki Katedral Keluarga Kudus, Banjarmasin. Sesuai dengan informasi yang diterima Redaksi, teman-teman KOMKA Santa Ursula, Paroki Katedral Palangkaraya akan hadir dalam acara ini. Jumlah yang hadir sekitar 30 orang dengan transportasi bus jurusan Palangkaraya – Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu diputuskan juga bahwa akan diadakan Doa Rosario Bersama pada bulan Mei mendatang. Adapun perincian tempat dan waktu pelaksanaannya adalah sebagai berikut : &lt;br /&gt;Doa Rosario I akan diadakan di Gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran pada hari Sabtu, 2 Mei 2009. Dimulai pukul 20.30 Wita di Gua Maria.&lt;br /&gt;Doa Rosario II akan diadakan di Gereja Bunda Maria Banjarbaru pada hari Sabtu,  9 Mei 2009. Dimulai pukul 20.00 Wita di Grotto Maria Banjarbaru.&lt;br /&gt;Doa Rosario III akan diadakan di Gereja Keluarga Kudus Katedral Banjarmasin pada hari Sabtu, 16 Mei 2009. Dimulai pukul 20.30 Wita di Gua Maria.&lt;br /&gt;Doa Rosario IV akan diadakan di Gereja Santa Theresia Pelaihari pada hari sabtu 23 Mei 2009. Dimulai pukul 20.00 Wita di kapel Gereja Santa Theresia Pelaihari.&lt;br /&gt;Doa Rosario V akan diadakan di Gereja Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan pada hari Minggu, 31 Mei 2009. Karena ini adalah Doa Rosario terakhir, maka akan diadakan pula misa bersama OMK untuk penghormatan terhadap Bunda Maria. Perayaan Ekaristi akan diawali pada pukul 18.00 Wita dan kemudian dilanjutkan dengan Doa Rosario pada pukul 20.00 Wita. Khusus untuk Doa Rosario V akan diadakah agaphe bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan rapat kali ini pun kembali dibahas perihal rencana pelaksanaan Jambore Orang Muda Keuskupan Banjarmasin (JOMKA) 2009 yang akan digelar bulan September 2009 mendatang. Tema yang disepakati adalah “Gaudium in Christo” (Kegembiraan bersama Kristus) yang akan melibatkan OMK di Keuskupan Banjarmasin. Peserta JOMKA 2009 adalah semua Orang Muda Katolik se-Keuskupan Banjarmasin minimal berusia 15 tahun atau sudah duduk di bangku kelas III SMP. Untuk hasil final perihal JOMKA 2009 akan dibahas lebih lanjut... [agus_bli]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-1316769761219095967?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/1316769761219095967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=1316769761219095967&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1316769761219095967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1316769761219095967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/04/jejak-orang-muda-3.html' title='JEJAK ORANG MUDA 3'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6sB0--t_I/AAAAAAAAAUg/eEUDpdsxAPY/s72-c/jejak+orang+muda+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-4987342816609320992</id><published>2009-04-09T19:14:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T19:15:32.140-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jejak orang muda'/><title type='text'>JEJAK ORANG MUDA 2</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6rr_u7_eI/AAAAAAAAAUY/7A4WdUu7lk8/s1600-h/jejak+orang+muda+2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6rr_u7_eI/AAAAAAAAAUY/7A4WdUu7lk8/s400/jejak+orang+muda+2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322880581929532898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KESEHATAN REPRODUKSI SEKSUALITAS REMAJA  &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 21 Februari 2009 yang lalu, bertempat di Aula Syalom, Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, Kelayan dilaksanakan acara Bimbingan Kaum Muda dalam suasana santai yang mengambil topik “Kesehatan Reproduksi Seksualitas Remaja  Masa  Kini” dibawah arahan Ibu Anna Trombine dan Ibu Nani selaku Pendamping Remaka (Remaja Katolik) Santa Maria. Acara ini dihadiri oleh anak – anak REMAKA, KOMKA Santa Maria, Komunitas Asrama  Putri Satya Andika  dan  juga teman – teman dari  KOMKA St. Don Bosco Veteran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara  dibuka dengan permainan yang dipandu oleh Ibu Anna Trombine, yang dilanjutkan dengan doa bersama dipandu oleh Fr. Yohanes, CMM. Usai doa, peserta  langsung dibawa kepada acara utama dengan topik di atas. Dengan menggunakan pola Sex Education, para peserta diajak mengenal penyakit – penyakit menular seksual, kesehatan reproduksi dan himbauan – himbauan bahaya seksual bebas. Di dalam kegiatan ini para peserta juga dapat berbagi pengalaman masing – masing melalui sharing bersama. Mengingat banyak hal yang bisa didapat oleh peserta pada acara seperti ini, maka nantinya kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin dengan topik – topik menarik lainnya dengan melibatkan oleh teman-teman Remaka dan KOMKA Santa Maria. Di sini sangat diharapkan keterlibatan kaum muda Paroki Santa Perawan Maria, Kelayan pada khususnya. Juga besar harapan kami kaum muda lainnya melalui KOMKA masing – masing paroki dapat juga berpartisipasi dalam kegiatan – kegiatan seperti ini. Ditunggu kehadirannya !!! [Tommie]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-4987342816609320992?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/4987342816609320992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=4987342816609320992&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4987342816609320992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4987342816609320992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/04/jejak-orang-muda-2.html' title='JEJAK ORANG MUDA 2'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6rr_u7_eI/AAAAAAAAAUY/7A4WdUu7lk8/s72-c/jejak+orang+muda+2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-5001822813492452973</id><published>2009-04-09T19:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T19:14:21.454-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jejak orang muda'/><title type='text'>JEJAK ORANG MUDA 1</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6rZJJs83I/AAAAAAAAAUQ/baOJ5gJ-tfE/s1600-h/jejak+orang+muda+1.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6rZJJs83I/AAAAAAAAAUQ/baOJ5gJ-tfE/s400/jejak+orang+muda+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322880258040198002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERTEMUAN MODERATORES REGIO JAWA PLUS  2009&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namaku Romaida Situngkir, tapi biasanya dipanggil Ida tuch! Oiya teman-teman, pada tanggal 2 - 6 Februari  2009 kemarin saya diberi kesempatan mengikuti TEMODS 2009 di Hening Griya Baturaden, Purwokerto dengan tema “PENGEMBANGAN KAPASITAS MODERATORES ORANG MUDA KATOLIK UNTUK PENDIDIKAN POLITIK.“ Pertemuan tersebut diawali dengan  Perayaan Ekaristi Pembukaan  yang dipimpin oleh Bapak Uskup  Purwokerto dan para Pastor dari masing – masing Keuskupan yang mengikuti Temods 2009, yang dilanjutkan dengan acara perkenalan peserta dan panitia dari masing – masing Keuskupan. Setelah perkenalan dan ramah tamah berlangsung, kami menuju rumah retret Hening Griya Baturaden , Purwokerto. Dan di tempat inilah kami tinggal selama 4 hari....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, saat pertama kali tiba di tempat itu saya merasa kebingungan, dan tidak  mengerti apa itu pendidikan politik OMK. Tapi pada saat penjelasan session pertama kami dijelaskan apa itu Alur Proses Temods.... Arah yang ingin dicapai melalui kegiatan Temods 2009 ini adalah “Pengembangan kemampuan mengelola komunitas setempat untuk menanggapi keprihatinan tentang pendidikan politik &amp; kemacetan kaderisasi serta upgrading skill”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema ini dipilih SC (yang diketuai Pastor C. Tri Kuncoro Yekti, Pr dari Keuskupan Surabaya) di bawah bayang-bayang pertanyaan akan efektivitas pertemuan-pertemuan seperti Temods yang selalu saja menyisakan agenda tak tergarap di tingkat basis Keuskupan, serta ketiadaan mekanisme monitoring dan evaluasi yang jelas. Berangkat dari refleksi atas sekian tahun Temods itulah perjumpaan kali ini lebih menitikberatkan peningkatan kapasitas peserta daripada penekanan tematik tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada session yang berikutnya kami dibentuk beberapa kelompok dengan workshop. Ada 4 kelompok workshop yang diselenggarakan, meliputi : Animasi, Manajemen Pendidikan politik OMK, Fund Raising dan Teater Rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan  saya memilih kelompok ANIMASI (pendampingan), dimana dalam kelompok ini dijelaskan tentang Ice Breaking yang artinya adalah proses pengalihan  kejenuhan, kebosanan, ketegangan dan kelesuan menjadi sebuah dinamika yang menyegarkan juga sebagai warna dasar dalam tim pendampingan, didalam tim ini dibentuk menjadi dua kelompok yaitu  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi berkarakter SC :&lt;br /&gt;1. Analitis.&lt;br /&gt;2. Lebih senang berpikir daripada terlibat dalam sebuah aktivitas fisik.&lt;br /&gt;3. Senang melakukan diskusi dan berdebat.&lt;br /&gt;4. Lebih sering membicarakan hal – hal yang bersifat “abstract”.&lt;br /&gt;5. Memiliki visi ke depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pribadi berkarakter OC :&lt;br /&gt;1. Menyukai hal – hal yang nyata, sederhana, lugas dan praktis.&lt;br /&gt;2. Menyukai aktivitas fisik daripada duduk, berpikir dan berdiskusi.&lt;br /&gt;3. Jeli dalam menemukan kendala &amp; peluang di lapangan.&lt;br /&gt;4. Mampu beradapatasi secara cepat dengan lingkungan baru.&lt;br /&gt;5. Berpikir cepat seakan tanpa disertai pertimbangan yang matang.&lt;br /&gt;6. Pribadi yang hidup dan cenderung menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa metode yang dipergunakan untuk mengungkap karakter peserta :&lt;br /&gt;1. Questionaire : peserta diminta mengisi data diri sebelum kegiatan dimulai. Dari hasil isian tersebut dapat diketahui :&lt;br /&gt;- profil ayah / ibu&lt;br /&gt;- pertanyaan dilematis  untuk mengecek kedekatan dengan orangtua&lt;br /&gt;- anak keberapa dalam keluarga?&lt;br /&gt;- hobby yang kita miliki&lt;br /&gt;- kegiatan waktu luang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gestures : Mengamati bahasa tubuh peserta saat mengikuti acara (lihat secara menyeluruh jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan).&lt;br /&gt;3. Pendampingan – aktif – simultan : Proses pendekatan yang dilakukan oleh beberapa panitia yang ditunjuk untuk ikut berproses dalam dinamika tiap  kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSES PENDAMPINGAN&lt;br /&gt;1. Konsep Pendampingan&lt;br /&gt;Fungsi : sebagai mediator / perantara yang menghubungkan peserta dengan acara/ materi. Pendampingan yang dilakukan selama retret bukan untuk mengatasi/memecahkan masalah. Pendampingan yang sifatnya pemecahan masalah hanya dilakukan jika masalah pribadi peserta dianggap sudah mengganggu perkembangan pribadi selama proses retret.&lt;br /&gt;2. Tujuan Pendampingan&lt;br /&gt;Membantu peserta dalam berproses selama retret sehingga peserta sampai pada hasil yang diharapkan. Dengan adanya pendampingan materi yang diberikan mampu menyentuh sisi afeksi peserta.&lt;br /&gt;3. Persiapan Calon Pendamping&lt;br /&gt;Pembekalan bagi pendamping meliputi 3 hal :&lt;br /&gt;Wawasan / pengetahuan bisa dilakukan melalui : membaca buku tentang pendampingan, diskusi atau sharing (memiliki tujuan, proses, metode, dan teknik pendampingan).&lt;br /&gt;Skill untuk menjadi seorang pendamping : ketrampilan dalam memahami kesulitan peserta ketrampilan bersikap sebagai seorang pendengar,  ketrampilan mengelola dan menghidupkan antar peserta dalam suatu kelompok, terampil dalam mengungkapkan perasaan hati, mencairkan suasana, peka dalam menangkap isyarat-isyarat non-verbal dari peserta, memiliki ketrampilan menggunakan bahasa verbal dan non-verbal (body language) dalam menanggapi peserta,  terampil dalam mendengarkan dan menciptakan arus komunikasi.&lt;br /&gt;Persiapan mental dan spiritual : dilakukan dengan evaluasi diri dan refleksi sebagai cara peningkatan kemampuan, dapat dilakukan secara personal maupun kelompok (peserta diminta untuk mengisi form).&lt;br /&gt;4. Tugas Pendamping&lt;br /&gt;pengenalan terhadap peserta dengan menggunakan kuisioner atau informasi lain mengenai anak damping.&lt;br /&gt;berusaha menciptakan kelompok pendampingan  yang aman bagi peserta, &lt;br /&gt;melakukan pengawasan atau observasi terhadap anak pendamping. Pendampingan bertujuan untuk mengetahui proses yang terjadi dalam diri peserta...&lt;br /&gt;5. Konsep Pendampingan Berkelanjutan&lt;br /&gt;Pendampingan perlu ditindaklanjuti dengan menjalin komunikasi secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kelompok ini juga kita anjurkan untuk percaya diri, punya prinsip, kemauan untuk berubah, kekurangan menjadi kelebihan, memanfaatkan kemampuan yang dipunya. Jadi kesimpulan yang dapat saya ambil dari kelompok animasi ini adalah  sebagai penjiwaan dalam kegiataan dan bukan hanya penggembira / penghibur acara, gitu... hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tadi Ida udah cerita-cerita soal Temods 2009, sekarang gantian saya ya cerita-cerita tentang pengalaman ikutan Temods 2008 setahun kemarin? Nama saya Christina Vavianurri tapi cukup dipanggil Nuri za... Mulai nich... eng ing eng...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buat saya bisa ikut Temods or bahasa kerennya Pertemuan Kaum Muda se-Regio Jawa Plus, tidak pernah terbayang en terpikirkan untuk saya yang tinggal jauh di Pelaihari ini. Saya lupa kapan mas Bambang menghubungi saya untuk ikut Temods 2008 di Surabaya. Kalau tidak salah kira-kira pertengahan bulan Maret (kalau tidak salah pasti bener tuch!) mas Bambang telpon saya, supaya ikutan jadi perwakilan KOMKEP Keuskupan Bajarmasin pada acara tersebut. Saya kaget plus suenang, rasanya nggak percaya aja diberi kesempatan untuk mewakili teman-teman se-Keuskupan Banjarmasin. Seperti dapat undian Rp. 1 Miliar, hahaha…. Tapi jujur aja ya, saya sempat ragu en takut juga! Apalagi setelah saya tahu materinya adalah seputar persiapan kaum muda menghadapi PEMILU 2009. Soalnya saya ini buta politik en malas kenalan sama yang namanya politik. Tapi setelah merenung dan memikirkan dari hati yang paling dalam, MENGAPA TAKUT SAMA POLITIK??? Akhirnya nekat za tulak mewakili KOMKEP Keuskupan Banjarmasin, sekalian belajar en kenalan sama politik, plus jalan-jalan wiiiiiiiiii.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya, yang ikut TEMODS waktu itu ada Pastor Prillion, Jumico (Mico) dan saya sendiri. Sampai di Surabaya nich, penyambutan dari panitianya saya rasakan sungguh luar biasa; mereka ramah buanggeeeet löh. Bayangin ya, kami dijemput di bandara tepat waktu, trus kada dibiarkan kami kelaparan, dan mereka juga murah senyum! Kereeen kan?1?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 5 hari pertemuan, saya ngerasa jadi PALING KURANG NANGKAP MATERI alias tëk-dunk tralala.... Hiks… kasihan banget. Ya memang, saya ini tidak tahu banyak tentang politik, tapi Tuhan memang Maha Baik, tidak dibiarkan saya ngerasa jadi orang O’ON terus-terusan. Buktinya, melalui acara itu saya jadi punya banyak kenalan (termasuk para Pastor) yang semuanya baik-baik, mau nolongin dan dampingin saya selama proses acara berlangsung. Satu lagi yang berkesan untuk saya, perbedaan diantara peserta tidak tampak sama sekali. Kami saling berbaur, baik dari kaum rohaniawan maupun kaum awam. Antara Pastor, Frater dan kaum muda serasa menjadi sebuah keluarga besar. Sueneng banget!!! Eit, ada sebuah pengalaman yang paling berharga buat saya, mau tahu nggak? Waktu itu ada seorang Pastor yang rajin memberi motivasi untuk saya, tapi maaf namanya aku lupa, maklum udah 1 tahun yang lalu dan kapasitas memori saya cuma 1 GB za, hehehe... Beliau bilang, kaum muda bukan cuma sekedar masa depan Gereja, bangsa  or dunia; tapi kaum muda adalah masa kini yang harus berkarya mulai dari sekarang, kada usah nunggu sampai tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yups, kita memang harus nunjukin kalau kaum muda bisa memberikan yang terbaik, tapi bukan berarti kita melangkahi para orang tua löh! Para orang tua tetap menjadi panutan dan guru bagi kita. Nah.. kata-kata Pastor itu yang memotivasi saya untuk berkarya dan kada takut lagi sama dunia politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah gitu dech pengalaman saya selama ikut Temods 2008. Asal tau aja nich, sampai sekarang aku dan teman – teman Temods 2008 masih saling berkomunikasi dan menguatkan. Pengalaman yang berharga itu membuat saya jadi lebih dewasa, wlo mungkin cuma sedikit... Makasih banyak ya buat semua teman-teman yang sudah memberikan kepercayaannya sehingga saya bisa ikutan Temods 08. TUHAN memberkati semua. [seperti diceritakan Ida dan Nurri pada agus_bli]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-5001822813492452973?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/5001822813492452973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=5001822813492452973&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5001822813492452973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5001822813492452973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/04/jejak-orang-muda-1.html' title='JEJAK ORANG MUDA 1'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6rZJJs83I/AAAAAAAAAUQ/baOJ5gJ-tfE/s72-c/jejak+orang+muda+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-5220620729013234464</id><published>2009-04-09T19:11:00.001-07:00</published><updated>2009-04-09T19:12:32.005-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cermin'/><title type='text'>CERMIN</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6q_MBAQ0I/AAAAAAAAAUI/13WaWXA0NMc/s1600-h/cermin.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6q_MBAQ0I/AAAAAAAAAUI/13WaWXA0NMc/s400/cermin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322879812132422466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;RABU ABU : LIBUR SEKOLAH?!?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, Rabu, 25 Februari 2009, kita semua umat Katolik memasuki Rabu Abu, suatu hari yang mengawali masa yang disebut masa puasa. Mungkin tidak ada yang baru dalam masa puasa tahun ini, karena hampir setiap tahun kita semua melaksanakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat mengikuti Perayaan Ekaristi pagi itu pada pukul 06.00 Wita di Katedral Banjarmasin, saya terkejut ketika bertemu dengan salah seorang murid SMP Santa Maria Banjarmasin. Keterkejutan saya adalah karena dia tidak mengenakan seragam sekolahnya. Padahal biasanya murid-murid yang mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu pukul 06.00 Wita banyak yang mengenakan seragam sekolahnya. Dengan tujuan setelah usai Perayaan Ekaristi, mereka bisa langsung pergi ke sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya tanyakan kenapa dia tidak mengenakan seragam sekolahnya, dengan enteng dan santai dia menjawab, "Hari ini TK, SD, dan SMP Santa Maria Banjarmasin libur!" Saya pikir ini suatu hal yang benar-benar baru dan berani dan terjadi di kota Banjarmasin pada hari itu. Di mana sebuah sekolah Katolik berani meliburkan semua muridnya untuk hari pertama masa puasa dan pantang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran saya begini, pemerintah menetapkan libur pada hari pertama masa puasa bagi umat Islam kepada semua sekolah dengan tujuan menghormati umat yang menjalankan puasa. Kenapa sebuah sekolah Katolik tidak berani meliburkan murid-muridnya pada saat hari pertama masa puasa umat Katolik? Dan itu sudah dijawab oleh TK, SD dan SMP Santa Maria Banjarmasin. Sebenarnya bukan semata-mata untuk menghormati puasa umat Katolik, tetapi hal ini akan memberikan kesempatan kepada anak-anak Katolik untuk pergi ke Gereja dan untuk lebih memahami makna Perayaan Rabu Abu bagi mereka. Karena selama ini, apabila kegiatan sekolah tetap jalan, anak-anak lebih fokus kepada pelajaran dan kegiatan sekolah seperti ekstra kurikuler dan berbagai macam les daripada makna Perayaan Rabu Abu itu sendiri. Secara pribadi, saya ucapkan proficiat kepada TK, SD dan SMP Santa Maria Banjarmasin yang telah berani melakukan terobosan seperti itu. Dan saya harap banyak sekolah-sekolah Katolik yang meniru jejak mereka. God Bless....  [cesc_joseph]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;FILOSOFI SEBUAH PENSIL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda bertanya kepada Ibunya yang sedang menulis sebuah surat. "Ibu lagi menulis tentang apa?" Mendengar pertanyaan si anak, sang Ibu berhenti menulis dan berkata  kepada anaknya, "Sebenarnya Ibu sedang menulis tentang kamu, tapi ada  yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang Ibu pakai."  "Ibu harap kamu bakal seperti pensil ini dalam menjalani hidupmu" ujar si Ibu lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawab ini, si anak kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada Ibunya ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari  pensil yang dipakai Ibunya. "Tapi Bu, sepertinya pensil itu sama saja dengan  pensil yang lainnya." Ujar si anak. Ibunya kemudian menjawab, "Itu semua  tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pensil ini mempunyai 6 kualitas dan selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau  kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini." Sang Ibu kemudian menjelaskan 6 kualitas dari sebuah pensil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalau kamu bisa berbuat hal  yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu  jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas kedua, dalam proses menulis, Ibu kadang beberapa kali harus  berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil Ibu.  Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses  meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu  juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima   penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang  lebih baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk  mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh  karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah  bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh  sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan.  seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan  sadar terhadap semua tindakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kualitas keenam, adalah bahwa sebuah pensil tidak pernah berusaha memaksa apabila sudah habis waktunya. Dia tidak akan pernah berusaha untuk tampil kembali di saat dia sudah habis. Dia dengan lapang dada mempersilahkan pensil yang lain untuk menggantikan perannya. Oleh karena itu kamu pun harus sadar apabila suatu saat sudah habis waktumu, biarlah kamu dengan lapang dada menyerahkan tugas yang selama ini kamu emban kepada generasi selanjutnya. Dan biarlah dia bekerja sendiri tanpa intervensi dari kamu sekalipun.” [cesc_joseph]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-5220620729013234464?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/5220620729013234464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=5220620729013234464&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5220620729013234464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5220620729013234464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/04/cermin.html' title='CERMIN'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6q_MBAQ0I/AAAAAAAAAUI/13WaWXA0NMc/s72-c/cermin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-5667177946154944676</id><published>2009-04-09T19:09:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T19:10:41.253-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harmony'/><title type='text'>HARMONY</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6qhXPsYpI/AAAAAAAAAUA/-TE_kkiM1AQ/s1600-h/harmony.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6qhXPsYpI/AAAAAAAAAUA/-TE_kkiM1AQ/s400/harmony.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322879299750748818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MEMBERDAYAKAN KESEJATIAN HIDUP DALAM RANGKA HIDUP BERSAMA DENGAN ORANG LAIN...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul di atas merupakan tema APP tahun ini, yang mengandung makna agar kita semua sejenak melakukan introspeksi diri secara pribadi dan merenungkan tentang perjalanan kita selama ini : “Sudah sampai dimana kita, dan selanjutnya kita akan kemana?” Melalui berbagai kegiatan di masa prapaskah tahun ini; yang kita wujudkan dalam bentuk ibadat, doa, pantang dan puasa, maka kita selaku Orang Muda Katolik (OMK) telah mengambil langkah untuk melihat ke dalam lagi : “Sudah sampai mana karya OMK selama ini?” Setelah kita dapat melakukan introspeksi diri secara pribadi dalam naungan kasih Kristus, tentu untuk ke depannya kita harus melakukan sesuatu yang nyata dalam perjalanan kita sehari-hari bersama orang lain.&lt;br /&gt;Dalam semua aspek kehidupan, baik di dalam keluarga, masyarakat maupun di Gereja, selaku OMK tentunya kita mempunyai kewajiban membawa nilai – nilai dan ciri khas Kristiani. ‘Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam  tingkah lakumu,  dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu’. ( I Timotius 4 : 12 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petikan ayat kitab suci di atas dapat diambil menjadi salah satu langkah OMK untuk maju bersama demi pengembangan pribadi dan Gereja; akan tetapi harus diingat ada 4 hal di dalam petikan ayat tersebut yang harus selalu dijadikan pedoman yaitu :&lt;br /&gt;1. “Perkataanmu” : hati OMK yang penuh dengan firman Tuhan maka dengan mudah terucap kata – kata yang sederhana juga bijaksana, tetapi kalau isinya kekerasan, iri hati dan lain-lain, tentunya tidak akan dapat menjadi teladan bagi orang lain. ‘karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya’(bdk Luk 6:45)&lt;br /&gt;2. “Tingkah lakumu” : terkadang dan mungkin seringkali kita sebagai OMK melakukan kelalaian dalam melaksanakan suatu tugas, tidak aneh lagi kalau kita sering kali malas berbuat sesuatu. Mungkin itu salah satu kelemahan kita, akan tetapi kita OMK belajar menjadi teladan bagi orang lain melalui berbagai firman Tuhan yang kita dapat dari pengajaran oleh orang – orang yang lebih berpengalaman semacam biarawan/wati, guru dan orang tua.&lt;br /&gt;3. “Kasihmu” :  mari bersama membagikan kasih Kristus kepada semua orang tanpa pilih – pilih. Mau itu teman, sahabat, kerabat atau lawan sekalipun semuanya harus disapa dengan kasih.&lt;br /&gt;4. “Kesetiaanmu” : sudah sampai pada tahapnya di dunia ini sangat kecil penghayatan nilai kesetiaan dalam kehidupan, cukup jelas terlihat berbagai praktek terjadi dengan cara menipu, mengkhianati dan mencelakakan orang lain. Jadilah teladan dalam hal kesetiaan dengan hal yang dianggap kecil dulu, seperti tidak membolos sekolah atau kuliah dan menepati janji yang sudah dibuat.&lt;br /&gt;5. “Kesuciaanmu” : dalam hal ini kita semua pasti tak terlepas dari dosa, akan tetapi janganlah karena kita orang berdosa terus jatuh ke dalam dosa itu lagi. Hanya dalam nama Kristus kita dapat menang dengan kekuatan kita melawan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kesemuanya itu, kita semua dapat bercermin kembali : “Bagi OMK yang ada di paroki – paroki dapat melihat seberapa jauh tingkah laku individu maupun komunitas selama ini. Misalnya saja mengenai relasi yang telah terjadi antara OMK dengan Pastor Paroki, Dewan Paroki maupun Umat Paroki. Dengan begitu kita sebagai OMK dapat memperbaiki langkah untuk ke depannya dalam rangka “Memberdayakan Kesejatian Hidup dalam Rangka Hidup Bersama dengan Orang Lain.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Terang Kristus Orang Muda berkarya, Tuhan memberkati. &lt;br /&gt;[Tommy Ribuan]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-5667177946154944676?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/5667177946154944676/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=5667177946154944676&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5667177946154944676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5667177946154944676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/04/harmony.html' title='HARMONY'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6qhXPsYpI/AAAAAAAAAUA/-TE_kkiM1AQ/s72-c/harmony.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-927797704217179527</id><published>2009-04-09T19:07:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T19:09:09.957-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kata hati'/><title type='text'>KATA HATI</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6qGVLDW3I/AAAAAAAAAT4/SArZa57IyIA/s1600-h/53logo-pemilu_resize.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 276px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6qGVLDW3I/AAAAAAAAAT4/SArZa57IyIA/s400/53logo-pemilu_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322878835337943922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6qGSQXrbI/AAAAAAAAATw/ublrp2Ka39c/s1600-h/kata+hati.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6qGSQXrbI/AAAAAAAAATw/ublrp2Ka39c/s400/kata+hati.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322878834554940850" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMILU ITU...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman semua, PEMILU 2009 sudah di depan mata! Tak terasa, kita tinggal menghitung hari saja. Pada tanggal 9 April 2009 besok kita akan melaksanakan Pemilu Legislatif mulai dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota. Ada 38 partai politik (+ 6 partai lokal di DI Aceh) yang akan bertarung dan memperebutkan 15.750 kursi DPRD Kabupaten/Kota, 1998 kursi DPRD Propinsi, 560 kursi DPR dan 136 kursi DPD. Kursi terhormat tersebut diperebutkan oleh 11.600 caleg DPR, 112.000 caleg DPRD Propinsi, 1.500.000 caleg DPRD Kabupaten/Kota. Melihat kenyataan ini, rupanya semakin ke tingkat bawah, persaingan yang terjadi semakin ketat!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan di jalan-jalan, hingga kepada beragam bentuk sarana kampanye para caleg yang ada, kita bisa menemukan banyak janji yang terlontar dengan suburnya seolah tidak kenal batas tempat daya dan nalar.  Sepertinya tak satu pun diantara kita yang luput dari gempuran janji yang terucap dan  pose yang kadang menggelikan. Dalam ilmu komunikasi ada istilah banjiran (flooded) atau luapan informasi dimana pada masa tertentu saking banyak dan cepatnya informasi sehingga tidak dapat dicerna dan ditangkap penerima. Ketidakmampuan penerima dalam mencerna informasi menyebakan substansi informasi menjadi tidak jelas, mubazir dan tidak diacuhkan. Bulan- bulan terakhir ini kita kebanjiran janji bahkan mungkin lebih tepat “air bah” janji calon legislatif yang akan berlaga 9 April  2009 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari diskusi yang terjadi dalam milis litbang_komkepbjm@yahoogroups.com, terungkap aneka pendapat dari rekan-rekan muda tentang segala sesuatu yang terkait tentang PEMILU tahun ini. Berikut beberapa pendapat itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Partainya yang ada kebanyakan, 38 partai klo gak salah! Bingung mau milih yang mana. Trus caleg di daerahku gak ada yang mumpuni (pendapatku lho...). Ada caleg yang kuanggap mumpuni malah dapilnya bukan di Kalsel. Dan pada hari Kamis saat Pemilu nanti aku mau mempersiapkan diri untuk Perayaan Kamis Putih di Gereja, jadi gak mau mikir mana yang harus dicontreng, hehehehehehe...” [HB]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Klo saya sih, dari sejak Pemilu pertama bingung mau milih apa...?!? Ada yang bilang pilih militer saja, biar aman... Ada juga yang bilang pilih yang dari ekonom aja, biar bisa memperbaiki ekonomi indonesia yang morat marit...  Ada yang bilang pilih yang pro aja kayak Gus Dur... Ada juga yang bilang contreng saja yang kartu kampanye-nya ada di kantornya mas Bams... itung-itung orang kita sendiri (baca : Katolik)!” [FS]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah sia-siakan suaramu, sayang lho ya! Maka sebagai warga negara yang bertanggung jawab atas negara ini, sebaiknya contreng dengan cara yang benar, jangan contreng semua, nanti suaramu gak diperhitungkan...!!! Pilihlah partai yang memperhatikan kepentingan rakyat banyak,  terbuka untuk kemajuan semua lapisan masyrakat, tanpa membeda-bedakan.” [SA]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buat saya pribadi, memilih itu baik-baik saja. yang penting kita pilih orang-orang yang kita nilai benar-benar bisa meneruskan aspirasi rakyat banyak! Soal agamanya apa, itu rasanya "tidak selalu" menjadi jaminan, karena agama adalah jalan menuju TUHAN, dan "bukan sarana" untuk berpolitik! apalagi di negara kita indonesia tercinta ini, ada 6 agama yang diakui negara (Islam, Katolik, Kristen, Buddha, Hindu dan Konghucu) dengan semboyan negara kita Bhinneka Tunggal Ika. Jika ada caleg beragama Katolik yang kita nilai baik dan benar-benar mampu meneruskan aspirasi kita, ya ndak ada salahnya kita pilih tho?! Tapi semuanya kembali kepada kita masing-masing kok! Mau memilih siapa? Atau tidak memilih? Semua bebas karena kita hidup di negara demokrasi! Tapi sebagai warga negara yang baik, ya mari kita sukseskan program pemilu 2009 nanti dengan ikut memilih sekaligus menunaikan kewajiban kita sebagai warga negara. Pilihlah dengan hati yang jernih, tanpa dipengaruhi oleh siapa-siapa...” [DA]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luapan janji pada masa kampanye acapkali menguburkan informasi dan substansi pemilu yang seharusnya mendapatkan porsi besar.  Bila harapan pemilu 2009 adalah lahirnya perubahan yang signifikan bagi kesejateraan rakyat, maka rakyat perlu kuat dan cerdas. Karena hanya masurakat yang kuat dan cerdas yang mampu mendorong perubahan. Kuat berarti kita harus secara bersama-sama dalam kelompok atau komunitas melibatkan diri dalam urusan umum, tidak egois, dan tidak tidak terjebak primordialisme dan fanatisme SARA. Cerdas berarti mau sadar dan peka dan kritis dengan kondisi lingkungan, membuka diri terhadap segala sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lima Menit untuk Lima Tahun”,  lagu yang baru saja dirilis band Cokelat megingatkan kita betapa signifikannya Pemilu. Contrengan di bilik suara akan menentukan bagaimana dan kemana bangsa ini lima tahun ke depan. Kalau kita cerdas menggunakan hak pilih, kuat dalam kebersamaan atau jadi komunitas kuat tentu arah perubahan akan semakin terbuka.  Sikap apatis, egois, primordial dan fanatisme sempit  dan tidak menggunakan hak pilih menjadi tidak relevan. Karena masyarakat yang kuat dan cerdas adalah masyarakat yang  memiliki keteguhan sikap dan berani mengambil pilihan untuk terlibat demi kebaikan bersama.&lt;br /&gt;Berikut gagasan “Jadi Pemilih Cerdas” yang dilontarkan oleh teman-teman muda kita dari Tim Relawan Pendidikan Politik) KOMKEP Keuskupan Surabaya. Menurut mereka, Pemilih Cerdas adalah pemilih yang :&lt;br /&gt;1. Kenal dengan Caleg. Mengetahui rekam jejak (track record), kompetensi dan kapasitas.&lt;br /&gt;2. Memilih caleg yang muda usia. &lt;br /&gt;3. Kritis, ingat dan  menagih janji caleg. Dapat dilakukan secara bersama dalam kelompok atau komunitas masyarakat.&lt;br /&gt;4. Memilih tidak berdasarkan SARA. &lt;br /&gt;5. Berani menolak money politic.&lt;br /&gt;6. Ikut mengamati dan mengawasi jalannya penghitungan suara di TPS masing-masing.&lt;br /&gt;7. Memiliki alasan terhadap pilihan&lt;br /&gt;8. Mau belajar tentang proses pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfat. Selamat berpesta demokrasi 2009. Orang muda : Semangat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[diedit &amp; dirangkum dari berbagai sumber oleh: agus_bli]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-927797704217179527?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/927797704217179527/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=927797704217179527&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/927797704217179527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/927797704217179527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/04/kata-hati.html' title='KATA HATI'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6qGVLDW3I/AAAAAAAAAT4/SArZa57IyIA/s72-c/53logo-pemilu_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-5532177224792461019</id><published>2009-04-09T19:04:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T19:07:02.708-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='suara sang gembala'/><title type='text'>SUARA SANG GEMBALA</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6pqDfkgGI/AAAAAAAAATo/RsuvC0xmywI/s1600-h/suara+sang+gembala.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6pqDfkgGI/AAAAAAAAATo/RsuvC0xmywI/s400/suara+sang+gembala.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322878349555826786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;REKAN-REKAN MUDA DAPAT MENELPON TUHAN SETIAP SAAT !!!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan muda semua, kita telah menjalani masa Prapaskah, dan tak terasa sesaat lagi kita sudah akan memasuki Pekan Suci 2009..., maka marilah kita sama-sama membersihkan hati dan pikiran kita yang kurang berkenan,  baik di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan. Membersihkan hati dan pikiran  bisa dengan berbagai cara, di sini saya memberi salah satu cara yang mungkin bisa rekan-rekan coba, khususnya dalam rangka memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan dan sesama ..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat rekan-rekan muda yang suka berhubungan dengan Tuhan tapi tidak melalui chatting tapi by-PHONE....,&lt;br /&gt;Bayangkan : Bila pada saat rekan-rekan muda berdoa dan mendengar ini: "Terima kasih, Anda telah menghubungi Rumah Bapa". Pilihlah salah satu: *Tekan 1 untuk 'meminta'. *Tekan 2 untuk 'mengucap syukur'. * Tekan 3 untuk'mengeluh'. * Tekan 4 untuk 'permintaan lainnya'." Atau, bagaimana jika Tuhan memohon maaf seperti ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini: *"Jika Anda mau bicara dengan Malaikat Gabriel, tekan 1. * Dengan Malaikat Mikhail, tekan 2. * Dengan malaikat lainnya, tekan 3. * Jika Anda ingin mendengar nyanyian Raja Daud saat Anda menunggu, tekan 4. "Untuk mengetahui apakah orang yang Anda kasihi akan dipanggil ke Rumah Bapa, masukkanlah nomor KTP-nya. Untuk pesan tempat di Rumah Bapa, tekanlah Y, O, H, A, N, E, S dan tekan 3,1,6." "Untuk jawaban pertanyaan tentang umur bumi, Dan dimana bahtera Nuh berada, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini." Atau bisa juga Anda mendengar ini : "Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini, Silakan mencoba kembali esok hari."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali Hari Senin setelah pukul 9 pagi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun puji Tuhan, Bapa mengasihi kita, rekan-rekan muda dapat menelponNya setiap saat !!! Rekan-rekan muda hanya perlu untuk memanggil-Nya sekali dan Tuhan  mendengarkan rekan-rekan muda. Karena rekan-rekan muda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. Tuhan menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa  pemanggil-Nya secara pribadi. Ketika rekan-rekan muda memanggil dan Tuhan akan menjawab; dan ketika rekan-rekan muda menangis minta tolong, DIA akan berkata : "Ini AKU". ( Yesaya 58 :9 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat rekan-rekan muda memanggil, gunakan Nomor Darurat dibawah ini: &lt;br /&gt;- Saat berduka cita, putar Yohanes 14.&lt;br /&gt;- Ketika dikecewakan sesama, putar Mazmur 27.&lt;br /&gt;- Jika Anda ingin berbuah, putar Yohanes 15.&lt;br /&gt;- Ketika Anda berdosa, putar Mazmur 51.&lt;br /&gt;- Ketika Anda khawatir, putar Matius 6:19-34.&lt;br /&gt;- Ketika Anda dalam bahaya, putar Mazmur 91.&lt;br /&gt;- Ketika Tuhan terasa jauh, putar Mazmur 139.&lt;br /&gt;- Ketika iman Anda perlu dikuatkan putar Ibrani 11.&lt;br /&gt;- Ketika Anda merasa sendiri dan takut, putar Mazmur 23.&lt;br /&gt;- Ketika hidup Anda sedang dalam kepahitan, putar I Korintus 13.&lt;br /&gt;- Untuk rahasia kebahagiaan Paulus, putar Kolose 3 : 12-17.&lt;br /&gt;- Untuk arti Kekristenan, putar I Korintus 5 : 15-19.&lt;br /&gt;- Ketika Anda merasa kecewa dan ditinggalkan, putar Roma 8 :31-39.&lt;br /&gt;- Ketika Anda menginginkan kedamaian dan ketenangan, putar Matius 11:25-30.&lt;br /&gt;- Ketika Dunia terlihat lebih besar dari Tuhan, putar Mazmur 90.&lt;br /&gt;- Ketika Anda ingin jaminan Kekristenan, putar Roma 8 : 1-30.&lt;br /&gt;- Ketika Anda meninggalkan rumah untuk bekerja atau bepergian, putar Mazmur 121&lt;br /&gt;- Untuk penemuan/kesempatan besar, putar Yesaya 55.&lt;br /&gt;- Ketika Anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas, putar Yosua 1.&lt;br /&gt;- Supaya dapat bergaul dengan baik terhadap sesama, putar Roma 12.&lt;br /&gt;- Ketika Anda memikirkan kekayaan, putar Markus 10.&lt;br /&gt;- Saat Anda mengalami depresi, putar Mazmur 27.&lt;br /&gt;- Jika Anda kesulitan keuangan, putar Mazmur 37.&lt;br /&gt;- Jika Anda kehilangan kepercayaan terhadap orang, putar I Korintus 13.&lt;br /&gt;- Jika orang di sekitar Kita tampak berlaku tidak baik, putar Yohanes 15.&lt;br /&gt;- Ketika Anda putus ASA dengan pekerjaan, putar Mazmur 126.&lt;br /&gt;- Jika Anda menemukan bahwa dunia mengecil dan Anda merasa besar, putar Mazmur 19. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan muda sekalian, semoga dengan bantuan teks Kitab Suci ini kita bisa berdamai dengan sesama dan dengan Tuhan. Sehingga hati kita lebih siap lagi untuk mengisi Pekan Suci tahun ini. Tuhan memberkati kita semua. &lt;br /&gt;“SELAMAT PASKAH 2009 !”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjarmasin,  akhir Maret 2009&lt;br /&gt;Ketua KOMKEP Keuskupan Banjarmasin,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastor Petrus Prillion, MSF&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-5532177224792461019?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/5532177224792461019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=5532177224792461019&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5532177224792461019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5532177224792461019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/04/suara-sang-gembala.html' title='SUARA SANG GEMBALA'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6pqDfkgGI/AAAAAAAAATo/RsuvC0xmywI/s72-c/suara+sang+gembala.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-7327875245386113957</id><published>2009-04-09T18:56:00.000-07:00</published><updated>2009-04-09T19:04:07.791-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari redaksi'/><title type='text'>DARI REDAKSI</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6o7MQSp9I/AAAAAAAAATg/gd1VTUe3enk/s1600-h/agusBLI+copy_resize.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 243px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6o7MQSp9I/AAAAAAAAATg/gd1VTUe3enk/s400/agusBLI+copy_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5322877544453810130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMILU 2009 DAN PERAYAAN KAMIS PUTIH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai bagimu,&lt;br /&gt;Pesta demokrasi lima tahunan (baca: PEMILU) di negara kita yang jatuh tanggal 9 April 2009 mendatang, ternyata bersamaan dengan Perayaan Kamis Putih. Hal ini ternyata menimbulkan beragam pendapat di kalangan umat; termasuk di kalangan Orang Muda kita. Bagi umat lain mungkin tidak akan menimbulkan reaksi apa-apa, namun bagi kita, Perayaan Kamis Putih merupakan rangkaian perayaan selama Pekan Suci yang sampai pada puncaknya nanti ketika Paskah tiba...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 29 Maret 2009 yang lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Umum Partai Golkar menyetujui penundaan pemilu legislatif di Kabupaten Flores Timur dan Lembata, Nusa Tenggara Timur. Persetujuan tersebut mengemuka dalam pertemuan Kalla dan Uskup Agung Kupang Mgr. Petrus Turang. Penundaan, menurut Uskup dilakukan di 18 kabupaten. Ini terkait dengan penyelenggaraan pemilu legislatif 9 April yang bersamaan dengan rangkaian perayaan Paskah bagi umat Kristiani. Penundaan ini juga sudah disetujui Komisi Pemilihan Umum. [mirifica.net] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita di atas cukup menarik bila dicermati bersama, namun apakah hal tersebut bisa berlaku di seluruh Indonesia? Dalam HöPë edisi Pebruari – Maret 2009 (2 in 1), disajikan beberapa tulisan terkait dengan PEMILU dan PASKAH 2009. Semoga saja semuanya itu dapat menjadi bahan permenungan kita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai umat beriman, marilah kita menghargai kehidupan bersama sebagai sesuatu yang dapat memperkaya diri, sehingga kerjasama dengan sesama dapat menjadi sarana untuk menjalankan hidup yang lebih bermutu. TUHAN memberkati. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam &amp; doa,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-7327875245386113957?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/7327875245386113957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=7327875245386113957&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7327875245386113957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7327875245386113957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/04/dari-redaksi.html' title='DARI REDAKSI'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/Sd6o7MQSp9I/AAAAAAAAATg/gd1VTUe3enk/s72-c/agusBLI+copy_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-7496416700078239899</id><published>2009-02-14T03:21:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T03:23:01.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jejak orang muda'/><title type='text'>BARONGSAI KOMKA ST. MARIA KELAYAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZapf6NCDnI/AAAAAAAAASA/ilH8xkIoYHw/s1600-h/S5030285_resize.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 192px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZapf6NCDnI/AAAAAAAAASA/ilH8xkIoYHw/s320/S5030285_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302611976940293746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 3 hari berturut-turut, mulai tanggal 25 – 27 Januari 2009, kelompok Barongsai KOMKA St. Maria Kelayan mengadakan pertunjukan keliling kota Banjarmasin.  Di bawah pimpinan Tommy Ribuan – Ketua KOMKA, kelompok ini menampilkan atraksi terbaiknya dari pintu ke pintu. Tak tanggung-tanggung, sejak pukul 14.00 Wita sampai dengan pukul 22.00 Wita unjuk kebolehan sembari menghibur para penontonnya, sekaligus turut memeriahkan Perayaan Tahun Baru IMLEK 2560. Dan yang pasti, teman-teman muda kita ini ikut serta melestarikan Budaya Tionghoa yang mempesona dan unik dengan ciri khas atribut berwarna serba merah. Gong Xi Fat Cay! &lt;strong&gt;&lt;em&gt;[agus_bli] &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-7496416700078239899?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/7496416700078239899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=7496416700078239899&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7496416700078239899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7496416700078239899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/02/barongsai-komka-st-maria-kelayan.html' title='BARONGSAI KOMKA ST. MARIA KELAYAN'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZapf6NCDnI/AAAAAAAAASA/ilH8xkIoYHw/s72-c/S5030285_resize.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-4641616602938127928</id><published>2009-02-14T03:20:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T03:21:29.999-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>KEBAHAGIAAN BERSAMAMU...</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZapI7iH-nI/AAAAAAAAAR4/myc4EkJtAH4/s1600-h/Poetry+copy_resize.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 89px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZapI7iH-nI/AAAAAAAAAR4/myc4EkJtAH4/s320/Poetry+copy_resize.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302611582160206450" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari bersinar,&lt;br /&gt;menyapa kuntum-kuntum bungaku &lt;br /&gt;yang mulai mekar.&lt;br /&gt;Aku merasa semua baik adanya;&lt;br /&gt;semua nyata semestinya, &lt;br /&gt;sejak kau tanamkan kepercayaan :&lt;br /&gt;“Kepercayaan untuk menjadi &lt;br /&gt;bagian cerita hidupmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langit biru ceria,&lt;br /&gt;mendekap gumpalan awan putih &lt;br /&gt;yang bersandar di bahunya.&lt;br /&gt;Aku mengalami uphoria di jiwa;&lt;br /&gt;histeria yang tak termuat oleh kata-kata, &lt;br /&gt;sejak kau letakkan kesetiaan :&lt;br /&gt;“Kesetiaan untuk mengisi hari-hariku &lt;br /&gt;dengan senyummu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau, &lt;br /&gt;hanya engkau saja,&lt;br /&gt;dan tak dapat kujelaskan mengapa?!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau, &lt;br /&gt;dan hanya engkau saja,&lt;br /&gt;Sahabat sejatiku &lt;br /&gt;yang tak akan tergantikan &lt;br /&gt;oleh apapun juga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angin menari,&lt;br /&gt;dihantar merdu nyanyi bumi.&lt;br /&gt;Aku tak akan pernah lepas menatapmu,&lt;br /&gt;menatapmu dihias kerlingan itu.&lt;br /&gt;Sejak kau menjadikanku milikmu :&lt;br /&gt;“Milik persahabatan kita selamanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[agus_bli; 20-05-2006]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-4641616602938127928?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/4641616602938127928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=4641616602938127928&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4641616602938127928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4641616602938127928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/02/kebahagiaan-bersamamu.html' title='KEBAHAGIAAN BERSAMAMU...'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZapI7iH-nI/AAAAAAAAAR4/myc4EkJtAH4/s72-c/Poetry+copy_resize.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-8953274106887691397</id><published>2009-02-14T03:18:00.001-08:00</published><updated>2009-02-14T03:20:12.326-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='percikan'/><title type='text'>FILSAFAT PADI &amp; BAMBU</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZaotbDfATI/AAAAAAAAARw/J6wJmbSQL5s/s1600-h/percikan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZaotbDfATI/AAAAAAAAARw/J6wJmbSQL5s/s320/percikan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302611109585289522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di suatu pinggiran bukit terdapat rumpun pohon bambu dan sepetak sawah yang ditanami padi. Letak kedua tumbuhan itu berdekatan, hanya selemparan batu saja jaraknya. Suatu ketika sebatang pohon bambu menegur serumpun padi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai padi yang mungil dan loyo, semakin hari kulihat tubuhmu bukannya semakin tinggi dan kuat layaknya tubuhku. Melainkan semakin loyo dan bungkuk. Apa kamu tidak iri akan kekuatanku ini? Kamu pasti selalu mendengar suara kami tatkala kami melatih tubuh kami dengan saling mengadunya satu sama lain. Tapi bagaimana dengan dirimu? Jangankan mengadu tubuh, menahan tubuhmu agar tetap tegak saja tidak mampu,” ejek si Bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tenang si Padi pun menjawab, “Aku tidak iri dengan semua kehebatan yang kamu miliki. Aku juga sadar akan keadaanku yang seperti ini. Tapi aku mencoba untuk mensyukuri anugerah yang sudah aku terima selama ini. Dan aku mencoba untuk bisa menjadi berguna bagi makhluk hidup lainnya. Itulah prinsip hidupku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bambu berkomentar lagi, “Wah, kalau aku menjadi dirimu dengan keadaanmu yang seperti itu, pastilah aku akan protes. Aku tidak bisa terima sedikitpun.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Beberapa masa kemudian, si Bambu tumbuh semakin menjulang tinggi. Badannya semakin kuat dan keras. Ketika beradu dengan bambu yang lain pun suaranya semakin keras memekakan telinga. Sedangkan si Padi bukannya menjadi tinggi, tapi malah semakin menunduk dan loyo. Bukan hanya itu saja, warna tubuhnya pun semakin memudar seperti makhluk yang dihinggapi aneka macam penyakit. Belum lagi beberapa bagian tubuhnya yang mulai ditumbuhi benjolan yang besar-besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari ada seorang pemuda yang mendekati kedua tumbuhan tersebut. Pertama, ia mendekati rumpun-rumpun padi. Dia mengeluarkan sabitnya yang kecil dan mulai menebas rumpun padi itu satu per satu sampai akhirnya terkumpullah semua rumpun padi yang tumbuh di sawah itu. Kemudian dia mengumpulkannya dan menggilingnya untuk mengambil benjolan-benjolan yang ada pada tubuh si Padi. Ternyata benjolan-benjolan itu adalah bulir-bulir beras. Ia pun mengumpulkan beras beras tersebut dalam sebuah karung dan membawanya pulang untuk makanan pokok keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu barulah ia mengeluarkan sebilah parang yang cukup besar dan tajam. Berkali-kali diayunkan dan ditebaskannya ke tubuh si Bambu, sampai akhirnya pohon bambu tersebut tumbang. Kemudian dengan gergaji dia memotong-motong bambu tersebut menjadi beberapa bagian yang pendek-pendek. Setelah itu dia membelah lagi bambu tersebut menjadi bagian-bagian yang lebih tipis, lalu mengikatnya menjadi satu dan membawanya pulang. Potongan bambu kecil-kecil itu kemudian diserutnya dan dibersihkannya untuk kemudian dijadikan kandang ayam di belakang rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman semua pasti pernah mendengar falsafah padi, semakin berisi semakin menunduk. Dan kalau boleh bisa juga ditambahkan semakin tua semakin menunduk. Dan pada saatnya tiba, maka ia akan dijadikan santapan sehari-hari manusia. Sebuah penghargaan yang sangat tinggi !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Filsafat padi menggambarkan suatu kerendahan hati yang seharusnya dimiliki setiap orang. Semakin tua dan semakin berilmu atau berpengalaman seseorang, hendaknya semakin dipenuhi dengan kerendahan hati. Dan pada saatnya nanti dia akan meraih suatu kesempurnaan yang jauh lebih tinggi dari yang pernah ia bayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan coba teman-teman bayangkan dengan nasib si Bambu. Di saat ia masih menjadi tanaman bambu, ia berdiri menjulang tinggi dan kokoh. Badannya kuat, bahkan untuk memotongnya saja diperlukan beberapa kali tebasan dengan menggunakan parang yang tajam dan besar. Tapi apa yang terjadi begitu ia sudah tumbang? Ia dipotong kecil-kecil dan tipis. Kemudian sekedar dijadikan pagar untuk kandang ayam. Kotor dan bau! Jauh dari kesempurnaan yang selama ini diagung-agungkannya semasa ia masih menjadi tanaman bambu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pulalah kalau seseorang itu selalu memelihara sifat tinggi hati dan keras hati selama hidupnya. Pada waktunya nanti bukanlah kesempurnaan yang diraihnya, melainkan tempat hinalah yang akan ia diami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya sekarang : Yang mana yang akan kita jadikan falsafah hidup? Falsafah padi ataukah falsafah bambu? &lt;strong&gt;[Frans Sunjoto with special thanks to Tommy &amp; Salan...]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-8953274106887691397?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/8953274106887691397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=8953274106887691397&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8953274106887691397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/8953274106887691397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/02/filsafat-padi-bambu.html' title='FILSAFAT PADI &amp; BAMBU'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZaotbDfATI/AAAAAAAAARw/J6wJmbSQL5s/s72-c/percikan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-5177959396123409950</id><published>2009-02-14T03:14:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T03:18:07.096-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita hati'/><title type='text'>“PANTAI TAKISUNG : MEMORI 25 JANUARI...”</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZaoFYMHdyI/AAAAAAAAARg/U2TomorgSHA/s1600-h/Isilah+terus+pipanya.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZaoFYMHdyI/AAAAAAAAARg/U2TomorgSHA/s320/Isilah+terus+pipanya.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302610421621421858" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kau masih berdiri, kita masih di sini&lt;br /&gt;Tunjukkan pada dunia arti sahabat&lt;br /&gt;Kau teman sehati, kita teman sejati&lt;br /&gt;Hadapilah dunia genggam tanganku...”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(Arti Sahabat by : Nidji)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pagi itu bis yang membawa kami melaju menuju Pantai Takisung. Cuaca begitu cerah, langit biru indah merekah. Syukur pada TUHAN, ini adalah berkat yang tak terkira bagi kami semua. Betapa tidak, beberapa hari terakhir Banjarmasin dan sekitarnya selalu diguyur hujan, dan praktis jalanan menjadi becek, bahkan beberapa tempat menjadi langganan banjir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iring-iringan 3 buah bis bercat merah pun berjalan menyusuri ruas jalanan yang ada. Setelah melewati Bati-bati yang sebagian tergenang Banjir, rombongan bis mulai memasuki wilayah Pleihari. Di sepanjang jalan, aku melihat pemandangan yang begitu cantik. Rimbunnya pepohonan di atas deretan perbukitan yang luas membentang sebagian menjadi pusat perhatian kami. Tak jarang pemandangan ini tergantikan oleh petak-petak sawah dengan berbagai asesorisnya yang khas, hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rombongan bis pada awalnya bermaksud menempuh “jalan pintas” untuk mempersingkat waktu tempuh; akan tetapi ditengah perjalanan jembatan yang hendak dilewati mengalami kerusakan, maka mau tidak mau 2 buah bis yang mengantar kami pun akhirnya harus kembali ke “jalan utama” menuju ke pantai Takisung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua setengah jam berlalu begitu saja tanpa terasa. Kami tiba di pantai Takisung menjelang pukul 11.00 Wita. Kami kemudian segera turun dan menuju lokasi “Rekreasi Bina Potensi” yang telah dipersiapkan oleh Panitia. Udara pantai yang sejuk menyapa kami semua bersama deburan ombak yang berkejaran dihembus sang bayu. Di sebuah pohon besar kami meletakkan semua perbekalan yang kami bawa. Di bawah komando Marianus Ronny Manantulu – Ketua Panitia, kami segera beranjak menuju tepi pantai untuk memulai acara. Usai doa pembukaan, ice breaking menjadi menu pembuka. Disusul dengan berbagai jenis games yang digelar satu persatu, ada bakiak raksasa, mengisi ember dan pipa dengan air, tarik tambang di atas air hingga bermain sepak bola bersama. Kelompok-kelompok dibentuk dan mulai pasang aksi dan beradu prestasi untuk menjadi yang terbaik!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menjelang tengah hari Pastor Suprijadi, CM hadir dan menemani kami makan siang bersama di bawah rindangnya sebuah pohon besar, tempat dimana sebelumnya kami meletakkan perbekalan. Suasana kebersamaan sangat kami nikmati saat ini, “Kapan ya kita bisa mengalaminya lagi?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis santap siang, teman-teman KOMKA Katedral yang cowok segera menuju hamparan pasir di tepi pantai untuk bersepak bola ria. Sedangkan yang lain ada yang bermain-main di tepian pantai, ada pula yang berenang sambil bercanda ria diantara riak air yang berwarna kecoklatan. Wow, seru dan semuanya tampak bahagiaaa...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum acara berakhir, beberapa orang teman cowok “berburu” teman-teman cowok lainnya yang belum basah oleh air laut. Yang “tertangkap” segera diangkat rame-rame dan diceburkan ke laut. Mandi byuuuurrrr.....!!! Basah dech !!! Hmm, Pastor Supri juga “kena” tuch ! Sssttt... ada satu orang yang berhasil “sembunyi”, hehehe... Mau tau siapa dia? Hehehe... dia lö yang menulis cerita ini buat teman-teman semua... &lt;strong&gt;[agus_bli]&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZaoSaUyPGI/AAAAAAAAARo/-IFUH5KfyAQ/s1600-h/KOMKA+Santa+Maria+DODIK+1x_resize.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 219px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZaoSaUyPGI/AAAAAAAAARo/-IFUH5KfyAQ/s320/KOMKA+Santa+Maria+DODIK+1x_resize.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302610645532949602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;A MEMORY TO REMEMBER ...&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 9 Juli 2006, rombongan KOMKA Katedral berangkat menuju ke pantai Batakan setelah berdoa bersama dan mendapat berkat dari Pastor Dodik, CM. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 Wita. Menjelang pukul 10.45 Wita, kegiatan outbond ringan pun segera dimulai dipandu oleh Pastor Dodik sendiri. Peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok dengan anggota masing-masing 10 orang. Sebelum kegiatan dimulai, tiap-tiap kelompok harus menampilkan yel-yel-nya masing-masing. Outbond berlangsung selama satu setengah jam. Acara selanjutnya makan siang bersama di atas hamparan pasir pantai. Satu kenangan yang masih teringat sampai sekarang, waktu itu yang memimpin doa makan adalah Vivencia “Tia” Trisna Maharati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 14.00 Wita teman-teman kembali ke pantai untuk mandi dan bermain bola. Jam setengah tiga sore, teman-teman yang cowok main sepak bola di lapangan rumput sekitar 15 menit lamanya. Lalu kegiatan disambung dengan permainan simulasi kepercayaan diri yang dipandu langsung oleh Pastor Dodik. Pukul 16.00 Wita rombongan sudah meninggalkan pantai Batakan. Oiya, ada yang hampir kelupaan nih... sekitar pukul 17.00 Wita, teman-teman KOMKA Katedral nyanyi bareng di dalam bis dengan lagu “Kemesraan.”&lt;strong&gt; [agus_bli, 09-07-2006]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-5177959396123409950?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/5177959396123409950/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=5177959396123409950&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5177959396123409950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5177959396123409950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/02/pantai-takisung-memori-25-januari.html' title='“PANTAI TAKISUNG : MEMORI 25 JANUARI...”'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZaoFYMHdyI/AAAAAAAAARg/U2TomorgSHA/s72-c/Isilah+terus+pipanya.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-1254713094071097887</id><published>2009-02-14T03:13:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T03:14:41.457-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sensus orang muda'/><title type='text'>“SEBELAS JANUARI...”</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZanl9y6wfI/AAAAAAAAARY/TPgdcsDwvuY/s1600-h/Frans+memberi+penjelasan+pada+KOMKA+Pleihari.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZanl9y6wfI/AAAAAAAAARY/TPgdcsDwvuY/s320/Frans+memberi+penjelasan+pada+KOMKA+Pleihari.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302609881960464882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelas Januari bertemu...&lt;br /&gt;menjalani cinta ini,&lt;br /&gt;naluri berkata :&lt;br /&gt;Engkaulah milikku...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat ga’ dengan syair lagu di atas? Yup, lagu “11 Januari” yang dipopulerkan GiGi itu memang masih tetap berkesan bila kita dengarkan lagi saat ini... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya, tanggal 11 Januari 2009 yang lalu, beberapa teman-teman kita mewakili KOMKEP Keuskupan Banjarmasin melakukan perjalanan turney dari Banjarmasin  Pleihari  Banjarbaru  Banjarmasin. Apa gerang yang mereka lakukan? Dengan mengendarai 3 buah motor, rombongan dibawah komando Frans pun berangkat. Dari titik start di Katedral Banjarmasin, rombongan berangkat pada pukul 11.00 Wita dan berjalan beriringan menyusuri alur jalan menuju keluar kota.&lt;br /&gt;Kira-kira ada apa yök?! Ternyata Frans dan teman-teman kita sedang melakukan sosialisasi “Sensus Orang Muda Katolik Keuskupan Banjarmasin” bagi teman-teman KOMKA Pleihari. Rombongan diterima Pastor Yuliono, MSC dan Dwi – Ketua KOMKA Pleihari yang baru terpilih. Mereka segera menuju Kapel, karena teman-teman KOMKA lainnya sudah menunggu. Sosialisasi pun berjalan dengan lancar. Dengan penuh kesabaran, duet Frans – Bams pun berhasil memberikan penjelasan tentang tata cara pengisian form sensus secara mendetail dengan memberikan contoh konkrit... Usai membahas perihal sensus OMK, acara berlanjut dengan Santap Siang bersama di depan aula. Santap siang terasa istimewa karena sajian makanan yang tersedia adalah hasil karya teman-teman KOMKA Pleihari, pokoknya sedaaap euy!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai makan siang, rombongan teman-teman dari Banjarmasin segera mohon diri untuk meneruskan perjalanan kembali. Rombongan terbagi dua, Bams dan Agus_bli menuju ke Paroki Banjarbaru, sedangkan Frans dan teman-teman yang lain menuju ke pantai Takisung untuk melakukan survey dalam rangka Rekreasi Bina Potensi KOMKA Katedral yang akan dilaksanakan 2 minggu ke depan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sensus Orang Muda Katolik yang dilaksanakan oleh KOMKEP Keuskupan Banjarmasin ini telah mendapatkan restu dari Bapak Uskup Mgr. Petrus Timang saat beberapa wakil dari KOMKEP mengadakan audiensi dengan Bapak Uskup pada tanggal 5 Desember 2008 yang lalu. Sensus OMK ini adalah yang  ke-2 kalinya dilaksanakan oleh KOMKEP. Sensus pertama dilakukan KOMKEP tahun 2005 yang lalu dalam rangka PERNAS OMKI 12 – 16 Nopember 2005. Sampai saat ini, sosialisasi Sensus OMK juga telah dilakukan di Paroki Katedral, Paroki Kelayan, Paroki Veteran; untuk paroki-paroki lainnya akan menyusul kemudian. Mohon dukungan teman-teman muda semua... &lt;strong&gt;[agus_bli]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-1254713094071097887?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/1254713094071097887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=1254713094071097887&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1254713094071097887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/1254713094071097887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/02/sebelas-januari.html' title='“SEBELAS JANUARI...”'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZanl9y6wfI/AAAAAAAAARY/TPgdcsDwvuY/s72-c/Frans+memberi+penjelasan+pada+KOMKA+Pleihari.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-5120885113211487663</id><published>2009-02-14T03:11:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T03:13:09.763-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jejak orang muda'/><title type='text'>“SUPER HEBOH !!!”</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZanM52ncOI/AAAAAAAAARQ/RN4vBZzDnms/s1600-h/Talk+Show+Super+Heboh.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZanM52ncOI/AAAAAAAAARQ/RN4vBZzDnms/s320/Talk+Show+Super+Heboh.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302609451405504738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu juga bagian dari cerita yang heboh! Mengapa bisa? Ya, nyatanya bisa! Jika saya bisa, pasti Anda lebih bisa lagi! Amin?” begitulah sapaan hangat Mgr. Dr. Petrus Boddeng Timang, Pr kepada 200-an Orang Muda Katolik (OMK) dari 5 Paroki Kota di wilayah Keuskupan Banjarmasin (Paroki Katedral “Keluarga Kudus” Banjarmasin, Paroki Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda Kelayan, Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran, Paroki Bunda Maria Banjarbaru dan Paroki Santa Theresia Pelaihari) ditambah 1 Paroki dari wilayah Keuskupan Palangkaraya (Paroki Santo Matius Kuala Kapuas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, Sabtu, 3 Januari 2009, bertempat di Sasana Bakti – Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran, digelar Talk Show “Super Heboh !!!” yang menghadirkan Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr. Petrus Timang. Acara ini diselenggarakan oleh Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin untuk merayakan Natal dan Tahun Baru bersama orang muda. Acara yang diformat mirip talk show “Empat Mata” di TransTV yang biasanya dibawakan oleh Tukul Arwana ini, juga dilengkapi dengan band pengiring dari KOMKA Santo Don Bosco Veteran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Talk show dibagi dalam 4 session dan dipandu oleh F.X. Haris Kusuma. Acara talk show berlangsung sangat komunikatif; terbukti hingga akhir acara OMK yang hadir betah bertahan di tempat duduk masing-masing. Antara session yang satu dengan session berikutnya digelar pertunjukan band dari 5 Paroki Kota. Acara diawali dengan doa pembukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam session I, beberapa pertanyaan disampaikan Haris kepada Mgr. Petrus Timang. Pertanyaan pertama seputar cerita pengalaman Mgr. Timang sejak masa kecil, menempuh studi hingga akhirnya terpilih sebagai Uskup Keuskupan Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara terperinci Mgr. Timang menjelaskan riwayat hidupnya, dimulai dari situasi tempat dimana beliau dilahirkan, kisah-kisah selama menjalani pendidikan, saat menjadi Rektor Atmajaya, ketika menjadi Pastor Paroki sampai mendapat kepercayaan Takhta Suci untuk memangku jabatan sebagai Uskup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Karena waktu itu belum banyak Imam pribumi, maka oleh Bapak Uskup saya kemudian ditugasi untuk mengajar agama Katolik di beberapa Perguruan Tinggi di Makassar,” ungkap Mgr. Timang seolah-olah ingin membawa teman-teman OMK untuk kembali ke masa lalu beliau. “Saya pernah ditugaskan di Paroki yang terletak di pelosok yaitu di Paroki Siti Fatima yang melayani wilayah Bantaeng, Bulukumba, Jeneponto dan Selayar. Satu wilayah terletak di sebuah pulau, jadi satu bulan sekali saya naik kapal Ferry. Saat itu ada umat yang bertanya, “Pastor dulunya menjadi Rektor di Atmajaya yang letaknya di kota Makassar, mengapa sekarang ditempatkan di pelosok dengan jumlah umat yang sedikit?” Sebagai seorang Pastor ketika itu Mgr. Timang menyadari bahwa dirinya selalu siap untuk ditempatkan dimana saja. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saat ditanya tentang kesan pertama saat tiba di Banjarmasin, Mgr. Timang berujar, “Kesan pertama – seperti biasa kalau kita memasuki suatu daerah, lalu kita menjadi was-was dan bertanya-tanya siapa yang akan kita jumpai, bagaimana penerimaan mereka, dan seterusnya. Saat itu saya diterima dengan sangat ramah oleh orang-orang yang menjemput saya, dimana diantara mereka ternyata ada teman-teman saya sewaktu di Yogya – artinya kami pernah sama-sama di ruang kelas, mereka duduk di bangku dan saya mengajar di depan kelas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemandu acara, Haris sempat menanyakan apakah Mgr. Timang merasa ‘kerasan’ setelah 2 bulan tinggal di Banjarmasin? “Kalau melihat wajah-wajah ceria dan heboh-heboh begini, saya pasti kerasan!” kata Mgr. Timang yang diamini oleh orang muda yang hadir dengan sambutan tepuk tangan yang bergemuruh memenuhi seisi ruangan. Mgr. Timang kemudian melanjutkan kata-katanya, “Kalau menyangkut tugas, sebenarnya pertanyaannya bukan betah atau tidak betah; kerasan atau tidak kerasan, tapi yang namanya tugas harus dilaksanakan! Sekali menerima, ya saya mau..., ya saya bersedia..., ya saya siap..., ya harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya! Soal kerasan atau tidak kerasan adalah urutan ke-100. Ini termasuk kesediaan saya hadir dalam talk show ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jalan-jalan ke kota kembang, ada gado-gado pakai sambal kacang. Janganlah ragu dan bimbang, Super Heboh akan memberikan kamu senyuman,” ucap Haris sembari berpantun membuka session II usai makan malam bersama. Pertanyaan berikutnya adalah soal maksud dan tujuan kegiatan Open House Natal bersama Bapak Uskup di Gedung Immaculata beberapa waktu yang lalu,  termasuk kunjungan Bapak Uskup ke pejabat-pejabat baik sipil maupun militer. Dengan ramah, Mgr. Timang memberikan penjelasan seputar kunjungan beliau. “Mungkin memang ini bisa ditafsirkan CCM (cari-cari muka); padahal sebenarnya yang namanya muka itu tidak usah dicari-cari,” canda Mgr. Timang mengawali penjelasannya. “Sebagai orang baru saya wajib untuk menjumpai masyarakat Katolik maupun non-Katolik. Saya rasa itu sebagai suatu kewajiban sebagai seorang manusia. Istilah Banjarmasin kuno, kita kulonuwun kepada yang empunya rumah. Saya masuk ke dalam pintu rumah dan mengatakan saya ada sebagai anggota masyarakat Banjarmasin dan sebagai penduduk Provinsi Kalimantan Selatan yang baru. Demi sopan santun, etiket hidup bersama sebagai orang baru yang mesti memperkenalkan diri kepada masyarakat; termasuk memperkenalkan diri kepada umat Katolik juga. Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terimakasih karena boleh hadir bersama dengan adik-adik pada malam hari ini. Jadi dalam kunjungan-kunjungan saya tersebut tidak ada maksud apa-apa. Syukur-syukur melalui kunjungan tersebut pihak pemerintah dan masyarakat di sini lebih mengenal orang-orang Katolik – dan saya harap hal itu juga menjadi sikap kita semua, dimana kita berani memperkenalkan diri kepada orang-orang di sekitar kita. Saya berpendapat bahwa mendekatkan diri kepada mereka-mereka yang non-Katolik kiranya ditempuh oleh seluruh Gereja Katolik di wilayah Keuskupan ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat berikutnya Haris berkisah tentang kunjungan Mgr. Timang ke Banjarmasin Post, dimana menurut Pemimpin Umumnya H.G. Rusdi Effendi AR menyebut kunjungan Mgr. Timang tersebut sebagai kunjungan pertama seorang Uskup ke Banjarmasin Post selama 37 tahun terakhir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika ditanya tentang rencana-rencana ke depan untuk menciptakan keharmonisan hubungan antar keyakinan di wilayah Keuskupan Banjarmasin, Mgr. Timang menanggapinya dengan penuh perhatian. Beliau berkata, “Saya sangat senang jika Orang Muda ikut mendukung, karena Orang Muda adalah kekuatan kita. Orang Muda bukan saja sebagai masa depan Gereja, akan tetapi juga menjadi masa sekarang Gereja. Menanggapi pandangan bahwa kita ini minoritas karena jumlah kita yang kecil dan meski tidak banyak yang asli keturunan Banjar, tapi itu bukan alasan bagi kita untuk berkecil hati. Karena semenjak dulu dikenal pameo ‘small is beautiful’. Maksud saya begini, walau jumlah kita kecil namun kita harus bisa memberi sumbangan bagi masyarakat dan menjadi orang-orang yang bermutu/berkualitas. Mari kita tunjukkan bahwa kita mau bersahabat dengan siapa saja, termasuk membina hubungan baik dengan teman-teman muda dari Protestan, Muhammadiyah, NU dan sebagainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam session III, beberapa orang peserta talk show diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertaannya secara langsung kepada Mgr. Timang. Seorang peserta bertanya tentang langkah awal apa yang akan dikerjakan Mgr. Timang bagi orang muda di Keuskupan Banjarmasin? “Seperti apa yang ditulis dalam majalah HIDUP, saya tidak mau muluk-muluk! Saya butuh waktu 1 tahun untuk belajar dan bergaul dengan masyarakat di sini, sebelum saya berani mengatakan akan membuat ini dan itu untuk orang muda maupun untuk para Pastor, Suster, dan umat pada umumnya. Saya tidak mau gegabah. Langkah awal yang saya tempuh ya seperti apa yang saya lakukan malam ini, hadir bersama kalian, mendengar apa yang kalian ungkapkan untuk selanjutnya saya resapi dan hayati untuk menentukan langkah selanjutnya. Tugas saya sebagai Uskup bersama para Pastor adalah meneguhkan orang muda supaya lebih Katolik lagi ditempat karya masing-masing. Jadi saya tidak perlu punya program yang muluk-muluk bagi orang muda, karena lembaga bagi orang muda sudah ada. Silahkan orang muda masuk dan bergabung dalam komunitas-komunitas Orang Muda Katolik yang sudah ada.”&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di lain kesempatan, ada seorang peserta yang menanyakan perihal pertikaian antara Israel dan Palestina yang saat-saat ini sedang hangat dibicarakan dimana-mana. “Saya bangga dan gembira jika orang muda kita juga mengikuti perkembangan politik dunia. Sebab ada sebagian orang yang berpandangan bahwa orang muda kita sekarang memiliki kecenderungan  untuk berpikir tentang dirinya sendiri dan hanya sebatas minat/kesenangan pribadi,” jawab Mgr. Timang mengawali paparannya. Lebih lanjut beliau memberikan penjelasan secara terurut baik dari sudut pandang cerita yang tertulis di dalam Kitab Suci, hingga pada realitas yang kita jumpai pada masa sekarang, dengan memberikan penekanan bahwa baik Israel maupun Palestina adalah sama-sama keturunan Abraham. Dan yang sebenarnya terjadi dewasa ini adalah lebih kepada masalah politik. “Mari kita doakan supaya Tuhan menunjukkan terang Roh Kudus-Nya kepada kedua belah pihak. Mari kita doakan juga supaya dunia internasional ikut campur sehingga kedua pihak dapat kembali duduk bersama, supaya ada perdamaian di sana dan serangan dihentikan di antara mereka,” himbau Mgr. Timang kepada orang muda yang hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada session IV, Haris mengungkapkan bahwa masalah hangat yang terkait dengan generasi muda tidak hanya di kota Banjarmasin – akan tetapi juga di banyak negara maju maupun negara berkembang antara lain : 1) Senang hura-hura, 2) Tidak memiliki pekerjaan, 3) Suka terlibat pengkon-sumsian miras dan narkoba dan 4) Perilaku seks bebas. Lebih lanjut Haris selaku pemandu acara menanya-kan pandangan Mgr. Timang, bagaimana cara untuk menanggulangi realitas tersebut? Hal apa saja yang bisa kita lakukan mulai tahun 2009 ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sangat arif dan bijaksana, Mgr. Timang memberikan penjelasan yang panjang lebar menanggapi pertanyaan dari Haris. Ada 3 hal yang ditekankan oleh Mgr. Timang, antara lain :&lt;br /&gt;1. Mulai tahun 1960-an di seluruh dunia dan tahun 1980-an di Indonesia, orang muda kita sudah mengalami kemajuan ekonomi yang luar biasa. Singkatnya, hidup menjadi enak dan mudah. Kebiasaan “hidup mudah” ini lalu terbawa kepada seluruh perilaku orang muda, sehingga ada bahaya memandang bahwa hidup memang semudah itu. Padahal dalam realitasnya, hidup adalah perjuangan! Kita ingat bagaimana Ibu kita dulu melahirkan kita dan harus bertarung antara hidup dan mati. Hal ini sering kita lupakan. &lt;br /&gt;2. Hidup ini ada aturannya, termasuk di dalamnya mengenai seksualitas. Gereja Katolik mengatakan “Before and outside married, no sex” (sebelum dan di luar pernikahan, tidak ada seks), itu ajaran moral Katolik! Ketika orang melanggar hal ini, maka akan terjadi macam-macam hal. Di sinilah dibutuhkan pengorbanan dan latihan untuk menaati hukum-hukum tersebut.&lt;br /&gt;3. Ada kecenderungan orang muda kita yang sibuk dengan dirinya sendiri dan menjadi tidak ingat dengan orang lain di sekelilingnya. Padahal kita harus ingat bahwa kita ini hidup bersesama karena kita lahir dari sebuah keluarga dan kita tidak mungkin hidup sendiri; maka kita perlu membuka diri bagi orang lain. Kemudahan yang ada sekarang bisa membuat orang bersifat individualis dan egois, ini akan menjadikan hidup kita menjadi kerdil. Pepatah bilang “No man is an island” – tidak ada seorang manusia yang menjadi pulau dalam hidupnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian Mgr. Timang menyampaikan pesan-pesannya kepada orang muda yang hadir, sekaligus mengakhiri talk show pada malam hari itu. Kegiatan yang berakhir pada pukul 21.30 WITA tersebut ditutup dengan doa bersama dan menyanyikan bersama-sama lagu “Tak Menunggu Sempurna” – salah satu lagu PERNAS OMKI 2005, sekaligus foto bersama dengan Bapak Uskup Keuskupan Banjarmasin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perayaan Ekaristi OMK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sore harinya diselenggarakan Perayaan Ekaristi di gedung Gereja Hati Yesus Yang Maha Kudus Veteran dengan Konselebran Utama Vikaris Jenderal Keuskupan Banjarmasin Pastor Theodorus Yuliono Prasetyo Adi, MSC didampingi oleh Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin Pastor Petrus Prillion, MSF dan Pastor Kepala Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Pastor Simon Edy Kabul Teguh Santoso, Pr. Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 17.30 WITA. Dalam homili singkatnya, Pastor Prillion menceritakan pengalaman pribadinya menjalani Misi di Meratus beberapa waktu yang lalu. Sedangkan dalam sambutannya, Pastor Yuliono menyampaikan apa yang dipesankan oleh Mgr. Petrus Timang bagi orang muda, “Bergeraklah, mekarlah dan tumbuhlah. Sambutlah tahun baru 2009 ini dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.”&lt;strong&gt; [agus_bli]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-5120885113211487663?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/5120885113211487663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=5120885113211487663&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5120885113211487663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5120885113211487663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/02/super-heboh.html' title='“SUPER HEBOH !!!”'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZanM52ncOI/AAAAAAAAARQ/RN4vBZzDnms/s72-c/Talk+Show+Super+Heboh.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-6918569772552913228</id><published>2009-02-14T03:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-14T03:11:15.521-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari redaksi'/><title type='text'>JEJAK 2008... LANGKAH 2009</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZamurWzk-I/AAAAAAAAARI/Qg1acJKWKps/s1600-h/Pohon+besar+tempat+berteduh.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZamurWzk-I/AAAAAAAAARI/Qg1acJKWKps/s320/Pohon+besar+tempat+berteduh.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302608932117910498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai bagimu,&lt;br /&gt;Tak terasa Januari 2009 berlalu begitu saja. Padahal suara terompet tahun baru dan dentingan lonceng Natal masih terngiang di telinga kita. Di tengah kesibukan membantu pelaksanaan kegiatan Musyawarah Kerja Pastoral (Muskerpas) Keuskupan Banjarmasin 2009 (di Wisma Sikhar – Banjarbaru, 2 s.d. 6 Pebruari 2009) di bidang Kesekretariatan, HöPë edisi Januari 2009 ini terbit...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Orang Muda Katolik (OMK) kita di sepanjang tahun 2008 yang lalu terasa begitu berwarna oleh beragam kegiatan. Di awal Januari 2008, tugas &amp; jabatan Ketua KOMKEP Keuskupan Banjarmasin secara  resmi dilaksanakan oleh Pastor Petrus Prilion, MSF. Serah terima jabatan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin dari Pastor Agustinus Dodik Ristanto, CM kepada Pastor Petrus Prilion, MSF, terjadi di Banjarmasin pada tanggal 21 Desember 2007 disaksikan oleh perwakilan OMK dari 4 paroki kota (Katedral, Kelayan, Veteran dan Banjarbaru). Saat itu Pastor Dodik berpesan agar kiranya “nyala obor” yang ada nantinya dapat diteruskan untuk kepengurusan KOMKEP Keuskupan Banjarmasin yang baru dalam pendampingan Pastor Petrus Prilion, MSF.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Gayung bersambut, Minggu, 6 Januari 2008, bertempat di Sasana Sehati – Paroki Katedral Banjarmasin dilaksanakan pemilihan kepengurusan KOMKEP yang baru yang akhirnya memilih Sdra. Fransiskus Sunyoto sebagai Sekretaris I menggantikan posisi mas Abdon yang sebelumnya bertindak sebagai Koordinator KOMKEP untuk periode sebelumnya. Berbekal mandat yang dipercayakan dipundaknya, maka Sdra Frans bersama kepengurusan yang baru pun dalam waktu yang relatif singkat segera menggelar Rapat Kerja KOMKEP Periode 2008 – 2009 di Wisma Sikhar – Banjarbaru, 2 – 3 Pebruari 2008. Dalam Raker ini, sebanyak 45 orang perwakilan OMK dari masing-masing paroki di wilayah Keuskupan Banjarmasin menghadiri pertemuan ini. Ada 2 pesan yang disampaikan Pastor Prillion saat itu, 1) Jangan pernah bertanya apa yang pernah Tuhan berikan untukmu, tapi bertanyalah apa yang sudah kamu berikan untuk Tuhan dan 2) Jangan Pernah bertanya apa yang KOMKEP berikan untukmu, tapi tanyakanlah &lt;br /&gt;apa yang kamu berikan untuk KOMKEP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 7 – 11 April 2008, 2 orang perwakilan KOMKEP dikirim untuk mengikuti TEMU MODERATORES REGIO JAWA PLUS 2008 yang digelar di Sasana Krida Jatijejer, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur. Di akhir Maret 2008, digelar Perayaan Ekaristi OMK yang melibatkan 5 Paroki Kota di Banjarbaru. Pada tanggal 9 Juni 2008 jam 13.00 Wita, buletin HöPë milik KOMKEP ini mulai tampil online di dunia maya (internet) di alamat website : http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan Agustus, KOMKEP merayakan momen Kemerdekaan RI ini dengan serangkaian perlombaan yang diawali dengan upacara bendera. Bertempat di komplek SDK St. Maria Banjarmasin semua kegiatan tersebut digelar tepat pada tanggal 17 Agustus 2008. Tanggal 11 s.d. 14 September 2008, KOMKEP menggelar Pelatihan Pendamping Orang Muda Katolik (PENA) 2008 yang diikuti oleh utusan dari 9 Paroki di Keuskupan Banjarmasin; dengan mengambil tema “Duc in Altum” - Bertolaklah ke tempat yang dalam (Luk. 5:4). Kemudian KOMKEP mengirim kembali perwakilannya untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Pendamping Orang Muda Katolik (pediomka) Provinsi Gerejawi Samarinda 2008 di Palangkaraya pada tanggal 29 September s.d. 4 Oktober 2008. Di akhir bulan Oktober 2008, kembali OMK kita dari  4 paroki kota terlibat secara penuh dalam perhelatan akbar Perayaan Ekaristi Tahbisan Uskup Keuskupan Banjarmasin Mgr. Dr. Petrus Boddeng Timang dan Pesta Perak Tahbisan Uskup Mgr. F.X. Prajasuta, MSF yang digelar di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin. Gambaran perjalanan KOMKEP Keuskupan Banjarmasin di atas bila direfleksikan kembali secara mendalam akan memunculkan perasaan bangga yang begitu mendalam di hati kita semua, khususnya hal ini sangat dirasakan oleh Orang Muda kita. Gambaran itu juga tak jauh dari harapan Pastor Teddy Aer, MSF dalam pediomka 2008 agar orang muda kita memiliki sikap “Sentire Cum Ecclesiae” (seperasaan dengan Gereja). “Coba Anda bayangkan kalau di dunia ini, kalian yaitu orang-orang mudanya yang tinggal dalam lingkup paroki, stasi maupun di tingkat Keuskupan bisa seperasaan dengan Gereja, pasti segala sesuatunya akan lebih indah dan relasi yang terjalin akan lebih mendalam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih kepada semua teman-teman Orang Muda yang telah mendukung semua kegiatan KOMKEP di sepanjang tahun 2008 yang lalu. Semoga dukungan dan semangat teman-teman sekalian tetap berkobar dan menyala-nyala di tahun 2009 ini. “Orang Muda : Bisa !!!”&lt;br /&gt;TUHAN memberkati, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banjarbaru, 5 Pebruari 2008, &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Syalom : Redaksi&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-6918569772552913228?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/6918569772552913228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=6918569772552913228&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/6918569772552913228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/6918569772552913228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2009/02/jejak-2008-langkah-2009.html' title='JEJAK 2008... LANGKAH 2009'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SZamurWzk-I/AAAAAAAAARI/Qg1acJKWKps/s72-c/Pohon+besar+tempat+berteduh.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-7516954588557859789</id><published>2008-12-22T10:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T10:05:01.741-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='siluet'/><title type='text'>SILUET</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SU_WvVqQw-I/AAAAAAAAAQg/oESj3X4zX1g/s1600-h/0111.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 205px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SU_WvVqQw-I/AAAAAAAAAQg/oESj3X4zX1g/s320/0111.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282676996685480930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;DAMAIMU, DAMAIKU, DAMAI KITA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman itu telah menjadi manusia, dan diam diantara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. &lt;br /&gt;[Yoh. 1:14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terbayang dibenakmu ketika peristiwa Natal kembali kita rayakan?!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebutlah kisah tentang anak-anak yang malang! Anak-anak yang harus cukup puas menggenggam “sepotong” roti agar dapat tertidur dengan tenang; di tengah suasana perang yang berkecamuk...&lt;br /&gt;Andai saja perang itu tidak terjadi, tentu mereka masih dapat merasakan hangatnya depakan kedua orang tua, juga bermain dengan gembira bersama teman-teman tercinta...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak berbeda jauh dari kisah kecil di atas, bayi Sang Juru Selamat pun &lt;br /&gt;harus mengalami keadaan yang &lt;br /&gt;begitu malang...&lt;br /&gt;Di tengah malam yang sunyi, dingin dan gelap...di bawah taburan gemerlap bintang gemintang yang saling bergandengan tangan &lt;br /&gt;di cakrawala kelam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu kita pernah melihat, gambaran dua buah telapak tangan yang saling terulur dari dua arah yang berlawanan?! Sebuah telapak tangan menerima...dan sebuah telapak tangan memberi; hingga pada akhirnya terciptalah dua telapak tangan yang satu sama lain &lt;br /&gt;“saling” menggenggam...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan gambaran ini sungguh terwujud, ketika bayi Sang Juru Selamat dunia lahir ke bumi pada malam Natal. Dia adalah Sang Sabda yang menjelma... Dia adalah Kasih yang menjembatani Surga dan bumi... Dia adalah yang Ilahi yang hadir nyata dalam kehidupan insani... Melalui Natal, Tuhan sungguh-sungguh ingin &lt;br /&gt;melawati  umat-Nya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perayaan Ekaristi, kita semua tentu selalu mengucapkan doa ini : “Ya Tuhan saya tidak pantas, Tuhan datang pada saya, tetapi bersabdalah saja maka &lt;br /&gt;saya akan sembuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita rasakan sesaat setelah mengucapkan doa ini? Apakah disaat ini batin kita telah dipenuhi oleh damai Tuhan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[by : agus_bli; 22-12-2006]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-7516954588557859789?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/7516954588557859789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=7516954588557859789&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7516954588557859789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/7516954588557859789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2008/12/siluet.html' title='SILUET'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SU_WvVqQw-I/AAAAAAAAAQg/oESj3X4zX1g/s72-c/0111.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-4520881977913008716</id><published>2008-12-22T09:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T09:44:41.098-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='agenda komkep'/><title type='text'>KABAR KOMKEP KEUSKUPAN BANJARMASIN</title><content type='html'>&lt;strong&gt;SEKILAS AGENDA KOMISI KEPEMUDAAN KEUSKUPAN BANJARMASINDI TAHUN 2009&lt;/strong&gt;Teman-teman orang muda yang terkasih, pada tanggal 5 Desember 2008 yang lalu, beberapa orang perwakilan dari Komisi Kepemudaan Keuskupan Banjarmasin mengadakan audiensi dengan Bapak Uskup Keuskupan Banjarmasin, Mgr. Dr. Petrus Boddeng Timang. Adapun beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut :1. Sensus Orang Muda Katolik 2009; melalui sensus yang akan dimulai Desember 2008 sampai dengan Juni 2009. Form sensus OMK akan diedarkan ke paroki-paroki; selain itu bagi teman-teman OMK yang ada diluar kota dan tergabung dalam milis KOMKEP Keuskupan Banjarmasin, dapat mendownload form sensus tersebut. Bagi yang belum menjadi anggota milis dapat mengirimkan emailnya ke : litbang_komkepbjm@yahoo.com atau daftar melalui HöPë edisi online di alamat: http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com.2. Jambore Orang Muda; kegiatan ini akan melibatkan OMK se-Keuskupan Banjarmasin (9 Paroki),&lt;strong&gt;[KOMKEP Keuskupan Banjarmasin]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-4520881977913008716?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/4520881977913008716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=4520881977913008716&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4520881977913008716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/4520881977913008716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2008/12/kabar-komkep-keuskupan-banjarmasin.html' title='KABAR KOMKEP KEUSKUPAN BANJARMASIN'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-5928416535189553834</id><published>2008-12-22T09:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T09:43:29.623-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='poetry'/><title type='text'>POETRY</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SU_RQrErSiI/AAAAAAAAAQI/4n06fkLeaXI/s1600-h/DV-027-280.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SU_RQrErSiI/AAAAAAAAAQI/4n06fkLeaXI/s320/DV-027-280.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282670972299332130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SAHABAT PENDAMAI HATIMU&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat pendamai hatiku,&lt;br /&gt;Terasa benar waktu-waktu berlalu bersamamu...&lt;br /&gt;Meski tak setiap saat,cerita kita saling berjumpa&lt;br /&gt;Karena keterbatasan pengandaianjuga kesempatan yang ada&lt;br /&gt;Namun bahagiaku nyata,&lt;br /&gt;ketika hadirmu terasa begitu dekat di jiwa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat pendamai hatiku,&lt;br /&gt;Bersama terimakasihku...&lt;br /&gt;serta harap sukaku yang menyatu&lt;br /&gt;Inginku padamu,semua bertahan&lt;br /&gt;seperti semua keceriaan yang tertanam&lt;br /&gt;Bertahan buat “hidup persahabatan kita”yang sama-sama kita akui ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat pendamai hatiku,&lt;br /&gt;Dariku, untukmu...&lt;br /&gt;tersampaikan untuk persahabatan kita yang tercinta :&lt;br /&gt;dalam nafas baru yang luar biasa,&lt;br /&gt;dalam hari baru yang penuh makna,&lt;br /&gt;dalam cinta, bahagia dan damai sewajarnya,&lt;br /&gt;“Selamat Tahun Baru”&lt;br /&gt;bagimu yang berarti selalu,&lt;br /&gt;syukurmu, syukurku kiranya ternyata&lt;br /&gt;pada masa-masa selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[by : dhionys_agus; 16 Desember 2000]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9022417664419556708-5928416535189553834?l=hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/feeds/5928416535189553834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9022417664419556708&amp;postID=5928416535189553834&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5928416535189553834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9022417664419556708/posts/default/5928416535189553834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hope-komkepbanjarmasin.blogspot.com/2008/12/poetry.html' title='POETRY'/><author><name>agus_bli (dhionys_agus)</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SU_RQrErSiI/AAAAAAAAAQI/4n06fkLeaXI/s72-c/DV-027-280.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9022417664419556708.post-4997384989489399742</id><published>2008-12-22T09:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T09:37:44.981-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='percikan'/><title type='text'>PERCIKAN</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SU_QVDDMZqI/AAAAAAAAAQA/tH2loruRExo/s1600-h/DV-027-247.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nlntCPAaUBs/SU_QVDDMZqI/AAAAAAAAAQA/tH2loruRExo/s320/DV-027-247.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5282669947943413410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang Kenangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang engkau cari-cari diantara waktumu yang telah pergi?” Bukankah yang masih tersisa adalah dirimu sendiri beserta setiap kenangan yang pernah terjadi padanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau boleh saja menangis kembali, ... dan engkau boleh saja tertawa karenanya! Untuk hal-hal yang engkau sesali, maupun untuk hal-hal yang engkau syukuri di dalamnya. Di dalam semua peristiwa yang telah engkau alami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada begitu banyak penyesalan yang mungkin akan engkau ratapi. Ada begitu banyak misteri hidup yang berusaha engkau mengerti. Dan seiring berlalunya waktu, semua itu pun kemudian akan tergambar dalam bentuk “kenangan”...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan itu seperti saat manakala tanganmu terbuka, kemudian menggenggam kembali di saat berikutnya – lalu di waktu selanjutnya terbuka dan menggenggam kembali – begitu seterusnya! Apakah yang dapat engkau pahami tentangnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan akan menghilang bila ia harus “tergantikan” atau “hilang” begitu saja, saat ada kenangan lain yang terasa lebih bermakna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang, apa yang kita sebut kenangan, tak akan dapat selalu kita minta untuk tetap bertahan, saat waktu harus pergi meninggalkan, saat masa yang baru tiba tak tertahankan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[adaptasi dari tulisan “Kenangan yang Mengalir” oleh : dhionys agus, Denpasar – Bali, 11 Nopember 2004]&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercont
